Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

MUNGKINKAH DAYA PIKIR MANUSIA DAPAT MENCIPTAKAN MAKHLUK HIDUP?

Posted by mystys pada Maret 13, 2008

OLEH: AGUS SISWANTO

Kemampuan manusia dalam menciptakan sesuatu tidak dapat diragukan lagi. Kemajuan peradaban kuno dan teknologi canggih di era millenium sekarang ini merupakan bukti kemampuan daya pikir manusia. Persoalannya, mungkinkah otak manusia mampu menciptakan makhluk hidup?

Jawabannya, sangat mungkin! Makhluk inilah yang disebut sebagai Makhluk Pikiran atau makhluk yang dapat diwujudkan sesuai dengan keinginan dan kekuatan daya pikir kita.
Sejauh ini, pemahaman terhadap istilah Makhluk Pikiran adalah beragam makhluk yang hadir di dalam mimpi. Sebagaimana diketahui, ketika manusia tidur dan bermimpi, sering bertemu dengan manusia, manusia yang sudah meninggal, hewan, jin dan malaikat.
Dalam kondisi tidur itu, manusia memimpikan manusia dan saling berkomunikasi sama seperti saat sadar (tidak dalam kondisi tidur). Manusia juga dapat bermimpi melihat sebuah kota, kehidupan masyarakat, surga dan neraka. Secara singkat dapat dikatakan, ada kehidupan yang menghuni dunia mimpi sama seperti kehidupan di dunia nyata.
Sering juga kita saksikan, ketika anak-anak sedang bermain dengan boneka atau beragam jenisnya, maka sering terlihat seolah-olah boneka atau mainan yang dimainkan itu seperti makhluk hidup saja layaknya. Teman bermain (boneka atau mainan lain) yang diciptakan oleh anak-anak dapat dikatakan juga sebagai makhluk hidup hasil pikiran atau ciptaan imajinasi sang anak.
Begitu pula orang-orang yang sedang dalam pengaruh obat-obatan narkotika (terutama jenis: LSD, hashish dan heroin) dan alkohol (mabuk) sering juga melihat atau menyaksikan makhluk hidup. Biasanya tidak disaksikan orang yang berada di sebelahnya. Tetapi untuk hal seperti ini sering dikatakan hanya suatu halusinasi saja. Jadi bersifat subyektif, karena orang lain tidak dapat ikut menyaksikannya.Dalam budaya mistik tradisional, kita mengenal istilah kakang kawah adi ari-ari, papat kalimo pancer atau saudara kembar (saudara lahir batin). Istilah ini merujuk kepada sosok makhluk hidup yang menyerupai diri kita secara wujud fisik (bukan dalam hal sifat) dan memiliki unsur-unsur gaib. Seringkali saudara kembar ini dapat kita perintah untuk melakukan sesuatu menurut keinginan kita.
Bahkan yang lebih unik lagi adalah orang-orang yang memiliki kemampuan rogosukmo. Mereka mampu mengeluarkan sukmanya dan ditugaskan kemana saja. Wujud sukma (wajah, badan dan cara bicara) sama persis dengan manusia aslinya.
Hal yang disebutkan tersebut sudah sering kita dengar dan tertulis dalam literatur budaya mistik tradisional.
Namun demikian, ada makhluk hidup hasil ciptaan atau imajinasi manusia yang berbeda dengan apa yang diuraikan di atas. Meski proses untuk mewujudkannya mirip, seperti konsentrasi, visualisasi dan daya pikir yang kuat. Makhluk hasil pikiran ini disebut Tulpa.
Tradisi budaya ini berkembang di negeri Tibet. Mereka yang mampu melakukannya biasanya adalah orang-orang yang terampil dalam Ilmu Yoga, pendeta (bodhisatvas) dan para tukang sihir.
Wujud atau penampakan fisik makhluk Tulpa ini sesuai dengan keinginan manusia yang menciptakannya. Hal ini dapat diandaikan dengan manusia yang hendak membuat mobil. Misalnya dengan merancang, menggambar, kemudian merakit dengan bahan baku yang disediakan. Maka mobil pun tercipta sesuai benar dengan rancangannya.
Uniknya, makhluk yang disebut Tulpa ini dapat menghasilkan kembarannya. Kembaran tingkat kedua ini disebut Yang-Tul. Pada gilirannya, Yang-Tul dapat menghasilkan kembaran tingkat ketiga atau disebut Nying-Tul. Kemampuan menghasilkan kembaran berganda ini, tentu saja hanya dimiliki oleh mereka yang benar-benar ahli.
Di samping itu, ada juga orang-orang ahli tersebut yang mampu memiliki lebih dari satu Tulpa dengan wujud yang berbeda. Adapun tujuan orang Tibet menciptakan Tulpa adalah untuk kebaikan masyarakat.
Kemampuan orang Tibet dalam menciptakan makhluk hasil pikiran atau Tulpa ini pernah diteliti sekitar tahun 80-an oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Alexandra David Neel.
Dalam risetnya di sebuah desa terpencil di Tibet, wanita peneliti itu mempelajari bagaimana orang Tibet menghasilkan atau menciptakan Tulpa, terutama mencakup proses dan ritualnya. Setelah beberapa waktu melakukan riset dan merasa pengetahuannya cukup, Alexandra pun mencoba mempraktekkan ilmunya itu. Dia melakukan eksperimennya ini di bawah bimbingan seorang guru spiritual Tibet yang dikenal ahli di bidang penciptaan Tulpa.
Alexandra mulai berimajinasi dan berkonsentrasi menciptakan sosok makhluk hidup yang tidak umum, seperti dalam hal bentuk anggota tubuh (wajah, mata, hidung, dll). Jadi mirip monster saja. Sesuatu yang sebenarnya dilarang dilakukan orang Tibet. Tetapi karena sosok itu ada di dalam pikiran Alexandra, maka sang guru pun tidak mengetahuinya.
Alexandra hampir frustasi setelah beberapa waktu melakukan ritual penciptaan Tulpa tidak juga berhasil. Dia merasa tidak mampu menyerap ilmu yang baru dipelajarinya.
Hingga suatu malam, ketika sedang tidur, dia merasa ada tangan yang memegang kakinya. Masih dalam keadaan belum sadar benar, dia melihat “seseorang” yang berada di dekatnya. Yang mengejutkannya, sosok makhluk tersebut sama persis dengan sosok yang diciptakan dalam imajinasinya.
Hari-hari berikutnya, Alexandra sudah terbiasa melihat kehadiran Tulpa hasil ciptaannya. Sang Tulpa ini hadir baik di waktu siang atau malam hari. Hanya saja, dia selalu muncul di saat tidak ada kehadiran orang lain dan biasanya berdiri agak jauh darinya, sekitar 10 meter. Uniknya, sang Tulpa ini tidak bisa diajak berkomunikasi. Dia hanya berdiri dan menatapnya tanpa ada pembicaraan atau isyarat-isyarat tertentu yang mengarah untuk komunikasi.
Dalam perkembangan selanjutnya, Tulpa milik Alexandra ini ternyata dapat dilihat orang lain. Hal itu terjadi ketika salah seorang rekannya melihat ada seseorang yang berada di kamar Alexandra. Ketika hal ini ditanyakan kepada Alexandra, ternyata deskripsinya sama. Padahal tidak seorang pun yang mengetahui deskripsi awal sosok makhluk yang ada dalam pikiran Alexandra. Guru spiritual yang membimbingnya pun tidak mengetahuinya.
Kali ini Alexandra merasa berhasil dengan eksperimennya itu. Dia pun memutuskan pulang kembali ke negaranya. Dia bermaksud menyusun laporan risetnya. Tetapi peristiwa yang terjadi kemudian di luar dugaannya.
Rupanya, sang Tulpa ini mengikutinya hingga ke Perancis. Hanya saja, sang Tulpa ini mulai bersikap mengganggu privacy-nya. Makhluk pikiran itu sering hadir di saat Alexandra tidak menginginkannya, seperti di kamar tidur atau ketika sedang membersihkan tubuh. Tentu saja ilmuwan ini merasa terganggu tatkala sedang bermesraan dengan suaminya. Sang Tulpa berwajah seram itu hadir dan menyaksikan apa yang sedang dilakukannya.
Bahkan yang sangat mengganggu, sang Tulpa juga kerap hadir dalam mimpinya dalam ekspresi yang menakutkan. Itulah sebabnya, Alexandra berulangkali mimpi buruk dan berteriak ketakutan.
Kemudian Alexandra berkonsultasi dengan guru spiritualnya di Tibet. Dia dianjurkan untuk membuang sang Tulpa itu dari pikiran dan imajinasinya. Dia pun disarankan untuk menciptakan sang Tulpa yang baru dengan wujud atau sosok yang lebih baik.
Namun Alexandra tidak pernah lagi berhasil menciptakan Tulpa yang baru. Tetapi dia boleh bernapas lega. Sang Tulpa ciptaannya yang selalu mengganggunya itu tidak pernah muncul lagi. Tulpa itu lenyap begitu saja.
Uraian di atas sesungguhnya menunjukkan kemampuan akal pikiran manusia sangat luar biasa. Apalagi kalau hal itu dimanfaatkan untuk tujuan kebaikan dan kesejahteraan pribadi dan umat manusia. Sebaliknya, kemalasan berpikir hanya akan menjerumuskan manusia dalam kebodohan dan kemiskinan.

DAYA KEKUATAN PRANA
Makhluk pikiran dalam tradisi mistik Tibet itu sesunguhnya mirip dengan apa yang disebut Daya Kekuatan Prana (DKP). Tradisi ini awalnya terdapat di kalangan Suku Mauis di Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Tetapi kini sudah berkembang di seluruh dunia.
DKP ini dapat dimanfaatkan dan didayagunakan untuk kepentingan pribadi kita. DKP divisualisasikan dalam bentuk bola atau lingkaran energi. Berikut ini beberapa langkah mendayagunakan DKP.
1. Lakukan posisi duduk yang rileks sambil Anda membayangkan sesuatu yang indah, seperti: lautan, taman bunga, dll. Tujuannya untuk mendatangkan suatu getaran energi positif.
2. Kemudian hiruplah DKP. Caranya dengan mengeluarkan udara (nafas) melalui mulut, kemudian disusul dengan menghirup udara melalui hidung. Ingatlah, yang Anda hirup ini adalah DKP dan masukkan atau simpan ke dalam perut. Selanjutnya, gelembungkan dada dan pertahankan hingga 10 hitungan, lalu hembuskan udara. Ulangi hal ini sebanyak 3 kali.
3. Rasakanlah timbunan DKP yang ada. Kemudian luruskan tangan Anda dengan telapak tangan saling berhadapan.
4. Selanjutnya kumpulkan DKP dalam suatu bola putih bersinar dan masukkan ke dalam pusar Anda. Kemudian kirimkan atau pancarkan bola putih berisi DKP itu ke posisi 5-6 meter di atas kepala Anda. Posisi itu disebut Pribadi Tinggi (PT).
5. Pada saat Anda mengirimkan DKP ke PT tersebut, hendaknya diiringi dengan maksud dan tujuan Anda. Misalkan, Anda hendak menginginkan sebuah pekerjaan atau mendapat jodoh, “Saya perintahkan supaya ini terjadi. Inilah keinginanku…. Saya telah mengucapkan kata itu.” Dilanjutkan dengan kata-kata: “Jadilah. Saya menginginkan itu terjadi dengan segenap kemauanku!”
6. Setelah itu, ucapkanlah terima kasih bahwa permintaan telah terwujud.
Perlu dipahami, tujuan hendaknya mulia dan bukan untuk keburukan. DKP dengan energi negatif dapat berakibat fatal terhadap orang yang melakukannya.
Proses mendayagunakan DKP tersebut tentu tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan latihan teratur setiap harinya. Sebaiknya dengan bimbingan orang-orang yang memang ahli dibidang ini. Selamat Mencoba.

2 Tanggapan to “MUNGKINKAH DAYA PIKIR MANUSIA DAPAT MENCIPTAKAN MAKHLUK HIDUP?”

  1. good…!!!!

  2. Sangat bagus sekali postingan’y dan sangat bermanfaaf.
    Salam kenal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: