Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

Debt Collector….

Posted by mystys pada April 15, 2011

Cara Debt Collector menagih

Perampok atau pemeras

Negeri ini sudah tidak mengenal belas kasihan kah?

Sampai kita mendengar berita tentang kekerasan yang dilakukan oleh DP (Debt Collector) terhadap konsumen sebuah bank ternama, yaitu Citi Bank. Bank yang menspesialisasikan kartu kredit. Memang negeri ini banyak sekali orang yang memakai kartu kredit, banyak alasan yang mereka katakan. Tetapi sebetulnya mereka tidak menyadari bahwa mereka telah terjerat dalam lingkaran rentenir yang modern. Bunga yang dikenakan kepada konsumen sebenarnya mencekik leher, tapi mereka tidak menyadarinya. Bunga yang berbunga. Sungguh suatu kelicikan yang melebihi rentenir. Sehingga banyak konsumen yang tak sanggup membayar, karena bunga yang berbunga itu. Dan keadaan ini oleh perbankan di negeri ini tidak dipermasalahkan, karena mereka sudah mengetahuinya dan menguntungkan orang-orang perbankan tersebut. Subhanallah!!!!.

Tak peduli siapapunUntuk menagih hutang para konsumen, mereka menggunakan Debt Collector. Entah mereka merekrutnya atau pun meminjam jasa dari sebuah perusahaan yang menyewakan tenaga para penagih hutang atau pun juga memberikan persenan kepada para preman yang dapat menagih hutang konsumen.

Sehingga timbullah sebuah kecelakaan, dengan kekerasan mereka menekan para konsumen untuk melunasi hutang-hutang mereka. Sampai terjadi sebuah pembunuhan terhadap konsumen kartu kredit tersebut. Apakah hanya sampai disini?

Perbankkan kita ternyata masih morat-marit. Ada beberapa rekan yang memberitahukan kepada saya, bahwa hutangnya sudah lunas, akan tetapi kenapa masih ada tagihan lagi. Dan itu sudah 4 tahun dia melunasi hutang-hutangnya serta kartu kreditnya sudah tidak dipakai lagi, kok kenapa baru sekarang ada tagihan kepada mereka itu. Apakah data-data para konsumen yang sudah lunas hilang? Atau ini permainan sebuah perusahaan atau sekumpulan preman yang terorganisir yang memanfaatkan data-data tersebut untuk mencari keuntungan. Dan ini pasti bekerjasama dengan orang-orang dalam bank tersebut.

Sebagai contohnya: rekan saya sudah melunasi hutang-hutangnya pada BANK ANZ dan itu sudah 4 tahun berjalan. Tiba-tiba ada telepon yang menyatakan bahwa harus membayar hutang sebesar 15 juta. Sudah tentu dia kaget, apalagi terakhir dia berhutang sebesar 200 ribu dan langsung dilunasi. Kenapa tiba-tiba ada tagihan lagi . Bukankah dia sudah melunasi hutang tersebut. Semua jadi tidak jelas.

Para Debt Collector pun datang menagih melalui telepon dengan tanpa salam ataupun basa-basi lagi mereka membentak dan mengancam. Yang mereka lontarkan adalah ancaman menculik, membunuh atau pun membakar rumah. Tetapi rekan saya mengatakan kalau hutangnya tersebut sudah dilunasi 4 tahun yang lalu dan kenapa ada tagihan lagi sebesar 15 juta. Debt Collector mengatakan bahwa hutang tersebut belum dilunasi, dan hutang tersebut berbunga, bunga hutang tersebut ditambah hutangnya berbunga lagi, jadi bunga berbunga.

Bagaimana dengan para penegak hukum di negeri ini? Debt Collector tersebut diperbolehkan melakukan tidakan kekerasan dan ancaman-ancaman yang menakutkan. Serta untuk perbankkan negeri ini. Bagaimana sistem perbankkan, bagi mereka yang sudah melunasi hutang-hutangnya. Apakah langsung tercatat di sistem kalian atau kesengajaan oknum didalam bank tersebut tidak memasukan.

Dan haruskah ada di negeri ini yang namanya DEBT COLLECTOR, bila mereka bertindak semena-mena.

6 Tanggapan to “Debt Collector….”

  1. assalamualaikum…mengenai debt colector.lebih baik ditiadakan karena menurut saya itu semua kunci permasalahannya.jadi janganlah mempunyai kartu kredit otomatis db tidak ada..karena harus diingat janganlah meminjam atau pun kredit karena itu akan menumbuhkan debt colektor

  2. tukang sandal said

    beh paling tu ulah preman deb clltr yg khabisan duit buat maksiat,trus nyari sampingan mengorban kan konsumen.

  3. Ayuna said

    Semoga para pemerintah bisa lbh bijak menghadapi ini semua.

  4. edo said

    tobat ah…

  5. edo said

    utang hrs dibayar to…’

  6. untuk membasmi premanisme seperti debt collector yang kasar,mending pakai kekerasan lagi jadi biarkan mereka datang ke tujuan kemudian hajar rame2 atau dimasa biar kapok,jangan biarkan premanisme tumbuh subur di negri ini hutang adalah perdata tp bank punya alasan sendiri supaya jadi pidana yaitu biasanya mengalihkan kasus jadi penipuan karena nasabah belum bisa bayar atau tidak mau bayar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: