Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

MANUSIA SETELAH MATI MENURUT AL QUR’AN

Posted by mystys pada Maret 13, 2008

Oleh: Eny Masruroh

Dengan diberi petunjuk akal dan wahyu, manusia adalah makhluk yang akan dimintai tanggungjawab oleh Tuhan atas segala perbuatannya semasa hidup di dunia….

Bagi manusia, ada empat macam petunjuk yang diberikan oleh Tuhan, yakni: tabiat (instink), panca indera, akal, dan agama (wahyu). Setelah dilahirkan, setiap manusia sudah dibekali dengan tabiat yang dibawanya. Misalnya: lapar, haus, menangis dan lain sebagainya. Sesaat setelah dilahirkan, biasanya anak manusia akan menangis, dan setelah mulutnya diberi madu, dia akan langsung akan mengisapnya. Kepandaian menangis dan mengisap tadi adalah suatu petunjuk dari Tuhan.
Setelah itu datang petunjuk yang kedua, panca indera. Dengan petunjuk ini, setiap manusia dapat melihat berbagai benda yang ada di alam ini, mendengar suara, mencium, merasakan pahit, manis bahkan sakit. Petunjuk pertama dan kedua yang tersebut di atas, di samping diberikan kepada manusia, juga diberikan kepada binatang. Sejak lahir, binatang sudah dapat merasakan lapar, haus, dan sebagainya. Dia akan langsung mengisap bila sang induk menyusuinya. Begitu pula sang induk akan menyusui dan memelihara anak-anaknya sampai mereka dewasa. Dan ini semua adalah tabiat (instink) yang diberikan Tuhan kepada binatang. Selain itu, Tuhan pun memberikan panca indera kepada binatang, berupa penglihatan, pendengaran, penciuman dan yang lainnya, sehingga binatang dapat melihat, mendengar, mencium, merasakan, bahkan merasa sakit.
Petunjuk yang ketiga adalah akal. Akal inilah yang diberikan kepada manusia sebagai pembeda. Dengan akal, manusia dapat menimbang yang baik dan buruk, atau antara benar dan salah. Dengan akal, manusia dapat mengatur hidupnya untuk mencapai hidup yang sejahtera. Pertanyaannya, apakah akal ini akan mampu atau sudah cukup untuk mengatur hidup manusia?
D. Haxly mengatakan, “Sejarah yang telah lampau mengatakan kepada kita, tak ada manusia yang selamat jika dia memperalat dan mempedomani akalnya saja. Sebab akal hanyalah merupakan alat pertimbangan nilai antara baik dan buruk. Karena itu harus ada penilai-pemilai lain yang mampu menentukan mana yang baik dan buruk, agar akal dapat bekerja dengan benar dalam tugasnya sehari-hari berdasarkan kekuatan dan petunjuk ilmu.”
Selain itu, di dalam menimbang sesuatu tak jarang akal juga dipengaruhi oleh nafsu yang dapat menjerumuskan manusia lebih memilih kepada pertimbangan yang sesat. Dengan demikian, maka akal belum dapat menjamin manusia untuk menuntunnya ke arah hidup yang sejahtera dunia akhirat.
Karena itu, Tuhan menurunkan petunjuknya yang keempat berupa agama (wahyu). Agama dalam hal ini adalah petunjuk Tuhan yang diberikan kepada hambaNya melalui para Nabi.
Al Qur’an sebagai pedoman umat Islam merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup manusia yang tidak disangsikan lagi kebenarannya. Dengan mengikuti Al Qur’an, manusia akan selamat baik di dunia maupun akhirat.
“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah telah memberikan petunjuk kepada manusia berupa jalan yang lurus, atau tuntunan-tuntunan yang telah ditetapkan Allah untuk dilakukan. Walau ayat ini telah menyuratkan dengan jelas, tetapi di antara manusia ada yang mengikuti dan ada pula yang mengingkarinya.
Dengan diberi petunjuk akal dan wahyu, manusia adalah makhluk yang akan dimintai tanggung jawab oleh Tuhan atas segala perbuatannya semasa hidup di dunia. Dan pertanggungjawaban ini akan dituntut Allah SWT pada waktu manusia dihadapkan ke pengadilanNya di padang Mahsyar (hari kiamat). Pada waktu itu, manusia tidak akan dapat mengingkari atau menutupi segala perbuatannya semasa hidup di dunia. Apalagi Allah akan menghadirkan beberapa saksi sebagai penguat, yakni anggota badan, bumi tempat fia melakukan perbuatan dan catatan yang dibuat oleh malaikat Raqib dan Atid.
Di padang Mahsyar, besok pada hari kiamat, anggota badan manusia seperti lisan, tangan, kaki dan yang lainnya akan menjadi saksi atas segala perbuatan yang dilakukannya. Seumpama seseorang melakukan pencurian, maka ketika dihisab di padang Mahsyar, tangan, kaki, dan anggota badan yang lainnya akan menjadi saksi atas perbuatan tersebut. Perhatikan firman Allah dalam Al Qur’an (QS.Nur:24): “Pada hari menjadi saksi atas mereka, lidah, tangan dan kaki mereka, tentang segala apa yang telah mereka kerjakan.”
Selain itu, Allah SWT juga akan menghadirkan bumi tempat di mana orang itu melakukan perbuatannya. Seumpama seseorang melakukan maksiat di rumah kosong, di pinggir danau, atau di pinggir sungai, maka tempat-tempat itu akan diajukan Allah sebagai saksi atas perbuatan maksiat itu.
Sebagai saksi ketiga adalah buku catatan yang ditulis oleh malaikat Raqib dan Atid. Firman Allah dalam Al Qur’an: “Dan tiap-tiap manusia, Kami (Allah) gantungkan segala perbuatan di kuduknya dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah buku yang dijumpainya terbuka. Bacalah bukumu, cukuplah dirimu sendiri menghitung apa yang kamu kerjakan.”
Demikianlah, dengan adanya saksi tersebut keadilan Allah pun berlaku, sehingga amat sulit bagi manusia untuk melepaskan tanggungjawab atas segala perbuatan yang dilakukannya semasa hidup di dunia.
“Barang siapa yang mengerjakan seberat zarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya pula.”
Setelah itu barulah manusia divonis, apakah dengan nikmat dia masuk ke surga, atau dengan laknat dia masuk ke neraka. Itu semua tergantung kepada perbuatannya masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: