Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

KA’BAH, MONUMEN TERTUA DI BUMI

Posted by mystys pada Maret 18, 2008

OLEH: DIDI SUDIRJA

Menurut sebagian riwayat, Ka’bah sudah ada sebelum Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, karena sudah dipergunakan oleh para malaikat untuk tawwaf dan ibadah. Bagaimana sejarahnya…?

Berbagai keajaiban dunia telah sering diceritakan dan ditulis dalam berbagai buku. Tetapi ternyata keajaiban dunia tersebut tidak ada satupun yang dapat menandingi, apalagi melebihi keajaiban Ka’bah Al-Musharaffah di kota Mekkah Al-Mukarramah, kota suci umat Islam.
Ka’bah sebagai lambang pemersatu umat Islam, setiap detiknya tidak pernah kosong dikelilingi oleh mereka yang melakukan Tawwaf, apalagi di musim ibadah haji. Tawwaf mengelilingi Ka’bah berlangsung sepanjang hari, tidak terkecuali tengah malam dan dinihari, ribuan orang bahkan jutaan umat muslim dari berbagai penjuru dunia, melakukan tawwaf, berdzikir dan sembahyang kepada Allah Aza Wazala.
Ketika umat Islam mengunjungi Masjidil Haram, maka pada saat itu pulalah mereka akan bertawaf, berkeliling Ka’bah sebanyak 7 kali sambil mengumandangkan doa-doa.Selama berkeliling tersebut, atau kalau sudah selesai mengelilinginya, kalau ada kesempatan jamaah disunatkan melakukan sembahyang, baik di daerah Multazam (suatu tempat antara lubang tempat melihat atau mencium hajar Al-Aswad) diantara Maqam Ibrahim, dan Ka’bah atau Hijir Ismail.
Menurut sebagian riwayat, Ka’bah sudah ada sebelum Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, karena sudah dipergunakan oleh para malaikat untuk tawwaf dan ibadah. Ketika Adam dan Hawa terusir dari Taman Surga, mereka diturunkan ke muka bumi, diantar oleh malaikat Jibril. Peristiwa ini jatuh pada tanggal 10 Muharam.
Dalam keadaan gelap gulita Adam dan Hawa harus menerima kenyataan suratan takdir menempuh hidup baru di muka bumi. Menurut sebuah catatan, Adam diturunkan di bukit Ruhun Surandib kawasan Sailan Hindia, sedangkan Siti Hawa di Kawasan Tanah Jeddah Saudi Arabia. Mereka terpisah di tempat yang sangat jauh.
Kemudian Allah menyuruh malaikat Jibril turun ke bumi agar menemui Adam supaya melaksanakan ibadah Haji, yakni Tawwaf bersama Hawa. Maka atas petunjuk Tuhan Adam mengadakan perjalanan panjang menuju tanah Arab guna mencari Siti Hawa. Setelah mengadakan pengembaraan bertahun-tahun menyusuri padang pasir dan bukit bebatuan yang cukup terjal, akhirnya bertemulah Adam dengan Hawa. Tempat pertemuan mereka yaitu di sekitar Padang Arafah sekarang. Disebut Arafah artinya “tempat mengenal kembali”.
Keduanya kemudian mendapat perintah untuk melakukan tawwaf mengitari Hajar Aswad di tengah-tengahnya. Di tempat inilah Nabi Adam melakukan doa pertobatan bersama Siti Hawa, siang malam sambil menangis, atas segala dosanya.
Setelah Nabi Adam wafat, masjid Baitul Makmur dijadikan rumah ibadah oleh Nabi-nabi sesudahnya, salah satunya Nabi Nuh AS. Maka saat terjadi banjir bandang yang maha dahsyat di zaman Nabi Nuh. AS, masjid Baitul Makmur yang didalamnya terdapat Hajar Al Aswad, yang oleh manusia modern sekarang diyakini sebagai batuan meteorit yang jatuh ke bumi dan tidak terbakar oleh atmosfir, ikut tenggelam di telan banjir. Konon, menurut riwayat, atas izin Allah masjid Baitul Makmur lalu dipindahkan ke langit ke tujuh oleh para malaikat, dan kemudian dijadikan kiblat untuk ibadah para malaikat di ufuk cakrawala langit tertinggi di alam raya.
Ketika Nabi Muhammad SAW naik ke langit saat malam Isro Mi’rajnya tanggal 27 Rajab, Beliau sempat melakukan sembahyang di masjid Baitul Makmur ini. Nabi bertindak sebagai imam, dan para malaikat ikut menjadi makmum.
Dikisahkan pula, pada era milenium kedua SM (abad ke 20 SM) akhir zaman Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS, saat menunaikan tugasnya sebagai nabi dan rasul di Jazirah Arab tepatnya kota suci Mekkah Al-Mukaramah di era Tirani imperium kerajaan Namruzd berkuasa, Ibrahim bersama putranya mendapat tugas untuk membangun kembali Ka’bah Baitullah ini. Ibrahim AS kemudian menjadikannya sebagai pusat ibadah agama tauhid sesuai dengan yang disyariatkannya saat itu.
Namun, sepeninggal Nabi Ibrahim dan Ismail, berabad-abad kemudian bangsa Arab kembali kepada kemusyrikan. Ka’bah Baitullah diisi dengan bermacam-macam berhala dan patung yang disembah-sembah sebagai Tuhan.

Pusakan Gajah Abrahah menggempur Ka’bah
Dikala umat manusia dalam kegelapan dan kehilangan pegangan hidup, lahirlah seorang bayi yang kelak membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban dunia. Bayi itu tak lain dan tak bukan adalah Nabi Muhammad SAW.
Bayi itu diberi nama Muhammad, suatu nama yang belum pernah ada sebelumnya. Menurut perhitungan para ahli saat kelahirannya bertepatan dengan tanggal 20 April 571 M.
Suatu riwayat mengatakan bahwa tatkala Adul Muthalib membawa bayi Muhammad ke Ka’bah yang penuh dengan macam-macam berhala, tiba-tiba berhala itu berjatuhan dari dinding Ka’bah.
Bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, kota Mekkah diserang oleh pasukan invantri yang berkendaraan gajah, di bawah pimpinan komando Raja Abrahah, seorang gubernur dari propinsi negara bagian kerajaan nasrani Abesinia yang memerintah di Yaman.
Mereka bermaksud menghancurkan Ka’bah. Namun sebelum maksud mereka tercapai, Allah SWT telah mengirimkan sekawanan burung Ababil yang menghancurkan pasukan tersebut sebagaimana diabadikan dalam Al Qur’an surat Al-Fiil 1 – 5. Mereka hancur luluh berantakan dilempari batu-batu kerikil yang diambil dari neraka Sijil, yang mengandung zat-zat kimia dan daya penghancur nuklir biologis – kimia.

Ka’bah Dibersihkan
Selama Rasulullah SAW masih berada di Mekkah dan enam belas bulan sesudah hijrah ke Madinah, umat Islam dalam sholatnya menghadap ke arah masjidil Aqsha di Yerusalem, yang juga berabad-abad menjadi kiblat agama Yahudi. Penyebabnya karena waktu itu Ka’bah telah penuh dengan patung dan berhala, bahkan disebutkan tidak kurang dari 360 buah patung bertengger di samping Ka’bah.
Sesudah itu Allah memerintahkan kepada Nabi untuk mengalihkan kembali Kiblatnya ke Masjidil Haram seperti difirmankan Allah dalam Al Qur’an Surat Al Baqqarah ayat 149 dan 150. Sejak itu maka umat Islam dalam melakukan sholatnya tidak lagi ke arah Masjidil Aqsha.
Rasulullah SAW mengerti jika Masjidil Haram harus menjadi Kiblat kembali, maka segala patung dan berhalanya harus dibersihkan. Namun, tidak mungkin berhala dan patung bisa disingkirkan dari Ka’bah tanpa merebut dan menduduki kota Mekkah yang dalam beberapa waktu saat itu dikuasai oleh kaum kafir Quraisy.
Penaklukan kota Mekkah-pun segera dilakukan dengan mengerahkan 10.000 pasukan muslim lengkap dengan senjatanya, dan akhirnya berhasil tanpa perlawanan dari pihak kafir. Tanpa turun dari untanya Nabi mendekati Ka’bah untuk melakukan tawwaf 7 kali. Tetapi ketika hendak memasuki Ka’bah ternyata pintunya di kunci oleh penjaganya yakni Utsman bin Talha.
Melihat keadaan ini dengan cepat tanggap Ali bin Abi Thalib segera merebutnya sendiri dari tangan penjaga Ka’bah, lalu hendak membuka pintunya. Tetapi Rasulullah SAW memerintahkan agar anak kunci itu dikembalikan kepada penjaga Ka’bah yang sudah tua renta itu.
Tersentuh oleh akhlak Nabi yang mulia ini maka Utsman bin Thalha tidak saja membukakan pintu Ka’bah untuk Rasulullah, tetapi juga dengan suara gemetar mengucapkan dua kalimah syahadat.
Kemudian Rasulullah masuk ke dalam Ka’bah. Semua patung dan berhala yang berjumlah 360 buah lalu disingkirkan dan dihancurleburkan. Maka bersihlah Ka’bah dari kotoran syirik, bersih seperti sediakala saat pondasinya diletakkan dan dibangun kembali oleh nenek moyang Nabi Muhammad SAW yaitu Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS.
Peristiwa itu terjadi pada tanggal 10 Ramadlan tahun ke-8 sesudah Hijriyah. Hal ini memenuhi ramalah Nabi Musa AS sebelum wafatnya, sebagaimana tersebut pula dalam Kitab Perjanjian Lama – kitab Ulangan 33 : 2; “Dan dia berkata; Tuhan datang dari Sinai dan bangkit dari Seir kepada mereka, dia memancar dari Bukit Faran, dan dia datang bersama sepuluh ribu orang beriman, dari tangan kanannya memancar hukum yang menyala bagi mereka.” (Diterjemahkan dari kitab Bibel Society).
Keterangan ini memberi penjelasan bahwa agama Allah ialah yang dibawa oleh RasyulNya yang menerima wahyu dari Sinai yaitu di atas bukit Thursina, yakni Nabi Musa AS. Lalu agama itu bangkit lagi dibawa oleh Rasul dari Yerusalem yang termasuk daerah Seir yakni Nabi Isa binti Maryam, kemudian memancar dari Bukit Faran yakni Bukit Hira di Mekkah melalui Nabi Muhammad SAW. Beliau datang membawa sepuluh ribu orang yang beriman sekaligus menaklukkan kota Mekkah, juga membawa hukum yang tegas untuk menghancurkan orang-orang musrik dan semua patung maupun berhala yang disembah orang-orang Quraisy saat itu.
Pada tahun 8 Hijriyah atau tahun 630 Masehi Nabi Muhammad SAW menetapkan bahwa segala macam patung dan berhala termasuk gambar dan tulisan huruf di dalam dan diluar Ka’bah yang tidak ada kaitannya harus disingkirkan. Sehingga mulai saat itu Ka’bah bebas dari kehadiran berbagai macam berhala-berhala dan patung juga gambar-gambar ornamen, relief, baik besar maupun kecil, baik kongkrit ataupun abstrak, termasuk simbol-simbol religius mistik yang menjurus kepada kemusyrikan.
Ka’bah dibungkus oleh tirai yang disebut Kiswah. Warnanya hitam dan dihiasi dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al Qur’an. Setiap tahun selalu diganti dengan yang baru. Yang pertama kali memberi kiswah kepada Ka’bah adalah Raja Assad Tubba, dari Yaman Selatan.
Demikian, selamat bertawwaf di Ka’bah. Semoga menjadi haji mabrur!

9 Tanggapan to “KA’BAH, MONUMEN TERTUA DI BUMI”

  1. soni said

    Setahu saya Ka’bah itu didirikan oleh Nabi Ibrahim dan anaknya..

    • ... said

      Ada riwayat bahwa ka’bah sdh ada sjk bumi diciptakan,& itu merupakan tiruan dr ka’bah yg sebenarnya yg berada diatas langit…(yg jemaahnya hny malaikat)

      Sdg yg dimaksud dibangun adalah bahwa ka’bah mmg sdh ada tp bentuk bangunan sgt kuno & tiap masa ada yg memperbaikinya,sdgkan Nabi Ibrahim AS dibantu Nabi Ismail AS lah yg meletakkan batu pertama (direnovasi dgn batu-batuan)…hingga skrg ka’bah ttp di renovasi dgn lbh canggih…(dibangun/build bhs modernnya)

  2. dian said

    bukan kah nabi ibrahim dan nabi lainnya sebelum muhammad adalah orang israel yang tidak pernah menginjakkan kaki di tanah arab ?

    mereka hidup di daerah mesir sampai irak, jauh di utara kota mekkah tempat kabah berada. jadi bagaimana ibrahim bisa mendirikan kabah di mekkah ?

    mohon pencerahan …

    • ... said

      Apabila anda muslim bacalah Al-Qur’an dgn seksama jgn hanya arabnya tp juga artinya & tafsirnya dgn bimbingan guru agama…diceritakan dahulu istri pertama Nabi Ibrahim AS,Sarah meminta Nabi Ibrahim AS mengambil budak utk dijadikan istri yaitu Siti Hajar,namun stlh sang istri ke 2 justru lbh dulu melahirkan anak (Nabi Ismail AS)stlh selama ini sang istri pertama (Sarah) tdk bisa memberikan anak,si istri pertama (Sarah) cemburu & memerintahkan Nabi Ibrahim AS membawa pergi jauh Siti Hajar & putranya Nabi Ismail AS,nah tempat mrk ini adalah tnh Arab/mekkah,sesekali sang suami/ayah (Nabi Ibrahim AS) mengunjungi mereka (yaitu Siti Hajar & Nabi Ismail AS) disaat itulah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS membangun kabah…(diperbagus bangunannya dgn batu)

      Jika anda nonmuslim percuma sj,dijelaskan krn anda tdk akan percaya (beriman)…(sy tdk tahu anda muslim/tdk)

      Tp kalau dr segi agama Islam para Waliyullah (Santo dlm agama kristen) itu memiliki karomah bisa berjalan diatas bumi dlm bbrp langkah…sdgkan para Nabi diberi mu’jizat (keajaiban) yg sebagian dituturkan dlm kitab suci sdg yg lainnya di kitab hadits (perjalanan hidup Nabi yg dituturkan oleh sahabat yg menyaksikannya)…berjalan di muka bumi dlm wkt singkat adalah salah satunya…tnt hal ini mustahil utk kita tp tdk ada yg mustahil bagi Allah pencipta & penguasa alam semesta.

  3. SUBHANALLAH ALHAMDULILLAH WALAILLAHAILALLAH ALLHU AKBAR. Terima kasih pada Sdr , Didi Sudirja. atas kebenarannya Ka’bah sebagai monenmen tertua / utama di bumi ini . Kabah adalah puser Dunia. sesuai hukum akli dan nakli , karena setiap benda/ makluk yang diciptakan oleh Allah SWT pasti punya puser.

  4. SUBHANALLAH ALHAMDULILLAH WALAILLAHAILALLAH ALLAHU AKBAR. Terima kasih pada Sdr , Didi Sudirja. atas kebenarannya Ka’bah sebagai monenmen tertua / utama di bumi ini . Kabah adalah puser Dunia. sesuai hukum akli dan nakli , karena setiap benda/ makluk yang diciptakan oleh Allah SWT pasti punya puser.

  5. Efi Sofyan said

    Maha Suci Allah, kita lihat saja nanti bahwa Ka’bah akan terbukti sebagai Pusat Energi yang langsung berpusat dan tertuju pada kekuatan Allah, Tuhan Semesta Allam, yang tidak ada bandingnya di seluruh Langit dan Bumi. Allah sudah dari awal penciptaan merancang seluruh hal-hal yang bersifat materialistik maupun yang gaib, sejarah maupun lakon nya sudah tertuang dalam master of the book, Lauhul Maffudz, yang sampai sekarang belum diperkenalkan kepada Manusia. Kita hanya wajib meng-imaninya serta berbuat kebajikan seperti yang diperintahkan. Semoga Anda semua dapat menyadarinya, amin.

  6. hermawan said

    Riwayat menceritakan bahwa Ka’bah pada masa itu terletak di atas buih yang keras, yaitu benda pertama yang muncul di bumi ini, Maha Benarlah Allah Swt. yang telah berfirman: Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun di muka bumi ini adalah di Makkah. (QS. Ali Imran: 96)

  7. Mas gatotkoco. said

    Assalamualaikum.Alhamdulillah bertambah ilmu sejarah islam lagi,semoga menambah ketaqwaan Kita kepada Alloh SWT dan lebih mencintai para Rosul terutama Rosululloh SAW.
    Namun mohon bertanya, apakah benar Nabi Muhammad SAW lahir tgl 20 April 571? Jika dilihat penanggalan itu berarti Nabi Muhammad SAW lahir hari sabtu padahal sering saya dengar Nabi Muhammad lahir hari Jum’at. Mohon penjelasanya .terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: