Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

BERSIAPLAH MENGHADAPI TAHUN NUKSON

Posted by mystys pada Oktober 16, 2008

Penulis : Idris Nawawi

Sejak tragedi nabiyulloh Nuh AS, maka zaman nukson selalu datang silih berganti. Sebagai sunnatulloh, zaman nukson akan terus menerus hadir di tengah umat manusia tanpa bisa kita deteksi kapan dan dimana datangnya secara persis. Nah, tahun nukson ditengarai telah datang. Seperti apa analisanya…? Tahun baru Hiriyah, yakni 1 Muharam 1430 Hijriyah jatuh bertepatan dengan 29 Desember 2008. Menurut kalangan ulama Ahlul Hikmah, bertepatan dengan tahun kita akan memasuki tahun kewaspadaan bagi seluruh umat manusia. Disebutkan pula sebagai tahun yang di dalamnya penuh penyakit dan kerusakan, banyak membawa malapetaka dan bencana, terutama bagi umat manusia yang kurang berhati hati.
Dalam beberapa ulasan kitab Sufi dan Hikmah yang telah ditulis oleh para ulama ma’arif, jauh-jauh mereka sudah banyak menuliskan tentang satu istilah yang disebut sebagai: Nukson. Istilah ini berarti musibah atau bencana. Lewat pandangan umum, nukson di sini mencangkup keseluruhan sifat dan watak dari perubahan yang mencakup siklus jagat raya dan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya. Terutama sekali adalah manusia sebagi khalifatul fil ardh.
Di tahun nukson ini, keseimbangan pola kehidupan manusia mulai kurang stabil dalam menghadapi segala permasalahan hidup. Dengan keadaan seperti ini maka mengakibatkan banyak di antara mereka yang dengan mudahnya melakukan tindakkan negatif. Kekerasaan baik berupa tindak kriminal, maupun aspek-aspek yang sifatnya politis, ditengarai akan menjelma di sana-sini. Manusia disimpulkan bagai srigala bagi sesamanya.
Dalam visi alam dan lingkungannya, dapat dilihat sifat alam akan terus menerus membawa bencana di seantero bumi, yang pada akhirnya banyak menelan korban nyawa manusia. Hal semacam ini memang sudah hampir menjadi tradisi bagi umat manusia atas kelalaiannya dalam menjalani hidup lewat hukum yang sudah disempurnakan oleh nabiyulloh akhir, Muhammad SAW, sehingga dengan kebodohan lingkup manusia dalam memahami hakikiyah agama ini, maka lambat laun manusia akan mudah terpengaruh oleh segala tipu muslihat duniawi yang sepertinya indah dipandang mata. Intinya, dengan kurangnya ilmu dan keimanan, segala bentuk apapun yang dilarang, bisa dilakukan manusia tanpa ada rasa bersalah atau takut akan datangnya hari pembalasan nanti.
Nah, sebagai kajian, kali ini Penulis akan membedarkan sebuah tragedi yang ada di tahun nukson. Pembaca pasti pernah mendengar atau membaca kisah perjalanan hidup nabiyulloh Nuh AS, yang hampir semua pengikutnya menentang ajaran kenabian yang dibawanya. Dalam akhir cerita, nabiyulloh Nuh AS, menyelamatkan sisa pengikutnya dengan perahu besar yang dibuatnya sendiri, sebab pada waktu itu Allah telah memberikan azab yang sangat mengerikan bagi kaum Nuh yang tidak taat kepadaNya.
Sejak tragedi nabiyulloh Nuh AS, maka zaman nukson selalu datang silih berganti. Sebagai sunnatulloh, zaman nukson akan terus menerus hadir di tengah umat manusia tanpa bisa kita deteksi kapan dan dimana datangnya secara persis. Hanya saja sebagai gambaran yang bisa kita pegang dari ciri nukson tersebut diuraikan para ulama sebagai berikut: “Banyak nyawa yang terbuang dari setitik masalah yang kurang bermanfaat, menghukum dan dihukum yang datang bukan dari penghukum, pemimpin yang banyak mengemis dari haknya orang tak mampu, peraturan yang banyak dimakan sendiri sebagai lauk pauknya, tubuh tubuh yang banyak diperjual belikan, ibu ibu yang tertindas dari oroknya sendiri, kewajiban yang mulai banyak ditinggalkan, harta yang tidak mau dikeluarkan di setiap tahunnya….”
Perhatikanlah sasmita tersebut, yang suka atau tidak suka, percaya atau atau tidak sama sekali, maka Penulis meyakini hal tersebut sudah amat jelas kelihatan di depan mata kita. Karena itulah, berhati-hatilah menghadapi tahun penuh kerusakan ini, sebab dalam panasnya tahun nukson, siapapun mudah tersinggung, akibatnya pikiran dan nafsu kita tidak bisa terkontrol. Hati dan pikiran kerap berjalan tidak selaras.
Lewat isyaroh yang pernah datang pada Penulis, tahun nukson akan mulai hadir di awal bulan Ied Akbar (Syawal) tahun ini, sampai dengan pertengahan Syawal tahun yang akan datang.
Dari sebuah isyaroh yang datangnya dari salah satu ahlillah wa ahlul rosul, tergambar beberapa kejadian yang bakal menyelimuti bumi yang kita pijak. Disebutkah, “Terutama berhati-hatilah mereka para pemakai seragam, karena sesungguhnya banyak yang mulai berani menentang Anda, terutama dalam kerumunan manusia yang melampiaskan kekalahannya dalam adu pinalti.”
Juga disebutkan, “Kuatkanlah sanubarimu dengan kekuatan yang dianggap sepadan, sesungguhnya di zaman seperti ini sangat berartinya sebuah kekuatan sebagai tameng diri dari makna keselamatan, karena bagaimanapun juga senjata hanyalah sekedar tameng lahir yang mempunyai aturan dalam pemakaiannya dan kita butuh segala tameng bathin yang menjadikannya lebih waspada dan berhati-hati.”
Selanjutnya, “Keselamatan lebih diutamakan dari segalanya, karena selamat adalah makna hidup dari semua manusia untuk menuju sakinah di dunia dan akherat. Waspadalah dengan adu domba pihak luar yang mengatasnamakan pencari keadilan, sesungguhnya hitam putihnya manusia di zaman sekarang selalu terlihat samar dan bahkan hampir tidak bisa dilihat oleh mata telanjang kita.”
Lalu, mari kita camkan sasmita ini, “Kini kita akan menghadapi sebuah tantangan lewat cikal bakal sosok sang pemegang kursi kebesaran, hiruk-pikuk manusia akan tertumpah di jalan yang penuh akan gambar dan bendera kemenangan. Kisah dari politiknya sohabat Ali RA akan memenangkan bendera tertinggi, dan kisah dari sahabat Sunan Ampel Denta, Pangeran Ki Supo Mandranggini yang diutus untuk merebut pusaka di istana Blambangan juga akan meraih dukungan terbanyak….”
Kita, maksudnya pembaca yang mempercayai kabar gaib ini, juga hendaknya waspada dengan bulan nukson yang sedang kita hadapi. Diisyaratkan agar kita pintar pintarlah dalam mengambil simpati.
Sasmita gaib juga menyebutkan, “Sesungguhnya rohmat akan menyertai bagi pemimpin yang kuat dan mengerti arti sebuah kekuatan. Seperti halnya dengan syair kemenangan yang pernah di ucapkan oleh Kanjeng Sunan Kali Jaga, sewaktu Cirebon menyerang Rajagaluh: Alloh kang jaga ing gon pemimpin maarif, Alloh kang ijin ing ketentuan kang imbang, Alloh kang menangaken ing sekabeh kekuatan, Cirebon menang karena pemimpin ingkang parek. Cirebon menang karena lambang saking kekuatan ingkang medal, sejatine pemimpin ingkang kagungan derajat mulyo, pikuatan ingkang dadi penjaga, Qutho kosot kang dipun pagar, golok cawang ingkang ganteni pedang dzulfikor, kyai naga bumi kang namengi kota Cirebon, wijaya kusuma kang dados pengarep, sunah rosul kang duweni kasempurnaan, prajurit kang mantep madep kelawan yakin saking pikuat pemimpin, macan ali lambang saking kekuatan ati, macan ireng saking zihad kang dibakto, ireng dadali metu soko kandang, ireng putih berantas aji kemurkaan, sejatine menang kang bakto kelembutan, sejatine menang ka ng bakto kamulyan”
Arti syair tersebut kurang lebih adalah: “Allah pasti menjaga pada insan yang telah memahami dirinya (pemimpin ma’rifat), Allah memberi ijin dari ketentuan yang sudah ada (sebuah kemenangan), Allah yang akan memenangkan dari segala kekuatan musuh, semua ini karena pemimpin yang dekat denganNya. Cirebon menang karena kekuatan yang berasal dari seorang pemimpin yang mempunyai derajat mulya, pemimpin yang mengerti akan segala kekuatan sifat alam (kekuatan bathin), Qutho Qosot yang mengandung kekuatan supranatural tinggi telah jauh dipagarnya di depan krathon kasepuhan sebagai tameng dari gangguan luar, pedang golok cabang telah dipasang di medan paling depan sebagai golok sakti pengganti pedang dzulfikar pada masa kejayaan Nabi Muhammad SAW, kyai naga bumi yang menjaga bumi tanah Jawa telah dipanggilnya sebagai penjaga terkuat kota Cirebon, lambang wijaya kusuma sebagai simbol derajat manusia yang menjadi tujuan utama, sunah dari Rasulullah yang mempunyai sahabat empat (Mbah Kuwu Cakra Buana, sunan KaliJaga, pangeran Panjunan dan syeikh Dzatul Kahfi) telah menguatkan posisi, Syarif Hidayatulloh, sebagai raja kala itu dan telah menyempurnakan kota Cirebon, para prajurit yang telah di isi bekal kekuatan dari beberapa waliyulloh menjadi mesin paling kuat dalam menuju kemenangan, macan putih yang menjadi simbol dari bendera Cirebon telah membuat siapapun yang melihatnya menjadi sangat semangat dalam berzihad, seluruh kekuatan bathin yang ada (bermacam bentuk mustika), semua dibawa dalam kesempurnaan perang melawan para musuh Allah, seluruh kekuatan mulai bergerak maju dalam menumpas kedzoliman, sesungguhnya kemenangan ini membawa berkah bagi yang kalah untuk menjadi benar (diislamkan), dan kemenangan ini sesungguhnya membawa kedamaian bagi seluruh umat manusia untuk satu tujuan saling membantu dan menghormati sesamanya”
Syair tersebut merupakan pelajaran bagi siapapun agar kuat dalam segala hal, terutama dalam keselamatan badan yang harus dijaganya, karena bagaimanapun juga hidup hanya satu kali yang wajib dijaga sebagai bekal dan derajat di alam barzah nanti.
Sesungguhnya, sifat manusia mulai tidak stabil, emosi manusia mulai tidak bisa terkontrol, sifat alam yang mulai tidak bersahabat, menunjukkan kenuksonan yang membawa malapetaka bagi seluruh umat manusia.
Kini, tahun nukson akan membawa kita ke sebuah perjalanan hidup yang harus kita pikirkan segala manfaat dan madhorotnya. Jangan sampai kita terkena imbas dari perputaran cakra nukson ini, yang pada gilirannya akan membawa banyak masalah. Mengerem nafsu dalam permasalan hidup yang sedang kita hadapi memang lebih utama daripada ikut ikutan dalam pawai besar mengusung bendera yang belum tentu ada manfaatnya untuk kepentingan pribadi.
Sebagai penolak bala keganasan tahun nukson ini, para ulama Sufi dan Ahlul Hikmah menyarankan agar perbanyaklah membuat amal kebajikan, karena sesungguhnya beramal baik merupakan bagian dari menolak sebagian azab yang akan diturunkan Allah kepada hambaNya. Apabila berat dalam melaksanakannya, perbanyaklah dengan berwudlu, karena membersihkan tubuh lewat air wudlu ini bagian dari tolak balak yang akan terjadi di sekeliling kita.
Apabila masih dirasa berat juga, perbanyak berbuat baik pada mahkluk yang tercipta, sebab sesungguhnya menghormati sesama mahkluk hidup bagian dari kasih sayang Allah SWT, yang menjadikan azab dijauhkan dari kita.
Sebagai sedikit gambaran, tahun nukson akan diawali dari krisis ekonomi negara terbesar (AS?), lambat laun krisis ini akan semakin menjalar dan melumpuhkan ekonomi rakyat kecil. Hilangnya kemampuan dalam hidup akhirnya mulai mewabah, dan pada gilirannya akan menjadikan manusia gelap mata dan menjadi brutal, dengan kebrutalan laksa seekor srigala atau hewan pemangsa.
Lihat juga nanti, berbagai hujatan, trik serta intrik akan merebak mewarnai kesetabilan negara, sehingga banyak dimanfaatkan oleh kalangan tertentu, atau pihakn ketiga yang tidak bertanggungjawab. Dari sini akan mulai saling salah menyalahkan antar teman atau sesama anak bangsa, sehingga mengakibatkan sifat kekeluargaan kian hancur, ditambah dengan ketidak stabilan ini membawa sifat alam semakin menjadi. Semua ini karena dipicu oleh hilangnya sebagian keasrian alam yang banyak dimanfaatkan segelintir manusia.
Saling benar dan tidak mau disalahkan mengakibatkan sifat bumi kian beringas, anak yang banyak menyakiti orang tua kandungnya akan membawa sifat api kian merajalela, pemimpin yang mengutamakan dirinya sendiri berujung dengan datangnya wabah yang dibawa oleh sifat angin, peperangan antar manusia akibat keserakahan dari sebuah kekalahan menjadikan lumpur bumi kian meleleh dan membanjiri daratan, banyaknya para ahli hukum yang tersedot masuk dalam dunia politik dan telah jauh dari apa yang menjadi pegangannya semula, mengakibatkan air bah kian menutupi dataran bumi, para orang kaya dan saudagar yang telah melalaikan sebagian zakatnya membawa panasnya sifat alam yang mengakibatkan banyaknya bencana kebakaran.
Kita tentu berharap, semoga kiranya kita secara pribadi, keluarga, masyarakat di sekeliling kita, tidak terkena imbas tahun nukson yang telah datang. Kita setidaknya berharap, bahwa bangsa ini masih banyak memiliki orang alim dan para kyai khosois yang siap siaga menghadang keganasan tahun nukson, sehingga segala azab yang bakal diturunkan tidak sampai terjadi, atau paling tidak bisa diminimalisir akibatnya. Ya, semoga demikian adanya!

10 Tanggapan to “BERSIAPLAH MENGHADAPI TAHUN NUKSON”

  1. dono said

    berarti pada tahun nukson itu, kiamat 21 desember 2012 bakal jadi

  2. naga said

    ya, bisa jadi…
    saat ini saya mulai putus asa, marah, dan pingin rusuh….
    hehehehhehe

  3. mBah Bejo said

    walah walah lha wong naik haji aja ada yg pakai uang haram koq, apa ini tidak lecehkan Yang Maha Kaya. Katering/pemondokan/transport ya di korup !!!
    Pasti terjadi Gempa tsunami di pantai selatan jawa pada th 2009 korban akan lebih banyak dr pd Aceh

  4. Wa ‘inda huu mafaatihul ghaiib, laa ya’lamuhaa illaa huu. Allaahu laa ilaaha illaa huwa rabbul ‘arsyl ‘azhiim. Wa man ashdaqu minallaahi qiilaa.

  5. Agiez said

    Alhamdulillah..semoga masih banyak yang saling menasehati,saling mengingatkan dalam kebaikan..Salam untuk ruh’nya para Auliya Allah.

  6. Asep waryanto said

    Kuncinya cuma satu “ikhlas”

  7. hendri said

    setiaphal bila dipandang dari sudut yang berbeda,pasti berbeda pula hasilnya.
    bila dipandang dari sudut agama,akan punya satu kesimpulan.
    bila dipandang dari ilmu pengetahuan juga laen.
    google earth juga punya pengelihatan sendiri tentunya.
    kalau pengetahuan jaman dulu ama sekarang,pasti beda.

  8. wakaji said

    aq tertrik sama cerita anda,kalau dipublikasikan ke sekolah sekolah di pasuruan,kota dan kabupaten.aq tunggu cerit yang laen.

  9. yofie said

    ihhhhh naudzubilahimindzalik….

  10. mulya said

    tidak akan kiamat selama masih ada yang mengucapkan kalimat laa ilahaa illa allaah,..allahu allahu,…jadi kiamat masih lamaaa bukan tahun 2012 hanya saja kiamat kecil mungkin saja,..seperti bencana gunung merapi gempa,banjir, nagin puyuh,hujan batu dan lain2,.semuanya menyuruh kita agar istiqomah dalam taat bukan malah menjastifikasi yang lain2nya,..yukk taat yuk,..caranya dakwah 3,40,4 bln semakin di galakan,….semoga menarik rahmat dan berkah allah hingga tidak akan berhenti bencana,..ingat ketika umar berkata kepada gunugn yang mengeluarkan lahar krn meletus kata umar hai gunugn berhentilah,dan lahar masuklah,…sakti kan krena ketaatan yang luar biasa kepada allah,.jadi mari kita kembali kepada allah,….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: