Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

ALIRAN-ALIRAN DALAM DUNIA SUFISME

Posted by mystys pada Maret 29, 2008

OLEH : M. RIF’AN

 

Sebagai sebuah aliran atau semacam ikatan persaudaraan yang mulai ada, pada waktu itu, sufisme memiliki kegiatan yang tak lebih dari rumah pribadi, tempat mengajar atau tempat bekerjanya guru spiritual ….

 

Pada mula pertama abad ke-Islam-an, pusat kegiatan sufi biasa disebut dengan Khaneqah atau Zawiyya. Sementara itu, orang Turki menyebutnya dengan Tekke. Sedang di Afrika Utara, pusat kegiatan sufi disebut dengan Ribat. Sebuah nama yang juga digunakan untuk mengandaikan makna dari benteng perbatasan pasukan sufi yang berjuang mempertahankan jalan Islam dari gangguan sekelompok orang yang berupaya untuk menghancurkan Islam. Sementara di anak benua India, pusat kegiatan sufi disebut dengan jama’ah khana atau khanegah.

Sebagaimana berbagai sekolah hukum Islam yang bermunculan pada abad-abad pertama setelah Nabi Muhammad wafat dan bermaksud menjelaskan secara langsung aplikasi hukum Islam secara jelas, maka, aliran-aliran ini hendak menjelaskan “suluk” atau langkah sederhana ataupun praktek-praktek penjemihan diri sebelah dalam.

Sebagaimana halnya banyak sekolah-sekolah hukum yang kesohor berhenti penyebarannya (untuk tidak dikatakan berakhir), aliran-aliran sufi besar juga menghadapi situasi yang sama. Selama abad 9 M, dijumpai sekolah-sekolah hukum lebih dari tiga puluh buah, namun kemudian dari jumlah tersebut tinggal lima atau enam buah saja.

Sementara pada perkembangan berikutnya, sekitar abad 12 M, kita kesulitan menghitung jumlah aliran-aliran sufi yang ada. Pasalnya, selain jumlahnya yang sangat banyak, keberadaan mereka juga belum terdefinisikan dengan nama tertentu. Hal ini dapat dimengerti, mengingat sebagian besar master atau guru spiritual maupun sekolah-sekolah hukum yang ada kala itu tidak menginginkan ajaran-ajaran mereka diberi definisi dengan nama tertentu.

Biasanya, adanya interpretasi yang baku ataupun pemberian nama bagi aliran atau sekolah sufi terjadi setelah masa mereka. Tepatnya setelah mereka meninggal dunia. Yang jelas, pemeliharaan kelestarian aliran sufi bukan disebabkan nama, tetapi lebih karena isolasi kelompok mereka secara fisik dari mainstream umat Islam yang ada.

Di bawah ini ada beberapa aliran sufi yang masih ada sampai hari ini, di mana satu sama lain memiliki karakter yang dominan. Para pencari pengetahuan dapat menjadi anggota salah satu atau lebih dari aliran-aliran yang ada di bawah ini. Sebab pada kenyataannya, mereka seringkali mengikuti atau memiliki lebih dari satu guru spiritual.

Berikut ini hanya contoh kecil dari aliran-aliran sufi yang dengan mereka penulis telah memiliki hubungan yang lumayan dekat.

ALIRAN QADIRIYAH

Aliran ini didirikan oleh Syekh Abdr al-Qadir al-Jaelani (1166 M) dari Jaelan, Persia, yang kemudian menetap di Baghdad, Irak. Sepeninggal beliau, aliran ini disebarluaskan oleh anak-anaknya. Pada gilirannya, aliran ini menyebar ke berbagai daerah, termasuk Syiria, Turki, dan berberapa tempat di Afrika, seperti Kamerun, Kongo, Mauritania, Tanzania, Kaukasus, Chechen, dan Ferghana, Uni Sofyet, serta tempat-tempat lain.

ALIRAN RIFA’IYAH

Aliran ini didirikan oleh Syekh Ahmad al-Rifa’i (1182) di Bashrah, kemudian menyebar sampai ke Mesir, Syira, dan baru-baru ini sampai ke Amerika Utara.

ALIRAN SADZILIYAH

Sadziliyah mulai mendapatkan bentuknya yang jelas melalui Syekh Abu al-Hasan al-Sadziliy dari Maroko (1258), dan memperoleh sambutan dari khalayak secara luar biasa. Aliran ini pada masa sekarang dapat dijumpai di Afrika, Mesir, Kenya, Tanzania, Timur Tengah, Srilangka dan tempat-tempat lain, termasuk Amerika Barat dan Utara.

ALIRAN MAULAWIYAH

Aliran ini didirikan oleh Maulana Jalal al-Din Rumi dari Konya, Turki, (1273 M). Pada masa sekarang, aliran ini paling banyak dijumpai di Anatolia, dan baru-baru ini di Amerika Utara. Pengikut aliran ini dikenal sebagai para darwis yang berkelana.

ALIRAN NAQSHABANDIYAH

Nama Naqshabandiyah diambil dari nama pimpinan aliran ini, yakni Bahaud Din Naqshabandi dari Bukhara (1390 M). Aliran ini kemudian menyebar secara luas di Asia Tengah, Volga, Kaukaus Barat dan Timur Daya China, Indonesia, anak benua Indi, Turki, Eropa serta Amerita Utara. Aliran ini adalah satu-satunya aliran sufi yang memiliki geneologi silsilah transmisi “ilmu” melalui pimpinan muslim pertama, yakni Abu Bakar. Bukan seperi aliran-aliran sufi lain yang memiliki geneologi melalui para pemimpin spiritual Syi’ah, Imam Ali, kemudian sampai kepada Nabi.

ALIRAN BEKTASHI

Aliran ini didirikan oleh Haji Bektash dari Khurasan (1338 M). Golongan Syi’ah menerima penuh aliran ini. Namun perkembangan aliran sebatas sampai di Anatolia, Turki, dan masih sangat kuat sampai awal-awal abad 20. Dan para pengikut aliran ini juga dipandang sebagai pengikut Syi’ah.

ALIRAN NI’MATULLAH

Aliran ini didirikan oleh Syekh Nuruddin Muhammad Ni’amatullah (1431 M) di Mahan, dekat kota Kirman, Barat Daya Iran. Pengikut aliran ini paling banyak dijumpai di Iran dan India.

ALIRAN TIJANI

Aliran ini didirikan oleh Syekh Abbad Ahmad ibnu al-Tijani, Aljazair (1815 M). Mulai dari Aljazair, aliran ini menyebar ke Selatan Sahara, Sudan Barat dan Tengah, Mesir, Sinegal, Afrika, Nigeria Utara bahkan sampai ke Amerika Barat dan Utara.

ALIRAN JARRAHI

Aliran ini didirikan oleh Syekh Nuruddin Muhammad al-Jarrah, Istambul (1720 M). San penyebaran aliran ini terbatas sampai Turki serta sebagian di Amerika Barat dan Utara.

ALIRAN CHISTI

Aliran sufi yang sangat berpengaruh di anak benua India dan Pakistan ini mengambil nama Khwaja Abu Ishaq Shami Chisti (966 M) sebagai pendirinya. Aliran ini menyebar terutama di daerah Asia Tenggara.

Sebagaimana gerakan-gerakan yang lain, secara alami, aliran sufi juga cenderung mengalami pasang surut. Secara umum, pasang surut itu terjadi antara dua sampai tiga ratus tahun setelah masa kebangkitannya — tepatnya, mulai berdiri, klimaks dan secara berangsur mengalami penurunan.

Salah satu trend yang nampak dalam sejarah alairan sufisme adalah, di mana terdapat kekurangan materi sumber Islam, baik Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi, maka, kecendrungan aliran sufi didominasi oleh budaya lingkungan yang lebih kuat dan tua. Percampuran ini sangat nampak pada aliran Chisti, di Asia Tenggara dan aliran sufi-sufi di Indonesia yang mengintegrasikan unsur-unsur budaya Hindu dan Budha dalam praktik-praktik mereka. Demikian pula, aliran-aliran sufi Afrika, seperti di daerah Sudan, yang mengintegrasikan adat agama suku Afrika dalam praktik-praktik mereka. Nampaknya, seluruh aliran sufi banyak mengambil warna yang beragam di daerah-daerah yang jauh.

18 Tanggapan to “ALIRAN-ALIRAN DALAM DUNIA SUFISME”

  1. sebenarnya sufi itu ahlussunah wal jama’ah apa bukan?

  2. nurmansyah said

    ilmu sufi,,,menurut saya adalah sesuatu yg exclucive,,,artinya sangat istimewwa,,,,

  3. ersa fathimah said

    menurut saya aliran ini adalah aliran sesat.. mereka kebanyakan munafik. seharusnya aliran ini tidak muncul dan berkembang.. dan mereka sebenarnya mendustakan agama bukannya melindungi agama islam..

  4. ersa fathimah said

    dan perlu diingat bahwa aliran ini malah menyamakan smua agama.. pdahal antar 1 dengan yang lainnya itu berbeda..

  5. Mursidik said

    Jangan pernah serta merta menyalahkan suatu aliran kl belum tau betul ajaranx itu salah krn boleh jadi anda2lah yg sesat….sesudah Nabi Muhammad wafat yg melanjutkan ajaran islam keseluruh dunia adalah para syech at wali dan seterusx jd kl tdk yakin ajaran2x berarti anda2 juga aliran sesat krn anda tdk pernah ketemu dg Nabi langsung sedangkan Alqur`an sendiri bukan nNabi langsung yg menulisx

  6. agus said

    menurut saya aliran ini adalah aliran sesat.. mereka kebanyakan munafik. seharusnya aliran ini tidak muncul dan berkembang.. dan mereka sebenarnya mendustakan agama bukannya melindungi agama islam..

    kalau belum tahu sedalam-dalamnya tentang sufi janganlah memvonis kalau itu sesat (http://www.habibluthfiyahya.net/index.php?option=com_content&view=article&id=133%3Apengamalan-tasawuf-ala-al-habib-luthfi&catid=34%3Aberita&Itemid=18&lang=id)

  7. syakura said

    yang saya heran para pengikut aliran2 yang ada,lebih memposisikan para syech/para ulama diatas ROSULULLOH SAW,padahal mereka manusia biasa yang tidak luput dari dosa.mari kita sama2 merenung kembali…

    • Wahid Muslim said

      Sudah berapa aliran sufi yang antum renungi?

      Kalau yang antum maksud seperti syeh siti jenah, menunggal dengan tuhan, roh nabi masih hidup kayak rengkarnasi dll, jelas ini sufi yang keluar dari Islam wali songo saja memenggal mereka.

      Tapi kalau yang antum maksud fanatik dengan ulama mereka, ini bukan sufinya tapi orangnya. tidak hanya disufi ada permasalahan ini. Bahkan di jamaah lain.

      Salafi sekalipun yang mengklaim paling salaf. Ada juga yang mengambil mentah mentah pendapat Ulama mereka, padahal kadang juga ada salahnya. Semua sepakat yang maksum itu nabi saw. Setiap perkataan orang dapat diterima dan dapat ditolak.

  8. Komenku

  9. Jbd said

    KomenkuYg bilang sesat, memang blm tau jd maklumlah. Karena ga pernah mengalami, mimpi ketemu rosululloh aja ga pernah bahkan sesuatu yg mustahil, orang tidak bisa membedakan antara madu dan gula dg kata kata, kecuali merasakanya. Mereka yg bilang sesat tau sufi dari buku, kata orang, prasangka, belajar aja ngga apa lagi merasakan, iya begitukan? Bahkan takut, baru tau klo strom listrik mematikan, liat kabel ngletak takut, liat orang mainan kabel dianggap bodoh dan membahayaKn. maklum blm berilmu jd ga tau hakikatnya.

  10. Alisander sufi sangat suci . . seorg muslim tidak akan sempurna iman
    jika tidak menjalan kan ajaran sufi sbb ajaran itu dri baginda rasul muhamad saw.

  11. bagai mana menurut kamu org yg menentang aliran sufi ,.
    sedang kan ajaran sufi itu ajaran baginda nabi besar muhamad s.a.w.

  12. bassalamsyah said

    I SUFI

  13. winarti setyawan said

    saya iseng2 browsing d Internet, pengen tau apa sih aliran tasawuf/ sufi itu????? klo pengen tau juga liat aja di http://aam.wen.ru/ebook/manhaj/tasawuf.htm….. so barulah anda bisa menyimpulkan bagaimana sebenarnya Aliran Sufi itu.

  14. Wahid Muslim said

    Terimakasih infonya wawasan atas berbagai aliran sufi. Lebih bagus lagi dibahas karakteristik, persamaan, dan perbedaan.

    Untuk yang lain, jangan memukul sama rata sufi. Memang ada beberapa yang berbeda dengan pemahaman lain. Tetapi harus diselidiki dulu, tabayun. Seperti yang penulis bilang disebabkan ada isolasi perkumpulan sehingga berbeda dengan arus maenstrem.

    Jangan asal menyesatkan, memunafikan, mempluraliskan, dan mengafirkan. Sufi sudah menyebar dipenjuru dunia, bahkan dapat dikatakan sebagian besar umat islam sufi, jadi jangan asal memukul sama rata.

    Di indonesia saja, NU mengakui eksistensi Sufi, tasawuf dan tariqah. Dengan kata lain warga nahdiyin banyak yang memakai tradisi sufisme. Ingat tingkatanya berbeda-beda, harus tau prioritas mana yang harus dengan halus dan mana harus dengan keras. Tidak asal hajar, nanti justru akan berbalik tuduhan tersebut. Nauzubillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: