Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

MENDEDAH JATI DIRI SYEIHK SITI JENAR

Posted by mystys pada Juli 8, 2008

Penulis : Idris Nawawi

Merajut sebuah ilmu dan menjadikannya sehelai kain yang didalamnya penuh akan keindahan corak dan warna, inilah yang diidamkan seluruh ahli sufi. Rajutan demi rajutan tentang segala pemahaman ilmu, penghayatan dan keluasan tentang segala kebesaran Alloh, perjalanan dan pengorbanan yang selalu dilakoninnya sedari kecil, membuat segala macam ilmu yang ada padanya, menjadikannya derajat seorang waliyulloh kamil.
Dalam pandangan para waliyulloh, dimana badan telah tersirat asma’ Alloh dan segala tetesan darahnya telah mengalir kalimat tauhid, dimana setiap detak jantung selalu menyerukan keagunganNya dan setiap pandangan matanya mengandung makna tafakkur, tiada lain orang itu adalah seorang waliyulloh agung yang mana jasad dan ruhaniyahnya telah menyatu dengan dzat Alloh. Inilah sanjungan yang dilontarkan oleh seluruh bangsa wali kala itu pada sosok, kanjeng Syeikh Siti Jenar.Rohmat yang tersiram didalam tubuhnya, ilmu yang tersirat disetiap desiran nafasnya, pengetahuan tentang segala makna ketauhidan yang bersemayam didalam akal dan hatinya, membuat kanjeng Syeikh Siti Jenar menjadi seorang guru para wali.
Lewat kezuhudan yang beliau miliki serta keluasan ilmu yang dia terapkan, membuat segala pengetahuannya selalu dijadikan contoh. Beliau benar benar seorang guru agung dalam mengembangkan sebuah dhaukiyah kewaliyan/tentang segala pemahaman ilmu kewaliyan. Tak heran bila kala itu banyak bermunculan para waliyulloh lewat ajaran ilafi yang dimilikinya.
Diantara beberapa nama santri beliau yang hingga akhir hayatnya telah sampai kepuncak derajat waliyulloh kamil, salah satunya, sunan Kali Jaga, raden Fatah, kibuyut Trusmi, kigede Plumbon, kigede Arjawinangun, pangeran Arya Kemuning, kiageng Demak Purwa Sari, ratu Ilir Pangabean, gusti agung Arya diningrat Caruban, Pangeran Paksi Antas Angin, sunan Muria, tubagus sulthan Hasanuddin, kiAgeng Bimantoro Jati, kiSubang Arya palantungan dan kigede Tegal gubug.
Seiring perjalanannya sebagai guru para wali, syeikh Siti Jenar mulai menyudahi segala aktifitas mengajarnya tatkala, Syarief Hidayatulloh/ sunan Gunung Jati, telah tiba dikota Cirebon. Bahkan dalam hal ini bukan hanya beliau yang menyudahi aktifitas mengajar pada saat itu, dedengkot wali Jawa, sunan Ampel dan sunan Giri juga mengakhirinya pula.
Mereka semua ta’dzim watahriman/ menghormati derajat yang lebih diagungkan, atas datangnya seorang Quthbul muthlak/ raja wali sedunia pada zaman tersebut, yaitu dengan adanya Syarief Hidayatulloh, yang sudah menetap dibumi tanah Jawa.
Sejak saat itu pula semua wali sejawa dwipa, mulai berbondong ngalaf ilmu datang kekota Cirebon, mereka jauh jauh sudah sangat mendambakan kedatangan, Syarief Hidayatulloh, yang ditunjuk langsung oleh, rosululloh SAW, menjadi sulthan semua mahluk ( Quthbul muthlak )
Nah, sebelum Misteri kupas tuntas tentang jati diri, syeikh Siti Jenar, tentunya pembaca majalah kesayangan kita agak merasa bingung tentang jati diri, Syarief Hidayatulloh, yang barusan dibedarkan tadi. “ Mengapa Syarief Hidayatulloh kala itu sangat disanjung oleh seluruh bangsa wali ?”
Dalam tarap kewaliyan, semua para waliyulloh, tanpa terkecuali. Mereka semua sudah sangat memahami akan segala tingkatan yang ada pada dirinya. Dan dalam tingkatan ini tidak satupun dari mereka yang tidak tahu, akan segala derajat yang dimiliki oleh wali lainnya. Semua ini karena Alloh SWT, jauh jauh telah memberi hawatief pada setiap diri para waliyulloh, tentang segala hal yang menyangkut derajat kewaliyan seseorang.
Nah, sebagai pemahaman yang lebih jelas, dimana Alloh SWT, menunjuk seseorang menjadikannya derajat waliyulloh, maka pada waktu yang bersamaan, nabiyulloh, Hidir AS, yang diutus langsung oleh malaikat, Jibril AS, akan mengabarkannya kepada seluruh para waliyulloh lainnya tentang pengangkatan wali yang barusan ditunjuk tadi sekaligus dengan derajat yang diembannya.
Disini Misteri akan menuliskan tingkatan derajat kewaliyan seseorang, dimulai dari tingkat yang paling atas. “ Quthbul muthlak- Athman- Arba’ul ‘Amadu- Autad- Nukoba’ – Nujaba’ – Abdal- dan seterusnya”. Nah dari pembedaran ini wajar bila saat itu seluruh wali Jawa berbondong datang ngalaf ilmu ketanah Cirebon, karena tak lain didaerah tersebut telah bersemayam seorang derajat, Quthbul muthlak, yang sangat dimulyakan akan derajat dan pemahaman ilmunya.
Kembali kecerita syeikh Siti Jenar, sejak adanya, Syarief Hidayatulloh, yang telah memegang penting dalam peranan kewaliyan, hampir seluruh wali kala itu belajar arti ma’rifat kepadanya, diantara salah satunya adalah, syeikh Siti Jenar sendiri.
Empat tahun para wali ikut bersamanya dalam “Husnul ilmi Al kamil”/ menyempurnakan segala pemahaman ilmu, dan setelah itu, Syarief Hidayulloh, menyarankan pada seluruh para wali untuk kembali ketempat asalnya masing masing. Mereka diwajibkan untuk membuka kembali pengajian secara umum sebagai syiar islam secara menyeluruh.
Tentunya empat tahun bukan waktu yang sedikit bagi para wali kala itu, mereka telah menemukan jati diri ilmu yang sesungguhnya lewat keluasan yang diajarkan oleh seorang derajat, Quthbul mutlak. Sehingga dengan kematangan yang mereka peroleh, tidak semua dari mereka membuka kembali pesanggrahannya.
Banyak diantara mereka yang setelah mendapat pelajaran dari, Syarief Hidayatulloh, segala kecintaan ilmunya lebih diarahkan kesifat, Hubbulloh/ hanya cinta dan ingat kepada Alloh semata. Hal seperti ini terjadi dibeberapa pribadi para wali kala itu, diantaranya; syeikh Siti Jenar, sunan Kali Jaga, sulthan Hasanuddin Banten, pangeran Panjunan, pangeran Kejaksan dan Syeikh Magelung Sakti.
Mereka lebih memilih hidup menyendiri dalam kecintaannya terhadap Dzat Alloh SWT, sehingga dengan cara yang mereka lakukan menjadikan hatinya tertutup untuk manusia lain. Keyakinannya yang telah mencapai roh mahfud, membuat tingkah lahiriyah mereka tidak stabil. Mereka bagai orang gila yang tidak pernah punya rasa malu terhadap orang lain yang melihatnya.
Seperti halnya, syeikh Siti Jenar, beliau banyak menunjukkan sifat khoarik/ kesaktian ilmunya yang dipertontonkan didepan kalayak masyarakat umum. Sedangkan sunan Kali Jaga sendiri setiap harinya selalu menaiki kuda lumping, yang terbuat dari bahan anyaman bambu. Sulthan Hasanuddin, lebih banyak mengeluarkan fatwah dan selalu menasehati pada binatang yang dia temui.
Pangeran Panjunan dan pangeran Kejaksaan, kakak beradik ini setiap harinya selalu membawa rebana yang terus dibunyikan sambil tak henti hentinya menyanyikan berbagai lagu cinta untuk tuannya Alloh SWT, dan syeikh Magelung Sakti, lebih dominan hari harinya selalu dimanfaatkan untuk bermain dengan anak anak.
Lewat perjalanan mereka para hubbulloh/ zadabiyah/ ingatannya hanya kepada, Alloh SWT, semata. Tiga tahun kemudian mereka telah bisa mengendalikan sifat kecintaannya dari sifat bangsa dzat Alloh, kembali kesifat asal, yaitu syariat dhohir.
Namun diantara mereka yang kedapatan sifat dzat Alloh ini hanya syeikh Siti Jenar, yang tidak mau meninggalkan kecintaanya untuk tuannya semata ( Alloh )
Beliau lebih memilih melestarikan kecintaannya yang tak bisa terbendung, sehingga dengan tidak terkontrol fisik lahiriyahnya beliau banyak dimanfaatkan kalangan umum yang sama sekali tidak mengerti akan ilmu kewaliyan.
Sebagai seorang waliyulloh yang sedang menapaki derajat fana’, segala ucapan apapun yang dilontarkan oleh syeikh Siti Jenar kala itu akan menjadi nyata, dan semua ini selalu dimanfaatkan oleh orang orang culas yang menginginkan ilmu kesaktiannya tanpa harus terlebih dahulu puasa dan ritual yang memberatkan dirinya.
Dengan dasar ini, orang orang yang memanfaatkan dirinya semakin bertambah banyak dan pada akhirnya mereka membuat sebuah perkumpulan untuk melawan para waliyulloh.
Dari kisah ini pula, syeikh Siti Jenar, berkali kali dipanggil dalam sidang kewalian untuk cepat cepat merubah sifatnya yang banyak dimanfaatkan orang orang yang tidak bertanggung jawab, namun beliau tetap dalam pendiriannya untuk selalu memegang sifat dzat Alloh.
Bahkan dalam pandangan, syeikh Siti Jenar sendiri mengenai perihal orang orang yang memenfaatkan dirinya, beliau mengungkapkannya dalam sidang terhormat para waliyulloh;
“Bagaiman diriku bisa marah maupun menolak apa yang diinginkan oleh orang yang memanffatkanku, mereka semua adalah mahluk Alloh, yang mana setiap apa yang dikehendaki oleh mereka terhadap diriku, semua adalah ketentuanNya juga” lanjutnya;
“Diriku hanya sebagai pelantara belaka dan segala yang mengabulkan tak lain dan tak bukan hanya dialah Alloh semata . Karena sesungguhnya adanya diriku adanya dia dan tidak adanya diriku tidak adanya dia. Alloh adalah diriku dan diriku adalah Alloh, dimana diriku memberi ketentuan disitu pula Alloh akan mengabulkannya. Jadi janganlah salah paham akan ilmu Alloh sesungguhnya, karena pada kesempatannya nanti semua akan kembali lagi kepadaNya.”
Dari pembedaran tadi sebenarnya semua para waliyulloh, mengerti betul akan makna yang terkandung dari seorang yang sedang jatuh cinta kepada tuhannya, dan semua waliyulloh yang ada dalam persidangan kala itu tidak menyalahkan apa barusan yang diucapkan oleh, syeikh Siti Jenar.
Hanya saja permasalahannya kala itu, seluruh para wali sedang menapaki pemahaman ilmu bersifat syar’i sebagai bahan dasar dari misi syiar islam untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat luas yang memang belum mempunyai keyakinan yang sangat kuat dalam memasuki pencerahan arti islam itu sendiri.
Wal hasil, semua para wali pada saat itu merasa takut akan pemahaman dari syeikh siti jenar, yang sepantasnya pemahaman beliau ini hanya boleh didengar oleh oleh orang yang sederajat dengannya, sebab bagaimanapun juga orang awam tidak akan bisa mengejar segala pemahaman yang dilontarkan oleh syeikh Siti Jenar.
Sedangkan pada saat itu, syeikh Siti Jenar yang sedang kedatangan sifat zadabiyah, beliau tidak bisa mengerem ucapannya yang bersifat ketauhidan, sehingga dengan cara yang dilakukannya ini membawa dampak kurang baik bagi masyarakt luas kala itu.
Nah, untuk menanggulangi sifat syeikh Siti Jenar ini seluruh para wali akhirnya memohon petunjuk kepada Alloh SWT, tentang suatu penyelesaian atas dirinya, dan hampir semua para wali ini mendapat hawatif yang sama, yaitu,
“ Tiada jalan yang lebih baik bagi orang yang darahnya telah menyatu dengan tuhannya, kecuali dia harus cepat cepat dipertemukan dengan kekasihnya”
Dari hasil hawatif para waliyulloh, akhirnya syeikh Siti Jenar dipertemukan dengan kekasihnya Alloh SWT, lewat eksekusi pancung. Dan cara ini bagi syeikh Siti Jenar sendiri sangat diidamkannya. Karena baginya, mati adalah kebahagiaan yang membawanya kesebuah kenikmatan untuk selama lamnya dalam naungan jannatun na’im.

43 Tanggapan to “MENDEDAH JATI DIRI SYEIHK SITI JENAR”

  1. sayid agus darmanto athoriq said

    maaf sedikit koreksi dari hamba Allah yang miskin akan iman, ilmu apalagi amal ini, khususnya tentang kehidupan abadi Kanjeng Syeikh Siti Jenar di alam barzah setelah kehidupan fananya di alam dunia ini.
    dari yang saya peroleh melalui para mursyid semoga beliau sekalian dirahmati Allah, bahwasanya Kanjeng Syeikh Siti Jenar tidak dipancung atau berubah menjadi anjing kudis seperti yang selama ini banyak ditulis maupun yang pernah ditayangkan di TV, melainkan dengan kehendak Allah beliau amuksan melalui inti ilmu sejati yang meliputi 7 rahasia pintu hidup dan 7 rahasia pintu kematian yang beliau kuasai, sehingga bukanlah hal yang sulit bagi jasad maupun ruh Kanjeng Syeikh Siti Jenar untuk meninggalkan alam fana ini.
    sementara yang selama ini ada di pusara beliau tidak lebih jubah dan sorban Kanjeng Syeikh Siti Jenar.
    semoga hamba diberikan hidayah Allah agar dapat bersama Kanjeng Syeikh Siti Jenar berada disisi Rasulullah Nabi Besar Muhammad saw. Amin, Amin, Yaa Rabbal allamin !
    mohon maaf bilamana ada perkataan hamba ini ada banyak kesalahan dan kehilafan

    • walidsyaikhun said

      tidak begitu juga…persoalan siti jenar sepenuhnya karena kekeliruan dan cara yang salah dalam metode penulisan sejarah.

      • Mursidik said

        saudaraku….patutlah berhati2 dalam pemahaman baik itu sejarah maupun kajian yg sdh banyak dalam literatur sebab banyak yg saling menjelek jelekan satu ajaran dg ajaran yg lain lebih baik didampingi oleh murshid yg paham dg apa yg ingin kt ketahui

  2. iqbal054 said

    selama ini yg saya dengar kisah kanjeng syeikh siti jenar hanya gambaran dan asumsi2, barangkali ada seseorang yg berkenan memberikan kebnaran yg hakiki mengenai syek siti jenar saya sangant berterimakasih sekali, saya tunggu

    • walidsyaikhun said

      saat ini banyak pengarang dan penulis buku dengan menjual seakan ajaran siti jenar. Saya sangat paham bahwa mereka banyak melakukan manipulasi tergoda populeritas dll saya punya perspektif sendiri dalam memandang sejarah dan ajaran siti jenar. jkauh berbeda dengan yang selam ini banyak dipahami. mau diskusikan tema ini?

    • Agus Widodo said

      kebenaran yg hakiki mengenai kanjeng syeikh siti jenar memang sulit sebab suasana politik masa itu juga mewarnainya, satu satunya jalan hanyalah melihat dari berbagai-bagai wacana dan mesinkronkan dengan keadaan waktu itu, karena sejarah bukan seperti matematika 4 + 3 = 7

  3. Halimi,SE said

    Saya senang dengan cerita tentang para wali, namun demikian hendaknya merujuk kepada sumber yang lebih dekat, cobalah minta keterangan dari sesepuh Keraton Kasepuhan
    Terima kasih

    • walidsyaikhun said

      sangat keliru kalo anda berfikir bahwa keraton kasepuhan adalah sumber rujukan yang kompeten untuk soal sejarah. kenapa? anda bisa diskusikan dengan saya panjang lebar

  4. syeikh siti jenar dalam kehidupan masyarakat banyak digunakan sebagai pedoman para dukun dan paranormal khusunya persatuan islam tionghoa.

  5. Pengalaman beberapa saudara dan teman di seputar Kraton Yogyakarta, suatu saat kami mengumpulkan orang2 yg bisa melakukan meraga sukma. tujuan kami adalah rasa ingin tahu sejatinya Syeh Siti Jenar. Tim berjumlah 5 orang yg bisa meraga sukma semua. dilakukan di tempat yg berbeda-beda dan sukm “kembali” masuk ke dalam raganya masing2 secara tidak berbaregan.
    Luar biasa, satu sama laindi “alam” sana bertemu dgn Syeh Siti Jenar, sehingga ke lima orang yg sebelumnya tidak saling kenal itu kemudian bercerita mengenai apa yg dikatakan Syeh. dan kelimanya memiliki kesaksian yg persis sama. intinya; Syeh Siti Jenar mereka temui dalam keadaan yg terkesan lebih muda (kira-kira seusia 45 tahunan)tampk segar bugar. bercerita mengenai ilmu sejati, sejatinya agama, kebenaran sejati. maaf kami tdk bisa bercerita vulgar di sini karena akan mengungkap rahasia gaib ygluar biasa, tetapi tdk setia orang bisa menerima.
    pertanyaan tim berlima antara lain adalah;
    1. apakah anda masuk neraka gara2 ajaran anda ?
    2. apa sejatinya manusia harus beragama ?
    3. bagaimana seharusnya manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia ?

    Jawabnya jauh lebih mendalam ketimbang yg banyak tersurat di buku2 yg beredar di masyarakat. dan membuat perasaan ini, sungguh, sangat tenteram ! dan seandainya semua orang di dunia ini mengetahui bagaimana sejatinya hidup ini, saya jamin, tak ada lagi umat manusia yg saling menghina, mengejek, membenci, curiga,antar umat beragama. dan tentunya tidak akan ada lagi perang antar agama !

    http://sabdalangit.wrdpress.com

  6. ipan said

    apakah benar syekh siti jenar dipancung ?, telah bayak kesalahan dalam sejarah, coba telusuri siapa sunan gunung jati ! maka kita akan tau siapa sebenarnya syekh siti jenar.

    • waki9dsyaikhun said

      saya adalah orang yang pertama melontarkan tentang keterkaitan dan kemanunggalan sunan jati deng siti jenar lewat studikritis walisanga.adakah anda juga pernah melakukan hal yang sama atau hanya mendengar dari orang lain.kita bisa diskusi

    • walidsyaikhun said

      saya adalah orang pertama yang melontarkan keterkaitan dan kemanunggalan sunanjati dan siti jenar. adakah anda pernah melakukan studio yang sama atau hanya mendengar dari orang.kita bisa diskusi

  7. akhmad said

    Syech Siti Jenar memang sdh jd sejarah yg me-legenda sekali..menurut sy kesimpulan yg aman aman adalah Ilmu yg dimiliki beliau adalah benar namun beliau mnyampaikan ilmunya dg cara & pada sasaran yg kurang tepat..Wallahu’alam..

  8. dedi suhadi said

    Berbicara syeikh siti jenar dan para wali tentu tak akan ada habisnya, berbagai versi bisa muncul dengan berbagai argumen. yang pasti, Allah itu satu. tiada kata yang dapat dipersatukan, ini sesuai dengan firmannya dalam surat Al Ikhlas. karena itu, marilah kita menuju kepada yang satu melewati jalan yang telah ditetapkan lewat alquran dan as sunah

    • YAN - YAN said

      Saya Setuju Dengan Bp. Dedi Suhada!
      ALLAH ITU SATU.. TIADA KATA YG DPT DIPERSATUKAN!

    • erlankpasopati said

      Saya sangat setuju dengan pemahaman Bp.Dedi Suhadi..!!
      ALLAH itu satu Tiada kata yang pantas disandingkan kecuali sifat Agung ALLAH..setinggi apapun ilmu mahluk adalah sedikit banget dari Ilmu ALLAh yang terrefleksi ke hambanya…

  9. jenderal infantri said

    ilmu dalam Islam bukan sekedar skill atau knowledge. pemahaman Islam tidak bisa disamakan dengan apa yang diperoleh secara literatur/akademik semata, tetapi jauh lebih tinggi daripada itu yakni sebagai “nur”,dan jika hati kita masih buta/yuli/lumpuh maka nur disini akan diartikan sebagai cahaya material. lalu, apakah perbedaan derajat keilmuan tsb perlu dibuka untuk umum, menjadi konsumsi kognitif bagi semua orang? tentu tidak. bahkan sayidina Ali r.a. pernah berkata bahwa seandainya apa yang beliau pahami (ilmu) tersebut sampai keluar ke orang awam, maka beliau menunjuk lehernya sendiri sambil berkata “halal darahku”.
    sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah orang awam seperti kita sudah cukup pantas / kuat menerima pemahaman sebagaimana yang di pahami para wali kekasih Allah tsb? kalo kita sok tau dan ada rasa sombong (merasa mampu padahal yang memampukan kita adalah Allah)maka kita akan jawab “iya”.
    syeh siti jenar adalah waliyullah yang tinggi derajatnya dan semoga diridhoi Allah,tetapi tersandung (insaniyah)dengan “pembocoran” ilmu yang semestinya menjadi rahasia beliau, dan hendaknya beliau memilih telinga yang kuat menerima ilmu yang tinggi derajatnya tsb. karena hal itulah maka beliau harus memenuhi “aturan main” konsekuensi dari yang beliau lakukan terhadap publik waktu itu. konsekuensi yang beliau terima bukanlah produk dari kebencian/hukuman walisongo terhadap beliau. dan beliau tetaplah orang yang mulia meski ending-nya harus di eliminasi dari dunia (dengan berbagai kisahnya) karena membahayakan aqidah orang awam (seperti kita) yang belum siap menerima pelajaran dari beliau. jadi dengan segala kerendahan hati karena memang maqam kita belum/tidak semulia beliau,hendaknya kita berbaik sangka dan mengambil hikmah dari kejadian tsb dengan tidak meng-investigasi hal ihwal beliau.
    orang tasawuf sama sekali bukan rang yang meninggalkan syari’at, tetapi justru menjiwai syari’at di setiap gerak+nafasnya. tetapi apakah setiap orang sudah mampu melihat apa yang dilihat oleh para ulama? lalu mengapa mereka berani menzholimi diri dengan meng-kata2i ulama yang notabene ilmunya jauh diatas komentator tadi?
    mempelajari Qur’an dan sunnah Rasulullah jika dilakukan dengan “mekanis” , “ratio oriented” dan “indrawi” semata dapat diibaratkan seperti minum air mendidih dari thermos tanpa perantara gelas. “mlonyoh cangkeme” begitu kata orang jawa. dan para ulama salaf itulah yang menjadi “gelas”, yang akan menakar dan menterjemahkan suatu ilmu. bukankah Nabi SAW memberi solusi yang berbeda utk orang yang berbeda meski perkaranya sama persis? artinya….iman & kapasitas orang itu ada takarannya dan tidak bisa disamakan satu sama lain, sehingga “ilmu hikmah & kearifan” menjadi penting disini.
    mana yang lebih baik, apakah 250 juta rakyat Indonesia ini perlu dipotong tangannya karena semua (meski sekali dan sekecil apapun) pasti pernah mencuri. apakah seperti itu penyelesaian Islam? hanya orang bodoh yang masih berpikir kaku seperti itu. dan orang Islam yang seperti ini adalah beban bagi kaum muslim seluruhnya. semoga Allah mengampuni kita semua, saudara2 muslim kita yang masih hidup maupun yang sudah wafat. saya lebih suka mendoakan kita semua daripada merasa paling benar. hanya Allah swt yang tidak punya cacat. kesempurnaan manusia terletak pada ketidaksempurnaannya, maka jangan bercita2 menjadi malaikat yang tanpa cacat, karena sebenarnya manusia berpeluang lebih mulia daripada malaikat, bukan karena tanpa dosa, tapi karena tawadhu’ pada Allah dan semua makhlukNya dan berlomba taubat untuk diri serta saudaranya, siapapun yang pernah mengucap syahadat…

  10. jenderal infantri said

    semoga keselamatan,rohmat dan barokah bagi saudara2ku yang tetap rendah hati di hadapan Allah swt dan makhluk2Nya……orang yang baik bukan orang yang tanpa dosa, (karena orang akan tetap punya dosa sampai dia mati),tetapi orang baik adalah yang paling banyak taubatnya. semoga Allah memberi petunjuk kepada saudara2 kita yang belum bisa membedakan antara Islam dan Arab, dan mencaci para ulama & wali yang ilmunya belum mereka pahami. semoga kita terhidar dari berbagai penyakit hati, takabur, kufur, nifak, syirik, fasik, bodoh, malas, dan tidak ikhlas dengan ketentuan Allah swt. jangan berhenti mendoakan segala kebaikan bagi saudara2 kita dan bertaubat utk diri sendiri. hidup ini adalah tugas dariNya dan prosedur/tata tertib hidup ini adalah perintahNya. amal sholeh saya masih sangat sedikit dibandingkan amal buruk saya, dengan jujur saya hadapkan diri saya apa adanya kepadaNya, doakan semoga Dia mengampuni & memaafkan saya.

  11. bisnis said

    ya gusti semoga kula di sukani hidayah ing gusti Allah supados kula saged sareng Kanjeng Syeikh Siti Jenar berada disisi Rasulullah Nabi Besar Muhammad saw. Amin, Amin, Yaa Rabbal allamin !

    tampal tangan tapak sejati malaikat 4 kang nyasekseni,
    paningal,pangrungu,pangucap,pangrasa

  12. cah angon said

    ^_^

    siti koq pake jenar?mksdny apa ea…

  13. wiryono said

    siapapun itu syech siti jenar,insyalloh beliau mulia disisi Allah SWT.kontroversi tentang beliau memang menjadi hak masing-masing.yang benar hanya kepunyaan Allah.kita hanya bisa menilai yang baik-baik saja.akan lebih baik lagi jikalau dengan mengetahui siapa beliau,keimanan kita makin bertambah kpd Allah SWT.

  14. hamba allah said

    sesungguhnya jika kita hadapkan diri kita kepada allah,…kita sebenarnya adalah fana ,….wujud dan maujud adlah zat allah semata-mata….. ,….
    dan jika kita hadapkan diri kita kepada alam semesta,…maka sesungguhnya kita ada(wujud)…..

  15. idris_nawawimisteri said

    Kami selaku penulis sependapat dengan anda semua, bahwa Waliyulloh Kamil Mindarojatil qudsi Ilallah, Syeikh siti Jenar, adalah Waliyulloh Kamil yang dijamin surganya oleh, Allah SWT. semoga kami pen. bisa mengikuti langkahnya dalam menuju khusnul khotimah.

  16. Bila kita berhasil mendidik diri kita sesuai dengan Ajaran Nabi Muhammad SAW, kita akan mengenal Siti Jenar dengan lebih gamblang,

  17. Poetra8 said

    setuju, tetapi ada sumber dari mursyid yang mengatakan bahwa semua kejadian pancung memancung tersebut adalah politik dari sunan kudus dan sunan gunung jati

  18. amr said

    dasar ini cuma kamu membaca buku diriku yang ku kenali akan ada jawabpan semua bekenaan jati diri

  19. Assalamu’alaikum, Saya mohon maaf kalau ada salah kata sebelumnya. Islam adalah agama ilmiah, segala sesuatunya tertulis dalam sejarah dengan baik. Dalam meriwayatkan sesuatupun harus dengan kaidah yang benar. Seperti halnya Allah menjaga agama ini dengan menjaga keutuhan Al Qur’an. Serta kaidah periwayatan hadits yang sangat sistematis. Jadi dalam permasalahan agama mari kita kembalikan kepada Al Qur’an dan Hadits yang shahih sesuai dengan pemahaman Salafus Shalih. Permasalahan tentang wali-wali Allah sangat banyak versi sehingga tidak dapat dijadikan rujukan. Sebagai sesama muslim hanya bisa mendo’akan beliau para sesepuh kita yang telah lebih dahulu berdakwah supaya Allah merahmati beliau-beliau dan sudi memberikan ampunan atas segala kekhilafannya.
    Segala sesuatu yang ghaib adalah di sisi Allah, wallahua’alam..

  20. hamba ALLAH said

    maafkan saya yang hina ini, saya rasa tak perlu memperbincangkan siapa yang lebih sakti, karena mahluk termulia dan kekasih ALLAH sejati adalah NABI MUHAMMAD SAW , bersatulah untuk islam dan agama ALLAH.amin

  21. hamba ALLAH said

    alangkah baiknya kita semua bersatu, pada dasarnya semua RASsul,wali ALLAH adalah baik, kita serahkan semua kepada-NYA, karena dia yang lebih mengetahui apa yang tidak kita ketahui,.bersatulah untuk islam,amin.

  22. kbahagia said

    saya membaca tanya jawab saudara. sudilah kiranya saudara memberikan sedikit pengalaman saudara yg telah bertemu dengan kanjeng syek siti jenar, terutama dengan ” bagaimana seharusnya menusia menjalani hidup”. sekedar catatan, saya lagi menyelami tentang aliran sufi, saya sudah mendapat wejangan dari seorang yg saya anggap sebagai guru dan beliaupun menganggap saya sebagai murid. tapi sekarang beliau entah berada dimana. untuk itu, supaya saya tidak salah jalan, sudilah kiranya saudara membagi sedikit pengalaman “istimewa” saudara kepada saya. insya allah saya tidak akan bingung dengan penjelasan saudara.
    saya sangat berharap dengan kemurahan hati saudara untuk berbagi pengalaman saudara dengan saya.
    semoga Allah yang maha mengsai hati manusia berkenan untuk menggerakkan hati saudara untuk ber bagi pengalaman dengan saya.
    sekedar catatan kedua, saya juga sudah banyak mendapatkan tentang apa yang bersifat rahasia……walaupun hanya sekedar teori.
    amin ya allah…..

  23. kbahagia said

    apabila saudara berkenan dengan permintaan saya, saudar dapat mengirim pesan ke “kbahagia19@yahoo.com”

  24. Eko budianto said

    Jngn2 syeikh siti jenar adlh sunan kali jogo

  25. isnaeni said

    salam,..

    mengupas tentang syaikh siti jenar hampir sama dengan mengupas tentang nabi hidir beserta pertentangan pendapat tentang mereka.

    pastinya, kita sepakat akan tauhid bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa dan Muhammad SAW adalah rasul dan kekasih-Nya.

    Pendapat saya, sejatinya perihal keduanya diatas merupakan salah satu perkara ghaib yang hanya DIA lah Maha Mengetahui segalanya, jika ada yang ingin mengetahui kebenarannya maka mohon petunjuk Nya tentang mereka lah satu satunya jalan terbaik dengan cara masing2 (bagi kalangan supranatural tentunya dengan berdoa, berpuasa, wirid, zikir, tadarrus, qiyamul lail dst) atau dengan cara awam seperti saya hanya dengan berdoa terus meneerus hingga datang petunjuk Nya.
    insya Allah, aaamiiiin

  26. hanz acbal said

    kindly translate the article about shaykh Siti Jenar into Engish language so that I can understand pls? particularly the article written by idris Nawami, pls???

  27. Jumino susilo said

    Sejati nya syeh siti jenar hanya ALLAH yg tau,akan tetapi paham yg ada pada belia itu adalah haq,benar dan memang harus seperti itu bagi aulya ALLAH,bukan untk awam seperti kita,smoga ALLLAH memberikan tempat sbaik2 tempat umat MUHAMAD.amin

  28. bacopuraga said

    janganlah berlebih lebihan dalam menanggapi sesuatu. Dan tempatkankah segala sesuatunya dalam proporsi yang sebenar benarnya. Bagaimana pun hebatnya cerita orang tentang Syeh Siti Jenar dan para Waliyullah, maka sesungguhnya mereka itu bukanlah apa apa bila dibandingkan dengan 4 sahabat Rasululloh SAW yang bila kita baca sejarahnya hidupnya ternyata adalah pribadi pribadi sederhana dengan sosok manusiawi apa adanya. Mereka tidak memiliki ilmu yang hebat hebat seperti yang diceritakan diatas, tapi mereka dijamin oleh Rasululloh akan masuk Surga tanpa hisab. Bagi saya itu yang sangat hebat.

  29. bacopuraga said

    Menekuni suatu amalan dengan niat untuk mendapatkan sebentuk ilmu kesaktian pada hakekatnya tidak pernah diajarkan dan diperintahkan oleh Rasululloh SAW. Yang terjadi adalah seorang hamba yang atas ijin Allah telah mencapai taraf tingkat Ketaqwaan yang sedemikian tinggi dalam usahanya untuk mendekatkan diri kepada Allah sehingga Allah semakin sayang kepadanya dan menolongnya setiap saat dia membutuhkan pertolongan.

  30. bacopuraga said

    Sesungguhnya dalam ajaran Al Quran dan Sunnah Rasululloh SAW tak satupun dalilnya yang mengajarkan manusia untuk berfikir dan membuat kesimpulan tentang zat Allah SWT. Siapakah kita yang berani dengan lancang membuat kesimpulan tentang zat Allah SWT ? Mungkinkah yang diciptakan mampu memikirkan zat penciptanya ? Bila memang ada manusia yang telah mampu memikirkan dan menyimpulkan tentang zat Allah, sehebat apapun manusia itu dalam pandangan manusia, maka batal lah sifat Maha Sempurna nya Allah. Jangankan zat Allah hu Robbil Alamin, untuk memikirkan eksistensi roh kita sendiri saja kita dilarang untuk memikirkannya, karena dijamin kita tidak akan mampu. Mencintai Allah adalah fitrah manusia yang amat mulia, tapi mencintai bukan berarti memikirkan zat penciptanya apalagi membuat kesimpulan tentangnya.

  31. rangga said

    Astagfirullah…ilmu Allah bukan ilmu pengetahuan manusia biasa…bukan logika.Mereka adalah waliyullah yg dipilih.Lebih baik kita memikirkan diri kita yg penuh salah, bodoh, dan rendah ini.

  32. Kanjeng Haerudin said

    Baru bahas figur Syekh Siti Jenar aja banyak komentar pro&kontra, gmn dengan Wali ALLAH lain yg mendapatkan NurALLAH?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: