Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

MISTERI PERSEMBAHAN KEPALA MANUSIA UNTUK KEPALA SUKU

Posted by mystys pada Maret 11, 2008

OLEH: ITONG R. HARIADI

Lima orang anggota sebuah suku terasing di Maluku tengah serta seorang kepala sukunya ditangkap polisi karena dituduh telah membunuh dua orang bersaudara dan memotong-motong bagian tubuhnya. Diduga ini merupakan rangkaian upacara pengangkatan kepala suku baru….

Jenazah dua orang bersaudara baru-baru ini ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. Tubuh kedua warga Amahai, Maluku Tengah ini ditemukan terpotong dengan bagian kepala, jantung serta telapak tangan hilang. Adalah Bnf, 30 tahun, dan keponakannya Brl, 8 tahun, dua orang yang diduga menjadi korban pembunuhan bermotif adat ini.

Tubuh keduanya ditemukan beberapa warga disemak-semak dekat dengan tempat tinggal mereka, setelah pihak keluarga korban mengaku kehilangan sejak beberapa hari sebelumnya. Dan beberapa ciri fisik yang terdapat pada tubuh korban, meyakinkan anggota keluarganya bahwa korban memang benar-benar Bnf dan Brl yang telah beberapa hari menghilang.

Dugaan bahwa kasus pembunuhan ini berlatar adat diketahui setelah polisi berhasil menangkap lima orang yang diduga sebagai pelaku. Berbekal informasi yang dihimpun dari masyarakat, akhirnya kelima orang yang merupakan anggota sebuah suku terasing di wilayah Pulau Seram itu ditangkap di rumahnya masing-masing.

Dari keterangan kelima orang inilah kemudian bisa dipastikan bahwa korban sengaja dibunuh untuk memenuhi persyaratan ritual pengangkatan kepala suku baru. Menurut mereka, semua ini adalah perintah sang kepala suku yang baru, yang memerintahkan mencari korban untuk digunakan sebagai persembahan dalam penobatan dirinya. Dan karenanya sang kepala suku itupun dicokok dari kediamannya dengan tuduhan sebagai dalang kasus tersebut.

Ritual dengan mempersembahkan korban manusia sebagai tumbal memang masih dilakukan oleh beberapa suku di pedalaman Maluku Tengah, termasuk suku dari keenam tersangka tersebut. Hal ini karena telah menjadi keyakinan yang telah mentradisi sejak zaman nenek moyang mereka, dan bisa dikatakan sebagai sebuah kewajiban yang harus dipenuhi demi syahnya upacara yang akan digelar.

Karenannya begitu upacara itu akan digelar, beberapa orang kepercayaan kepala suku mulai berburu manusia yang bisa dijadikan korban. Dan sesuai dengan ketentuan, yang bisa dijadikan korban adalah anggota dari suku lain.

Selanjutnya, dalam upaya pencarian tersebut, mereka melihat dua orang korban yang saat itu tengah mencari ikan di sebuah telaga di pinggir hutan. Setelah dipastikan bahwa kedua korban itu adalah warga suku lain, maka dengan segera kelima orang suruhan kepala suku ini menyergap. Lalu keduanya di bawa masuk ke dalam hutan dan dibunuh.

Dalam kasus ini yang diinginkan oleh para anggota suku tersebut hanyalah beberapa anggota tubuh korbannya saja. Karena itulah setelah dibunuh, mereka selanjutnya memenggal kepala kedua korban serta telapak tangannya. Selanjutnya kedua kepala itu dikuliti untuk diambil bagian tengkorak dan lidahnya, dan disimpan dalam sebuah wadah yang disembunyikan di tengah-tengah rumpun bambu, untuk diambil kemudian tepat pada pelaksanaan upacara.

Karena itulah pihak kepolisian mengalami kesulitan untuk bisa melacak keberadaan potongan kepala itu sebelum berhasil menangkap para anggota suku tersebut. Bahkan setelah ditangkap pun mereka tetap enggan memberitahukan di mana tempat potongan kepala itu disembunyikan, sampai pada saat digelar rekonstruksi barulah para anggota suku ini mau menunjukkan tempat tersebut.

Sementara itu demi untuk menjaga kemungkinan terjadinya pertikaian antar suku di wilayah ini, pihak kepolisian sengaja merahasiakan identitas para pelaku pada keluarga korban. Karena keberadaan beberapa suku yang sebagian masih primitif di wilayah ini sangat rentan memicu terjadinya pertikaian. Dan bila hal ini tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin akan bisa memicu sebuah kerusuhan yang lebih besar.

Karena itulah selanjutnya pihak kepolisian berusaha melakukan pembinaan pada para pelaku. Selain itu sebagai upaya penegakan keadilan, keenam tersangka ini tetap akan diproses secara hukum. Dan seperti keterangan Kapolres Maluku Tengah AKBP I Gusti Putu Ngurah Gunawan, para tersangka akan dikenai dakwaan atas pembunuhan terencana secara bersama-sama dengan ancaman pidana hingga 15 tahun.

Pembinaan memang menjadi prioritas dalam masalah ini, karena diperkirakan kasus ini seperti fenomena gunung es, dimana yang ditemukan baru-baru ini hanyalah sebagian kecil dari kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Hal ini diperkuat dengan masih banyaknya suku-suku yang masih memegang teguh kepercayaan nenek moyang mereka termasuk dalam kaitannya dengan ritual pengorbanan manusia.

Apalagi bila merujuk pada sebuah legenda yang pernah hidup di wilayah Pulau Seram yang berkaitan dengan dunia pertanian. Konon dunia pertanian di kawasan ini didasarkan legenda seorang putri yang meninggal akibat dibunuh oleh pangeran dengan cara dimutilasi. Dan potongan-potongan tubuh tersebut dikuburkan secara menyebar di beberapa daerah dengan ditanami ubi rambat, kedelai dan singkong di atasnya.

Dari gambaran itu jelas menunjukkan kalau budaya saling bunuh begitu mewarnai perjalanan sejarah suku-suku di wilayah ini. Namun begitu, budaya seperti ini bukanlah monopoli dari masyarakat di kawasan Maluku saja. Masih ada suku-suku terasing di Indonesia memiliki tradisi pengorbanan manusia dalam setiap praktek upacara adatnya, meski banyak yang telah meninggalkannya.

Pengorbanan sendiri adalah bagian dari sebuah upaya penghormatan terhadap nenek moyang yang selama ini diyakini telah memberikan segala-galanya. Dan bahkan ada pula sisi prestis di balik praktek-praktek seperti ini di luar sebuah upaya penghormatan. Dengan bisa mengorbankan manusia terutama yang dari suku lain, maka otomatis seseorang yang dalam hal ini adalah kepala suku akan meningkat kewibawaannya di mata pengikutnya.

Karena itulah sebagai simbol superioritas, kepala-kepala para korban ini akan selalu diikut sertakan dalam setiap upacara adat dan juga disimpan sebagai penghias rumah-rumah adat. Di salah satu suku di Maluku hal ini bisa dilihat dengan jelas bagaimana deretan tengkorak kepala manusia berjejer menghiasi sebuah rumah adat di sana.

Dan kepala seringkali menjadi sasaran untuk dijadikan persembahan. Hal ini karena kepala merupakan pusat pengendali seluruh gerak dari tubuh seseorang. Dengan menguasai kepalanya, ada keyakinan bahwa sang pemilik kepala tersebut berada di bawah kekuasaan orang yang mengambilnya. Jika seorang kepala suku A berhasil memenggal kepala anggota suku B, maka kepala suku A tersebut akan merasa bahwa dirinya telah menguasai suku B. Dan hal ini akan meningkatkan kewibawaan di hadapan rakyatnya.

Untuk bisa menghapus praktek-praktek seperti ini bukan hal yang mudah. Karena tentu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Karenanya, yang diperlukan adalah upaya pemerintah yang secara proaktif ikut membenahi sistem sosial budaya yang ada. Dalam hal ini pemerintah melalui departemen terkait harusnya selalu proaktif untuk membina agar praktek-praktek seperti ini bisa dikurangi hingga akhirnya benar-benar tidak dilakukan lagi. Dan hal ini sampai sekarang sepertinya belum dijalankan sepenuhnya oleh pemerintah. Pemerintah hampir selalu bertindak setelah ada kasus. Seperti dalam kasus yang baru ditemukan di Maluku Tengah baru-baru ini.

5 Tanggapan to “MISTERI PERSEMBAHAN KEPALA MANUSIA UNTUK KEPALA SUKU”

  1. infogue said

    Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://www.infogue.com/seni_budaya/misteri_persembahan_kepala_manusia_untuk_kepala_suku/

  2. ERNAWATY said

    kepala suku tello!!!!!!!!!!!!!

  3. Andi said

    jika saya yang dijadikan korban, maka saya siap. dan itu suatu kehormatan bagi saya untuk segera menuju nirwana yang abadi. kapan dan dimana saya harus mengorbankan diri saya, tolong suku-suku dipedalaman silahkan ambil saya untuk dijadikan korban, saya siap kapan saja waktunya. dengan catatan saya didandani sebagai perempuan dulu… kapan waktunya?

  4. arnan said

    suka lakh…

  5. mau bayar utang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: