Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

Syeikh Abdul Qodir Al Idrus

Posted by mystys pada Juli 8, 2008

Penulis : Idris Nawawi

Salah satu kisah di zaman pertengahan, dimana agama islam telah menjadi panutan hampir seluruh umat didunia, disalah satu daerah, Andulussi bagian dari Negara Turkey, ada salah satu ulama terkenal bernama, Abdul Qodir Addus Turkey atau yang terkenal dengan sebutan, Syeikh Abdul Qodir Al Idrus.
Dalam sejarah kewalian, Beliau salah satu wali yang semasa hidupnya telah mendapat rohmat jaminan surga dari, Alloh SWT, sehingga para Malaikat banyak yang meniru akan tingkah laku serta gayanya. Bagaimanakah semua ini bisa terjadi padanya ?Sejak usia lima tahun Abdul Qodir kecil ini telah ditinggal oleh kedua orang tuanya pulang kerahmatulloh, beliau diasuh dari satu keluarga tetangga ketetangga lainnya, maklum zaman tersebut perekonomian masyarakat Andulussi terbilang cukup memprihatinkan, mereka hanya merasa iba dengan, Abdul Qodir kecil yang sudah tidak punya keluarga sama sekali.
Riwayat hidup beliau ini sungguh sangat memprihatinkan untuk anak anak seusianya, beliau jarang dikasih makan hingga satu minggu atau sampai berbulan lamanya, konon keterbatasan ekonomi itulah hingga membuat si pengasuh, Abdul Qodir kecil, lebih condong pada anaknya sendiri dan Abdul Qodir kecil dibiarkannya terlantar.
Suatu hari disaat, Abdul Qodir kecil terserang sakit panas, beliau acapkali menggigau dan menjerit-jerit, dengan kerasnya dan pada waktu itu sang tuan rumah sedang tidak ada ditempat, banyak diantara masyarakat yang berlalu lalang mendengar jeritan, Abdul Qodir kecil, namun mereka seolah tidak mengindahkanya.
Hingga waktu yang bersamaan, seorang ulama terkemuka, Syeikh Zakariya bin Zubair yang sedang melintas tempat tersebut mendengar jeritan, Abdul Qodir kecil dan beliau langsung mendatanginya.
“ Celakalah wahai kalian semua yang tidak pernah menyayangi anak ini, sesungguhnya anak ini bagian dari surga Alloh, yang sudah dinantikannya” suara ulama tadi begitu kerasnya hingga membuat orang yang berlalu lalang datang berkerumun dimana, Abdul Qodir kecil ditempatkan.
Setelah masyarakat sekitar mengetahui siapa yang barusan bicara tadi, semuanya langsung memberi hormat dan tidak ada satupun dari mareka yang berani bicara.
Lalu dengan nada lantang, Syeikh Zakariya bin Zubair berkata kembali dihadapan semua orang yang hadir, “Sesungguhnya Alloh SWT, masih menyelamatkan nyawa anak kecil ini dari kedzoliman orang orang berhati (bahil/ pelit) dan dengan kedatanganku kemari, Alloh telah memberi waktu pada kalian semua untuk bertaubat, karena sesungguhnya dengan melantarkannya, azab akan segera datang menenggelamkan kalian semua.”
Kemudian dengan hati hati, Syeikh Zakariya bin Zubair mengangkat, Abdul qodir addus Turkey lalu sang anak yang sedang sakit panas ini dibawanya kerumah untuk dirawat.
Sepeninggalnya Abdul Qodir, dari daerahnya, Andulussi, hampir semua masyarakat disitu merasa terbebas dari beban tanggung jawab, mereka tidak lagi menggubris ucapan dari, Syeikh Zakariya bin Zubair.
Hingga pada bulan yang sama dari kepergian, Abdul Qodir kecil, Alloh SWT, mengazab daerah tersebut lewat jalan penyakit kulit ( kusta) selama tujuh tahun lamanya sehingga lebih dari 70% masyarakat disitu meninggal secara mengenaskan.
Dari perjalanan penyakit yang banyak merenggut nyawa manusia, hampir semua masyarakat Andulussi mulai menapaki lembaran taubat, mereka selalu melantunkan pujian, doa dan membaca Al Quran serta beribadah siang dan malam, hati mereka kian pasrah dengan kondisi tubuh yang mulai hilang satu persatu karena terjangkit penyakit kusta yang sangat mematikan.
Pada suatu hari, Qodi Al khurj, orang yang sangat dipercaya oleh masyarakat setempat, bermimpi bertemu dengan bekas gurunya, Syeikh Zakariya bin Zubair,
“ Tiada yang bisa meredam penyakit yang datangnya dari azab, Alloh SWT, ingatkah tujuh tahun yang lalu, seorang bocah yang telah tercipta sebagai yatim piatu yang dilantarkan tanpa diberi makan dan minum? Sesungguhnya bermula dari itulah azab ini mulai tercipta, mintalah izin padanya, karena hanya dialah, Alloh SWT, akan menuruti,”
Dengan keringat bercucuran, Qodi Al Khurj tersentak bangun dan langsung berlari dari satu rumah kerumah yang lain mengumpulkan seluruh masyarakat yang masih tersisa.
Setelah semua berkumpul, beliau langsung menceritakan mimpi yang barusan dialaminya. Dari situlah semua masyarakat mulai sadar diri dan semuanya mulai mengingat akan kesalahannya pada tujuh tahun yang lampau.
Lewat kesepakatan bersama, seluruh masyarakat, Andulussi akhirnya mendatangi rumah, Syeikh Zakariya bin Zubair untuk meminta maaf kepada, Abdul Qodir, sekaligus meminta doanya untuk meredakan penyakit mematikan yang kini sedang mewabah.
Abdul Qodir, yang kini telah berusia dua belas tahun dan sudah terdidik akan ahlak dan budi pekerti yang baik, beliau dengan rasa khusu’ berdoa dihadapan semua masyarakat Andulussi, diantara doa yang beliau lantunkan antara lain;
“ Wahai sang pencipta alam, Andulussi adalah daerahku, dimana aku terlahir dan tercipta dari sana, demi ayahanda dan ibuku yang telah bersusah payah melahirkanku, demi masyarakat yang pernah memberiku kehidupan dan demi guruku yang telah mengajariku berbagai ilmu tauhid, kini dengan ihlasku, bebaskan semua masyarakat Andulussi dari penyakit yang engkau ciptakan”.
Tiba tiba seberkas kilat saling bersahutan dilangit sana yang kemudian disusul dengan hujan yang sangat lebat, “ Wahai masyarakatku, basahilah seluruh tubuhmu dengan air hujan penuh rohmat ini karena sesungguhnya hujan ini, tak lain adalah obat yang kau butuhkan.” Terang Abdul Qodir.
Benar saja setelah semua masyarakat mengguyur tubuhnya dengan air hujan, semua penyakit yang mereka derita hilang sudah, bahkan organ tubuh yang sudah cacat akibat penyakit kusta, dengan sareat air hujan tadi, semua organ tubuhnya kembali utuh.
Sejak kejadian itu, masyarakat meminta agar, Abdul Qodir, kembali lagi kedaerahnya, yaitu, Andulussi, dan dengan restu sang guru, akhirnya, Abdul Qodir diperbolehkan menetap sampai akhir hayatnya disana.
Kini, Abdul Qodir telah menjadi orang yang sangat dihormati sekaligus seorang guru spiritual bagi masyarakat Andulussi, mereka sangat menghormati akan kearifan serta kebijakan sifatnya dan diantara sifat beliau yang sangat menonjol, beliau adalah seorang penyayang binatang.
Tahun berganti tahun, nama, Abdul Qodir Al Idrus, mulai jadi perbicangan bibir, lewat kearifannya, hari demi hari, orang orang dari berbagai penjuru daerah mulai berdatangan menjadi muridnya.
Bahkan seiring keharuman namanya, daerah Andulussi akhirnya menjadi kota yang subur dan sebagai basis perdagangan terbesar diseluruh kota Turkey pada saat bitu.
Dengan maraknya manusia yang bermukim didaerah tersebut, sifat sifat manusia mulai tidak bisa terkontrol, mereka sebagian ada yang taat dan sebaliknya banyak pula yang memanfaatkan situasi seperti ini untuk dijadikan obyek kemaksiatan, seperti, dibangunnya sebuah tempat perjudian dan tempat yang menjual segala minuman yang diharamkan oleh agama.
Seiring hati dan pikiran manusia yang mulai dirasuki akan segala aktifitas kemaksiatan, kini sesama teman mulai saling membunuh. Pemerkosaan mulai marak terjadi dan ujung ujungnya siapa yang terkut, itulah yang akan manning.
Melihat keadaan yang sungguh sangat memprihatinkan ini, Abdul Qodir Al Idrus akhirnya pindah kesalah satu tempat yang dianggapnya sepi dan jauh dari kerumunan masyarakat luas, beliau kini hidup bersama dengan para bin atang yang menjaganya setiap waktu.
Dari kisah hidupnya, Abdul Qodir Al Idrus akhirnya menjadi seorang waliyulloh kamil yang menjabat sebagai seorang, Quthbul muthlak ( raja wali sedunia) karena bermula dari seekor anjing yang dirawatnya
Konon suatu hari beliau menjumpai seekor anjing yang sedang luka parah. Anjing ini mengidap suatu penyakit koreng yang rupanya sudah lama bertengger ditubuhnya.
Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, Abdul Qodir Al Idrus, langsung membawa anjing tersebut untuk diobati. Mungkin karena sudah begitu lama anjing tadi punya penyakit hingga sudah satu bulan lebih penyakit yang diderita sianjing tak juga kunjung sembuh.
Baru dibulan kelima dari pengobatan yang diberikan oleh, Abdul Qodir Al Idrus, anjing tadi mulai menampakkan kesembuhannya.
Dari kesabaran dan kasih sayang inilah, Alloh SWT, akhirnya memberikan suatu derajat luhur padanya, yaitu, derajat seorang waliyulloh. Disamping ini beliau juga seorang ahli takwa yang setiap harinya tidak lepas dari 40 hataman Al Qur’an yang selalu dibacanya secara istikomah .
Dengan segala kelebihan dan derajat yang dimilikinya, Abdul Qodir Al Idrus akhirnya menjadi pusat perhatian bangsa malaikat yang berada dialamul malakut. Segala aktifitas dan perananya selalu diikuti oleh semua malaikat, bahkan dalam pemakaian baju maupaun celana, bangsa malaikat pernah ditegur oleh, Alloh SWT,
Konon pada suatu waktu, disaat, Abdul Qodir Al Idrus habis bekerja menggarap sawahnya yang sebentar lagi akan memasuki masa panen, beliau lupa, bahwa baju dan celana yang dipakainya adalah baju yang biasa digunakan untuk sholat. Karena beliau tidak punya baju lagi, terpaksa beliau ini memakai baju yang biasa untuk bekerja, yaitu, kaos butut dan celana tambalan yang sangat lapuk.
Dari perbuatanya ini, bangsa malaikat akhirnya meniru dengan mengikuti apa yang sedang dipakai oleh, Abdul Qodir Al Idrus, yaitu semua malaikat pada hari itu semuanya memakai, kaos dan celana tambalan, persis seperti apa yang dipakai oleh, Abdul Qodir Al Idrus. Sehingga Alloh SWT, menegurnya.
Kembali keanjing tadi, sejak sembuhnya dari penyakit yang dideritanya, anjing tadi akhirnya ikut serta menumpang hidup dirumah, Abdul Qodir Al Idrus, mungkin karena sudah ditolong nyawanya, anjing ini menjadi sangat baik dan selalu menjaga tuannya dengan setia.
Namun disuatu hari, Abdul Qodir Al Idrus, yang usianya sudah mulai tua, beliau jadi sering sakit sakitan dan karena kondisi yang kurang memungkinkan, beliau akhirnya tidak bisa mengurus anjingnya dengan baik.
Mungkin karena kurang terawat, anjing ini lambat laun kondisinya mulai memburuk dan akhirnya terjangkit kembali penyakit lamanya, yaitu tubuhnya penuh akan koreng.
Dari sini anjing ini mulai menyendiri dengan meninggalkan tuanya yang sama sama sedang sakit.
Diwaktu yang bersamaan dimana orang orang Andulussi sudah melenceng jauh dari akidah dan agama, pada waktu itu seorang pembunuh sedang dikejar kejar massa karena barusan membunuh temannya sendiri, beliau ini tercatat sebagai orang yang meresahkan masyarakat karena sudah membunuh lebih dari lima puluh orang banyaknya.
Sambil terus berlari sang pembunuh ini mulai mencari tempat persembunyian agar dirinya selamat dari amukan massa yang bsedang mengejarnya.
Dengan menyelinap diantara pepohonan yang cukup lebat, sang pembunuh akhirnya selamat dari pengejaran, namun untuk kembali lagi kedaerah, Andulussi, sepertinya sang pembunuh ini tidak mungkin.
Dari sini beliau terus mencari akal untuk bisa selamat sampai perbatasan ibukota dan rencananya akan pergi keYarussalem, namun sebelum beliau melaksanakan niatnya, salah satu dari yang mengejarnya tadi sempat melihatnya sehingga beliau dikejar kembali dan masuk kedalam hutan.
Entah sudah berapa jauh sang pembunuh ini memasuki kawasan hutan, beliau baru berhenti berlari tatkala dihadapanya terhadang jurang yang sangat dalam, disitu beliau mulai beristirahat, namun ternyata dia bukan sendirian ditempat itu melainkan sudah ada yang lebih mendhuluinya, yaitu, seekor anjing yang sedang sakit keras.
Dengan sorot mata yang tajam, pembunuh ini terus menatap anjing yang sedang terkulai lemah karena sakit yang dideritanya, beliau lalu mendekati sianjing dan mengangkatnya sambil berkata lirih, “wahai anjing yang malang, antara kau dan aku sama sama menderita, kini kau menjadi temanku dan aku berjanji akan mengobati lukamu hingga kau merasa baikan”
Sejak saat itu anjing tadi selalu dalam perawatanya, dan seminggu kemudian sianjing mulai sembuh dari penyakitnya. Dengan riang, sianjing mulai menunjukkan kesembuhanya dengan berlari kecil mengitari lebatnya hutan dan sang pembunuh sendiri merasa senang dengan anjingnya yang sudah sembuh, beliau terus mengikuti kemana anjing ini berlari kecil.
Terlihat keceriaan diwajah kedua mahluk berbeda sifat yang terus berlari kecil sehingga tanpa disadarinya, keduanya telah keluar dari hutan rimba dan menuju dimana kota, Andulussi sudah sangat dekat.
Baru sang pembunuh ini terhenyak kaget disaat salah satu masyarakat memberitahukan identitasnya, “ pembunuh, pembunuh, pembunuh!!! Dan tanpa bisa mengelak, sang pembunuh ini akhirnya dikeroyok massa yang masih menyimpan rasa dendam padanya.
Disaat amukan massa mulai tidak bisa terkontrol, Abdul Qodir Al Idrus, datang melerainya dan semua masyarakat yang tahu siapa dirinya langsung mundur dan berdiri dibelakang, Abdul Qodir Al Idrus.
Abdul Qodir Al Idrus, langsung menghampiri sosok sang pembunuh dan ternyata sang pembunuh ini sudah tidak bernyawa lagi. Salah satu dari masyarakat lalu maju dan memberi tahu, bahwa yang dibunuh itu adalah pembunuh yang meresahkan masyarakat, jadi sepantasnya beliau mati, terang orang tadi.
Dengan wajah tenang, Abdul Qodir Al Idrus, lalu berdiri dan berkata, “ wahai ketahuilah kalian semua, sesungguhnya yang kau bunuh ini adalah ahli surga, beliau mati dalam husnul khotimah karena amalnya yang telah merawat dan menyembuhkan anjingku dari penyakit yang dideritanya, sebagai pembuktian, kuburlah dia baik baik, niscaya kalian semua akan melihatnya”.
Antara takut dan penasaran, masyarakt akhirnya menguburkan jasad sang pembunuh ini selayaknya orang beriman pada umumnya dan saat penguburan telah usai, tiba tiba dari atas langit bermunculan ratusan bidadari yang menyerukan solawat nabi dengan merdunya sebagai pengiring dari orang orang yang diterima amal kebaikannya

2 Tanggapan to “Syeikh Abdul Qodir Al Idrus”

  1. Assalamualaikum Wr. Wb. Kunjungi http://www.metrogaib.com. Portal kebatinan dan metafisika

  2. Inti dari kisah di atas sangat bagus. Diantaranya agar kita selalu memperhatikan anak-anak yatim piatu. Jangan membiarkannya terlantar, apalagi kelaparan. Meski begitu, perhatian yang sama juga harus diberikan, apabila seorang anak telah kehilangan salah seorang dari kedua orangtuanya, baik itu ayahnya telah meninggal atau ibunya yang wafat.
    Kisah di atas juga menyadarkan kita agar menyayangi hewan, meski daging hewan tersebut haram dimakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: