Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

Archive for the ‘Sufisme’ Category

Bolehkah Berdoa di Kuburan…?, Apa Hukumnya Kemenyan dan Mandi Kembang…?

Posted by mystys pada April 9, 2008

majelisrasulullah.org

Berdoa, atau bertawasul, atau berdzikir, itu dimana saja, boleh tawassul dari rumah, atau di kamar, atau di masjid, atau di kuburan, atau dimana saja, pastilah mungkin hati kita yang sudah tertular virus sekte sesat ini akan langsung Alergi bila mendengar DOA DI KUBURAN, ketahuilah berdoa di kuburan pun sunnah Rasul saw, beliau berdoa di Pekuburan Baqii, dan berkali-kali beliau saw melakukannya. Dan Rasul saw memerintahkan untuk mengucapkan Salam untuk ahli kubur dengan ucapan Assalaamu alaikum Ahliddiyaar minalmuminin walmuslimin, wa Innaa Insya Allah Lalaahiquun, As alullah lana wa lakumul aafiah.. (Salam sejahtera atas kalian wahai penduduk penduduk dari Mukminin dan Muslimin, Semoga kasih sayang Allah atas yang terdahulu dan yang akan datang, dan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian) (Shahih Muslim Bab 35 hadits no 974.975,976. *3 hadits dalam makna yang sama). Hadits ini menjelaskan bahwa Rasul saw bersalam pada Ahli Kubur dan mengajak mereka berbincang-bincang dengan ucapan Sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian. Baca entri selengkapnya »

Posted in Sufisme | Dengan kaitkata: | 4 Comments »

BID’AH

Posted by mystys pada April 9, 2008

majelisrasulullah.org

I. Nabi saw memperbolehkan berbuat bid’ah hasanah.

Nabi saw memperbolehkan kita melakukan Bid’ah hasanah selama hal itu baik dan tidak menentang syariah, sebagaimana sabda beliau saw: “Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat-buat hal baru yg buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yg mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim hadits no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan makna Bid’ah hasanah dan Bid’ah dhalalah.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Sufisme | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Peringatan Maulid Nabi SAW

Posted by mystys pada April 9, 2008

Ketika kita membaca kalimat diatas maka didalam hati kita sudah tersirat bahwa kalimat ini akan langsung membuat alergi bagi sebagian kelompok muslimin, saya akan meringkas penjelasannya secara ‘Aqlan wa syar’an, (logika dan syariah). Sifat manusia cenderung merayakan sesuatu yg membuat mereka gembira, apakah keberhasilan, kemenangan, kekayaan atau lainnya, mereka merayakannya dengan pesta, mabuk mabukan, berjoget bersama, wayang, lenong atau bentuk pelampiasan kegembiraan lainnya, demikian adat istiadat diseluruh dunia. Sampai disini saya jelaskan dulu bagaimana kegembiraan atas kelahiran Rasul saw.

Allah merayakan hari kelahiran para Nabi Nya
* Firman Allah : “(Isa berkata dari dalam perut ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS Maryam 33)
* Firman Allah : “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya, dan hari wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS Maryam 15) Baca entri selengkapnya »

Posted in Sufisme | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Pendapat Para Imam dan Muhaddits Tentang Perayaan Maulid

Posted by mystys pada April 9, 2008

Penulis : Habib Munzir Almusawa

1. Berkata Imam Al Hafidh Ibn Hajar Al Asqalaniy rahimahullah :
Telah jelas dan kuat riwayat yang sampai padaku dari shahihain bahwa Nabi saw datang ke Madinah dan bertemu dengan Yahudi yang berpuasa hari asyura (10 Muharram), maka Rasul saw bertanya maka mereka berkata : “hari ini hari ditenggelamkannya Fir’aun dan Allah menyelamatkan Musa, maka kami berpuasa sebagai tanda syukur pada Allah swt, maka bersabda Rasul saw : “Kita lebih berhak atas Musa as dari kalian”, maka diambillah darinya perbuatan bersyukur atas anugerah yang diberikan pada suatu hari tertentu setiap tahunnya, dan syukur kepada Allah bisa didapatkan dengan pelbagai cara, seperti sujud syukur, puasa, shadaqah, membaca Alqur’an, maka nikmat apalagi yang melebihi kebangkitan Nabi ini?, telah berfirman Allah swt “SUNGGUH ALLAH TELAH MEMBERIKAN ANUGERAH PADA ORANG-ORANG MUKMININ KETIKA DIBANGKITKANNYA RASUL DARI MEREKA” (QS Al Imran 164) Baca entri selengkapnya »

Posted in Sufisme | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

DOA YANG TIDAK TERKABUL MENURUT TOKOH SUFI IBRAHIM BIN ADHAM

Posted by mystys pada April 3, 2008

Penulis : ENY MASRUROH, S.Ag

Mengapa doa kita tidak terkabul? Pertanyaan ini cukup banyak merisaukan kita yang rajin berdoa, tapi keadaan tetap saja tidak berubah….

Doa merupakan kewajiban yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Bahkan doa itu merupakan otak ibadah, seperti yang disabdakan olEh Rasulullah SAW: “Doa adalah otak ibadah.”
Sedangkan keharusan manusia berdoa itu tertuang dalam firman Allah SWT yang artinya: “Dan Tuhanmu berfirman; ‘Berdoalah kepadaKu, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina-dina.” (Al Mu’min : 60).
Dalam ayat tersebut selain dijelaskan tentang kewajiban berdoa juga Allah akan mengabulkan doa ummatnya yang mau berdo’a. Masalahnya sekarang, kapan Allah akan mengabulkan doa itu, tidak ada kepastian secara jelas. Baca entri selengkapnya »

Posted in Sufisme | Dengan kaitkata: | 5 Comments »

ALIRAN-ALIRAN DALAM DUNIA SUFISME

Posted by mystys pada Maret 29, 2008

OLEH : M. RIF’AN

 

Sebagai sebuah aliran atau semacam ikatan persaudaraan yang mulai ada, pada waktu itu, sufisme memiliki kegiatan yang tak lebih dari rumah pribadi, tempat mengajar atau tempat bekerjanya guru spiritual ….

 

Pada mula pertama abad ke-Islam-an, pusat kegiatan sufi biasa disebut dengan Khaneqah atau Zawiyya. Sementara itu, orang Turki menyebutnya dengan Tekke. Sedang di Afrika Utara, pusat kegiatan sufi disebut dengan Ribat. Sebuah nama yang juga digunakan untuk mengandaikan makna dari benteng perbatasan pasukan sufi yang berjuang mempertahankan jalan Islam dari gangguan sekelompok orang yang berupaya untuk menghancurkan Islam. Sementara di anak benua India, pusat kegiatan sufi disebut dengan jama’ah khana atau khanegah.

Sebagaimana berbagai sekolah hukum Islam yang bermunculan pada abad-abad pertama setelah Nabi Muhammad wafat dan bermaksud menjelaskan secara langsung aplikasi hukum Islam secara jelas, maka, aliran-aliran ini hendak menjelaskan “suluk” atau langkah sederhana ataupun praktek-praktek penjemihan diri sebelah dalam. Baca entri selengkapnya »

Posted in Sufisme | Dengan kaitkata: | 18 Comments »