Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

Tentang Satrio Paningit, Imam Mahdi, dan Kebangkitan Majapahit

Posted by mystys pada Mei 22, 2008

Buku ini berisi wisik ghoib yang diterima oleh Winasis mengenai Satrio Paningit dan kondisi Nusantara saat ini serta penjelasannya, juga berisi anjuran sikap yang mesti dilakukan oleh setiap orang di saat Nusantara ditimpa bencana bertubi-tubi. Munculnya bencana di nusantara dan masalah-masalah Kebangsaan yang tak dapat teratasi merupakan tanda-tanda munculnya Satrio Paningi. Kajian Ilmiah dan Rasional Tentang Hadits Kemunculan Imam Mahdi (simbol Negara Timur) dan Isa (simbol Negara Barat) Siapapun Orangnya yang mempelajari Hadits munculnya Imam Mahdi akan berkesimpulan datangnya ditandai dengan perang Internasional, terjadi Krisis BBM atau rebutan ladang Minyak-kasus Iraq, Afganistan, Iran dan ketika tiap orang yang di timur dapat berhubungan dan melihat apa yang terjadi di barat dengan sekejap mata. munculnya teknologi telekomunikasi 3G yaitu Wideband-CDMA-komunikasi suara dan tampilan layar sekaligus.Joyoboyo disebut: Satrio Paningit bakal jumedul ana antarane mandura wetan (pulau Madura) lan manduro kulon (desa Matokan, Kabuh, Jombang), merupakan wilayah Jawa Timur. Tasawuf ideal adalah tasawuf berdasarkan universalitas keagamaan yaitu berdasarkan ajaran para nabi yaitu 124.000 nabi yang tersebar di berbagai suku bangsa di dunia denan inti akhlakul karimah, membela yang tertindas dan menegakkan prinip keadilan. Perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda–beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk. Dalam kitab Sutasoma karangan mpu Tantular.
Daftar isi :Bab 1: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 2,Bab 2: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 1, Bab 3: Bumi Nusantara Menanti Bocah Angon,Bab 4: GORO-GORO INDONESIA.,Bab 5: Sumatera, Raja Jayanegara dan Diplomat Adityawarman, Bab 6: Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali, Bab 7: Pandangan Perspektif Geopolitik: Nusantara dan Majapahit, Bab 8: Siapakah Imam Muhammad bin Hasan Al Askari, Bab 9: Satrio Paningit : Antara Bima, Semar dan Saudara Kembar Baladewa dan Kresna, Jawa Timur: Mandura Wetan dan Manduro Kulon, Bab 10: Kajian Tafsir Huruf Muqota’ah dan Mulla Shadra : Pandangan Siti Jenar dan Husain ibnu Mansur al-Hallaj dalam Manunggaling Kawulo Gusti, Bab 11 Sholat dan Manunggaling Kawulo lan Gusti MaknaTerdalam Huruf Ba – Saripati Fateha, Bab 12: Islam, Pewayangan Jawa dan Langit Lima sebagai Cerminan Kondisi Nusantara, Bab 13 : Makna Pluralisme Dibalik Surat al Waqiah dan Surat Yasin, Bab 14 : Tokoh Sufi dalam Universalitas Keagamaan, Bab 15: Musik Dalam Islam, Yunani dan Hindhu, Bab 16: Ajaran Nabi Muhammad tentang mencapai Kun/Ismul Adzhom/Dhunatamak/Nama Tak Tertulis Tuhan/Irama Ilahi, Bab 17: Tasbih Para Malaikat Langit dan Semar Punokawan, Bab 18: Dialog antara Semar dan Rsi Drona, Bab 19 : Rokaat Terakhir : Kunci akhir Al Waqi’ah/ Goro-Goro, Puisi Para Pencinta, Kajian Kebangsaan dari Poros Poros Langit dan Intelektual, Sarasehan Budaya Kembali ke Jati Diri Bangsa: Belajar dari Dinasti Majapahit., Tentang Gajah Mada dan Desa Matokan, Kabuh, Jombang. Lintang Kemukus telah muncul makanya sholat dan Doa Pejuang Keadilan dan Kejayaan dilakukan untuk antisipasi saat ini dan menjelang 2012, Syek Subaqir atau Muhammad al Baqir, Wirid Harian untuk Hajat dan Rizqi dari Syekh Subaqir.


Info Pembelian Buku dapat dibeli di:
Bustanus/Mimi Oktiva di Warnet Nusantara-Jayanegara,
Jl. Jayanegara 11/17 Jombang-JawaTimur,
Telp 0321 862137 atau sms/telpon  di HP: 0818 08052575
Harga : Rp.17.500 (luar kota tambah ongkos kirim)

32 Tanggapan to “Tentang Satrio Paningit, Imam Mahdi, dan Kebangkitan Majapahit”

  1. hariyanto27 said

    hariyanto27 Berkata:
    Juni 8, 2008 pukul 6:51 pm

    1

    Artinya :

    “Hai kaum kami dengarkanlah orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah kepadanya niscaya Allah mengampuni kamu akan dosa-dosamu dan menyelamatkan kamu dari siksaan yang pedih”. (Al Ahqaf, ayat 31)

    Ayat tersebut di atas Allah telah mengatakan agar kamu sekalian manusia (kaum); tidak perduli kamu dari golongan apapun, apakah itu Hindu, Budha, Nasrani atau yang lain bahkan Islam itu sendiri, juga apakah itu orang Thariqat, hakikat, syariat, atau ma’rifat dsb. Allah memerintahkan kamu agar mengikuti Orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah (beriman) kepadanya. Artinya orang itu hanya semata-mata mengajak kamu kepada Allah bukan mengajak kamu kepada yang lain, apakah itu ilmu ataupun amal yang selama ini kamu jalani. Lebih jelasnya buat kamu sekalian, bahwa Orang Itu sebenarnya mengemban tugas dari Allah untuk

    menyatukan umat dan untuk membesarkan Allah semata-mata. Dan percayalah (beriman) kepadanya sebab dialah Orang yang menjelaskan ayat-ayat Tuhan kepadamu, dan seorang Khalifah dimuka bumi untuk diikuti dan menjadi petunjuk dan pedoman bagi kamu selaku manusia

    Artinya :

    “Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertaqwa dan supaya kamu mendapat rahmat”. (Al A’raaf ; 63)

    Dan tentang kedatangannya kamu tidak usah heran atau bingung apalagi meragukannya, melainkan kamu dituntut ikut kepadanya,

    Orang Itu merupakan kabar gembira bagi orang yang percaya (beriman), sekaligus peringatan bagi orang yang ingkar (kafir), untuk apa dibuatkan demikian!. Supaya dia memberi pringatan kepada kamu sekalian manusia sekarang ini, seperti dahulupun telah pula ada orang yang memberi peringatan seperti ini agar kamu benar-benar bertakwa dan mendapat rahmat dari Allah SWT.

    Jangan lagi kamu katakan sekarang ini, apabila Orang Itu membacakan Kalam-kalam Qadim (Al Qur`an), kamu mengatakan “ini dulu, sekarang mana ada lagi seperti ini”, Sebab :

    Artinya :

    “Ketika dibacakan kepadanya ayat-ayat kami mereka berkata ini hanya dongengan orang-orang dahulu kala”

    (Al Qalam; 15)

    Kenyataan kamu memang demikian sering kali mengatakan apa yang ada di AlQur’an itu hanya untuk orang dahulu, jika begitulah hal keadaannya kamu berikan saja Kitab ini kepada orang dulu, padahal sebenarnya “Alqur’an itu tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. Yang lebih hebatnya lagi sekarang ada segelintir orang yang pandai dalam berbahasa arab mereka bahkan sanggup menjual ayat-ayat Al Qur’an dengan harga yang sedikit,

    Kami sangat menegaskan kepada saudara-saudara, tuan-tuan, dan umat manusia yang lain, untuk berpikir dan menggunakan akalnya dan lihatlah apakah dirimu itu yang tergolong orang-orang yang mendustakan ayat-ayatnya serta menolak dan mengingkari kedatangan Orang Itu.

    Jika demikian bersegeralah kamu kepada taubat dengan sebenar-benar taubat bagaimanakah itu ? datangi Orang Itu. Rasullullah SAW bersabda : “setelah Aku ini ikutilah ulama karena ulama itu adalah pewaris para nabi”. Kamu memang dituntut untuk percaya tidak sebatas kepada rasul saja namun kepada penerusnya apakah itu Ulama , Khalifah, Imam, Syeikh, Saksi, yang mereka itu semua adalah pemimpin umat, yang kedatangan mereka harus kau ikuti bukan malah sebaliknya, menentangnya.

    Dan memang banyak dalam riwayat dikisahkan kedatangan orang-orang itu, manusia dimuka bumi atau kamu senantiasa menolaknya, Syeikh Abdurrauf Singkli (Syeikh Kuala ) Aceh diusir dari kampungnya, Imam Ghozali difitnah bahkan dimusuhi, Imam Syafii dicambuki oleh Sultan hanya untuk mengatakan Al Qur’an ini Qadim (sedia) Syeikh Besilam juga demikian difitnah memakan harta murid-muridnya, dan sekarang telah datang dikotamu penerusnya yang membacakan ayat-ayat Al Qur’an kepadamu dengan nyata, namun kamu lempari rumahnya dengan batu bahkan kamu musuhi dan mengatakan itu ajaran sesat. Apakah kamu yang benar itu ?

    Jika kamu benar ajaklah manusia kepada Allah jika kau sanggup, kamipun akat ikut kepadamu jika kau benar!.. karena kita tidak buat umat berpecah belah namun agar jadi satu dan bertasbih kepada Allah serta membesarkan agamanya dan menguatkannya, tapi kalau tidak bisa mengapa kamu harus menyombongkan diri. Itu menandakan bukan kamu orang yang dimaksud itu!… mengerti.

    Ketika mereka (Imam, Syekh, Ulama) itu wafat kamu selalu memujinya, padahal sebagian kamu bukan pengikutnya ketika itu, bisa jadi penentangnya, yang lebih tololnya lagi kuburannya pun kamu sembah (Syeikh Abdurrauf Singkli) bahkan ada yang Memberikan uang (duit) (syeikh Besilam). Entah apa yang ada didalam otak manusia ini dikiranya hal yang demikian akan membawakan berkah dan rahmat baginya, padahal ayat tersebut diatas sudah jelas ketika ia hiduplah kamu ikut kepadanya (percaya) maka kamu dapat rahmat, kalau sudah wafat apanya yang sama kamu?, ikutilah penerusnya. Dan sekarang telah ada orang yang menyeru kepada Allah apakah kamu tetap pada pendirian kamu ?.. jika demikian tunggulah janji Allah terhadap orang-orang yang menolak kedatangan Orang Itu.

    Dan Allah SWT berfirman:

    “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal Allah belum membuktikan siapa-siapa orang yang berjihad diantara kamu dan siapa yang sabar”

    (Ali Imran ; 142)

    ayat tersebut diatas Allah sangat menekankan dan sangat mempertegas tentang hal siapa orang-orang yang berhak masuk surga. Jika belum nampak bagi Allah bahwa kamu berjuang untuk-Nya, maka jangan kamu katakan kamu masuk surga. Terkadang dan kebanyakan dari manusia ini selalu mangatakan hal demikian, bahkan ada yang mengatakan “kami tidak akan disentuh api neraka melainkan hanya sebentar saja!…., Kapan kamu mendapat janji dari Allah bahwa kamu tidak akan masuk neraka sehingga Allah tidak memungkiri janjinya “(Al Baqarah, 80)

    Bagaimanakah berjanji kepada Allah ? , sangat mudah sekali, kamu datangi saja Utusannya (Rasul), atau penerusnya (Pemimpin) yang dari kamu itu, nah dia itulah yang akan mengambil janji kepadamu sehingga kamu sudah berjanji kepada Allah.

    Itulah yang dinamakan kamu mengambil janji dari sisi Allah atau Tali Allah atau Waliullah, maksud dari sisi Allah atau Tali Allah itu bukan seperti yang ada dalam otak kamu, jangan berpikir nanti tali Allah itu terjulur dari langit kebumi, bukan…bukan itu. Namun tali Allah itu maksudnya adalah penerus-penerus risalah ketuhanan baik itu dari Adam As sampai kepada Muhammad SAW anak ‘abdullah dan Dari Muhammad SAW anak ‘abdullah sampai kepada para ulama dan Pemimpin-pemimpin umat seterusnya.

    Jadi demikian yang dapat kami sampaikan, sebagai kesimpulan jika kamu menolak bahkan menentang kedatangan orang itu atau penerus itu maka sungguh Allah menetapkan Azab yang pedih, dan kami mengkhabarkan hal demikian untuk menyatakan kepada tuan-tuan dan saudara-saudara sekalian bahwa pemimpin dan orang itu telah datang dikota ini yang menjelaskan dan membacakan ayat-ayat Tuhan itu dengan nyata kepada kamu sekalian.

    Dan kami juga menyimpulkan ambillah janji dari sisi Allah, agar apapun yang kamu katakan memang tidak dusta lagi, jika tidak, Allah sendiri akan mengazabmu dan jangan pernah lagi mengatakan bahwa kamu akan masuk surga padahal kamu tidak pernah berjihad. Bahkan kamu lebih mencintai harta benda, istri-istrimu, anak-anakmu, bapak-bapakmu, nenek-nenek moyangmu daripada Allah. Maka nyatalah bagi kami bahwa kamu adalah pembohong yang besar.

    Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku

    Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri –sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar. Sungguh hal demikian adalah membuat kerusakan dimuka bumi.

    Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang berilmu juga alim.

    dari

    http://www.hariyanto27.wordpress.com
    himpass – himpunan pemuda sinar syahid
    medan – sumatra utara
    pengikut dan pembela imam mahdi

    SEKARANG IMAM MAHDI TELAH DATANG
    DI KOTA MEDAN

    • fatrus yahya said

      pernah juga datang ke pasuruan mas, sy yakin itu pasti terjadi.

    • BarBar said

      kamu bilang kamu menyeru orang berIlmu . seharusnya kamu yang meminta dirimu di seru org Alim. bagaimana mungkin kamu menyeru orang Alim ?!, itu berarti kamu orang bodoh.

  2. FEBRI said

    kata siaPA

    APA BUKTI NYA

    KENAPA HRUS MUNCUL D MEDAN
    PADAHAL SUDAH JELAS KATA NYA TURUN D MEKAH

    DALAM SEBUAH HADIST…..

  3. Elfizon Anwar said

    Satrio Piningit, Imam Mahdi, Ratu Adil, Nabi Isa As. akan datang lagi dll. kok mau ditunggu ya???

    Nubuat tentang itu, sebenarnya kabar sebelum datangnya Nabi Muhammad SAW. Dan setelah datang Nabi Muhammad SAW dengan membawa Al Quran, maka nubuat tentang ini sudah terjawab (QS. 33:40; 2:134, 141). Tinggal sekarang ini, bagaimana kita menjadikan Al Quran ini sandaran hidup dan kehidupan kita baik untuk pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa.

    Sampai kita mati pun, ‘yang ditunggu’ ini, belum dan tidak juga akan datang

  4. barry said

    ternyata kejadian alam semesta sudah tertulis di hadis ,dan tertulis di buku satrio juga ada doa2 buat menyambut kedtangandnya juga buat kta

  5. hariyanto27 said

    dtang dengan keterangan petunjuk dari tuhan untuk umat manusia yang percaya kepada Al Qur’an sebagai bukti yang nyata..

    Wahai ahli kitab, telah datang kepadamu utusan kami yang menjelaskan kepadamu tatkala peringatan rasul-rasul terputus, agar kamu tidak berkata: tidak datang kepada kami pembawa berita gembira dan peringatan. Padahal sudah datang kepadamu pembawa berita gembira dan peringatan. Dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu. (Al Maa-idah 5 : 17)

    Salam sejahtera dan keselamatan bagi orang-orang yang beriman (percaya) ketika datang kepadanya orang yang menyerukan ayat-ayat Allah dengan terang dan jelas. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, baik itu alam dahulu maupun alam yang akan datang, dan yang nyata bagi umat yang hidup di zaman ini yang mana bagi umat yang telah lalu ada seorang pemberi peringatan yang datang kepada mereka dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh kaumnya. Dialah Rasul (utusan) Allah yang datang sebagai Pemimpin umat yang hidup ketika itu. Setelah sekian lamanya berlalu, agama yang dibawanya dari sisi Allah yaitu islam yang selalu terdepan, yang mempunyai satu aqidah, satu keyakinan dan satu Pemimpin semakin lama semakin tertinggal dan terpuruk. Masing-masing berjalan sesuai dengan apa yang didapati dari nenek moyangnya, walaupun nenek moyangnya tidak mengetahui apa-apa dan tidak mendapat petunjuk. Ada diantara mereka itu yang mendapati dan mengetahui ilmu agama dari buku-buku tanpa bimbingan seorang guru yang Mursyid dan ada yang dari perguruan tinggi ilmu agama, bahkan ada yang mengajar dimana-mana dan berceramah di rumah-rumah, di atas mimbar disetiap mesjid yang tujuannya benar untuk menyatukan umat. Nah…! Yang lebih mengherankan lagi banyak dari perguruan tinggi ilmu agama yang setiap tahunnya melahirkan ulama-ulama (Ustadz, kyai, syekh dan sebagainya) dinegeri ini malah semakin banyak manusia yang tidak karuan. Kamunyakah yang tidak mau mengadakan pembenahan diri atau ulamanya yang tidak bertanggung jawab atas apa yang telah

    dikumandangkannya disetiap mesjid untuk menyeru umat bersatu. Tetapi tidak tahu kemana satunya, yang tiap-tiap diri menuruti keinginannya masing-masing. Dan tidak ada diantara kamu yang mengambil pelajaran.

    “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (pelajaran) bagi orang yang berakal”.

    Maka pada hari ini kami datang dengan membawa berita besar dan mengumandangkan pada tuan-tuan sekalian, apakah kamu orang yang tahu (berilmu / uutul kitaab) atau tidak tahu (tak berilmu / ummiy) sama sekali, bahwa:
    “Pemimpin telah datang”
    yang mengajak kepada tuan-tuan untuk bersatu pada satu pemimpin yang mana dari tiap-tiap pemimpin akan kami tanyakan atas apa yang kamu pimpin selama ini. Dia telah memerintahkan kepada tuan-tuan sekalian “Taat patuhlah kamu kepada ALLAH, dan taat patuhlah kamu kepada Utusan (rasul) serta pada pemimpin yang dari kamu”. Untuk taat patuh kepada Allah, tidak bisa tidak kamu mesti taat patuh kepada Utusan (Rasul) dan untuk benarnya kamu taat patuh kepada Allah dan Rasul kamu mesti datangi pemimpin yang telah didatangkan oleh tuhanmu kepadamu. Pemimpin, Utusan dan Allah, bukan tiga melainkan satu jua adanya. Begitu juga alam yang dahulu, alam yang akan datang dan alam yang kamu hidup dimasa ini, bahwa itu bukan tiga namun satu jua adanya. Benarnya kamu beriman (percaya) kepada Utusan-utusan (rasul) yang dahulu kamu pasti percaya kepada orang yang didatangkan oleh Tuhanmu sebagai pemimpin pada saat sekarang ini.

    Jika sebaliknya, kamu menentang kehadirannya berarti kamu mengadakan dusta terhadap Allah, nyatalah bahwa kamu adalah pembohong besar, kamu telah mengingkari Alqur’an, karena dia datang dengan Alqur’an yang menjelaskan segala kitab-kitab yang ada padamu.

    “Dan apabila dikatakan kepada mereka: ikutilah apa yang telah diturunkan Allah; mereka menjawab; “tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami”.

    Ketahuilah wahai tuan-tuan, bahwa sesungguhnya Pemimpin itu ialah orang yang datang dengan keterangan yang nyata dari sisi tuhan yang maha rahman lagi rahim sebagai nikmat yang dianugerahkan kepadamu sekalian. Didalam sholatpun tuan-tuan telah memintanya.

    “Tunjukilah kami jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang telah engkau anugerahi nikmat atas mereka”.

    Sesungguhnya ketika kamu iman (percaya) dengan apa yang telah disampaikannya kepadamu yang dari Tuhanmu sungguhlah kamu telah mendapat petunjuk dan janganlah kamu mati sebelum memeluk agama Islam dan bersaksilah kamu dengannya atas penyerahan diri (Islam)mu secara keseluruhan dan sampailah kamu kepada taqwa yang sebenar-benar taqwa. Itulah satu hikmah yang sempurna dan kesempurnaan iman bagi siapa saja yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

    Sesungguhnya Agama yang disisi Allah adalah Islam. Berarti disisi Allah adalah disisi Utusan (Rasul)Nya, itulah disisi Pemimpin yang datang kepadamu menceritakan kisah yang sebelumnya dan padanya segala kunci-kunci yang ghaib, maksudnya kunci-kunci atau pintu-pintu yang tidak kamu ketahui darimanakah kamu akan memasukinya dan dari manakah kamu akan melalui jalan keluarnya.

    “Sembahlah kamu Allah, Taqwa kepada-Nya, serta ikut Aku”

    Sekali-kali Dia tidak mengharapkan upah sedikitpun darimu atas seruan ini. Jika diantaramu ada yang mengingkari apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadanya untuk menyampaikannya kepada seluruh manusia, sungguh kamu telah mengingkari dirimu sendiri. Kamu berlepas diri dari apa yang kami diperintahkan dan kami berlepas diri pula dari apa yang kamu usahakan. Jangan kamu berkata belum datang kepadamu orang-orang yang memberi peringatan, sesungguhnya sudah datang kepadamu dengan ayat-ayat suci Tuhan sebagai penyambung lidah Rasulullah yang sekian lama terputus. Maka ketahuilah dan saksikanlah bahwa kamilah orang-orang yang berserah diri (Islam).

    Pada masa ketetapan Ibrahim a.s, dia telah membuka pintu-pintu dengan memerintahkan kepada kaumnya ketika itu, agar jangan menyembah yang selain Allah. Dia telah mengkisahkan tanda-tanda Tuhannya kepada umat dimasa itu, setelah mereka mendengar tentang apa yang diturunkan kepada Ibrahim yang dari Tuhannya. Tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim melainkan orang yang memperbodoh dirinya. Maka diperintahkan kepada mereka yang beriman (percaya) kepada apa yang telah dikumandangkannya, diwajibkan agar jangan mati sebelum memeluk agama Islam. Mereka menyaksikan atas keislaman mereka dan Utusan (Rasul) menjadi saksi bagi umatnya dimasa itu.

    “Itu adalah umat yang telah lalu, baginya apa yang di usahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan dan kamu tidak akan dimintakan pertanggung jawaban tentang apa yang mereka kerjakan”. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah, sedang tiap-tiap urusan ada ketetapannya yang telah ditetapkan oleh Utusan-utusan (Rasul)Nya, Dialah pemimpin menjadi saksi umat yang didatangkan Allah setiap masa dan zamannya yang kedatangannya itu tidak bisa ditunda-tunda. Jika kamu masih saja ragu-ragu dengan apa yang telah disampaikannya kepadamu dan kamu masih saja menunggu untuk melihat benar atau tidaknya orang itu maka tunggulah, kamipun termasuk orang-orang yang menunggu didatangkannya azab kepadamu. Saksi, Utusan dan Allah bukan tiga melainkan satu jua adanya. Apabila telah datang orang yang dengan alqur’an memberi peringatan kepadamu, kamu masih saja mengikuti apa yang kamu dapati dari nenek moyangmu maka sia-sialah perbuatanmu selama ini yang kamu menyangka telah berbuat sebaik-baiknya.

    Buatlah keterangan seperti apa yang kami buatkan ini agar kami yang ikut denganmu, kalau kamu tidak mampu membuatnya berarti bukan kamu orang yang patut diikuti dan sudah seharusnyalah kamu menyatukan dirimu kepada Pemimpin yang mutlak. Jika benar kitabmu Alqur’an, Ayo…!! Bersatulah, kalau tidak kamu termasuk ahli neraka.

    “Walladziina sa’au fii aayaatinaa mu’aajiziina ulaa-ika ashhaabul jahiim.

    Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan; mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka.”

  6. raden aryo said

    Distributor Tunggal Buku :
    Info Pembelian Buku dapat dibeli di:
    Bustanus/Mimi Oktiva di Warnet Nusantara-Jayanegara, Jl. Jayanegara 11/17 Jombang-JawaTimur,
    Telp 0321 862137 atau sms/telpon di HP: 0818 08052575

    KUTIPAN BUKU :SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAANISBN:978-979-17824-0-1/barcode
    Tebal Buku: 110 halaman, Ukuran Buku : 15cm X 21 cm,

  7. raden aryo said

    Daftar isi :Bab 1: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 2, BUMI BERTASBIH (resik-resik YANG KOTOR):: Arwah para roh pahlawan bersedih dan menangis melihat anak cucu rebutan kekuasaan, banyak pengangguran, ada yang sulit mencari makan dan anak didik tidak bisa melanjutkan sekolah. Para Malaikat sibuk naik turun dari langit untuk menyampaikankabar berita petunjuk siang dan malam, tapi orang tidak menghiraukan karena tuli, bisu matahatinya, siap-siap lah menunggu malaikat maut-dari Kyai Moch Da’i atas petunjuk Gajah Mada
    Bab 2: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 1 Prinsip Hukum Keadilan/ Kesetimbangan/ Sunnatulloh Setiap Pelanggaran/Gangguan terhadap Hukum Kesetimbangan akan menimbulkan transisi / proses menuju titik/ keadaan Kesetimbangan yang Baru. Proses Transisi ini adalah Gonjang-Ganjing versi jawa atau pergantian keadaan (Typical State Transition karena setiap Objek punya eigen value-karakter kritis yang tipikal- LOCAL GENIUS). Keadilan Suatu Hal yang Harus Maujud (existence) di Bumi Manapun. Keadilan dalam fikihnya adalah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.N.Muh SAW:bersabda: Pelaku Kezoliman (golongan I, elit politik), Penolongnya (golongan II, kyai+aparat+pendeta) serta Orang yang Rela terhadapnya (golongan III, umat) adalah satu kesatuan. Barangsiapa menerima orang yang zolim dalam kezolimanya, maka Alloh menjadikan Penzolim itu berkuasa terhadapnya dan jika dia (golongan II dan III) berdoa niscaya Doanya Tidak akan dikabulkan. ANTITESA DARI HADITS DIATAS ADALAH SOLUSI UNTUK BANGSA INI AGAR BERUBAH MENJADI MAKMUR YAITU Lakukan tindakan Keadilan disegala bidang maka niscaya Doa Kalian akan terkabul.Bagian terbesar dari kita adalah Golongan III /Rakyat.
    , Bab 3: Bumi Nusantara Menanti Bocah Angon Politik tahun mendatang akan dipengaruhi oleh Taufik Kemas dan Kalla – ini adalah kelompok Qarun, rela menjual Indonesia untuk kepentingan kelompoknya. Makanya Lumpur Lapindo adalah Skenario Tuhan mencegah orang seperti ini menjadi RI-1 dan Lumpur adalah alat efektif untuk menyerang dan menggagalkan kepentingan politik mereka.
    ,Bab 4: GORO-GORO INDONESIA. Mengapa Na Ta Bi Na Ta Ra dan bukan Na Ta Na Ga Ra karena camat,lurah,bupati itu semua di golongkan ke dalam Na Ta Na Ga Ra, tetapi raja yang paling besar hanya satu yaitu presiden/raja besar ini masuk ke dalam Na Ta Bi Na Ta Ra (nata=raja,binatara=yang besar)
    Presiden sekarang berakhiran Na yaitu yudoyono,tetapi kondisi masyarakat semakin menderita, banyak penyakit dan bencana, sehingga jaman ini TIDAK BISA disebut kembalinya ke dalam siklus Na Ta Bi Na Ta Ra periode 2, tetapi periode goro-goro,Bab 5: Sumatera, Raja Jayanegara dan Diplomat Adityawarman Prasasti-prasasti Adityawarman kebanyakan dapat ditemui didaerah Sumatera Barat tepatnya di Sungai Langsat dan Rambahan. Daerah inilah yang dituju oleh Adityawarman sebagai sasaran perluasan sayap kerajaannya ke Barat dan kemudian dijadikannya sebagai inti Kerajaan melayu. Adityawarman memilih daerah ini dengan perhitungan letaknya yang sangat strategis. Disinilah terdapat jalan menuju palembang, jamdi dan Riau. Dengan perhitungan inilah secara leluasa dia dapat menguasai jalur perdangan di pantai Barat Sumatera, seperti jalur perdnagan emas, kemenyan, damar dan kapur baru. Semuanya itu adalah komoditi-komoditi dagang yang diproduksi rakyat pantai Barat pulau Sumatera.
    , Bab 6: Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali , Ada sebuah cerita dan ramalan menarik yang dapat diambil dari setiap ajaran agama dan ramalan para ahli sufi. Dalam mitos-mitos kuno, setiap masa atau kaum memiliki era dan kepercayaan bagimana dunia akan berakhir. Namun disetiap waktunya ramalan tersebut menjadi satu hal yang patut diperhitungkan dan mana yang benar. Menurut para ahli arkeolog, Ramalan Nostradamus dan Para Sufi Bangsa Mayalah yang paling tersohor. Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat hingga kini yg pernah ada di bumi. (Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M), mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud dari “End of Times” itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan arkeolog Bab 7: Pandangan Perspektif Geopolitik: Nusantara dan Majapahit Teori Geopolitik kemukakan oleh Friedrich Razel, disebut teori Geopolitik karena didasarkan atas hubungan wilayah geografis yang didiami oleh suatu komunitas bangsa. Dalam bukunya Political Geography (terbitan terbaru 1987) dia mengatakan bahwa suatu negara adalah sebuah organisme hidup. Agar suatu bangsa bisa tumbuh subur dan kuat, serta berjaya, ia memerlukan ruangan yang luas untuk mengembangkan hidupnya (lebenstraum, dalam bahasa Jerman). Negara-negara besar, menurut Razel, harus memiliki semangat ekspansi dan optimisme yang besar, serta bersifat militeristik.Di antara teori-teori yang telah disebutkan itu, yang sangat berpengaruh pada pemikiran tokoh-tokoh gerakan kebangsaan Indonesia termasuk Sukarno dan Hatta ialah teori Ernest Renan. Bab 8: Siapakah Imam Muhammad bin Hasan Al Askari Nargis Khatoon atau Putri Malika, ibunda Imam Mahdi as adalah putri Roma, keturunan bangsa Eropa. Keturunan Yoshua, merupakan kaisar Roma dan keturunan Nargis Khatoon adalah Simon, murid Isa al Masih as. Pertemuan Imam Hasan Askari dengan Nargis Khatoon di Baghdad. Sebelum menikah dengan Imam Hasan Askari, ibunda Imam Mahdi itu yaitu Nargis khatoon bermimpi didatangi Isa al Masih as dan murid-muridnya betemu dengan Muhammad saw dan Ali bin Abu Thalib dan sembilan keturunan dari sayidina Husain. Untuk melamar Nargis Khatoon, anak Simon, anak Yoshua. Bab 9: Satrio Paningit : Antara Bima, Semar dan Saudara Kembar Baladewa dan Kresna, Jawa Timur: Mandura Wetan dan Manduro Kulon Satrio Paningit dalam pandangan Jawa merupakan pemimpin Nusantara. sedangkan Imam Muhammad al Mahdi adalah pemimpin dunia. Imam Mahdi memiliki 313 orang pengikut yang tersebar di seluruh dunia. Satrio Paningit merupakan wakil Imam Mahdi untuk Nusantara atau wakil dari 313 orang pengikut Imam Mahdi. Waallohu alam. Dalam kitabnya Joyoboyo disebut: Satrio paningit bakal jumedul ana antarane mandura wetan (pulau Madura) lan manduro kulon ( desa Matokan, Kabuh, Jombang) , merupakan wilayah Jawa Timur , Bab 10: Kajian Tafsir Huruf Muqota’ah dan Mulla Shadra : Pandangan Siti Jenar dan Husain ibnu Mansur al-Hallaj dalam Manunggaling Kawulo Gusti Syekh Siti Jenar begitu sering dihubung-hubungkan dengan al-Husain ibnu Mansur al-Hallaj atau singkatnya Al-Hallaj saja, sufi Persia abad ke-10, yang sepintas lalu ajarannya mirip dengan Siti Jenar, karena ia memohon dibunuh agar tubuhnya tidak menjadi penghalang penyatuannya kembali dengan Tuhan. Adalah Al-Hallaj yang karena konsep satunya Tuhan dan dunia mengucapkan kalimat, “Akulah Kebenaran/ Anna al Haq,” yang menjadi alasan bagi hukuman matinya pada 922 Masehi di Baghdad. Seperti Syekh Siti Jenar pula, nama Al-Hallaj menjadi monumen keberbedaan dalam penghayatan agama, sehingga bahkan diandaikan bahwa jika secara historis Syekh Siti Jenar tak ada, maka dongengnya adalah personifikasi saja dari ajaran Al-Hallaj, bagi yang mendukung maupun yang menindas ajaran tersebut, Bab 11 Sholat dan Manunggaling Kawulo lan Gusti MaknaTerdalam Huruf Ba – Saripati Fateha Dalam sebuah hadits, Rasulullah Muhammad Saw bersabda bahwa, “Shalat adalah mi’raj-nya mu’minin.” Istilah mi’raj di sini secara spesifik dihubungkan dengan peristiwa isra-mi’raj Nabi Saw pada tanggal 27 Rajab tahun ketiga belas dari Nubuwwah, saat beliau berusia 53 tahun. Peristiwa isra yang artinya perjalanan malam adalah peristiwa diperjalankannya Nabi Saw secara horizontal dari Masjidil Haram Mekkah ( adalah simbol hati: yang haram dimasuki oleh selain Alloh) ke Masjidil Aqsha Yerussalem ( adalah simbol hadirat ruh dan alam penyaksian yang merupakan puncak maqam penyaksian), Al-Isra [17] : 1. Kalimat Qur’an ”..yang telah Kami berkahi sekelilingnya..” maksudnya adalah Kami berkati dengan kenikmatan hakikat dan makrifat dan kalimat ”..tanda kebesaran..” maksudnya adalah zat, sifat, asma dan af’al Alloh yang diperlihatkan di alam rohani dan jasmani. Dan peristiwa mi’raj adalah peristiwa diperjalankannya beliau Saw secara vertikal dari Masjidil Aqsha naik ke Sidratul Muntaha. Di tempat tertinggi ini secara khusus Nabi Saw menerima perintah kewajiban menjalankan ibadah shalat bagi beliau Saw beserta umatnya sebanyak lima kali (17 rakaat) dalam sehari semalamnya. Secara umum, makna mi’raj dalam hadits tersebut dihubungkan dengan “tangga” spiritual, yakni suatu perangkat ibadah yang dapat menaikkan derajat si mu’min menjadi lebih dekat kepada Rabb-nya. , Bab 12: Islam , Pewayangan Jawa dan Langit Lima sebagai Cerminan Kondisi Nusantara Menurut para winasis di pulau Jawa, eksistensi pewayangan dengan simbol Barata Yudha (esensinya adalah menuntut keadilan) menempati langit lima khususnya Semar punokawan dan Bathara Guru. Apakah esensi langit lima itu? lihat kutipan berikut , dari buku Insan Kamil karangan Syekh Abdul Karim al Jilly, Mursyid Qodiriyah- Syek Abdul Qadir Jailani ::Langit kelima – Eksistensi Keadilan dan Intiqom/ menuntut balas (dari Buku Insan Kamil, Syekh Abdul Karim al Jilli) merupakan perwujudan manifestasi keagungan ketuhanan, keperkasaan, kedikdayaan, Intiqom /menuntutbalas-Nya. Di langit ini N.Yahya a.s diturunkan untuk menyaksikan keagungan dan keperkasaan, Perintah Tuhan kepada Yahya “Wahai Yahya pegang teguh wahyu Alloh dengan sekuat tenagamu”.dan Kami memberikan kearifan kepadanya semasa ia masih kanak-kanak. (Maryam:12). Langit ini merupakan embrio cita-cita dan hasrat yang kokoh., Bab 13 : Makna Pluralisme Dibalik Surat al Waqiah dan Surat Yasin Bila terjadi peristiwa besar (yang berarti Goro-Goro, dalam terjemahan Qur’an berbahasa Jawa, al Waqiah diartikan Goro-goro), Tak seorang pun dapat mendustakan terjadinya (karena memang merupakan Hukum Alam yang tak padat dipungkiri, ketika kejahatan dan ketidakadilan meraja lelah di muka bumi, sumber goro-goro yang sangat ditakuti oleh nabi saw dalam haditsnya adalah orang islam yang munafik dan fasih lidahnya seperti Abu Sufyan dan keturunannya), Ada yang direndahakan , ada yang ditinggikan (merupakan bentuk atau ciri-ciri dari Hukum Kesetimbangan sesuai wisik ghoib dari kyai muh Jari, Kabuh yaitu Wong cilik jinunjung drajat, Lingkaran setan bakal disirnakae, Musuh Islam akan tumbang, diganti kelawan prajurit islam ). Bila bumi sudah tergoncang dengan hebat ( gempa bumi merupakan pergeseran tektonik dalam lapisan bumi ) , Dan gunung-gunung hancur luluh, menjadi debu bertaburan, Dan kamu akan terpisah menjadi tiga golongan-kiri, kanan dan sabiqunal awwalun (mendahului). (al Waqi’ah:1-7), Bab 14 : Tokoh Sufi dalam Universalitas Keagamaan Dara Shikoh (1615-1659) seorang sufi tarekat Qadiriyah asal India, Kashmir. Ia berusaha menjembatani jurang pemisah antara Islam dan Hindhu dan menyatakan bahwa Upanisad adalah kitab yang tersembunyi (QS 56:78). Beliau mengatakan bahwa Semua kitab suci, termasuk Wedha, berasal dari satu sumber bahwa kitab-kitab suci itu merupakan suatu komentar terhadap satu sama lain dan bahwa kedatanga Islam tidak membatalkan kebenaran keagamam yang terkandung dalam Wedha atau menggantikan pencapaian orang-orang Hindhu Bab 15: Musik Dalam Islam ,Yunani dan Hindhu , Bab 16: Ajaran Nabi Muhammad tentang mencapai Kun/ Ismul Adzhom/ Dhunatamak/ Nama Tak Tertulis Tuhan/ Irama Ilahi Tidak ada isyarat dalam al Quran secara eksplisit untuk menjelaskan musik. Dalam hadits pun tidak ada yang melarang atau mendukung praktek musik. Para penafsir Musik sebagai hal spiritual adalah Ikhwan al Shafa’ (persaudaraan Kesucian) yang memiliki satu ensklopedia tebal tentang filsafat, ilmu pengetahuan dan seni yang dihimpun pada abad ke 4 M/ 10 Hijriah. Dalam bukunya Ikhwan al Shafa menjelaskan bahwa dalam suara musik duniawi terdapat gema suara musik langit yang merupakan kediaman malaikat Tuhan dan para pembantu khususnya, Karya mereka ” Risalah Musik ” dibuka dengan kalimat berikut: ” Setelah menyelesaikan kajian tentang teori seni spiritual yang berada dalam jalur ilmiah dan kajian tentang praktik musik yang sifatnya material dan berada dalam jalur seni, ” Kami mengajukan dalam risalah yang berjudul ”musik” ini untuk mengkaji seni yang terdiri atas aspek material dan spiritual. Ini adalah seni tentang harmoni (ta’lif) yang bisa didefinisikan melalui fungsi proporsi, Bab 17: Tasbih Para Malaikat Langit dan Semar Punokawan Solawat dari Shaykh ‘Abdur Rahman Chohravi Rahmatullahi ‘alaih yaitu Allahumma Salli wa Sallim ‘alaa Sayyidina Muhammad-in Wa ‘alaa aali Sayyidina Muhammad-i Nilladhee akhbara anna Tasbeeha malaaika-ta’s-samaa-id-dunyaa Sub’haana Zi’l Mulki Wa’l Malakoot, disambung dengan dibawah ini
    • Langit 1 (Bulan), tempat Nabi Adam as: Subahana Zil Mulki wal malakuut
    • Langit 2 (Merkurius), tempat Nabi Isa as, Nabi Nuh as: Sub’haana Zi’l Izzati wa’l Jabaroot
    • Langit 3 (Venus), tempat Nabi Yusuf as : Su’bhaana’l Hayyi’lladhee laa yamoot
    Narasi Langit dalam Bagawad Gita
    Wahai Arjuna, Orang yang berlindung kepada-Ku, walaupun mereka dilahirkan dalam keadaan yang lebih rendah atau wanita, waisya (pedagang) dan sudra (buruh) Semua dapat mencapai tujuan tertinggi /Kresnaloka. (Bagawad Gita , sloka 9.32)
    Bila seseorang meninggal dalam sifat kebaikan, ia mencapai planet-planet murni yang lebih tinggi, tempat tinggal para resi yang mulia (Bagawad Gita , sloka 14.14)
    Penjelasan : orang yang berada dalam kebaikan, bentuk kehidupan yang paling murni di dunia material, mencapai susunan-susunan planet yang lebih tinggi, misalnya Brahmanaloka atau Janoloka. Kebahagiaan disini seperti kebahagiaan yang dialami para dewa. Amalan, bahasa Sansekerta berarti murni, yaitu bebas dari sifat nafsu dan kebodohan. Para Penyembah Tuhan yang Maha Esa akan mencapai planet-planet Vaikuntha dan Kresnaloka, Bab 18: Dialog antara Semar dan Rsi Drona,suatu ketika resi Dorna keluar dari pesanggrahanya. Resi dorna sebagai pertapa agung tentu sangat dikenal sebagai seseorang yang sangat maju dalam hal spiritual.Jika ada sasmita atau pertanda ghaib dari dewata, selalu resi Dorna yang diundang ke sitinggil agung Hastinapura menerjemahkan apa arti itu semua. Resi Dorna adalah seseorang yang waskita, dan dia mendapat sebuah wangsit bahwa dia harus berjalan kepinggir kali untuk mendapat sebuah wejangan tentang dirinya.maka pagi itu sang resi keluar dari pesanggrahanya dan buru buru pergi ke kali sungai gangga Bab 19 Rokaat Terakhir : Kunci akhir Al Waqi’ah/ Goro-Goro Inti daripada surat al Waqi’ah (arti waqi’ah dalam buku Quran berbahasa Jawa berarti Goro-Goro) yaitu tentang syukur nikmat yang merupakan pintu masuk ke ismuladhom dan pemisahan manusia setelah seleksi alam yaitu golongan kiri,kanan,dan Sabiqunal awwalun. Penjelasan dari setiap golongan adalah sebagai berikut:
    , Puisi Para Pencinta, Kajian Kebangsaan dari Poros Poros Langit dan Intelektual, Sarasehan Budaya Kembali ke Jati Diri Bangsa: Belajar dari Dinasti Majapahit.,Tentang Gajah Mada dan Desa Matokan, Kabuh, Jombang . Lintang Kemukus telah muncul makanya sholat dan Doa Pejuang Keadilan dan Kejayaan dilakukan untuk antisipasi saat ini dan menjelang 2012, sekilas tentang Syek Subaqir atau Muhammad al Baqir, Wirid Harian untuk Hajat dan Rizqi dari Syekh Subaqir.

  8. rama said

    ni orang udah gila ya

  9. keplenet said

    satria piningit atau imam mahdi dsb gak usah di tunggu tapi harus dilahirkan, maksudnya kita harus merancang sebuah sistem yg suci atau perawan atau dalam bahasa puitis “perawan maryam”, kelahiran mahdi as tidak bisa begitu saja lahir sebagaimana rasul atau nabi, tapi harus dirancang dan didesain dari sistem non ribawi yaitu sebuah sistem yg terbebas dari menangguk keuntungan dari penderitaan orang lain(riba), kita tidak usah memperdebatkan darimana dia datang toh hadits tidak ada yg dengan jelas menyebutkan darimana dia berasal, bahkan ada sebagian ulama yg tidak memepercayainya, percayalah kalau kita cuman berpangku tangan menunggu dan menunggu tanpa ada sebuah langkah nyata utk melahirkan mahdi as maka sampai kiamatpun beliau tidak akan datang, kesimpulannya bahwa imam mahdi, satria piningit atau apapun namanya adalah sebuah sistem, apabila ada personifikasinya hanyalah simbol belaka, bisa dari manapun dia berasal yg penting harus ada sistem yang suci dan perawan seperti maryam as untuk melahirkannya, demikian sebuah tinjauan ilmiah tanpa memperdebatkan Qur’an dan hadits yg tak kunjung selesai malah ujung2nya saling mengkafirkan😀

  10. jadi orang itu jangan sukak akal akal lan dunia ini tudak nisa kalian akali, sudah ada yang mengatur ( Allah ) katanya kita mengakuinya akan 99 kebesarrannya , ya sudah tunggal kita jalani perintahnya saja jangan was wassil konas tak iya ?. inilah yang dinamakan Taqwa. Jangan hanya sebatas iman saja, mati ditingkatkan menuju Taqwa dengan dicerminkan sikap dan tingkah laku kita sehari hari. Satriya PININGIT artinya disembunyikan ya jangan harap dia akan muncul pasti dan selmanya dia akan dibalik layar tetapi perbuatannya untuk Rohmatan Illalamin / atau untuk menolong orang banyak, tanpa perlu diketahui orang yang di lakukan, tapi oarang lain merasakan manfaatnya . dia hanya menjalankan perintahNya dan mencari Ridlonya. Imam Mahdi dan lainnya Biarkan saja itu sudah di Atur Oleh Allah kita tidak perlu mencari dan menggathuk ngathuno suasana, aturlah Akal, Raso dan Nabsu kita agar mau Takdim kepada Perintah Allah, .
    Terimakasih

  11. kamandanu said

    terimakasih semuanya atas pendapatnya
    dan terimakasih banyak yang telah percaya akan kedatanganku.
    Ass wr wb.

  12. mystys said

    Memang sebagian tulisan dari penulis majalah Misteri.

  13. mystys said

    Tapi kalau Buku Satrio Paningit, bukan penulis Majalah Misteri

  14. kibew said

    udah pada gila ya mas. piss ah.

  15. mas rizki said

    iya kayaknya…hehehe

  16. yulis toraja said

    hhooaamm…,pada nunggu aku yo?..sik yoo.. tak ados..dhisik..

  17. no name said

    Salam,
    Buku yang baik dibaca adalah buku yang tidak mencantumkan nama pengarangnya.
    sifatnya gratis dan tidak diperjual belikan. isinya bukan hanya sekedar bohong dan karangan belaka bahkan cuma kira kira. Percuma saja kalo berita atau kabar baik masih mengharapkan keuntungan.
    “Hidup yang kita jalani adalah menuju pintu kematian” dan dimana pintu kematian itu sesungguhnya?
    “Pintu kematian adalah awal dari hidup kekal yang sesungguhnya” kehidupan setelah kita mati.
    Percuma saja kita tahu kalo imam mahdi pasti datang tetapi kita hanya menunggu dan tidak melakukan apa-apa. apakah hidup itu untuk menunggu?? Apa yang harus kita lakukan?? Bersambung…

    Salam,

  18. roni said

    tulisan nya terlalu kecil sulit di baca

  19. ...... said

    Ya di tggu aja , bumi kita sudah tua , daripada nunggu bencana ,trus imam mahdi , satrio paningit dan laen2 , mending mempersiapkan diri kita sebaik mungkin , kelak waktu menghadap sang Kholik alias YME kita sudah benar2 bersih……………..

  20. No Name said

    Sudahlah. Tidak usah diperdebatkan apa-apa yang masih dalam pengetahuan kalian. Apa yang nanti terjadi, terjadilah. Aku hanya ingin menyampaikan apa yang telah disampaikan kepadaku.

    “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah saudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (yang mengolok-olokkan) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita-wanita (yang mengolok-olokkan), Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman, Dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.

    Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

    Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”
    (Surat Al Hujurat (Kamar-Kamar); ayat 10-13)

    Amin ya robbal ‘alamin…

  21. No Name said

    Semakin Tahu, Semakin tidak Mengerti…
    Semakin tidak Tahu, Semakin Mengerti…

    Apa yang kamu cari, pasti akan kamu dapatkan…
    Tapi belum tentu, Itu yang kamu inginkan…

  22. http://eyangprabusiliwangi.blogspot.com
    kalo masih penasaran ?????

  23. Jabon said

    jabon

    menarik ..

    oh ya salam kenal ya dari saya ..🙂

    by jabon

  24. abdul jabbar said

    satria paningit dah muncul.
    tinggal menunggu momentumnya saja.

  25. brur72 said

    punnten dulur sya numpang nyimak sekalia sy ngopi. hatur nuhun..

  26. hehehhehe….kalian pada crt ttg satria piningit….yg jelas tunggu sj smbl makan singkong rebus sm ubi goreng trs kopi hangat…nongkrong dibawah phn beringin..nanti ada kbr ttg jkedatangan satria piningit..wkwkwkwkwkkwkwkw

  27. Triyogo said

    Yang Jelas Satrio Paningit itu kemunculanya sudah ada,Yang Jelas yang bersangkutan masih Keturunan Wangsa Wijaya Dan Keturunan Brawijaya V,dan beliu banyak menyerap Ilmu KETATANRGARAN,Dan Yang Bersangkutan merupakan Keturunan Satria Tanah Jawa atau Mufti atau Ulama Tanah Jawa,serta Merupakan Keturunan Yang selalu ada Di Luar Kekuasaan”Kemunculannya selalalu Di tandai goro-goro terjadinya Bencana Alam” Di tandai dengan bencana alam sunami,7 gunung meletus,angin ribut,bintang jatuh dll Dan yang bersangkutan sekarang Berada Di Daerah Kekuasan Kasultanan Buton Sulawesi Tenggara untuk mengali Sejarah Leluhurnya, Dan yang bersangkutan merupakan simbol pemimpin yang tidak layak tidak berpakian seperti para bangsawan lainya dan yeang bersangkutan selalu berpakian merakyat Dan garis Keturunan Ibunya Berasal Dari SEKAR LANGIT atau Keturunan Mufti Tanah Jawa Yaitu Sunan Giri Sasmita atau Raden Paku sedang Keturunan dari garis Ayahnya berasal Dari Brawijaya V (BRHE KERTABUMI) Dan Ratu Campa Yang selalu Berada Di luar Garis Kekuasaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: