Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

BUMI BAKAL DIHANTAM NEO

Posted by mystys pada Maret 29, 2008

OLEH : MAWAN SUGANDA

Beberapa waktu lalu, para pakar berhasil mengungkapkan, pada 35 juta tahun lalu sebuah asteroid berdiameter sekitar 18 km menembus atmosfir bumi dan menghantam lautan sebelah tenggara daerah yang sekarang disebut kota Washington. Bekas hantaman itu membentuk Teluk Chesapeake.

Benda angkasa lain, komet Shoemaker-Levy 9, juga menabrak Yupiter pada Juli 1994. Komet bergerak terlalu dekat dengan planet yang diselubungi gas raksasa itu dan mampu menembus lingkaran gas di Yupiter akibat gaya gravitasi yang luar biasa besarnya. Lalu komet menghantam Yupiter dan mengakibatkan terbentuknya kawah-kawah raksasa.

Para pakar yang memantau ledakan komet Shoemaker-Levy 9 merinding melihat dahsyatnya akibat tubrukan itu. Lantas mereka berandai-andai bila komet itu menghantam bumi. Melalui komputer mulai digambarkan akibat ledakan bila tabrakan terjadi pada bumi.

Hasilnya sebuah kawah sebesar benua Amerika dan sebuah kerusakan total pada makhluk hidup di bumi. Para pakar antariksa pun memperingatkan akan terjadinya kehancuran total makhluk di bumi, bila manusia tidak menyiapkan sebuah sistem pertahanan planet dari kehadiran salah satu benda angkasa yang termasuk Near Earth Objects (NEO).

Variasi diameter NEO

Dalam wacana astronomi, semua benda alam di luar angkasa dengan berbagai ukuran yang datang mendekat, lewat di orbit bumi, atau bahkan menghantam bumi, dikelompokkan dalam NEO. Asteroid dan komet termasuk di dalamnya. Ada benda lain yang juga populer, yakni meteor.

Ukuran NEO sangat beragam. Ada yang berdiameter kurang dari 50 m. NEO sebesar itu bila bertubrukan dengan bumi bisa menghasilkan energi benturan sekitar 5 megaton. Yang lebih besar lagi, berukuran 50 m – 1 km, benturannya dapat menimbulkan kerusakan pada skala lokal. Sedangkan yang berdiameter 2 km bisa menghasilkan energi di atas 1 juta megaton dan tumbukan itu dapat menyebabkan pemusnahan global.

Tumbukan lebih kuat dapat menyebabkan pemusnahan massal, seperti yang mengakhiri era dinosaurus jutaan tahun lalu. Diameter NEO tersebut 15 km dan energi tumbukannya mencapai 100 juta megaton.

Beruntung jumlah NEO kecil lebih banyak ketimbang yang besar. Pakar astronomi memperkirakan ada sekitar 2000 NEO yang diameternya lebih dari 50 m (sebagai ambang penetrasi melalui atmosfer bumi). NEO paling besar diameternya lebih dari 25 km.

Sumber lain menyatakan, dari pengamatan para astronom diperoleh hasil sampai tahun 1992, ada sebanyak 163 benda langit yang berada dekat bumi telah dideteksi dan dimasukkan katalog. Dari pendeteksian itu juga didapat, hanya 5 % dari 2000 – 5000 NEO berdiameter lebih dari 1 km.

Sementara jumlah NEO yang tercatat mencapai permukaan bumi telah banyak. Sampai hari ini telah ditemukan 140 bekas ledakan di bumi dan ratusan lainnya masih dalam taraf penyelidikan. Hujan meteor di planet kita juga sering terjadi saat bumi melewati reruntuhan meteor yang berada di belakang orbit komet.

Reruntuhan meteor itu memiliki ukuran bervariasi. Walaupun sebagian tidak membahayakan kehidupan makhluk hidup di bumi, satelit dan stasiun ruang angkasa mungkin akan rusak terkena terjangan batu-batu tersebut.

Selain itu, dari tahun 1975 – 1992 satelit pendeteksi ledakan nuklir ruang angkasa telah mencatat 136 ledakan di atmosfer dalam ukuran megaton ledakan bom NTT. Dalam sebuah pengamatan pada 1972, sebuah kamera video juga berhasil merekam adegan asteroid menggores atmosfer bumi di dekat Pegunungan Grand Canyon di Wyoming, Amerika. Gesekan tadi menimbulkan kilatan cahaya, sebelum kemudian meluncur kembali ke luar angkasa.

Kawah raksasa dan musnahnya hutan.

Dalam 1115 tahun terakhir, setelah para astronom dan pakar geologi mengungkap bahwa bumi kita hanyalah semacam bola billiard yang berada dalam arena permainan alam semesta, penelitian tentang NEO pun meningkat secara dramatis.

Menurut mereka, di masa lampau dan masa mendatang, bumi terbiasa terbentur-bentur dalam pola pergerakan alam semesta. Kalau kita perhatikan, ada tanda-tanda alam berupa kawah dan lekukan di seluruh penjuru dunia yang menggambarkan adanya benturan sangat kuat di masa lampau.

Namun kawah atau lekukan di atas bumi itu mungkin sebagian tidak bisa bertahan lama karena pengaruh cuaca dan erosi batuan, sehingga tertutup kembali menjadi tanah dataran. Sebagian lagi masih bisa diidentifikasi bentuknya berupa kawah sangat tua dan sempat ditemukan para pakar geologi.

Salah satu kesimpulan yang berhasil diambil para pakar adalah sebuah NEO yang telah menghantam Quebec, Kanada, pada 214 juta tahun lalu. Tumbukannya menyebabkan permukaan bumi melesak ke dalam hingga 100 km persegi. Lubang menganga itu kemudian disebut kawah Manicougan.

Sekitar 70 juta tahun kemudian, NEO lain menyebabkan terbentuknya kawah berdiameter 22 km persegi di Australia Tengah. Kejadian ini sering dihubungkan dengan musnahnya dinosaurus yang terjadi pada 65 juta tahun lampau akibat ledakan sebuah NEO berdiameter tak kurang dari 10 km.

Ledakannya telah menimbulkan kemusnahan seluruh makhluk hidup yang ada saat itu. Polusi udara yang ditimbulkan oleh debu ledakan itu malah diperkirakan menutupi bumi sampai berbulan-bulan. Tidak satu pun makhluk hidup, termasuk dinosaurus, bisa bertahan. Para pakar menyebut peristiwa tumbukan benda angkasa dengan bumi tadi dengan K/T Event. K/T artinya kiloton atau kekuatan dari efek ledakan yang ditimbulkan.

Para pakar juga telah menemukan bukti tentang asteroid yang menghantam bumi dengan kekuatan yang sebanding dengan 100 milliar ton ledakan TNT. Tempat ledakan itu berbentuk sebuah kawah dengan luas 180 km persegi di sepanjang pantai Yucatan, Peninsula, Meksiko. Bahkan Amerika Utara telah dikunjungi NEO kira-kira 50.000 tahun lalu dan membentuk kawah meteor di Arizona.

NEO pun tidak harus mencapai permukaan bumi untuk memusnahkan kehidupan planet kita. Salah satu contohnya adalah peristiwa di Tunguska, Siberia, Uni Soviet, pada tahun 1908. Berdasarkan penelitian para pakar, sebuah asteroid dan komet telah meledak di atmosfer dekat Tunguska. Tidak ada bekas tabrakan di bumi, dan tidak ada kawah meteor. Namun, ledakan NEO di atmosfer itu menghasilkan energi gelombang yang memusnahkan hutan seluas 2000 km persegi.

Berdasarkan keterangan para saksi mata, pada malam itu, 30 Juni 1908, telah terjadi ledakan dahsyat di daerah hutan lebat di dekat sungai Podka-Mennaya Tunguska. Ledakan memunculkan debu raksasa berbentuk cendawan yang membumbung tinggi di langit sampai 85 km.

Seluruh Eropa menjadi terang benderang. Semua pepohonan di hutan perawan itu musnah terbakar. Getaran gelombang ledakannya bisa dirasakan sampai 650 km. Wilayah Asia Barat pun menemui keganjilan saat hujan turun dengan air berwarna kehitaman. Beruntung peristiwa itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Para pakar luar angkasa dan ahli geologi bekerja keras untuk mengungkap misteri peristiwa itu. Sayangnya saat itu belum ada satelit yang mengamati ledakan energi nuklir di atmosfer seperti sekarang. Penyelidikan akhirnya dilakukan hanya berdasarkan bukti yang ditemukan setelah kejadian. Para pakar menduga kuat peristiwa itu disebabkan oleh NEO yang sedang berusaha menghujam bumi, namun ledakannya terjadi di atmosfer.

Kebetulan hari itu juga sebuah komet Encke sedang melintas di dekat bumi. Diperkirakan pecahan meteor terlempar di atmosfer bumi. Ledakan itu sendiri diperkirakan berkekuatan 1500 kali ledakan bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945. Luas ledakannya dua kali lebih besar dari kota New York dan tiga kali lebih besar dari Washington.

Smenov, seorang petani di daerah Sanovara, 60 km dari Tunguska, mengungkapkan efek ledakan di Tunguska hampir membakar pakaian yang dikenakannya.

“Pada malam itu saya sedang berada di beranda rumah. Sebelum ledakan terjadi, saya melihat benda seperti bola api raksasa meluncur ke arah hutan Tunguska dan terjadilah ledakan. Saya sampai terlempar beberapa kaki. Rumah bergetar, kaca jendela pecah, dan gudang rusak,” demikian penuturan Smenov.

Para ilmuwan yakin, peristiwa Tunguska akan terjadi setiap abad dan K/T Event akan mempunyai siklus 25-26 juta tahun. Kesimpulan ini diperoleh berdasarkan penelitian pada kepadatan bekas ledakan pada kawah-kawah di Bulan.

Tapi tak seorangpun tahu penyebab tabrakannya dengan bumi. Semua NEO yang telah diketahui dan diperkirakan posisi mereka di masa mendatang telah pula tersedia di internet. Masalahnya, astronom cuma berhasil menemukan sekitar 10% NEO yang berdiameter lebih dari 1 km.

Jadi, 90% sisanya belum diketahui dan tidak mungkin memprakirakan tabrakan berikutnya dari sebuah objek yang tidak diketahui. Karena itu, bersiap-siap saja menyongsong kemusnahan mendadak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: