Mistis’s Weblog

Duniaku & Dunia Lain

MERAGA SUKMA DENGAN AMALAN SURAH AL-KAHFI

Posted by mystys pada Mei 13, 2008

OLEH : R. BAMBANG SUKMARAGA

Jika ingin bertemu dengan ruh diri sendiri atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir dari surah Al-Kahfi. Kiranya, penjelasan yang sepertinya naïf ini bukanlah isapan jempol semata….

Al-Qur’an adalah kitab suci ummat Islam yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara Malaikat Jibril as. Kitab ini terdiri dari 30 juz, 114 surah, yang isi kandungannya menyelimuti seluruh aspek kehidupan dunia dan akhirat. Ada masalah Tauhid, hukum, ilmu pengetahuan, juga kisah para anbiya dan mursalin atau kisah orang-orang shaleh yang begitu gigih dan berani berkorban demi mempertahankan iman kepada Allah SWT. Salah satunya adala kisah para pemuda beriman kepada Allah pengikut Nabi Isa as, di masa pemerintahan raja Dikyanus (Dicius). Merekalah yang disebut sebagai Ashabul Kahfi. Kisah tentang mereka terdapat dalam Surah Al-Kahfi.
Selain kisah para Ashbul Kahfi, di dalam surah ini juga diceritakan tentang Nabi Musa as yang disertai salah seorang muridnya mencari Nabi Khidir as dipertemuan dua arus laut untuk belajar ilmu gaib, namun sayang Nabi Musa tidak sabar sehingga tidak bisa menimba ilmu tersebut.Menurut para ahli ilmu hikmah, jika seseorang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jum’at satu kali, maka akan diampuni oleh Allah dosanya selama satu minggu sebelumnya, dan satu minggu sesudahnya.
Sedangkan ahli hikmah lainnya mengatakan, jika ingin bertemu dengan ruh diri sendiri atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir dari surah Al-Kahfi. Kiranya, penjelasan yang sepertinya naïf ini bukanlah isapan jempil semata. Penulis adalah seorang saksi yang telah membuktikan kebenarannya.
Kejadian ini saya alami sekitar tahun 86-an silam. Ketika itu, saya masih kuliah di salah satu perguruan Agama Islam di Banjarmasin. Sebagai mahasiswa, saya amat suka membeli dan membaca buku, baik yang berhubungan dengan mata kuliah, maupun buku-buku yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan perkuliahan. Misalnya, buku telepati atau buku-buku ilmu hikmah.
Salah satu kitab ilmu hikmah yang penulis baca dan amalkan adalah Kitab Mujarabat. Saya pernah mengamalkan membaca surah Al-Ikhlas disertai puasa mutih agar bisa bertemu dengan khodamnya yang bernama Syekh Abdul Wahid, namun saya tidak berhasil untuk bertemu dengan khodam tersebut.
Kemudian saya coba mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi sebanyak 160 kali. Apa yang terjadi?
Menurut petunjuk kitab Mujarabat tersebut, jika Anda ingin bertemu dengan ruh diri Anda sendiri, atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir surat Al-Kahfi sebanyak 160x. Diceritakan bahwa amalan ini pernah diamalkan oleh seseorang di dalam penjara di zaman Belanda.
Pada waktu tengah malam, orang tersebut didatangi oleh ruh dirinya sendiri yang mengatakan bahwa dia sebentar lagi akan dibebaskan dari penjara. Tidak lama kemudian, orang tersebut benar-benar dibebaskan dari penjara.
Cerita tersebut, sangat menarik minat saya untuk mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi. Waktu itu, kebetulan saya tinggal sendiri dikos-kosan. Dengan demikian saya bisa membuat persiapan yang dibutuhkan dengan matang. Seperti menyediakan hio cap buah Tao, serta puasa hari kamis. Malam Jum’atnya, barulah saya membaca amalan tersebut di atas susuai dengan petunjuk yang ada dalam Mujarobat.
Ternyata, butuh waktu berjam-jam untuk menyelesaikan amalan tersebut. Namun, Alhamdulillah, penulis berhasil menyelesaikannya dengan baik. Setelah itu, saya membakar hio kemudian berbaring di atas dipan. Posisi tubuh telentang dengan kedua tangan disedekapkan di dada seperti orang shalat sambil berdzikir.
Sebenarnya, tuntunan dzikir seperti ini tidak ada didalam kitab tersebut. Hal ini saya lakukan atas inisiatif sendiri.
Ketika berdzikir “Khafi Allah…Allah,” penulis merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa sampai suatu ketika, saya dikejutkan oleh kehadiran anak-anak kecil berusia lima tahunan. Mereka melempari tubuh penulis dengan bola-bola tenis.
Penulis jadi terusik dengan kehadiran mereka. Kemudian saya bangun untuk mengusir mereka. Namun apa yang terjadi? Ketika saya bangkit, ternyata penulis dapat meninggalkan tubuh sendiri yang telentang di atas dipan. Anehnya, hal yang musykil ini tidak sempat saya pikirkan. Penulis malah langsung mengusir anak-anak tersebut hingga akhirnya mereka menghilang. Setelah itu, saya terjalan kembali lagi ke tubuh semula yang masih terbaring di atas dipan.
Setelah sadar dengan pengalaman tersebut, saya bertambah yakin dengan kebenaran petunjuk di dalam kitab. Karena itulah, pengalaman pertama melihat ruh diri sendiri di malam Jum’at tersebut, membuat penulis ingin mengulanginya kembali.
Sama seperti malam Jum’at sebelumnya, kali ini pun saya melakukan prosesi yang serupa. Hingga sampailah ketika saya sedang asyik dengan dzikiran, tiba-tiba saya dikagetkan dengan kemunculan orang-orang tinggi besar.
Ya, tinggi badan orang-orang itu dari lantai sampai flafon. Tubuhnya yang tinggi besar ditumbuhi oleh bulu-bulu hitam pekat. Tubuh mereka juga hanya dibungkus dengan cawat putih, dengan mata sebesar bola pingpong berwarna merah.
Mereka melempari penulis dengan obor-obor yang menyala. Dalam hati penulis berpikir, “Pasti mereka adalah orang tua dari anak-anak yang malam Jum’at sebelumnya menggangguku. Tentu orang tua mereka menuntut balas padaku!”
Tanpa rasa takut walau sedikitpun, penulis bangkit dari tidur. Aneh, sama seperti kejadian sebelumnya, tubuh penulis ketinggalan di atas dipan. Namun saya tidak menghiraukan hal tersebut. Dengan gigih saya membalas serangan mereka dengan menangkap lemparan obor-obor mereka. Setelah berhasil saya tangkap, kemudian penulis lempar lagi ke arah mereka.
Namun mereka begitu tangguh. Buktinya, mereka selalu bisa menghindari lemparan penulis. Hingga, pada lemparan terakhir, penulis membaca ayat Qursyi. Kemudian melempar obor api itu dengan sekuat tenaga. Akhirnya, terdengar lengkingan panjang. Merekapun menghilang.
Begitulah yang penulis alami. Subhanallah!
Setelah mengalami dua kali kejadian tersebut, maka pada malam Jum’at berikutnya, penulis mengulang lagi amalan tersebut diatas. Namun kejadian kali ini sungguh luar biasa bagi penulis yang waktu itu belum pernah berguru pada seseorang, sehingga tidak mengerti kejadian apa yang sedang penulis alami.
Pada malam kejadian tersebut, saya merasakan tubuh saya dapat naik dan berputar-putar seperti spirial. Pertama menembus atap rumah. Saya tentu kaget bukan kepalang. Terlebih saat menengok ke bawah, maka saya dapat melihat tubuh sendiri yang masih telentang dengan posisi tangan bersedekap seperti orang shalat.
Tubuh penulis terus naik dengan kecepatan yang tinggi. Tetapi di saat yang sama ada kenikmatan luar biasa yang belum pernah penulis rasakan seumur hidup. Dalam kenikmatan tersebut, penulis sempat melewati bintang-bintang dengan aneka warna yang sangat indah. Setelah itu, barulah penulis ingat akan tubuhku yang masih tertinggal di bumi, tepatnya di atas dipan.
Lalu membatin, “Pastilah saya sedang dalam perjalanan menuju ke alam kematian. Alangkah enaknya jika saya mati seperti ini. Karena menurut cerita, kalau orang mau mati, sakitnya luar biasa sewaktu ruhnya mau keluar dari raga. Tetapi yang saya rasakan adalah sebaliknya, kenikmatan yang luar biasa.”
Dalam perjalanan melewati bintang-bintang kali ini, penulis teringat kedua orangtua. Mereka mengharapkan saya bisa menjadi sarjana. Tidak sebagaimana saudara-saudara penulis yang kuliahnya berhenti di tengah jalan. “Lantas, kalau aku mati, pupuslah harapan mereka!” Batin penulis. Karena itulah dalam seketika muncul keinginan tidak mau mati saat itu. Ya, penulis ingin kembali ke dunia!
Seketika, saya terhempas ke bumi. Tubuh ini sampai terlonjak. Saya pun lalu menangis tanpa tahu sebabnya. Untuk meredam tangis agar tidak didengar oleh para tetangga, maka saya pun menutup mulut dengan bantal.
Sejak kejadian tersebut, saya tidak berani lagi mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi tersebut. Mengapa? Sebab saya sangat takut tidak bisa kembali lagi dan mati, untuk kemudian dikubur. Padahal bisa jadi, saat itu saya belum semestinya mati.
Beberapa tahun kemudian, saya sempat bertemu dengan seorang yang ahli dalam ilmu Hikmah. Ternyata, menurut H. Hasyim, salah seorang berderajat Waliyullah yang kebetulan bertemu dengan penulis di kampung Karang Tengah, Martapura, Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa sebenarnya kejadian yang saya alami itu bukan menuju alam kematian, tetapi menuju suatu tempat dimana di tempat tersebut penulis akan diajarkan ilmu laduni.
Sedangkan guru spiritual penulis mengatakan, bahwa orang yang mengamalkan 4 ayat terkahir surah Al-Kahfi, ruhnya akan menjadi ringan. Tapi orang yang mengamalkan 4 ayat itu, sebelumnya harus mempunyai pagaran badan yang kuat agar tidak diganggu makhluk gaib sewaktu ruh atau sukmanya meninggalkan badan.
Oleh guru spiritual ini, saya diminta untuk tidak melakukan meraga sukma untuk beberapa waktu. Penulis diberi amalan untuk membuat pagaran badan agar kalau sedang meraga sukma tidak akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Amalan untu pagaran badan ini berupa puasa selama 7 hari, serta wirid selama 7 malam berturut-turut.
Ahamdulillah, setelah selesai menjalani ritual pagaran badan, penulis diajak meraga sukma oleh guru. Setelah itu penulis dengan mudah melakukan meraga sukma berkat mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi.
Demikian pengalaman sejati yang telah saya lakoni sendiri. Semoga ada hikmahnya. Pesan saya, jangan sekali-kali mendalami ilmu gaib tanpa bimbingan seorang guru, sebab bisa fatal akibatnya.

About these ads

181 Tanggapan to “MERAGA SUKMA DENGAN AMALAN SURAH AL-KAHFI”

  1. kok masih pake doa y bukankah semua tu harus iklas

    • algus nai said

      Segala puji bagi Allah,karena msh ada seseorang yg membagikan ilmu dan pengalamanya ttg supranatural,,lalu macam-macam komentar org setelah membacanya,satu pointnya:Dg amalan-amalan tsb,lalu seseorang itu melakukan pencarian akan kebenaran maknaya,lalu org itu bisa berkomentar disini,jd komentar anda itu menarik d baca,
      Klu amalanya dari Al-quran, semua kegaiban pasti bisa terjadi, karena al-quran sendiri menerangkan dlm salah satu suratnya”DAN SEANDAINYA ADA BACAAN YG BISA MENGHANCURKAN GUNUNG,MENGHIDUPKAN ORG MATI, INILAH BACAAN AL-QURAN UTK SEMUANYA
      Tp kita jg hrs tau yg membaca /mengamalkanya itu orgnya kayak apa ?

  2. Doa itu senjatanya umat Islam…manusia yang tidak mau atau tidak pernah berdoa ya tergolong manusia sombong. Karena itu, doa mutlak dilakukan dalam setiap urusan.

  3. bustanus said

    Katakanlah : ” Aku hanya seorang manusia seperti kamu (definisi Nabi ), diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan yang satu ( monotheisme). Maka barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya (ajakan bertemu Tuhan atau bersatu dengan kesadaran Ilahiah) , maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholih dan janganlah dia mempersekutukan dengan seorangpun dalam beribadahnya (metodenya adalah amal yang ikhlas dalam interaksisosial dan penyembahan) ” (Kahfi:110). Ini adalah saripati agama langit yang benar. Semua guru Kebenaran dan Nabi dari kalangan apapun sukunya mengajarkan Kahfi:110. Nabi saw bersabda tentang ayat 110 : Kahfi bahwa seandainya al Qur’an itu adalah ayat ini saja, maka akan cukup bagi mereka/umatku” (Kitab Durr al Manstsur).

  4. masharis said

    saya amat tertarik sekali, apa boleh saya ikut mengamalkannya… mohon kejelasannya ya..

  5. Dedi setiawan said

    saya tertarik sekali, apa boleh saya ikut mengamalkannya… mohon pejenlasan. trims

  6. ridobrown said

    luar biasa.. salam kenal dari saya…

  7. randyone142 said

    seandainya anda berkenan untuk menjadi guru spiritual saya, dengan sangat bahagia saya ucapkan banyak terima kasih, kisah anda membuka mata hati saya bahwa keagungan allah memanglah nyata,

    randyone142@yahoo.com

  8. Islam jgn ternodai said

    Berhati-hatilah dgn amalan2 yg tdk ada tuntunannya dr Nabi SAW,mskpn ada bcaan ayat Al-Furqonnya!
    jgn smpe sdr2ku trjerumus bid’ah yg kliatannya indah,tp trnyata jln yg melenceng dlm Islam. Yg bsa mengerti orng itu waliyulloh,ya org bertataran waliyulloh.
    Mgkn penulis ini adalah seorang wali? klo saya ckup wali kelas aja deh,he3x

    • Abdullah said

      Kalo belum sampai tidak perlu komentar macam2…

    • tahar said

      tidak usah berkomentar negatif…kamunya aja belum sampai ketaraf itu karena mungkin hati kamu masih kotor, penuh syak wasangka buruk terhadap sesuatu…..penulis ini diberi anugerah dari Allah karena hatinya bersih maka Allah memperlihatkan kekuasaannya…karena tidak ada yg tidak mungkin kalau Allah menghendaki…

      • Arie_Bontang said

        Jangan bicara Bid’ah kalo sampeyan sendiri nda paham ma yang namanya Bid’ah…. Sampeyan make Jaringan Internet apa nda Bid’ah… Wong jaman Rasulullah dulu kan nda ada Jaringan Internet.. apa yg dialami penulis ni sebuah ilmu yg dengan keihklasan nya mau berbagi kepada sapa saja, hikmahnya agar kita makin bersyukur dan mengagumi kebesaran ciptaan ALLAH SWT yg ternyata diciptakan tidak hanya alam nyata… Makanya banyak Hadist Rasulullah yg memerintahkan kepada kita umat nya tentang penting nya menuntut “ILMU”… kecewa sekali sy pribadi, kok sampe hari ini masih ada umat islam di indonesia yang masih saja mbahas soal Bid’ah…

      • Arie_Bontang said

        comment td buat yg mengaku “ISLAM JGN TERNODAI”

      • Hamba Allah said

        Nabi Qt tidak mengajarkan sprti ini..tp nabi slalu berpesan n mengajarkan utk slalu dkt dg allah Ma’rifarulloh,karna klo sdah ma’rifat hal yg sprti ini nntinya jga pasti bakal bisa dg sndirinya,dan nabi tidak mngajarkan utk puasa mutih ttp nabi mengajarkan utk Qona’ah (merasa ckp dg yg ada)..apalagi dlm amalan2/dzikir dg dbatas,cba klo allah mmbatasi Qt dlm bernafas sehari semalam…Ingat Nabi dl bermeditasi d`gua hiro itu karna d`masjid tdk aman slalu d`ancam oleh kaun kufar,karna sebaik2nya tmpat utk bermeditasi,berkhalwat itu d`mesjid² (bwt cow)…mari plajari kembali pelajaran2 yg lebih penting dr ini sodaraku…*smoga Allah Slalu Mmberikan taufik*

      • Mari kembali ke jln yg lurus said

        Semua Ilmu boleh dipelajari, kecuali satu yaitu ” SIHIR ” seperti yg penulis lakukan. Ayat ayat Al quran bs saja digunakan Jin utk menipu manusia. Bahkan ada Ayat ayat Al quran yg dislhgnkan untuk mendatangkan jin pesugihan. Ingat!!! tdk ada satupun sahabat nabi yg melakukan hal ini, tdk ada satupun sahabat nabi yg melakukan hal ini, tdk ada satupun sahabat nabi yg melakukan hal ini, apakah menurut anda mereka msh kotor?

    • anus said

      baca koran bidah ga?
      kuliah bid,ah ga ?
      kesekolah bid,ah ga?
      naik onta aja deh

      • TengTong said

        itu bukan bid’ah bang anus….
        hal2 yg anda sebut diatas masuknya ke madaniyah ‘ammah…
        jikalau melakukannya tidak termasuk bid’ah.
        komputer, mobil, rumah gedong, internet apalagi..
        kesemua itu tidak terhubung dengan pandangan agama manapun.

        bid’ah jika anda melakukan tsaqofah yg tidak ada tuntunannya dari rasul dan para sahabat..

        pada belajar gak sih? dikelas suka ngantuk ya???
        hehe peace!!!

    • dadali irenk said

      untuk “islam jangan ternodai” … jangan khawatir krn islam ta’kan pernah ternodai…, jadi jgn berfikir terlalu tegang & takut kalau islam bakal ternodai,, ,kita di islam bukan untuk sok belaga menjaga dan membela islam,, tapi kenyataan hakekat’nya justru sebalik’nya kitalah yang dijaga dan dibela oleh “islam”., begitu pula bukan untuk membersihkan islam,tapi belajar membersihkan diri lewat ajaran islam,, dan dalam proses perjalanan itu mungkin seseorang akan melewati fase yang berbeda2 dan aneh,, oleh karna allah memberikan pemahaman & karunia’Nya terhadap mahluk’Nya sesuai dgn kapasitas’nya masing2,, dan untuk kelebihan serta kekuranganya itu hanyalah merupakan cinta serta kasih sayang dari allah semata …
      ,jadi mohon maaf apabila mungkin kapasitas serta pemahaman anda untuk saat ini belum dapat menjangkau hal2 seperti ini,
      saya do,a kan semoga dimasa yang akan datang, disaat allah menaikan derajat pemahaman anda, anda menjadi sala satu orang yang mendapat karunia cinta kasih allah sebagai seorang penjelajah dimensi (dpt melakukan miraga sukma) yang linuhung …
      AMIN…

  9. yohan said

    Mohon alamat dan telp penulis artikel ini.

  10. hanafiah said

    saya sangat tertarik untuk mendalami rogo sukmo tersebut. tapi apa saya bisa mendapatkan amalan pagar dirinya tanpa puasa. karna saya tidak kuat bila berpuasa mutih

  11. saya tertarik dengan artikel ini..Alhamdulillah Insya Allah akan saya coba..

  12. keplenet said

    sebenarnya kunci merogo sukmo itu begini..latihan konsentrasi mematikan rasa atau peraba, latihan kosentrasi memusatkan pikiran, doa hanya sebagai penunjang, saya cuman mau berpesan utk waspada terhadap dzikir2 yg mengandung jumlah tertentu jangan samapi kita terpaku dengan jumlah tsb hingga melupakan Allah SWT, kita kuat karena Allah SWT bukan yg lain, tapi gak papa koq kalo pada tahap awal2 berdzikir tapi alangkah baiknya dzikir itu tanpa jumlah dan tanpa suara, maka dzikir dengan hati lebih baik dan diniatkan karena Allah SWT, soal kita mempunyai kekuatatn tertentu setelah mengamalkan dzikir tertentu, maka itu menjadi kehendak Allah SWT, kita tidak usah berharap secara langsung tapi cukup dengan berserah diri ajah, itu cuman pendapat loh apabila ada salah2 kata mohon minta mangap ..:D

  13. ogi astora said

    kayaknya menarik skali trims ya

  14. budi said

    Saya lebih tertarik dengan buku Mujarabat nya. Apakah saya bisa membelinya ? kalaupun tidak bisa, apakah saya bisa mengganti biaya fotocopy dari buku tersebut ?
    Saya juga mencari buku Tajul Muluk, apakah saudara punya buku tersebut ?
    Mohon pencerahannya. Terima kasih.

    • siregar said

      assalamualikum warahmatullahiwabarakatu,

      buku tajuk muluk banyak tuh dijual di toko buku harganya juga murah, saya pernah beli di toko toha putra medan (Kota Medan) harga nya hanya Rp. 9,000. tq.

  15. MR. WD said

    Hmmmm…., Kalau menurut hemat saya :
    1. Al qur’an itu turun sebagai petunjuk bagi seluruh manusia, maka yang namanya petunjuk harus di baca dan juga dimengerti artinya yang selanjutnya diikuti dan dilaksanakan. Maka jika manusia mengikuti hal tersebut maka tujuan penciptaannya akan tercapai sehingga tuhan yme akan memberikan reward berupa jannah. (jadi bukan sebagai matera/jampi2…)
    2. Yang namanya meraga sukma itu tidak hanya bisa dilakukan oleh orang muslim saja, tapi sudah banyak kisahnya dapat juga dilakukan oleh orang2 yang notabene tidak menggunakan alqur’an sebagai salah satu sarana ritualnya (Hindu/Budha/Tao/dst…). Jadi kesimpulannya bahwa bukan ayat2 qur’an yang menyebabkan itu semua terjadi tapi ada satu fase dimana kondisi manusia tersebut(fisik&btahin) memungkinkan untuk terlepasnya simpul2 yang menahan sukma tersebut. Adapun fase tersebut dapat ditempuh melalui prosesi dzikir/meditasi/ritual lainnya…., Jadi poinnya adalah bagaimana caranya fase tersebut kita capai dengan tidak merusak akidah umat islam.
    3. Manusia diciptakan secara sempurna, hal ini mengandung banyak sekali arti. hal yang dapat saya tangkap dari statement tersebut adalah manusia lebih sempurna bila dibandingkan dengan mahluk lainnya (malaikat tidak memiliki nafsu, hewan tidak memiliki akal…dst), selain itu juga saya meyakini bahwa manusia selain fisik yang terlihat ada juga salah satu elemen di manusia yang bersifat non fisik, dimana jika elemen tersebut di olah secara Optimal, maka akan menyibakan surat2 yang tak tersirat dariNya untuk kemanfaaatan semua umat manusia itu sendiri. Jadi anggapan bahwa prosesi mengolah bathin itu dianggap bid’ah yang saya rasa kurang tepat. Karena dengan demikian kita akan menyia2kan rahmat dariNya.
    4. Intinya dengan tetap mengamalkan ajaran agama sesuai dengan ‘rel yang benar’ juga dengan dibarengi usaha2 untuk mensyukuri nikmat-Nya dengan senantiasa mengoptimalkan semua potensi diri yang telah dititipkan olehNya kepada setiap insan yang namanya manusia. Dimana jika hal tersebut kita laksanakan maka manusia akan mencapai status sebagai mahluk yang mulia.
    5. Caranya…carilah guru yang sudah kaffah dalam hal2 tersebut, himbauan bagi para guru yang tidak mau menyebarkan ilmunya untuk kebaikan manusia…(“ilmu yang tidak diamalkan hukumannya apa….??”)

    any comment..???

    • zoel said

      kelihatannya anda pintar ngomong dgn analisa omong kosong..! apa anda sdh prnh meraga sukma dgn teori anda tsb?

      • tahar said

        anda ini pintar…sebaiknya anda memberi pencerahan kepada mereka-mereka yang masih menyimpang, tidak shalat, suka berzina, merampok, memperkosa…menganiaya anak yatim, koruptor…itu dululah yg anda cerahkan….kalau berhasil…baru anda mengurusi soal bid’ah dan lain2 sebagainya…karena penulis ini menurut saya orang yg sudah lurus…makanya Allah memberinya sesuatu yg istimewa…anda saja pinter ngomong agama seperti ini belum tentu merasakan pemberian Allah yg istimewa…karena mungkin hati anda ke-Aku-an anda yang masih besar…menganggap hanya diri anda ygt benar…ok thanks…capek aku terhadap org2 macam begini….

      • Antok Wijaya said

        Orang belum meraga sukma sudah emosi.belajar sabar biar bersih hati dan bathin.

    • assalamu’alaikum wr. wb.
      Haduuh… bingung sesaat deeh aq, mencerna dr pemikiran2 yg msg2 mencoba selaraskan dg kaidah keilmuan tertentu.,
      saya sangat setuju dg Mr. WD., sebenernya Al Qur’an adalah bukan sekedar bacaan, namun merupakan petunjuk dr apa yg tersurat hingga yg tersirat pd satu kitab Qur’an ini., iQroo’.. bacalah dst….
      Tidak ada yg tdk mgkn dlm jiwa dan diri manusia kalaw sudah bisa menyatu dg segenap petunjuk dr Al Qur’an seiring selaras manunggalnya kawula dg Gustinya. Subkhanallah… Maha Besar Allah dg segala PenciptaanNya yg begitu Agung, rasanya tak pantas bagi kita untuk gonto2 membahas kebingungan stiap msalah org di bumi, tp senaantiasalah beramal, ibadah wajib dan sunah dan sedekahlah bagi yg mpunyai rejeki lebihkanlah dlm amal sesuai nilai yg di dapat,. tapi bagaimana cara plg mendasar hrs dikuasai dan dipahami untuk menguasai landasan dasar/wadah sebuah ilmu ghoib atow ilmu2 lainya yg luarbiasa banyak,. insya allah ada jalan kemulian untuk sebuah harapan ilmu apapun. dg kunci dasar ikhlas buat si pengamal dan si pengijazah,.. hehe…

      tali simpul dlm diri manusia itu begitu rumit dan sulit untuk dipendarkan kalo hanya dg sebatas pemahaman belaka tanpa laku atow lelaku.
      bukankah sudah dijelaskan singkat? ” 7 titik wudlu/sesuci adalah merupakan dasr dr segala ilmu ” Sempurnakan titik itu kalau saudara2 yg hendak mengamalkan sebuah khasanah keilmuan, insya Allah wadah badag ini siap menampung asupan energi supranatural dg sempurna. saya yakin Mr. WD tau akan rahasia di balik makna wudu yg berhubungan dg Shirotolmustakiim….

      saya bgg untuk menjelaskan ini dg seksama, krn untuk mengolah batin hrs sempurna dulu, baru bisa sampai pda titik yg qta2 harap yaitu salah satunya ” MEROGO SUKMO” namun skilas ini mudah2an bisa jadi bahan pemikiran dan introspeksi bagi kita yg msh awam dg segenap keterbatasan kita, namun kita bisa memiliki itu smua atas ijin allah dg khasanah dan ketaatan qta kepadaNya…

      Buat sedulur semua.,. berhati2lah sebelum soudara semua ingin mengamalkan sebuah keilmuan, niatkanlah ikhlas hanya untuk mendapat Ridlo Allah Semata. kmdian Bekali diri dengan dasar2 kekuatan wadah badag ini dg sekelumit cerita kecil yg saya babar sdikit di atas, mudah2an qta smua mengamalkan krn hanya utk mendapat ridloNya,. selebihmya biar yg ‘Azawazalah yg menentukan… kuatkan PONDASI ILMU dg Makna Ilmu WUDLU, insya allah akan ssaya jelaskan dasar2nya bagi yg berminat untuk sampai pda titik ROGO SUKMO,.

      Maaf kpd eyg Punya Web, Tdk ada mksd apapun kecuali saling berbagi dan melengkapi perbendaharaan kajian yg mgkn bisa sbg pelengkap buat Pembaca Budiman di web ini,.. amiin..

  16. YEBS said

    Saya tidak setuju dengan hal hal seumpama ini.Mengosongkan fikiran atau meditasi memberi laluan kepada makhluk astral masuk dalam tubuh. Sebagai contoh REIKI atau TENAGA DALAM sewaktu dalam meditasi iaitu membayangkan sesuatu dari langit turun ke tubuh dan di simpan dalam cakra di tubuh adalah sebenarnya proses untuk menyedut makhluk astral masuk ke dalam tubuh. Makhluk astral yang sudah masuk dalam tubuh bukan mudah untuk di keluarkan tidak seperti jin jin masih boleh di keluarkan dengan cara tertentu. Sila lawat laman web ini: http://www.indocina.net/viewtopic.php?f=22&t=17053

    • tahar said

      anda pinternya teori dan mengambil kesimpulan sendiri saja….anda kan tidak punya kemampuan indera keenam yng diberikan oleh Allah..!?….tetapi anda berani sekali mengambil kesimpulan dan men-judge orang seperti itu…apakah anda pernah lihat langsung makhluk astral yang dilakukan perguruan2 tenaga dalam masuk ketubuh salah satu pesertanya…?
      JANGAN LANGSUNG MEN-JUDGE ORANG KALAU CUMA MENGAMBIL KESIMPULAN SENDIRI…..!

      • Hamba Allah said

        Allah menciptakan dua alam yg berbeda yaitu Alam nyata dan Alam Gaib. Maka daripada itu belajarlah alam nyata dan alam gaib karena semua itu ciptaan ALLAH SWT dan tak ada salahnya kita belajar alam gaib karena kita semua suatu saat berada dialam gaib..dengan cara kita mendekatkan diri kepada ALLAH SWT, Jalankan Sholat 5 waktu, berdzikir, berpausa dan sedekah Insya ALLAH..ALLAH akan memberikan kekuatan batin tersendiri karena ALLAH…segala kebutuhan dunia dan akhirat dapat terpenuhi dengan jalan berusaha dan doa…..selamat mencoba semoga ALLAH SWT memberikan kemudahan kepada kita semua…amin…

  17. YEBS said

    Bagian pertama :

    KESAKSIAN PENULIS Perdana akmad

    Pengalaman Spiritual Selama Memperdalam Reiki,Tenaga Dalam dan Ilmu Kesaktian
    Nama lengkap saya adalah Perdana Akhmad,saya adalah mahasiswa semester akhir Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta pada jurusan Psikologi.Saya lahir di Baturaja,Sumatera Selatan 12 oktober tahun 1980.Saya lahir ditengah-tengah keluarga yang memang suka akan ilmu-ilmu kesaktian, dimana Ayah saya masa mudanya suka sekali berguru ke-orang “pintar” untuk belajar kesaktian bahkan dari penuturan Ayah saya ia pernah melakukan tapa pendem yaitu mengubur diri dalam tanah sebagai syarat untuk mendapat ilmu kesaktian tertentu di daerah Banten.Ayah saya semasa saya kecil pernah mendemonstrasikan kemampuannya kepada kami sekeluarga yaitu mematikan lilin dari jarak jauh dengan tenaga dalamnya,juga mendemonstrasikan kemampuan memecahkan batu kali yang lonjong sebesar pergelangan tangan dengan pukulan tangannya.Begitu juga dengan adik-adik Ayah saya, mereka semuanya ikut perguruan tenaga dalam dan sering “mengobati” orang sakit dengan tenaga dalamnya itu.Maka dari itu sedari kecil saya sangat ingin seperti Ayah saya juga Om-om saya itu.

    Perburuan saya mencari ilmu ghoib dimulai pada saat saya duduk dibangku SMP di Kota Manna Bengkulu Selatan,saya ikut perguruan tenaga dalam Budi Suci dimana saya mempelajari jurus-jurus tertentu dengan olah pernapasan,lalu ketika dibangku SMA saya masuk Perguruan tenaga dalam Marga Luyu dan juga Seni Nafas Indonesia,saya dalam berlatih tenaga dalam sudah mencapai tataran yang cukup tinggi waktu itu.Pada masa SMA ini saya mulai mengenal dengan namanya makhluk halus, dimana sewaktu latihan Guru saya dari perguruan Marga Luyu waktu itu punya kemampuan menarik makhluk-makhluk halus lalu dimasukkan kedalam tubuh teman saya dan kemudian bisa tanyai berbagai macam hal.Saya juga belajar ngampat dimana saya belajar untuk menghadirkan makhluk halus yang saya ingini kedalam tubuh saya atau orang lain.

    Setelah lulus dibangku SMA tahun 1999 saya pergi ke Yogyakarta dan kuliah di Universitas Islam Indonesia.Di Yogyakarta ini saya tidak lagi masuk perguruan berbasis tenaga dalam lagi namun masih suka berlatih sendiri olah pernapasan.Saya pada tahun ini juga mengenal Reiki dari Toko buku Gramedia dimana saya melihat ada buku tentang suatu aliran Reiki Tummo dan menginformasikan adanya Lokakarya Reiki Tummo di Yogyakarta,rasa keingintahuan saya begitu tinggi akan ilmu penyembuhan dengan menggunakan energi Ilahi atau alam semesta dan peningkatan spiritualitas seperti yang diberitahukan dalam Buku.

    Lalu saya mengikuti lokakarya Reiki itu pada tingkat level 1 langsung pada aliran Reiki Tummo yang katanya lebih baik dari aliran Reiki Usui.Saya memang merasakan sensasi yang aneh dimana saya bisa merasakan geraran-getaran pada tangan saya sebagai tanda energi telah mengalir,bertambah semangat saya untuk mempelajari Reiki lebih jauh maka saya mulai membeli semua buku-buku yang berhubungan dengan Reiki.Saya mulai sering bermeditasi Reiki dan membaca buku-buku tentang Reiki,mengkaji,mendengarkan penuturan para praktisi Reiki yang senior tentang ajaran-ajaran spiritualitas yang ternyata banyak dipengaruhi ajaran-ajaran Budha dan Hindu.Namun waktu itu saya terus mengkajinya karena saya pikir Nabi Muhammad saja memberitahukan agar kita agar belajar kenegeri Cina untuk mencari ilmu pengetahuan.

    Selain memperdalam Reiki saya juga mengikuti pengajian di Pesantren Salafy Ihyaussunah Degolan di Yogyakarta dan masuk dalam keanggotaan Laskar Jihad yang telah dibentuk, karena waktu itu sedang ramai-ramainya berita tentang pembantaian kaum muslimin di Maluku dan Poso.Pada keanggotaan saya di Laskar Jihad ini saya mulai ragu-ragu akan “kebersihan” Ilmu-ilmu tenaga dalam dan juga Ilmu Penyembuhan Reiki, dimana anggota Laskar Jihad sangat ditekankan menjauhi syirik,khurafat maupun bid’ah dalam ibadah maupun pada saat berjihad.
    Lalu pada pertengahan tahun 2000 saya berangkat ke Ambon dan berjihad disana,di Ambon saya praktis tidak memakai tenaga dalam juga Reiki (dengan membentuk bola energi perlindungan Reiki atau memagari diri dengan kekuatan tenaga dalam) dalam berperang namun hanya dengan membaca amalan zikir.Setelah peristiwa Kebon Cengkeh berdarah 14 Juni 2001 (semoga ke lima teman saya dan kaum muslimin Ambon yang meninggal mendapat predikat syahid dari Allah Ta’ala,Amin) saya pulang ke Yogyakarta dan melanjutkan kuliah kembali.

    Saya lalu kembali memperdalam Reiki dengan kembali mengikuti lokakarya Reiki Tummo pada tingkat level 2.Saya juga mengikuti Attunenent aliran Reiki Tao secara reiju jarak jauh pada sebuah yayasan Reiki Tao yang cukup terkenal di Jakarta dan mengikuti lokakarya aliran Neo Zen Reiki pada Master Reiki Anand Khrisna di Yogyakarta dan juga membeli buku-buku karangannya yang cukup laris waktu itu.Saya waktu itu mulai sedikit-demi sedikit mulai terpengaruhi ajaran tentang reinkarnasi yaitu dengan Reiki saya bisa memutus siklus kelahiran kembali didunia,dengan Reiki dan kebangkitan kundalini saya bisa mendapatkan kekuatan-kekuatan ghaib dan peningkatan spiritualitas.

    Saya lalu mulai ikut berbagai mailinglish aliran Reiki di Internet seperti mailinglish Mahameru,Reiki Tao,Reiki Sufi,Caraka Reiki,Nur Ilahi,Shing Chi,Reiki Chakra ,Sirna Galih,PHL,Peace One Earth ,Peace One Earth Indonesia dan mulai mendapatkan Attunement (penyelarasan energi) berbagai macam aliran Reiki hingga pada tingkat Master Pengajar lebih dari 30 aliran Reiki yang saya dapatkan hingga pada tingkat Master Pengajar yang dapat memberikan attunement Reiki pada orang lain.Saya juga sering memberikan attunement Reiki pada teman-teman dekat saya dan kepada para sesama praktisi Reiki yang ingin mendapatkan attunenent energi tertentu yang telah saya kuasai.

    Saya menjadi sering bermeditasi dan rajin berlatih Reiki,tetapi dalam memperdalam Reiki ini saya malah sering menderita berbagai macam penyakit yang kelihatannya ringan seperti pusing kepala,dada sesak,sampai sakit atau panas pada bagian-bagian tubuh tertentu secara terus-menerus, tapi menurut para praktisi Reiki itu wajar dalam proses “pembersihan” energi kundalini.Saya juga mulai lagi memperdalam ilmu tenaga dalam yang sempat saya tinggalkan, selain latihan pernapasan saya juga mulai memperdalam ilmu aji-ajian versi jawa yaitu dengan melakukan puasa mutih,ngebleng dan membaca suatu rapalan ribuan kali.Bahkan saya sempat diajak seorang sahabat non muslim sesama praktisi Reiki yang beraliran kejawen melakukan kungkum (berendam diair dengan membaca rapalan tertentu) di Sendang Kasihan Yogyakarta.

    Semakin lama saya memperdalam ilmu Reiki juga tenaga dalam serta ajian-ajian ini saya mulai marasakan ketidakberesan dalam diri saya,saya menjadi malas untuk beribadah syari’ah yang dituntunkan Rasulullah,merasa tidak nyaman membaca Al-Qur’an malah lebih suka bermeditasi (seolah-olah menggantikan shalat) yang saya anggap lebih bisa menenangkan saya dan mengasyikkan karena saya merasakan sensasi-sensasi tertentu yang hebat seperti merasa bisa terbang juga merasa ada kekuatan-kekuatan tertentu yang masuk dalam tubuh saya.Sampai tahun 2003 saya terus memperdalam ilmu-ilmu saya itu,saya juga mampu untuk scaneling berbagai energi Reiki yang saya inginkan tanpa bantuan Master Reiki lagi. …………………
    wangz1
    Routinier

    Posts: 483
    Joined: Fri Apr 29, 2005
    Location: somewhere
    Blog: View Blog
    Reputation points: 0

    YIM Top
    ——————————————————————————–

    by wangz1 on Sun Sep 04, 2005 3:12 pm

    bagian ke dua

    Dalam pendalaman ilmu-ilmu ghaib ini saya pada tanggal 10 februari 2003 tiga hari sebelum Hari Raya Idul Adha saya pergi ketempat Pak Gatot Margono seorang guru besar Perguruan tenaga dalam Chakra Buana di Magetan Yogyakarta untuk memperdalam ilmu Kanuragan.Sesampai di Magetan saya menemui Pak Gatot Margono.Disana saya diberi penjelasan mengenai Ilmu meraga sukma,Trawangan, penyempurnaan Ajian Rajah Kala Chakra yang telah saya miliki sebelumnya,ilmu panglimunan,kekebalan,silat ghaib,sampai pada saya bisa tahu isi hati orang juga bisa mengetahui suatu barang dalam keadaan mata tertutup hal itu dilakukan Pak Gatot katanya dengan “membuka”tubuh saya.

    Pak Gatot merajah seluruh tubuh saya dengan huruf-huruf arab dengan menulis dari jari-jari tangannya langsung (seperti membuat simbol Reiki) ,ia juga mengatakan akan memberikan tempat ditubuh saya untuk sebangsa malaikat,juga memberi saya kemampuan menghimpun tenaga dalam tingkat tinggi dalam tingkat karomah dengan metode bacaan tertentu pada posisi Namaskar (tangan ditelungkupkan didepan dada).Walhasil setelah saya coba saat itu juga saya merasakan ada yang aneh ditubuh saya saya kedua tangan saya yang saya telungkupkan di dada bergetar dengan hebat tanda energi itu sudah masuk.

    Namun dalam penjelasannya setelah prosesi pembukaan itu ada perkataannya yang aneh dari beliau,walaupun Pak Gatot katanya beragama Islam ia mengatakan kita sebenarnya tidak perlu shalat,puasa juga melaksanakan syari’at Islam karena hal itu sudah tidak penting lagi jika sudah sampai pada tingkat makrifat (seperti aliran Sufi,kejawen atau ajaran Syekh Siti Jenar) lalu ia juga menjelaskan tentang ajaran versi kejawen seperti tentang saudara kembar,Roh pembimbing,kesadaran jiwa, sukma sejati.

    Ia juga mengatakan bahwa ia mampu menemui Sunan Kalijaga yang dikatakan Pak Gatot sebagai Guru Spiritualnya dan ia sangat senang memberikan ilmunya pada saya yang dikatakannya saya telah siap menerima ilmu tingkat tinggi. Saya waktu itu merasa menjadi orang yang hebat sekali.Saya hanya sehari semalam saja di tempat Pak Gatot, setelah menginap semalam ditempatnya lalu esoknya saya pulang.
    Sebelum saya pulang ke Yogyakarta saya sempatkan dulu menginap kurang lebih tiga hari ditempat saudara saya di Solo.Kebetulan di Solo tempat Om saya itu ada kamar dilantai dua yang cukup sepi maka saya bermeditasi disana.Tidak lama meditasi saya meresakan tangan saya bergetar lalu tangan saya bergerak sendiri (gerak pribadi) membentuk gerakan-gerakan tertentu seperti gerakan Yoga,juga dapat bergerak sendiri membentuk jurus-jurus tenaga dalam,jika ingin gerak silat tubuh saya bergerak sendiri.

    Hari kedua saya bermeditasi kembali,namun kali ini ada kejadian yang luar biasa sewaktu saya sedang “menghimpun” kekuatan dalam posisi Namaskar tiba-tiba terbersit dengan kuat sekali dihati saya untuk menulis,lalu saya sediakan pena dan kertas lalu tangan saya tanpa dikomando bergerak sendiri dengan mengenalkan dirinya sebagai sukma sejati,lalu banyak lagi yang mengenalkan dirinya salah satunya sebagai kesadaran jiwa,kesadaran hati,roh pembimbing,caranya cukup aneh yaitu menulis.Katanya ini cara pertama untuk berkenalan dengan saya sebagai satu tubuh,ia mengatakan ditubuh saya banyak sekali “kesadaran-kesadaran”.
    Mereka mengatakan sudah sangat letih mendampingi saya hidup didunia,mendengar hal itu dan dengan keinginan “teman” saya itu, sesuai dengan ilmu-ilmu Reiki yang saya pelajari saya membuat suatu simbol Reiki di dada juga dibagian tubuh lain lalu dipersilahkan mereka untuk mengambilnya kekuatannya.Pertemanan saya berjalan terus sampai saya pulang kekos-kosan,waktu itu kami hanya bicara melalui tulisan saja.Di kos-kosan saya sempat mempertontonkan kemampuan saya menebak warna-warna pada kertas yang diinginkan teman saya itu dengan mata tertutup.

    Setelah dua hari istirahat setelah kepulangan dari Magetan dan Solo saya pergi ke warnet untuk melihat email-email kiriman teman-teman sesama praktisi Reiki.Sewaktu sedang mengetik tiba-tiba ada yang berbicara di dalam hati saya,hebat! Saya bisa mendengar dengan sangat jelas suara-suara ghaib seperti suara sukma sejati,kesadaran jiwa bahkan ada yang mengenalkan diri sebagai Dewa-Dewa langsung berbicara lewat hati.

    Saya waktu itu saat duduk di warnet seperti sedang trance, saya tidak mempedulikan keadaan saya sendiri namun saya tidak sampai membuat suatu tindakan-tindakan seperti orang kesurupan (seperti mengamuk) namun hanya tidak sadar secara bathin, dalam keadaan duduk saya melihat dengan mata bathin seolah-olah ada begitu banyak makhluk-makhluk yang mendatangi saya (dapat saya lihat wujudnya yang beraneka ragam) yang katanya ingin menolong saya menuju kesempurnaan hingga dada saya berdebar dengan kerasnya.

    Saya juga merasakan ada yang aneh pada diri saya,saya seolah-olah mendapat kekuatan atau kesadaran yang mendalam tentang hakikat keghoiban,karena tidak tahan lagi berhadapan dengan makhluk-makhluk ghaib itu dan kesadaran saya yang semakin menipis itu saya lalu membaca Ayat Kursi berulangkali yang cukup membantu hingga saya tersadarkan lalu saya pulang ke kos-kosan.
    Namun fikiran,hati, masih belum sempurna milik saya.Di kamar saya kembali tidak sadar dan saya lupa membaca Ayat kursi hingga saya hanya mengurung diri dikamar bermeditasi “asyik” dengan perkenalan dengan berbagai macam makhluk itu dan mengalami sensasi-sensasi yang aneh yang sukar untuk saya ungkapkan.Saya waktu itu merasa menyelami kesadaran-kesadaran ghaib saya hingga saya seolah-olah menaklukkan satu persatu kesadaran saya dan terus menuju ketingkat kesadaran yang lebih halus pada setiap lapisan diri saya.Saya mengalami sensasi seolah-olah tahu tentang dunia ini juga hakikat keghoiban,saya juga seolah-olah menjadi orang asing di dunia ini hingga sampai tiga hari saya hanya mengurung diri dikamar, jika lapar saya hanya makan sedikit sekali.

    Teman-teman yang merasa aneh dengan sikap saya itu mulai mengatakan saya keberatan ilmu (karena setelah pulang saya bisa mendemonstrasikan kemampuan ghoib saya) saya lalu mulai mengoceh tentang hakikat keghoiban tapi saya waktu itu dalam keadaan sadar namun dalam keadaan sudah dipengaruhi.Melihat keadaan saya yang aneh itu mereka memaksa saya untuk ketempat seorang Ustadz untuk diobati, saya lalu dengan percaya diri menyanggupi keinginan mereka.Sesampainya ditempat Ustadz Ja’far Umar Thalib (mantan Panglima Laskar Jihad) ternyata Ustadz tidak dapat ditemui lalu saya dibawa ketempat temannya yang bernama Mas Untung yang bisa mengobati orang seperti saya.

    Sesampainya disana saya ditanyai tentang keadaan saya dan sempat terjadi diskusi.Sesudah itu saya disuruh tidur dan saya di Ruqyah dengan Ayat-ayat Al-Qur’an,yang terjadi sungguh hebat tubuh saya bergetar dengan kerasnya seluruh persendian saya kaku dan seperti terkena arus listrik yang kuat.Saya menangis dengan kerasnya namun saya tidak tahu kok bisa menangis,saya mendengar banyak yang teriak kepanasan didalam tubuh saya,saya akhirnya tidak bisa mengontrol diri saya lagi karena yang berbicara waktu itu bukan saya lagi namun makhluk-makhluk ghoib yang ada dalam tubuh saya,saya tidak terlalu ingat apa yang dibicarakan makhluk itu pada orang yang menerapi saya karena saya dalam keadaan tidak sadar,mungkin ada satu jam saya di Ruqyah lalu saya disadarkan.
    Mas Untung mengatakan didalam tubuh saya ada banyak sekali makhluk sebangsa Jin dan syaitan,tubuh saya sudah dikuasai sepenuhnya oleh makhluk halus sebangsa jin dan syaitan itu,secara lahir dapat dilihat raut muka saya tiba-tiba berubah menghitam tidak ada cahaya dalam prosesi Ruqyah.Saya lalu dinasehati Untung agar kembali pada ajaran agama Islam yang murni dan saya diberi amalan untuk dibaca.Tetapi waktu itu saya seakan kurang percaya akan apa yang saya alami,lalu saya pulang kekos. ………
    wangz1
    Routinier

    Posts: 483
    Joined: Fri Apr 29, 2005
    Location: somewhere
    Blog: View Blog
    Reputation points: 0

    YIM Top
    ——————————————————————————–

    by wangz1 on Sun Sep 04, 2005 3:13 pm

    Bagian ke tiga

    Tidak lama dikamar dada saya terasa sesak lalu teman-teman saya mulai mencoba membacakan Ayat-ayat Al-Qur’an pada saya hingga akhirnya saya kembali kumat,lalu mereka kembali memanggil Mas Untung,lalu Mas Untung kembali meruqyah saya.Setelah kurang lebih satu jam Mas Untung kewalahan karena ada sangat banyak makhluk halus didalam tubuh saya lalu Mas Untung memanggil Mas Faturakhman yang juga membawa teman-temannya.Waktu itu terjadi “pertempuran” Mas Untung dan Mas Faturakhman melawan makhluk halus yang ada pada tubuh saya yang waktu itu berjumlah 40.000 makhluk sebangsa jin dan syaitan (wallaahu a’lam) dan katanya diluar tubuh saya ada ribuan jin dan syaitan lagi yang menunggu untuk masuk.

    Bahkan ada mengaku ia adalah Pak Gatot yang sedang meraga sukma masuk dalam tubuh saya untuk membantu menghadapi Mas Untung,Mas Faturakhman ,ada juga Jin mengaku-aku dewa,makhluk halus itu mengatakan sangat marah pada Mas Untung dan Mas Faturakhman dikarenakan merekalah saya kembali dalam Islam dan para makhluk halus itu mengatakan sangat ingin “membantu” saya mencapai kesempurnaan dalam spiritualitas.Mereka sempat menunjukkan kemampuan mereka mengetahui isi hati Mas Untung dan Mas Faturakhman juga mengatakan hal-hal yang bersifat pribadi pada diri mereka bahkan hal-hal yang bersifat rahasia pada diri Ayah saya yang berada di Lampung juga rahasia keluarga saya makhluk halus itu mengetahuinya.
    Mereka juga mengetahui dengan tepat nama-nama jin yang pernah dimiliki Mas Faturakhman (dulu ia sempat mendalami ilmu ghaib tentang jin dan akhirnya bertobat).Selama prosesi Ruqyah itu sedikit demi sedikit saya sudah mulai sadar penuh secara bathin namun tidak bisa mengontrol tubuh tapi bisa mendengarkan percakapan dan adu kekuatan jin dengan kekuatan bacaan Al-Qur’an.

    Mas Untung dan Mas Faturakhman selama dalam prosesi Ruqyah sempat beberapa kali menekan-nekan bagian tertentu dalam tubuh saya atau meremas rambut pada kepala saya untuk mengeluarkan dan membunuh makhuk astral yang ada pada diri saya itu dengan diiringi teriakan kesakitan dari jin dan setan yang menguasai tubuh saya (saya bisa merasakan kematian satu-persatu jin dan setan dalam tubuh saya,dimana saya merasakan nafas saya serasa putus dan tubuh saya serasa tertekan kebumi disaat jin dan setan itu berteriak pada teriakan terakhir hidupnya .Wallaahua’lam).

    Selama kurang lebih delapan jam mereka mengobati sedangkan para tetangga diluar sudah banyak mengumpul karena mendengar jin dan setan melalui lisan saya berteriak-teriak minta ampun dengan kerasnya dan mulai terlihat keburukan mereka yang ternyata mereka lalu mengolok-olok Mas Untung dan Mas Faturakhman yang dikatakan mereka tidak mempunyai kekuatan apa-apa untuk menghadapi mereka bangsa jin Ifrit,yang keadaannya sangat berbeda ketika mereka mempengaruhi saya mereka berbuat-seolah mereka sangat suci.

    Makhluk halus itu juga sempat mengancam saya untuk mencabut nyawa saya jika saya tidak mengusir orang yang menerapi saya, saya juga dipaksa mengikuti mereka dan percaya pada ajaran mereka,mereka juga mengatakan melalui bathin saya bahwa mereka punya kemampuan dan kekuasaan untuk mencabut nyawa saya.Mungkin lebih dari lima kali mereka berbuat sesuatu pada diri saya sehingga saya merasa napas saya serasa putus dan dan mendapat sensasi seolah-olah lingkungan sekitar menjadi hening seketika,namun secara bathin saya katakan “Saya hanya menyerahkan diri saya kepada Allah SWT semata,Dialah yang punya hak atas nyawa saya dan saya minta ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan yang telah saya perbuat!”Yang nyatanya mereka hanya menggertak saja dan tidak terbukti sama sekali ancaman mereka itu.

    Dalam prosesi Ruqyah itu akhirnya diketahui ternyata selama ini sebelum saya ketempat Pak Gatot pun sudah banyak makhluk halus yang ada dalam tubuh saya dalam berbagai jenis bentuk makhluk astral yang ikut masuk ketika saya di attunement berbagai aliran Reiki (ternyata sewaktu di attunement Reiki dan saat penyaluran Reiki justru banyak makhluk ghaib yang masuk) dan saat berlatih tenaga dalam juga saat melakukan laku Aji-ajian tertentu yang golongan Jinnya termasuk “jawara-jawara” yang kuat-kuat ilmu dan tipuannya hingga saya tertipu tidak menyadari keberadaan mereka sama sekali.Ternyata mereka memang punya misi utama untuk menjebak agar manusia tidak mentauhidkan Allah dengan tipudayanya dan tubuh saya telah dijadikan tempat bagi mereka sehingga mereka dapat seenaknya keluar masuk pada diri saya sesuka hati mereka.
    Sedangkan saya tidak menyangka sama sekali,selama ini saya sangat yakin akan keampuhan energi perlindungan yang telah saya program juga pagaran tenaga dalam yang telah saya buat yang nyatanya tidak ada fungsi apa-apa.(Namun Alhamdulillah dalam prosesi Ruqyah itu ada satu “pentolan” Jin sadar bernama Ronggowarsito yang kemudian masuk Islam keluar dari tubuh saya dengan membawa ribuan anak buahnya setelah didakwahi dan diselingi debat oleh Mas Faturakhman).
    Setelah delapan jam meruqyah saya,Mas Untung dan Mas Faturakhman sudah kelelahan dan masih menyisakan Jin dan Setan dalam tubuh saya walaupun sudah banyak Jin yang telah tewas terbakar atau keluar dari tubuh saya.Makhluk halus terakhir itu mengatakan ia adalah Allah dan ada yang mengaku Syekh Siti Jenar (tampaknya tinggal dedengkotnya).

    Mas Untung mengatakan sekarang tinggal kamu sendiri yang mengalahkannya dengan Fadhilah Al-Qur’an yang diajarkan pada saya.Karena keadaan saya belum begitu baik saya lalu pulang ke Lampung tempat orang tua saya tinggal.Dalam perjalanan ke Lampung makhluk halus itu kembali mempengaruhi saya agar mengikuti bujuk rayu mereka dengan mengiming-imingi akan membantu saya meningkatkan piritualitas,saya benar-benar bisa mendengar ucapan mereka lewat hati dan kembali mereka membuat sensasi-sensasi aneh pada diri saya namun tidak sekuat dulu dan saya memang udah mewaspadainya lalu saya membaca Ayat-ayat Al-Qur’an dan saya mendengar dengan jelas sekali mereka langsung berteriak kepanasan. Saya di Lampung di Ruqyah oleh Ustadz Ari Wibowo (sahabat Ustadz Fadlan) di Pondok Pesantren Darul Fatah dan Ustadz Darsono ditempat yang berbeda ternyata masih banyak jin dalam tubuh saya dan ada sihir yang terus menyerang saya.

    Saya juga sempat dibawa Ibu saya ke Guru besar tenaga dalam Sinar Cakra yang ibuku waktu itu menjadi anggota Sinar Cakra dan saya juga menjadi anggotanya.Yang terjadi adalah mereka tertawa-tawa yang bisa didengar lewat bathin saya karena tidak ada satu pun jurus-jurus tenaga dalam pada saat penyaluran energi tenaga dalam sanggup mengusir bahkan melukai mereka karena ilmu-ilmu tenaga dalam dan semacamnya itu sendiri adalah salah satu senjata dan tipu daya mereka untuk mengecoh manusia.

    Saya juga ingat mereka pernah mengatakan sewaktu saya masih di Yogyakarta diwaktu jin dan setan itu masih tersisa dalam tubuh saya,mereka sama sekali tidak mempan sama sekali terhadap yang dinamakan Energi Ilahi atau Reiki (Untuk penjelasan tentang hakikat Reiki,tenaga dalam dan ilmu kesaktian bisa membaca buku saya yang berjudul “Membongkar Kesesatan Praktek Sihir Pada Reiki,Tenaga Dalam dan Ilmu Kesaktian&#8221 walaupun sempat saya mengalirkan jenis energi yang bersifat panas sekelas Sakara juga Karuna KI ataupun energi sekaliber Shing Chi bahkan Reiki Tao dan juga bola energi kuning emas yang katanya anti Jin sama sekali tidak berarti malah mulai terlihat kejelekan mereka.Mereka sangat suka mengolok dan mengejek dengan mengatakan Energi Ilahi itu tidak punya pengaruh apa-apa bahkan sangat enak untuk “dimakan” dan Reiki itu adalah milik mereka lalu mereka mengatakan bahwa saya orang bodoh tidak tahu apa-apa.Mereka juga mengatakan mereka sudah berpengalaman selama ribuan tahun demi misinya untuk mempengaruhi orang-orang seperti saya lewat kekuatan-kekuatan energi atau tenaga dalam. ……………………….
    wangz1
    Routinier

    Posts: 483
    Joined: Fri Apr 29, 2005
    Location: somewhere
    Blog: View Blog
    Reputation points: 0

    YIM Top
    ——————————————————————————–

    by wangz1 on Sun Sep 04, 2005 3:16 pm

    Bagian Terakhir

    Pada masa pengobatan ini saya sempat tiga kali antara sadar dan tidak didalam tidur saya,saya berkelahi dengan makhluk halus yang masih tersisa didalam tubuh saya dan saya bisa melihat wujudnya dengan sangat jelas seperti saya melihat dengan mata telanjang.Pada pertemuan pertama saya melihat ada dua Jin laki-laki yang menyerang saya dan waktu itu saya sempat terpukul namun saya tidak merasakan sakit dan saya dapat membanting salah satu Jin itu sewaktu ia ingin menebas tubuh saya dengan pedangnya hingga terkena temannya sendiri.Beberapa hari kemudian saya kembali bermimpi dan saya kembali dapat melihat mereka dengan sangat jelas sekali namun dalam rupa yang sangat menyeramkan dan mentertawai saya dengan tawa yang cukup mengerikan namun tidak berani mendekati saya.
    Pada pertemuan ketiga inilah saya dapat melihat wujud mereka secara lebih nyata wallahualam yaitu ada Jin yang berbentuk sangat mirip dengan manusia namun tubuhnya begitu besar dan sangat tinggi dan setan satu lagi berwujud seperti kera dengan tubuh sangat hitam dan pendek kira-kira 50 cm saja.Saya kali ini benar-benar berkelahi dengan mereka saya benar-benar merasakan mereka menyerang saya.Saya sempat menangkap Jin yang bertubuh pendek dengan tangan kiri saya lalu saya cengkram tubuhnya dengan keras dan saya bacakan Ayat Kursi hingga ia terbakar hingga Jin yang satu lagi yang bertubuh amat mirip manusia itu tidak berani mendekat.

    Setelah mendapat pengobatan Ruqyah di Lampung dengan Ustadz Ari Wibowo dan Ustadz Darsono dan dengan cukup ketat melakukan dzikir juga doa-doa untuk perlindungan diri,juga membeli mendengarkan kaset Ruqyah yang dibacakan Ustadz Fadlan saya merasa agak baikan.Jin yang ada dalam tubuh saya itu tidak begitu dapat lagi membuat sensasi-sensasi yang aneh pada bathin saya.Saya juga sempat menelpon Ustadz Fadlan pada minggu kesatu bulan maret 2003 dan ada kejadian yang cukup berkesan sewaktu saya menelpon Ustadz Fadlan,begitu Ustadz Fadlan mengangkat Hp-nya dan saya mengatakan bahwa saya ingin konsultasi tantang masalah Jin yang ada dalam tubuh saya, tiba-tiba saya langsung tidak dapat mengontrol diri saya lalu Jin yang masih ada dalam tubuh saya itu berteriak-teriak tidak sudi bertemu Ustadz Fadlan.
    Melihat Jin itu berbicara melalui lisan saya maka Ustadz Fadlan langsung meruqyah saya secara jarak jauh melalui telpon,saya bisa mendengar Jin yang ada dalam tubuh saya itu berteriak-teriak kepanasan (dalam Terapi Ruqyah melalui Hp itu Alhamdulillah saya bisa mengontrol tangan tubuh dan tangan saya untuk tetap duduk memegang telpon).Lalu saya disadarkan kembali dan Ustadz Fadlan menyarankan agar saya menemuinya di Jakarta atau di Yogyakarta.
    Saya lalu kembali ke Yogyakarta dan saya sekembalinya di Yogyakarta berniat untuk menemui Ustadz Fadlan secara langsung.Pada hari jum’at minggu ketiga bulan April 2003 saya menemui Ustadz Fadlan dengan ditemani teman saya menuju tempat terapi Ruqyah Ustadz Fadlan untuk di Ruqyah.Begitu sampai ditempat Ustadz Fadlan ada juga kejadian yang cukup menghebohkan setelah saya turun dari motor dan mendengar suara Ustadz Fadlan yang sedang melakukan Terapi Ruqyah, dada saya langsung terasa sesak dan saya langsung jatuh terduduk ditanah,lalu saya muntah-muntah,saya merasa ada banyak sekali yang keluar melalui mulut saya semacam uap yang keluar bersama-sama muntahan saya.
    Saya lalu dibawa ke ruangan tempat Ruqyah massal berlangsung,di ruangan itu saya tidak dapat lagi mengontrol diri saya,Jin yang telah menguasai tubuh saya itu menangis meraung-raung kepanasan,tubuh saya juga bergetar dengan hebatnya.Setelah setengah jam Jin melalui tubuh saya itu menangis dan berteriak-teriak kepanasan lalu Ustadz Fadlan secara khusus membacakan ayat-ayat Ruqyah kepada saya Ustadz Fadlan pada saat meruqyah saya secara langsung sempat beberapa kali memukul-mukul juga menekan pada beberapa bagian tubuh saya,lalu terjadi dialog Jin yang mendakwakan dirinya sebagai golongan Jin Ifrit dengan Ust.Fadlan.

    Jin itu mengaku mempunyai ribuan anak buah dan dan sebagian besar anak buahnya itu telah pergi dari tubuh saya dan juga Jin itu mengatakan bahwa gara-gara Ustadz Fadlan banyak sekali anak buahnya yang tewas terbakar,Jin itu juga mengaku bahwa Reiki itu sebenarnya dari kekuatan dirinya dan dalam berbagai jenis aliran Reiki yang telah dikuasai saya itu ada banyak jenis Jin yang masuk sesuai dengan jenis aliran Reiki yang telah dikuasai saya,juga ada banyak Jin lain yang telah membantu dan menguasai saya pada saat latihan tenaga dalam yang sesungguhnya tenaga dalam itu juga dari kekuatan mereka (percakapan antara Ustadz Fadlan dengan Jin dalam tubuh saya itu sempat direkam oleh asisten Ustadz Fadlan).

    Lalu Ustadz Fadlan mengajak Jin yang ada dalam tubuh saya itu bertobat dan masuk Islam,tetapi Jin-Jin yang telah menguasai tubuh saya itu sepertinya enggan masuk Islam bahkan ada salah satu Jin yang takut pada Pak Gatot Margono mengatakan jika ia keluar maka Pak Gatot akan membunuhnya.Karena kebandelan mereka setelah didakwahi masih saja tidak mau keluar dari tubuh saya maka Ustadz Fadlan memukuli kembali mereka (dengan melalui perantara tubuh saya) hingga mereka menjerit-jerit kesakitan dan kepanasan karena tubuh mereka luka-luka dan terbakar.Akhirnya banyak diantara mereka yang menyerah kalah,lalu Ustadz Fadlan memberi saya minum air sirih yang telah disaring dan dicampur garam dan Ustadz Fadlan menyadarkan saya kembali.Selepas saya sadar Ustadz Fadlan lalu memberi saya amalan doa perlindungan gangguan Jin yang mesti saya amalkan dan Ustadz Fadlan menganjurkan saya untuk kembali datang karena masih ada sisa Jin yang masih ada dalam tubuh saya.

    Pada jum’at berikutnya saya kembali datang untuk kembali di Ruqyah namun kali ini Jin yang masih ada didalam tubuh saya itu sudah tidak lagi begitu bisa menguasai tubuh saya tetapi masih bisa membuat getaran-gataran pada tangan dan juga membuat mata saya terus mengeluarkan air mata,dalam prosesi Ruqyah itu beberapa bagian tubuh saya dipukul untuk mengeluarkan Jin yang masih tersisa.Alhamdulilllah setelah prosesi Ruqyah itu saya sudah merasa baikan dan saya mulai bisa melaksanakan ibadah dan aktifitas sehari-hari dengan baik.Lalu pada saya pada minggu-minggu berikutnya terus mengikuti prosesi Ruqyah dan terus bertahan selama kurang lebih enam bulan lamanya dengan dzikir dan do’a hingga saya benar-benar bisa terbebas dari pengaruh Jin yang ada pada diri saya.

    tamat –the end–

    • siregar said

      duh seram juga tuh ceritanya, kalau boleh isi buku dikirimin dong ke email ku. tq banyak. wasalam

    • ... said

      Saat melakukan hal ghaib,biasanya mmg ada kunci pembuka,tp org awam srg lupa menutupnya,sy tau dr guru kalau mau nutup baca sholawat nabi…krn ada org yg sy knl lp menutup,tp stlh tau penutup tdk lg Insya Allah.

      Soal Wali,ruh mrk tdk mt yg mt jsdnya tok,tp apa lumrah yg wkt hdp Wali itu baik tp kmdian mlh mengajarkan hal buruk,lg2 sy dpt wejangan krn yg tdk bs ditiru hny Nabi SAW,mk tiap kl ktm hal begini bacalah syahadat & tnykn langsung kpd Allah siapa grngan yg dihadapi jin/syeitan/wali beneran?…tnykn ulang2 dlm hati & akan tergambar diht yg sesungguhnya,bkn lwt bisikan krn hati itulah yg benar.

      Terakhir jgn sombong,krn tabiat org yg “ngilmu” beginian biasanya jd takabbur mknya yg deketin jin2 fasik bkn malaikat. (mhn maaf wejangan ini hny bg muslim/yg mau menerima,hal diatas brdsrkan pengalaman sndri,lbh krg mhn maaf)

    • Supri said

      Bohong Lo.. Gatot Margono tuh bukan Magetan Yogyakarta
      tapi Magetan Jawa Timur..ketauan ceritanya dibuat2..
      kalo tidak suka tenaga dalam bilang aj..

      • tai chi said

        benar saya setuju sama mas supri,,,,,,,,,,,cerita bohong,,,,,,,,,tuuu,,,,,saya seorang praktisi tai chi,,,,dengan saya mempelajari tenaga dlm rasa syukur dan lebih dekat dgn ilahi alhamdulillah ibadah ku lebih ihklas dan husuk amin………………………………………………

      • TengTong said

        hihihi

      • viona said

        wah bingung aku……….

    • taufik hidayat said

      mungkin anda sudah lupa atau lengah kalau iblis dan agen-agennya(setan/dajal/dukun/bangsat/tenaga dalam,reiki,kungfu dlllll) dari kalangan jin dan manusia sudah berjanji dihadapan allah untuk menyesatkan umat manusia dengan cara apapun supaya mereka tidak sendiri dineraka jahanam. hehehehehehehehe gitu aja kok repot. kalau mau mengamalkan suatu ilmu lihat dulu statusnya berdasarkan al-qur’an dan hadis jangan asal sikat bung….. hihihihihihihihi…..

      • tai chi said

        ternyata anda masih dangkal

      • Reniza said

        mhon maaf sebelumnya,, stuju dngn mas taufik hidayat.. mmang mnuntut dan mngamalkan suatu “ilmu ghaib” tidak dilarang,, hnya sj cek dlu statusnya apakah berdasarkan al-quran dan hadis. setiap manusia diberi akal untuk berfikir dan menganalisis.. jangan hnya lngsung mnerima bgtu sj dan membenarkannya,, sebaiknya telusuri terlebih dahulu sumbernya, apakah syar’ii (bagi yg muslim) atau tdak. tdak perduli apakah orng awam atau lbih skalipun ttap kmbali berdasarkan al-qur’an & hadis.

    • syech abdul samad said

      jgn lah meyamakan antara ilmu tuhan dan ilmu kekuatan(dunia)

      ingat “barang siapa kenal dirinya pasti akan mengenal tuhannya”

      pepapatah mengatakan :
      “susah-susah mencari buluh,buluh ada didalam bambu susah payah mencari allah,allah ada didalam tubuh”

      wassalam

    • mhn maaf sebelumnya,.. klo blh saya berpendapat,.. menurut saya cara bapak mempelajari ilmu ghaib dengan cara yang salah,.. sehingga bapak di pengaruhi jin dan syetan, hingga jin dan syetan bersemayam pada diri bapak,..
      klo ingin mempelajari ilmu ghaib.. ambillah dasarnya dari alquran,.. tp alangkah baiknya bapak mempelajari ilmu makrifatullah,.. karena ini adalah induk dari segala ilmu,..
      apa bila kita mampu mempelajari ilmu makrifatullah,.. niscaya kehidupan kita akan aman dunia dan akhirat,..

      wassalam..

      • Mari kembali ke jln yg lurus said

        Cukup Sholat, puasa, zakat, dan niat naik haji utk aman dunia dan akhirat. tdk perlu belajar ilmu ilmu gaib. Cukup yg diajarkan Rasulullah saja. trm ksh.

    • yudha said

      memang kakean polah dadi menungso.proses rukyahnya terlalu ribet….sini ke tempatku saja.satu kali beres.sesuai syariah.

    • Lam Alief said

      wahai saudaraku semuanya…..salam sejahtera….semoga rahmat dan ridho allah dan rosulnya selalu menghampiri didalam setiap hembusan nafas kita……..tiada kata yang pantas di ucapkan selain kalimah…Alhamdulillah…..segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam……memang untuk mempelajari Ilmu adalah kewajiban bagi setiap manusia…..terlebih ilmu mengenai jalan untuk lebih dekat dengan ALLAH SWT……untuk bisa mengenal ALLAH memang dibutuhkan pengorbanan kesabaran yg luar biasa…..dimana kita harus melalui “pemurnian hati” sehingga 4 hawa nafsu didalam diri kita bisa dikuasai…..bahkan terkadang cobaan diri yg luar biasa akan datang…..yang akan membuat diri kita pintar. Setelah kita dekat dengan YANGt MAHA SEGALANYA…..ALLAH SWT….insya Allah segala kehendak kita dan segala ilmu serta hidayahnya akan selalu hadir…..amien…..
      terima kasih untuk salam perkenalan ini…..untuk diskusi lebih detail silahkan hubungi saya iwan_chart@yahoo.com

  18. danam said

    Ikut ah menurut saya belajar meraga sukma lewat ayat itu okeh2 aja.tapi susah buat konsentrasinya gimana ya cara2nya supaya gampang,kasih tau dong yg instan.tengs di tunggu..!

  19. dodo said

    Kalau mau mengenal Allah tentunya harus belajar baik itu ilmu lahir (syariat) dan kebatinan. Mengenal Allah yang Haq itu adalah Ma’rifat Dzat (Dzatullah), ilmu kebatinan itu sebenarnya secara terang diuraikan di Alquran, cuma letaknya kebanyakan berupa mutasyabihat. reiki, kundalini itu adalah istilah asing padahal dalam islam pun ada, cuma namanya aja yang lain, contoh coba renungkan hakikat ” besi” dalam qs al hadid atau “baju besi” dama qs saba. Nabi Muhammad bisa mi’raj ke langit ke tujuh itu juga pakai kekuatan dalam diri, apa bedanya dengan energi kundalini ? cuma kalau mau serius mengenal Allah, akal kita harus bebas, lepas dari pengaruh pikiran manusia lain, karena maqam nya beraneka ragam, cukuplah yakin dengan guru/master/mursyid yang mendapinginya. perjalanan menuju Tuhan, maka manusia akan melewati alam-alam ghaib seperti eterik, astral, cosmik, spiritual, mental. bila hanya bisa OBE/rogo sukmo dengan jalan-jalan ke astral sebenarnya itu bukan suatu tujuan akhir, masih jauh ! kalau ketika melakukan perjalanan spiritual, waktu tafakkur, meditasi jiwa kita masih merasa menyimpan rasa takut, sperti takut mahluk halus, jin, syetan itu semuanya pertanda akal nya masih belum bebas. semuanya tergantung niat, janganlah belajar kebatinan setengah-setengah, harus matang dulu jiwanya.

  20. mr X said

    1. Sembahlh Allah SWT dengan iklash.
    2. Sholatlah/beribadahlah hanya kepada Allah, bukan dengan tujuan lain.
    3. Membaca surat Alquran dengan benar, iklash karena Allah, dan jangan berbuat yang aneh-aneh.
    4. Bertaubatlah setiap hari.
    5. Timbanglah antara perbuatan baik dan perbuatan buruk, gunakan akal dan pikiran supaya tahu bedanya manusia dan bukan manusia.
    6. Hati-hati.. jangan sampai mati dalam keadaan kufur pada Allah saja.

  21. suryono said

    pengalaman yang sangat fantastis, tapi kalau bisa cobalah jangan sekedar keluar ruh dari badan, tapi keluarlah dari ke-ego-an. karena yg namanya egosentris, adalah hijab

  22. Ki Kenthir Terakhir said

    Ada cara modern MERAGA SUKMA

    Yaitu BROWSING …. Tanpa repot2
    dengan Badan di depan Komputer
    Mata anda + Pikiran Anda
    bisa KELILING DUNIA

    Gitu aja kok Bingung ….

  23. ... said

    Sy jg prnh mengamalkan ayat ini,iseng & penasaran sm skl tdk didampingi guru,jg tdk serius…mmg trjd kyk ruh mo keluar dr bdn tp liat tubuh kasar ttp dikasur apakah itu rogo sukmo?…Allah yg tau…

  24. ryan said

    ITU mah namanya iklan, ceritanya panjang dan berbelit belit, langsung aja pasang iklan beres, tidak perlu menyalahkan aliran atau orang lain, belum tentu kita benar, kalau tobat gak usah digembar gemborkan atau dipublikasikan namanya riya, mau tobat atau sesat itu urusan masing, dan orang lain tidak bisa ikut campur, mas. sorry

    • Antok Wijaya said

      Orang belum meraga sukma sudah emosi.belajar sabar biar bersih hati dan bathin.Namanya bagi2 Pengalaman.Orang pintar jangan menyepelekan pengalamn org lain.Mau bo’ong mau beneran orang pintar bisa MEMBEDAKAN.

      • tai chi said

        benar saya setuju sama mas,,,,,,,,,,cerita bohong,,,,,,,,,tuuu,,,,,saya seorang praktisi tai chi,,,,dengan saya mempelajari tenaga dlm rasa syukur dan lebih dekat dgn ilahi alhamdulillah ibadah ku lebih ihklas dan husuk amin………………………………………………

  25. Wisnu said

    maaf sebelumnya sebaiknya bagi yang mau mengamalkan perkuat jetauhidan terlebih dahulu saran saya itu lebih baik…

  26. ABHusin said

    …..MERAGA SUKMA…..

    Benar bang, apa yg abang udah dapat dan alami itu satu petunjuk baik bagi abang. Kerana dgn keyakinan dan pengalaman perjalanan yg udah abang lalui itu bisa dijadikan teladan. Kadang-kadang apa kedapatan masa beramal haruslah dirujuk pada Mursyid. Surah Gua Al-Kahfi itu kisahnya perguruan Musa mencari Khidir pemegang Ilmu Laduni. Ringkasnya pengalaman seseorang sama itu Khidir nggak sama kerana dengannya ada seribu serba satu wajah. Namun perjalanannya Musa dgn Khidir itu adalah cermin teladan bagi kita……

    Kalo ngikot faham kami seluruh ayat-ayat dalam Al-Quran itu bisa menuju kepada apa itu Meraga Sukma. Cumaan kaedah dan perjalanan sesuatu aliran itu berbeda adalah dari furoknya aja, namun hasil tujunya adalah sama. Yg utama apakah satu-satu ayat itu serasi sama jiwa dan pembawaan kita. Ada orang yg baca ayat yg berjela2 panjangnya tapi nggak ada apa hasilnya. Ada orang yg yakin dengan baca Bismillah…. itu aja bisa terbuka rahsianya itu Meraga Sukma. Begitu juga ada orang yg terbuka dgn sendirinya. Ada orang yg dibukakan oleh Sang Pembuka. Ringkasnya jalan-jalan menuju kepada Dia nggak terhad dan semuanya dgn Limpah Kurnia-Nya Yang Maha Berkuasa….

    Dimana Ada Kemahuan Disitu Adanya Jalan. Jalannya loros, benar lagi nggak sesat. Makanya sebelom kita bisa berjalan sendiri, khidmat Mursyid adalah wajib ada. Kalo nggak ada Penunjok Jalan, koq Murid nya nanti tersesat jalan…

    Wallahualam….

    Salam / Damai Selalu…..

  27. Asep Ramdan said

    Subhanalloh suatu hal yang diperlihatkan oleh Mu Ya Robb,bahwa setiap huruf dalam Al Quran ada artinya dan ada khasiatnya maka dengan mengamalkan surat Al Kahfi penulis bisa meragasukma karena didalam surat tersebut terdiri dari beberapa huruf yang banyak artinya dan kahsiatnya dan itulah suatu Keagungan dari Ayat suci Al Quran sebagai kitabulloh mudah mudahan hal2 yang yang diperlihatkan olehMu Ya Alloh menjadikan diriku yang hina ini lebih dekat denganMu ya Robb amin3x

  28. Ananda said

    KISARAN, BERSAMA

    Pimpinan Pengobatan Alternatif Al-Mahdi/Sekretaris Ikatan Paranormal Indonesia (IPI) Kabupaten Asahan Ki Al Azen Suriono mengatakan bahwa menurut ajaran Islam hanya ALLOOOH Rabb Semesta Alam Pencipta Langit dan Bumi sebagai Tuhan yang sepatutnya disembah: “ALLOOOH Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.” [Al Baqoroh:117]

    “Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi ALLOOOH, adalah seperti (penciptaan) Adam. ALLOOOH menciptakan Adam dari tanah, kemudian ALLOOOH berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” [Ali Imran:59]

    ”Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?” katakanlah: “ALLOOOH-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain ALLOOOH)?” [Yunus:34]

    Tuhan juga memiliki semua yang ada, baik di bumi, langit, mau pun yang ada di antara keduanya: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya ALLOOOH itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak ALLOOOH, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan ALLOOOH-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan ALLOOOH Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Al Maaidah:17]

    Tuhan juga telah ada sebelum segala sesuatu ada (awal). Tuhan juga akan tetap ada, ketika yang lain telah musnah (akhir): “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al Hadiid:3]

    “Oleh karena itu, tidak mungkin Tuhan lahir, ketika makhluk lain sudah ada, atau pun meninggal, ketika makhluk lain masih ada. Jika ada, itu tidak lain hanyalah makhluk ciptaan Tuhan belaka,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (4/6) di Kisaran.

    Hanya ada satu Tuhan, yaitu: Allah.

    “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya ALLOOOH salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” [Al Maa-idah:73]

    ALLOOOH tidak punya sekutu.

    “Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: ” ALLOOOH.” Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain ALLOOOH, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi ALLOOOH yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “ALLOOOH adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. [Ar Ra’d:16]

    “Dan katakanlah: “Segala puji bagi ALLOOOH Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” [Al Israa:111]

    Maha Suci ALLOOOH dari mempunyai anak dan sekutu.

    “ALLOOOH sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci ALLOOOH dari apa yang mereka sifatkan itu,” [Al Mu’minuun]

    “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. [Al Ikhlas:4]. [ESA]

  29. firman sidik said

    dengan h ormat,
    saya sangant tertarik sekali dengan meraga sukma tapi saya ingin didampingi untuk pertam kali mohon info diman sauya bisa menjumpai mereka yang telah lebih dulu mepelajaari ilmu ini
    terima kasih

  30. elhadiry said

    Subhanallah… alam ini memang luas, tidak hanya yg tampak mata saja, tp dimensi2 lain yg katanya sekitar 7 dimensi yg blm kt kenali. Maha suci Allah, seru sekalian alam! Bersyukurlah yg sdh bisa mencapai dimensi ke 2, 3, dst… Krn aku blm satupun selain yg aku lihat, hehehehe…..

  31. M.RIDWAN SITEPU said

    SLAM MELEKOM…

    ……MERAGA SUKMA…..
    Pertama kali saya ketahui akan kekuatan seperti itu saya tertarik dan saya semankin mengimani bahwa sanya ALLAH itu maha besar. roh yang ada pada tubuh bisa di keluarkan dan berjalan – jalan mengitari semesta juga alam jin nya.!!!
    aku hanya manusia biasa yang bersujud dan mengingat ALLah dan takut akan dosa, sebab saya ingin bahagia di dunia juga kelak di akhirat. mengenai kekuatan spiritual, goib, kebatinan. saya sangat suka. sampai saat ini saya hanya bisa mendengar dan membaca atas kekuatan seperti itu. saya tidak pernah berguru untuk mendapatkan ilmu gaib tersebut. tapi saya sangat bersyukur atas ilham yang di berikan oleh yang maha kuasa, ALLAH. saya mempunyai filing yang lebih dari rata – rata manusia biasa, saya pernah berkomukasi jarak jauh dengan teman saya melalui hand phone dan saya bertanya kepada teman saya itu yang pada dasarnya saya tidak melihatnya. siapa yang di sebelah kamu yang memakai baju berwarna merah itu, dan teman saya itu brkata, itu teman saya kenapa kamu tau katanya. padahal tadinya saya hanya menebak tetapi benar adanya. dan yang ke 2, di sebuah warnet yang akan saya masuku dengan teman saya, saya mencoba untuk menebak com berapa yang akan kami masuki. karna kebetulan warnetnya penuh.saya bertanya pada teman saya, menurut kamu com brapa yang akan kita masuki, dia menebak kom 13. saya menebak com 7. dan selang beberApa menit ada com yang kosong dan kami pun masuk, allhamdulillah filing saya itu benar. kami masuk dalam com 7.

    saya ingin memiliki kelebihan seperti meraga sukma. tapi apakah bisa kalau saya tidak mempunyai guru pembimbing, saya akan coba amalan diatas. saya percayakan pada ALLAH jika saya dianggap oleh ALLAH sanggup, insyaallah akan saya dapatkan karena ALLAH.

    saat ini NKRI kacau karena teroris (ledakan bom di jw.mariot dan mega kuningan). knapa para teroris tidak bisa di tangkap, mengunakan kekuatan goib, atau mata batin.? apakah ilmu yang dimiliki oleh anda semua tidak sanggup membantu polisi atau negara untuk membrantas jaringan teroris tersebut.? kan ga ada salahnya berbuat baik pada negara kita ini.!!!

    sesudah nya saya minta ma’af kepada pembaca.
    amin ya robbal alamin.

  32. mohammad fadel said

    SAYA PERCAYA DENGAN PENGALAMAN MAS BAMBANG DIATAS. KARNA SAYA JUGA MENGALAMI SEPERTI INI BAHKAN RATUSAN KALI. CUKUP SHOLAT DAN DZIKIR SAJA. ADA ORANG ORANG TERTENTU YG MEMILIKI BAKAT SEPERTI INI SEKALIPUN TAMPA BERGURU, SEPERTI MAS BAMBANG DIATAS. SAYA PERCAYA INI BENAR.

  33. Dinal alfatih said

    maaf numpang nimbrung neh, kalau menurut saya di dalam tubuh manusia ada tiga unsur, ruh, dzohir dan bathin. ruh tidak bisa keluar lalu kembali ( merogo sukma ) tapi yang keluar adalah bathin. dalam istilah medis disebut jiwa dan masyarakat awam menyebutnya sukma atau sukmo.

  34. Dinal alfatih said

    Sangat diperlukan energi yang cukup dalam diri seseorang yang ingin melontarkan sukma dari dalam raganya (dzohir) dan selama sukma melanglang atau pergi ke tempat yang diinginkan, raga yang ditinggalkan dibutuhkan benteng ( melalui doa pada Allah ) agar tidak dirasuki atau dimasuki oleh bangsa jin atau mahluk2 lain, yang bisa berakibat vatal. contoh yang sering kita lihat kehidupan di sekeliling kita, banyak orang yang hilang ingatan ( red;gila ) di pinggir2 jalan kota, sesungguhnya jiwa atau sukma mereka tidak berada di dalam raga mereka, tetapi dimasuki oleh bangsa jin. baik jin kelas biasa sampai jin yang mempunyai kekuatan luar biasa. maaf sekilas info saja.

  35. joe said

    apakah betul mengamalkan 4 ayat alkahfi bisa bertemu khadam
    sya ada khadam
    saya ingin sekali bertemu dgan_A
    hmm
    wqtu siang di baca boleh ndak..??

    • asslam..saya bapak hamdan…mengikut pengatahuan saya.,,mengamal bacaan 4 ayat itu salah sekali..mengarut..
      yang betolnya..kita harus memeliki pendinding diri yang ampuh dahulu baru kita boleh menerokai ke alam jin melalui diri yang batin….cara nya bagaimana..mempelajari ilmu haq merupakan asas kekuatan diri sebenar diri.
      serta sifat2 20 ,..4 ayat akhir sural al kahfi tidak munasabah akan membawa kita ke alam ghaib…kalau kita percaya ayat2 itu mampu menembus alam ghaib sepatutnya tidak bisa dianggap begini ..kerana kesemua itu adalah ayat2 suci allah…sebaliknya niat dan memohon kepada allah itu lebih bermanfaat…kerana kesemua nya terjadi atas izin allah..selain itu ada amalan2 yang perlu dilakukan dan diri seharusnya diisi asas pengatahuan haq…

      saya disini bukan menujukan bahawa diri saya hebat sebaliknya ingin mencari pahala dengan berkongsi ilmu umtuk bersama2 memahaminya secara mendalam…jiak ingin bertanyakan sesuatu sial imailkan kepada saya avatar.firenation@gmail.com…insyallah saya curahkan sedikit ilmu dan sedia memberi bimbingan kepada anada dengan sebetol2betolnya, sekian terima kasih dari saya bapak hamdan,,,

  36. assalamu,alaikum wr.wb
    Pada tahun 1997 saya mimpi bertemu dengan tiga orang diantarangnya 1. orang tua berjubah dan dua orang lagi berpakaian biasa, dalam mimpi itu saya diberi pelajaran baca al-qur’an yang harus dibaca adalah tengah-tengah al-qur’an kata orang tua tsb kamu akan tau kuncinya dunia dan akhirat katanya. yaitu surat al-kahfi dan saya dawamkan atau dibaca ber-ulang-ulang. saya minta penjelasan dari temen-temen apa betul seperti. makasih saya tunggu jawabannya.

  37. dededen said

    TUJUAN KALIAN INI APA? KEAJAIBAN, KEKUATAN ATAU ALLAH?
    BATAS ANTARA IMAN DAN SYIRIK SANGAT TIPIS! WASPADALAH!

    Dalam sebuah Hadits Qudsi Allah SWT mengatakan bahwa bagi orang yang bertakwa, Allah akan jadi matanya, Allah jadi tangannya, Allah jadi kakinya. Artinya Allah benar-benar menyertainya.

    Tidak perlu belajar ilmu kebatinan segala macam. Jadilah Orang Yang Bertakwa dengan Sebenar-benarnya.

    Jika Allah sudah meridhoi kita, apapun bisa dilakukan!

    Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

    • Mas Dadang said

      “Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS 5:93)

      Seseorang butuh proses / pengalaman rokhani yang dialaminya sendiri agar menumbuhkan keyakinan yang sejati (bukan hanya bicara)

  38. Lusina said

    Dulu saya ingin sekali belajar reiki untuk kesehatan, tapi akhirnya tidak jadi. Saya jadi serem baca pengalamannya mas Perdana Akhmad. Allahu Akbar. Ilmu agama Islam memang lebih sempurna dan aman dunia & akhirat.

  39. musafir said

    mana rapalannya mas saya ingin mempelajarinta

  40. rifki said

    top…….

  41. Aku said

    Dia adalah Aku,,Aku adalah Dia,,karena sesungguhnya Aku berasal Dari Dia,,Aku adalah cahaya,,Dia adalah Pelita…!!!

  42. masbjoe said

    aduh..sepertinya penulis nih tergolong waliulloh.saya ingin belajar dan diijasahkan lgsng dr guru.gma caranya.karena kebanyakan yg belajar semberono bisa jadi gelo bin uedan.

  43. remy said

    segala sesuatu memang harus memiliki ilmu nya dahulu, tidak boleh sembarangan, nantinya ngaawwwuuuurrrrrrr……………

  44. asslam…saya akan beri penjelasan lebih terperinci terhadap kejadian2 tersebut…bisanya mereka yang ingin mendalami ilmu bathin ini seharusnya menayakan dahulu kepada guru yang betol2 pakar dalam bab kebatinan….bagi saya…camni pada
    1997 hingga tahun 2000 …pada masa itu saya adalah dari kalangan guru (haq dari tanah melayu )…pada masa yang sama juga sya dengan beberapa orang teman saya pergi merantau ke indonisia…jika pada 20 tahun yang lalu saya terkenal hebat dikalangan guru2 sakti di indon…jangan salah faham…saya merantau dimasa itu kerana ingin sekali mencari lawan2 yang lebih handal …namun semuanya gentar disaat berdepan dengan saya…ada guru2 yang handal di indon..tapi semuanya tunduk dihadapan saya….mungkin anda2 semua tertanya siapa saya…bapak hamdan yang berasal dari tanah melayu….saya sudah habis merantau kesemua pelusuk indonisia…dalam masa 4 tahun,,dan sudah banyak pengamal kebatinan indon sudah saya jumpai….beginilah saya ceritakan…kenapa saya tidak mudah dikalahkan ….kerana dalam diri saya memeliki pengatahuan haq yang hakiki iaitu ilmu allah..dari situ ada ke ilmu lain yang dapat menandingi kehebatan ilmu ini…semua nya bisa saya kalahkan pengamal batin yang menggunakan bantuan makluk halus,,,seperti jin atau hantu belaan ….semuanya kalah….berenset….kalau x caya dengan cerita saya ini ..kepada anda yang terbaca sila pergi keindon sendiri ..dan sila tanya pada guru indon2 yg handal ..pada 20 tahun yang lalu ada x pengamal ilmu haq yang bernama hamdan daritanah melayu yang telah banyak mengalahkan guru2 bathin di semua pelusuk indon..

    saya akan ceritakan lebih lanjut perihal diri saya…disana saya terjumpa pengamal2 ilmu kebal yang sedang membuat aksi ngeri seperti ditusuk parang ,golok,,dan lain2 dihadapan penontonnya,,,pada masa itu saya heran kenapa ramai orng berkumpul di setengah tempat..saya pun pergi untuk melihat sendiri..rupa2nya tayangan kebal…kononnya sudah anggap diri sebagai dewa …setelah beberapa minit …orang2 kebal itu terus mencabar kepada sesiapa yang berani agar bertarung denaganya….saya pun menyahut cabaran itu….saya tenung matanya…semua jin2 yang membantunya menjadi kebal terus terbakar,,..dan badan si kebal tadi itu ,,terus menggigil kerana tidak terdaya melawan saya..kalau tadi dia bisa sakti tapi selepas jin yang membantu nya itu terbakar terus tidak kebal….itu baru sikit yang saya ceritakan,,padahal banyak lagi yng cerita peerlu anda tahu……kalau anda ingin bertanyakan bab kebatinan secara ringkas sila emailkan kepada alamat saya avatar.firenation@gmail…maaf ye email ini digunakan oleh anaj=k saya..kebetulan pula saya tidak mempunya email jadi saya pinjam imail anak saya…..sekian terima kasih dari saya bapak hamdan dari tanah melayu,,salam satu malaysia

    • saya sokong

      • julianto said

        salam hormat untuk Tuan Master Hamdan, saya mau belajar Ilmu Haq karena ALLAH SWT. saya tunggu petunjuknya.
        Dari Julianto, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia

      • bekicot said

        saya percaya master hamdan itu seorang pembual dan pembohong besar….
        ha…ha…ha……
        jadi manusia jangan pongah dan sombong, kehebatan itu hanya milik Allah…..
        dasar orang GILA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

      • anus said

        kenapa sih orang yg mersa benar lebih banyak menghina, mencaci maki seenaknya?

        rata2 orang muslim/islam

    • guilani said

      Bung hamdan … anda mengingatkan saya pada penjual obat pinggir jalan… dan anda setara dengan kecap… kecap itu ngga ada yang nomor dua…santai aja bung diatas langit ada langit

  45. anda punya ilmu. anda hebat. anda sakti. tapi kita instrospeksi kedalam diri kita apa yang ingin kita cari didunia ini. sesuatu yang bukan mengajak kepada ALLAH adalah sesat.
    bukankah anda bisa memikirkan kehebatan anda dalam ilmu tersebut hanya “TIPUAN SYETAN BELAKA” semakin anda takjub dengan ilmu tersebut maka semakin jauh anda dengan ALLAH. anda terliputi keSOMBONGAN dengan ilmu tersebut. ilmu tersebut meninggalkan efek yang lebih hebat yang dapat menghitamkan hati saudara ketimbang efek yang dihasilkan oleh pengaruh dunia. taubatlah saudara.
    siapa yang lebih hebat ilmu menghilangnya dari pada SYETAN, siapa yang lebih hebat terbangnya dari pada BURUNG, siapa yang merasa hebat sesungguhnya dia yang DIRENDAHKAN oleh ALLAH. yang tinggi disisi ALLAH adalah orang yang bertaqwa. tapi yang paling tinggi derajatnya disisi ALLAH adalah orang yang RENDAH DIRI DALAM KETQWAAN.
    bukankah ALLAH mengangkat Muhammad jadi pemimpinnya para nabi hanya karena merasa rendahnya dia disisi ALLAH?. beliau mengatakan “aku ini tidak merasa sebagai nabi dan rosul tapi aku merasakan hanya sebagai seorang yang anak yatim yang rendahan, bagaimana mungkin aku dapat memimpin para nabi dan rosul sedangkan aku hanya seorang anak yatim dan bukan keturunan bani Isroil (karena hampir 4000 nabi keturunan bani isroil, hanya beliau nabi yang keturunan bani Ismail)” sehingga
    dengan kerendahannya maka ALLAH mengangkat beliau menjadi NABI ROSUL dan PEMIMPIN MAKHLUK SELURUH ALAM.
    mudah-mudahan kata-kata saya yang hina ini menjadikan anda semakin sakti dan semakin hebat.

  46. aji s manungso said

    coba dibuka surah ar’rahman ayat 33….

  47. MUSHOCHIB ALI said

    Pak Ustad Ijinkan saya untuk belajar MRS melalui surat Al kahfi, semoga gusti Alloh membalas amal sampean semua, amin.

  48. All-Kahfee said

    Asslm…

    Saya sih hanya sedikit bersaran.
    Ketika kita melakukan sesuatu yg tidak ada tuntunannya melalui Baginda Rasulullah SAW,
    maka kita sama saja “Memfitnah” Beliau telah menyembunyikan suatu amalan “bagus” buat umatnya…
    Naudzubillah…

    Mudah2an Allah meRahmati dan Mengampuni kita semua…Amin

  49. Edy S said

    Asww maaf bergabung,aku juga pernah ke tempat Pak Gatot Margono (ngangsu kawruh).Alhamdulillah aku masih tetap menjalankan syariat Islam,ingin menunaikan ibadah haji dll tapi dana terbatas(belum cukup) mohon saran dan kritik membangun.Terima kasih wasalam.

  50. don_way said

    saya bukan seorang muslim, jd pendapat saya ini bukan dari kacamata muslim
    mohon dikoreksi apabila ada yang sala

    meraga sukma itu terdiri dari dua kata, yaitu meraga dan sukma.
    meraga diartikan sebagai menjadikan sesuatu menjadi raga/badan
    sedangkan sukma itu artinya rasa
    jd meraga sukma itu dalam pengartian saya adalah menjadikan rasa menjadi raga

  51. saif riza said

    kata rasulullah apa-apa itu tergantung niatnya.sebenarnya meraga itu ilmu jawa… lalu setelah islam masuk ke jawa ni para wali merubah bacaannya dg AL Qur an… sehingga lebih dahsat karena jaringan pada Tuhannya lebih jelas. namun ada aliran islam bilang itu bit ah, padahal dia baru di lahirkan bukan yang menyebarkan islam di tanah jawa ni… kalau islam tidak mendesai dakwahnya dg budaya jawa maka di jwani tak akan pernah ada islam.
    tolong setiap menulis artikel ni jika berhubungan dg sesuatu kekuatan di luar kemampuan manusia biasa gunakan kata ” insa’Allah “

  52. paksi said

    oooooooooo ini merupakan sebuah pengalaman yang sangat bagus dan sangat menyentuh agar manusia bisa bertobat

  53. hambaAllah said

    hindari sikap wahabi di indonesia. suka membidaahkan sesuatu perkara tanpa unsur periksa. bertaubat lah wahai wahabiyyah.

  54. muhammad noor fauzan said

    saya tdk begitu tahu,. apakah amalan tersebut sesuai dgn tuntunan agama islam… mohon penjelasannya…? klonya itu tidak membwa unsur, bid,ah saya minta izin untuk mengamalkannya,.. muhammad noor fauzan kandangan banjarmasin…

  55. m.noor fauzan said

    kmi umpat ma amal akn kyapa…….

  56. ...... said

    Semua selain ALLAH adalah mahluk . setuju nggak……?
    Surga dan neraka mahluk juga….kalo ibadah masih pengen cari mahluk , berarti belum………

  57. rio abadi said

    saya ini lgi bru2 ja mlai ilmu sprtual nmun…pikran aku tw msih ada bnyak prasaan takut..krna kalau mlam hri aku tw sring melhat byangan…ttpi aku ttap tenanggg…..
    Mga 2 ad yg ngzh krtik agr aku ngk tkut…..
    Wslm..

  58. agaz said

    saya tertarik dengan raga sukmo

    sayan asli dari banjarmasin,,,,klo bolech tau saya mo tau alamat jelas untuk berguru dengan seperti yang agan bilang dr martapura kalimantan selatan,,,,terima kasih

  59. echo said

    jlani hidup apa adanya aza ,,,,,,,,ga usah muluk-muluk,,, cukup kejjakan sholat 5 waktu aza,,,,mengerjakan printah allah yang wajib dan menjauhi apa yang dilarang,,,
    insyaallah hidup kita akan tenang dunia akhirat

  60. muhaemin said

    apapun komentar tentang meraga sukma, sy juga tertarik menguasai ilmu ini, tapi banyaknya kesibukan sehingga tidak bisa datang belajar ke tempat para ahlinya. jadi saya berharap, mungkin ada yang bisa memberikan tahapan-tahapan mempelajari meraga sukma sampai ke tingkat ahli lewat email saya, atau mungkin ada yang bisa membimbing saya lewat pesan email! sebelum saya ucapin
    terima kasih….

    • Hamba Allah said

      Allah menciptakan dua alam yg berbeda yaitu Alam nyata dan Alam Gaib. Maka daripada itu belajarlah alam nyata dan alam gaib karena semua itu ciptaan ALLAH SWT dan tak ada salahnya kita belajar alam gaib karena kita semua suatu saat berada dialam gaib..dengan cara kita mendekatkan diri kepada ALLAH SWT, Jalankan Sholat 5 waktu, berdzikir, berpausa dan sedekah Insya ALLAH..ALLAH akan memberikan kekuatan batin tersendiri karena ALLAH…segala kebutuhan dunia dan akhirat dapat terpenuhi dengan jalan berusaha dan doa…..selamat mencoba semoga ALLAH SWT memberikan kemudahan kepada kita semua…amin…

  61. ken said

    Itulah bedanya orang yang beragama islam karena turunan dengan orang yang mencari agama Islam ( mentauhidkan Allah dan mengkaji Al Qur’an ),dengan kehendak Nya insya Allah akan ditunjukkan kebenaran ( nonton Video kita sendiri lho pada saat berdoa )
    makanya belajarlah … bagi yang belum sampai mohon maaf …berusahalah untuk sampai miss: Allah akan menunjukkan nafas(abab) orang yg berpuasa itu baunya harum…AllahhuAkbar

  62. muthi'ah said

    Wallahualam..
    Subhanallah..
    Maha kuasa Allah..

    Blh minta dikirimin ke email ngga semua ceritanya??

    Trims..

  63. ersat said

    kadang hitam terlihat putih dan sebaliknya putih terlihat hitam…?!!! semoga dengan iman kita bisa membedakan yang hitam dan putih..?!! amin..!?

  64. Kang.Bayan said

    Ehem.. Assalamu alaikum. Saya dulu pernah mengamalkan 4 ayat ini dan memang benar adanya. Saya gak berpikir macam2 wong ayat ini juga bukti kekuasaan Alloh. Lha tumbuhan aja punya khasiat penyembuh beda2 sesuai kurnia Alloh. Sudahlah selama kita mengamal tambah kuat iman dan tujuan semua hanya untuk mendekat pd Alloh mencari ridho Alloh membuktikan kuasa Alloh dg iklas, gak ada alasan kita jadi musrik. Kuncinya hati kita sendiri benar2 lillahi ta’ala. Ibadah kalo ingin surga, ingin bersih, dll malah gk dpt apa2. Yg iklas tak mengharap apa2 malah ya dpt segalanya.

  65. Hamba Allah said

    llah menciptakan dua alam yg berbeda yaitu Alam nyata dan Alam Gaib. Maka daripada itu belajarlah alam nyata dan alam gaib karena semua itu ciptaan ALLAH SWT dan tak ada salahnya kita belajar alam gaib karena kita semua suatu saat berada dialam gaib..dengan cara kita mendekatkan diri kepada ALLAH SWT, Jalankan Sholat 5 waktu, berdzikir, berpausa dan sedekah Insya ALLAH..ALLAH akan memberikan kekuatan batin tersendiri karena ALLAH…segala kebutuhan dunia dan akhirat dapat terpenuhi dengan jalan berusaha dan doa…..selamat mencoba semoga ALLAH SWT memberikan kemudahan kepada kita semua…amin…

  66. M.Hambali said

    Setelah sy membaca Pengalaman Sesorg Yg Mengamalkan Suatu Surah’Al,
    Kahfhi……
    Mhn Maaf sy’pun ikut juga Mengamalkan Surah Al’Kafhi tsbt setiap Malam Jumat’beberapa bln ini aja!
    apa pun Suatu Benda yg sy pakai Selalu Mendapat Pujian/dan diSenangi
    Org/di sukai hati merasa Tenang dan Sungguh Percaya diri
    Alhamdulillah……

  67. Yang pasti sholat tepat waktu. Sebaiknya sholat di masjid. Maksimalkan waktu untuk berzikir, dan beramal sholeh. Kita semua tidak ada yg tau kapan kita mati. Maaf nih so menasehati. Kalau kita pasrah dan selalu berserah diri kepada Allah sang Pencipta segalanya. Insya Allah kita selamat Dunia Akhirat.

  68. Lili Marlina said

    Juz berapa Surat Al-Kahfi 110 ayat????
    Jadi saya bisa mengamalkannya…
    Sekian & terima kasih.

  69. bg siapa za yg menginginkan pagar dri,silahkan dtng za krmh ulun alamat jl.Pelayar no19 RT01/RK03 Ds.Habirau Tengah kota Nagara Kec.Daha Selatan Kab.Hulu Sungai Selatan Kalsel.

  70. wah informasi yg sangat berguna.
    Allah Maha Besar

  71. herman said

    Terlebih dahulu saya mohon maaf lahir bathin jikalau ada kalimat dan kata-kata saya dalam tanggapan ini kurang berkenan dihati…menurut pendapat saya dalam mwngamalkan surat atau ayat-ayat yang tertera didalam kitab suci Al-Quran..janganlah kita terpaut pada jumlah bilangan yang dilafaskan, menurut pemahaman saya alangkah lebih baiknya kita arahkan hati dan pikiran kita kepada apa yang kita maksud dan apa yang kita tuju dengan tetap mengulang-ulang lafas bacaan dalam dzikir kita itu…kita tetap saja terus menghitung tapi tdak ter paut pada jumlah yang mesti ditentukan.
    Pada th 1999 saya suka, mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al Kahfi…saya tetap menghitung namun hati dan pikiran saya tetap saya pertahankan kepada maksud dan tujuan dzikir saya, yaitu ingin bertemu/melihat roh saya sendiri dengan berserah diri sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa untuk mendapatkan bukti kebesaranNya.
    saya ingat betul baru kira-kira pada hitungan ke 40an dzikir saya..tubuh saya sudah merasa seperti melebur bahkan sampai membuat keadaan saya seperti tertidur pada waktu berdzikir…sehingga tidak pernah rasanya saya mencapai jumlah 160X seperti yang disarankan dari buku yang saya baca.Namun saya ingat betul awal mulainya kejadian yang begitu luar biasa bagi akal sehat saya pada waktu itu…
    saya sudah ter biasa sholat Isya sekitar jam 11an malam karena tuntutan mencari nafkah..pada malam itu saya akan berwudu mau sholat Isya,padahal kamar mandi didalam rumah dan penerangan cukup bagus tapi saya begitu saja merasakan ketakutan yang begitu hebatnya dari dalam dari diri, seumur saya belum pernah saya merasakan ketakutan seberat ini..saking takutnya saya mau rasanya saya mengurungkan niat saya untuk sholat..tapi begitu saja ada semacam kekuatan yang muncul pada diri saya yang mengharuskan saya tetap harus sholat.Dengan penuh kebimbangan saya kuatkan hati untuk tetap kepada niat saya,yang kalaupun saya akan mati oleh rasa takut ini berarti mati karena Allah.setelah selesai berwudu pada waktu membentangkan sajadah semua bulu yang ada ditubuh ini seperti mau lepas karena rasa takut kian kuat pada diri saya..masih sempat saya berpikir apa sih sebenarnya yang saya takutkan ini..akhirnya saya putuskan tidak jadi sholat Isya…tiba-tiba menggema semacam suara dari dalam dada saya,” INILAH YANG BENAR” teruskan !!! semacam kata perintah kepada saya…dengan penuh kebimbangan saya dirikan sholat…pada waktu saya membaca Al Fatihah setelah takbir dan doa iftitah..mulai dari dalam ujung jari kaki saya bergemuruh naik sampai menembak/lepas melaluiubun saya (lebih kurang 7X )..saya betul-betul tidak sanggup lagi rasanya meneruskan sholat..tapi menggema lagi semacam suara dari dalam dada saya,”INILAH YANG BENAR” teruskan !!! antara iya dan tidak saya teruskan sholat Isya sampai selesai.
    Selang beberapa minggu kemudian mungkin bulanan saya lupa, waktu itu hari minggu menjelang tengah hari mungkin sekitar jam 11 siangan pula, saya mendirikan sholat Tasbih, kejadian yang luar biasa saya temukan lagi…setelah saya mengangkat takbir lafat/bacaan sholat itu menggema sendiri dari dalam dada saya..begitu terpesona saya mendengarkan kalimat-kalimat terutama kalimat tasbihNya…saya hanya tinggal mengiringi sesuai dengan gerkan sholatnya…sampai pada ucapan salam sebagai kata akhir dalam sholat tasbih saya tadi…bergema satu kata yang tidak mau hilang sekalipun sholat saya sudah selesai…saya nikmati terus gema kata itu sambil saya bawa berbaring. belum satu menit rasanya tiba-tiba bergemuruh mulai dari dalam ujung jari kaki saya naik terus sampai lepas dari ubun saya…
    Saya kaget roh saya keluar dari tubuh saya melesat terbang kelangit seperti kilat, mungkin lebih cepat dari kilat sambaran petir menurut saya dan tubuh saya jelas kelihatan tertinggal diatas tempat tidur.Roh saya sampai dilangit..saya bingung berarti saya sangat tinggi sekali karena sampai dilangit..saya jadi ngeri karena tinggi betul..tiba-tiba lagi gema satu kata didalam dada saya tadi berubah menjadi kata “Allahu Akbar”…saya menjadi merasa tidak takut lagi, rasa tenang ,nyaman, aman pokoknya luar biasa…dan begitu saja roh saya melesat naik begitu kencangnya..entah sudah berapa lapis langit yang sudah saya lampaui karena cepatnya saya tidak dapat menghitung…akhirnya habis langit sudah saya lewati…saya (roh) terkatung-katung diantara mega-mega awan yang begitu putih bersih…saya jadi teringat lagi, berarti saya sekarang sudah teramat tinggi sekali, karena langit sudah habis semua saya lewati.
    Saya jadi ngeri lagi karena teramat tinggi…tiba-tiba lagi gema kata Allahu Akbar dari dalam dada saya tadi berubah kembali menjadi satu kata awal tadi…hati saya jadi damai lagi..saya bergantungan di awan, dan roh saya tadi mulai turun tapi pelaaan sekali…sampai saya berpikir kapan sampainya nih, naik seperti kilat kok turunnya seperti ingus bahkan lebih pelan lagi dari itu.
    Ternyata tubuh saya yang diatas tempat tidur tadi sekarang sudah berpindah saja keatas awan-awan putih tadi…roh saya mulai mendekat ketubuh…dan luar biasa…roh saya masuk kembali kedalam tubuh tadi…jelas sekali saya lihat sampai tinggal kepala yang akan masuk..begitu masuk semua saya kaget karena lansung berada diatas tempat tidur saya kembali.Wasalaamun alaika…

  72. taufik hidayat said

    kalau boleh tahu alamat penulis blog ini dimana?. kebetulan saya ada di banjarmasin kal-sel telepon (05119092185). kalau boleh saya tanya guru anda dikampung karang tengah martapura tepatnya dimana? kebetulan keluarga saya ada dimartapura. buat penulis blog halaman ini salam kenal.

  73. maz lank ingin jadi hamba ALLOH dan umate nabi MUHAMMAD yg mendapat ridhone ALLOH said

    udach semua gk usah neko” yg penting kerjakan perintah ALLOH n jauhi larangannya itu yg utama!…… mari ikuti jejak nabi muhammad biar slamet dunia n akhirat, sesungguhnya dari jaman dulu bnyak orang sakti n bnyak jg orang yg kebal…….. tp ingat smua tidak ada yg kebal dengan kematian….. iya to?………. apalah artinya kmu kebal…kmu sakti….. tapi gk slamet di akhiratnya…… pazti nyese akhir yg kmu dapat,……iya to?…………. smoga kita smua slalu di tempatkan di jalan yg di ridhoi ALLOH s.w.t………. amin. ayo coba di pikirrrrr…….. pengen slamet gk?…………

  74. Kalau ada yg punya cara instan untuk meraga sukma secara cepat..tolong kirimkan ke email saya…kutunggu responnya dari semua pihak ok?..thank

  75. aman said

    coment nya bnyak yg aneh2.. Bnyk x Org yg coment mmbwa2 agama, tp mrka msh dangkal dlm agamanya. Mnding ga usah coment dch kang..!

  76. handi said

    nih yang saya ambil dari situs alang2 kumitir, untuk lebih merunungi,ilmu dan iman kita.

    KAWERUH WISESA JATI
    Posted in KAWERUH WISESA JATI on October 23, 2008 by Mas Kumitir

    Sengaja saya memakai istilah ‘kaweruh’ artinya pengetahuan supaya berbeda dengan ‘ilmu’ yang bernuansa supranatural atau kesaktian. Sedangkan ‘wisesa jati’ adalah penguasaan yang sejati atau pengendalian.

    Jadi maksud dari kaweruh wisesa jati adalah pengetahuan tentang pengendalian, mulai dari mengendalikan diri sendiri maupun mengendalikan alam yang tujuannya adalah mengendalikan hidup pribadi.

    Kaweruh wisesa jati adalah suatu pemahaman tentang supranatural, spiritual maupun filsafat orang jawa dalam sudut pandang mindseting dan sugesti.

    Bukan untuk meng-ilmiah-kan budaya jawa tetapi hanya sebuah pemahaman dengan logika jaman sekarang apakah adat dan tradisi jawa yang detail, rumit dan sarat dengan filosofi namun kadang tersamar dalam kiasan itu masih relevan dengan era global yang serba praktis, cepat dan langsung ke tujuan.

    Pemahaman ini dirangkum dari berbagai sumber baik yang tersurat dan tersirat dalam primbon, tembang, kidung dan sebagainya maupun yang tersamar dalam ritual, laku dan cara hidup orang jawa. Mungkin sangat berbeda sekali pokok bahasannya karena memang saya mengamati dari sisi dan sudut pandang yang berbeda dari biasanya.

    Kaweruh wisesa jati adalah pengetahuan terapan maksudnya adalah pengetahuan untuk dijalani sehari-hari seperti sebuah ‘laku’ dalam tradisi jawa.

    Adapun tujuan dari laku ini adalah untuk meningkatkan kemampuan didalam pengendalian dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

    1. Pengendalian diri pribadi.

    Meliputi mengenal ‘sejatining pribadi’ , pengendalian perilaku, memanfaatkan chakra, self healing, self motivation, dsb.

    2. Pengendalian alam.

    Meliputi mengenal alam semesta, memanfaatkan energi alam semesta, dsb.

    3. Pengendalian Hidup.

    Meliputi manunggaling kawulo gusti, memproyeksikan kehidupan masa depan, me-wiradati kodrat dsb.

    Yang mana akan dicapai sebuah kehidupan yang selaras dengan alam dan seimbang antara kehidupan jasmani & rohani atau material & spiritual.

    Meskipun menggunakan istilah pengendalian bukan berarti mensejajarkan diri dengan kekuasaan Tuhan tetapi justru sebaliknya untuk lebih mengerti tentang system yang diciptakan Tuhan untuk alam semesta ini sehingga kemampuan dalam memahami dan mengendalikan adalah berdasarkan atas rasa kepasrahan total atas kekuasaan Tuhan. Karena bagaimanapun juga semua kejadian di dunia ini adalah terjadi atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

    I. Hidup Selaras dengan alam.

    Tuhan menciptakan alam semesta termasuk didalamnya adalah manusia, dengan suatu system yang sempurna untuk mengendalikan, merawat dan menjaga system tersebut tetap berjalan. Dengan adanya system tersebut maka kinerja dari alam semesta dijalankan secara otomatis, terus menerus dan saling berkait sesuai apa yang sudah menjadi ketentuan dan kehendak Sang Pencipta.

    Adanya malam dan siang, grafitasi bumi, pergantian musim dan lain sebagainya adalah menunjukkan bahwa alam semesta berjalan dalam sebuah system yang lebih dikenal sebagai hukum alam. Sementara hukum sebab akibat yang ada pada manusia dikenal sebagai karma, takdir dan lain sebagainya.

    Kesadaran tentang hukum alam yang saling berkait ini sudah ada pada budaya jawa sejak jaman dahulu, mulai dari masa animisme dan dinamisme sampai kemudian ke masa masuknya agama dan kepercayaan kesadaran akan pengaruh alam semesta terhadap manusia ini masih bertahan.
    Manusia jawa percaya bahwa mereka tidak hidup ‘sendirian’ di alam semesta ini, mereka percaya bahwa ada ‘kehidupan lain’ yang berdampingan dan berkaitan dengan kehidupan manusia. Kehidupan lain tersebut bisa saja berada di pohon, batu, gunung, laut dan sebagainya yang tampak oleh mata ataupun kehidupan yang tidak terlihat oleh mata, yang kesemuanya bisa berpengaruh terhadap kehidupan manusia.

    Keyakinan bahwa alam semesta sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia inilah yang mewarnai budaya jawa sehingga pola hidup tradisional orang jawa adalah selalu selaras dengan alam. Ilmu perbintangan (pawukon), zodiak (weton), petungan, katuranggan, sampai ilmu tentang pusaka menunjukkan bahwa orang jawa selalu berpedoman dengan hukum alam dan selaras dengannya.

    Sementara perwujudan akan pengakuan atas eksistensi dan pengaruh alam dalam kehidupan manusia terlihat dari bermacam ritual dan sesaji yang mana pada hakekatnya semua hal tersebut adalah bentuk dari pengakuan bahwa manusia jawa hidup ‘bertetangga’ dengan kehidupan lain di alam semesta ini.

    Manakala konsep hidup selaras dengan alam ini mulai luntur dan diingkari maka yang terjadi adalah kehidupan yang tanpa arah. Kehidupan yang menuntut segala sesuatu secara instant memunculkan hidup dalam rasa tertekan yang mengakibatkan banyaknya penyakit, turunnya rasa kepedulian sosial, arogansi, dan depresi dalam masyarakat. Sementara eksplorasi alam yang tidak bijak menyebabkan kerusakan alam di mana-mana yang pada akhirnya menimbulkan berbagai bencana alam.

    Lunturnya pola hidup yang selaras dengan alam ini terjadi karena banyak faktor namun yang paling besar pengaruhnya bisa disimpulkan seperti di bawah ini :

    1. Karena pengajaran dari nenek moyang orang jawa yang unik dengan berbagai symbol dan kiasan (perlambang dan sanepan) sehingga membuat banyak penafsiran sehingga tak jarang justru penafsiran yang salah yang banyak dipercaya masyarakatnya.

    2. Pengaruh masuknya agama dan budaya modern membuat semakin lunturnya konsep hidup selaras dengan alam ini.

    Pada masyarakat yang merasa modern menganggap bahwa budaya ini tidak rasional dan tidak ilmiah sehingga dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan jaman. Sementara dikalangan masyarakat agamis konsep ini dianggap bertentangan dengan ajaran agamanya, meskipun sebenarnya hal tersebut dikarenakan pemahaman spiritual yang sangat dangkal.
    Kedua faktor tersebut, diakui atau tidak, sangat berperan dalam proses lunturnya konsep kehidupan budaya yang sarat dengan keselarasan terhadap alam.

    Ironisnya justru kesadaran untuk hidup selaras dengan alam dan bahwa alam sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia justru mulai tumbuh dan berkembang di negara-negara barat yang lebih dikenal sebagai masyarakat yang mengedepankan rasio dan sektarian. Berbagai teori baru muncul dan meyakini bahwa alam berpengaruh terhadap kehidupan manusia baik dalam membentuk karakter, kehidupan ekonomi dan sosial sesorang. Sebuah teori baru di negara barat yang sudah dijalankan oleh nenek moyang orang jawa selama berabad-abad.

    II. Alam semesta.

    Dalam pandangan budaya jawa di alam semesta ini terdapat dua alam yang disebut sebagai jagad alit (micro cosmos) dan jagad ageng (macro cosmos). Secara fisik, seperti halnya teori barat, jagad alit (micro cosmos) adalah alam manusia sedangkan jagad ageng (macro cosmos) adalah alam semesta/jagat raya, namun dalam pandangan hakekat atau supranatural jawa sebenarnya adalah kebalikannya bahwa jagad alit (micro cosmos) adalah alam semesta dan jagad ageng(macro cosmos) adalah alam/diri manusia.

    Pandangan tersebut dikarenakan bahwa alam semesta ini berjalan menurut takdirnya sebagai contoh : bumi berputar mengelilingi matahari, arah putaran bumi dan kecepatanya berjalan sesuai takdir atau hukum alam, bumi tidak memiliki kehendak untuk berhenti atau berbalik arah misalnya.

    Sedangkan kehidupan manusia berjalan atas kehendak, manusia makan, minum dan beraktifitas dalam hidupnya semua berjalan atas kehendaknya sendiri.

    Begitulah maka dalam hakekat dan pandangan supranatural jawa bahwa alam atau diri manusia lah sebenarnya yang disebut sebagai jagad ageng (macro cosmos) karena mempunyai kehendak dalam mengatur pergerakannya.

    Pandangan ini diperkuat dalam kisah wayang tentang Dewa Ruci, alkisah dalam puncak perjalanan sang Bima untuk mencari Tirta Perwita Sari (air kehidupan) sampailah dia ke dasar samudera dan bertemu dengan Dewa Ruci makhluk kecil merupakan miniatur dirinya yang mana hanya kepada Dewa Ruci ini lah Bima bisa melakukan duduk dan berposisi sembah. Bima pun ragu ketika diperintahkan untuk masuk ke tubuh dewa ruci mengingat tubuh raksasa sang Bima tidak sebanding dengan kecilnya tubuh Dewa Ruci yang hanya sekepalan tangan.
    Namun kata Dewa Ruci jangankan tubuh sang Bima,bahkan alam semesta pun bisa masuk ke dalam tubuhnya, dan ketika sang Bima masuk kedalam tubuh Dewa Ruci maka tampaklah olehnya bulan, bintang, matahari serta alam semesta berada bersamanya.

    Cerita wayang tersebut menjelaskan tentang makna bahwasanya manusia memiliki kuasa atas pengendalian alam semesta.

    III. Bagaimana alam semesta mempengaruhi kehidupan manusia ?

    Kedua alam baik jagad alit maupun jagad ageng masing-masing memiliki sifat saling kuasa menguasai atau dalam bahasa jawa disebut dengan istilah wisesa amisesa wus. Keduanya bersifat untuk cenderung menjadi dominan dalam kehidupan, namun demikian jagad alit yang ada dalam diri manusia akan lebih banyak mengontrol sedangkan alam semesta cenderung bersifat merespon karena memang jagad manusia lah yang memiliki kehendak sedangkan alam semesta hanya berjalan sesuai takdir.

    Jadi sebenarnya manusia itu sendirilah yang mengatur dan mengendalikan kehidupanya apakah menjadi sedih, gembira, miskin, kaya, beruntung, sial, dan sebagainya, karena alam semesta hanya merespon dan menciptakan situasi sesuai dengan ‘perintah’ yang berasal dari pikiran manusia.

    Nah, yang banyak terjadi adalah manusia justru ‘dikuasai’ oleh respon alam karena tidak menyadari bahwa dirinya mengirim sinyal tersebut dan justru menjadi lebih meyakininya sebagai takdir.

    Untuk lebih jelasnya saya berikan contoh sebagai berikut :

    – Kehidupan di kota besar menuntut orang-orang untuk berfikir, bekerja atau bertindak lebih cepat karena besarnya tingkat persaingan, alam pun merespon pikiran tersebut dan menciptakan situasi dimana orang-orang menjadi lebih agresif dan serba cepat, tekanan akibat situasi yang diciptakan alam ini mendorong dan meyakinkan kembali manusia bahwa memang mereka harus agresif, demikan berulang seperti lingkaran yang tak berujung membuat manusia terjebak dalam situasi yang sebenarnya tercipta karena hasil pikiran sendiri.

    – Seorang pengeluh akan selalu menemukan situasi dan kondisi yang tidak menyenangkan dan membuatnya mengeluh karena dia terjebak dalam sinyal pikirannya sendiri dan meyakini akan respon alam semesta.

    – Seorang periang akan selalu menemukan situasi dan kondisi yang menyenangkan yang membuatnya selalu riang gembira karena respon alam semesta membuatnya gembira maka sinyal yang dipancarkan dari pikiranya adalah kegembiraan, demikian berulang kembali sehingga membuatnya menjadi seorang yang periang.

    – Jika anda perhatikan sepenggal bait lagu yang berbunyi “ yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” maka fenomena tersebut bisa dijelaskan bahwa orang miskin merasa bahwa dia harus bekerja keras untuk mendapatkan kekayaan dan merasa dirinya tidak memiliki kekayaan sehingga alam meresponnya dengan membuat situasi dan kondisi dimana dia serba kekurangan serta harus bekerja keras untuk mendapatkan kekayaan, sementara sebaliknya orang kaya berfikir bahwa dia akan mudah untuk mendapatkan harta dan merasa memiliki kekayaan sehingga alam meresponnya dengan situasi dan kondisi dimana dia akan dengan mudah mendapatkan kekayaan dan selalu dalam kondisi berkecukupan.

    Begitulah, dalam bahasa jawa dikenal ungkapan ‘lahir kuwi utusane batin’ apa yang terlihat lahiriah sebenarnya adalah perintah atau suatu perwujudan dari apa yang ada dalam batin / fikiran, jika anda selalu berfikir positif maka anda juga akan mendapatkan hal-hal yang positif demikian sebaliknya.

    Nah, jika anda tidak puas dengan kehidupan anda sekarang ini maka mulailah merancang seperti apa kehidupan yang anda inginkan dengan mengubah cara berfikir anda kemudian biarlah alam semesta merespon dan menciptakan situasi dan kondisi sesuai kehendak anda.

    IV. Pengendalian Diri.

    Tahap awal dalam mengendalikan diri ini adalah mengenal diri pribadi masing-masing mulai dari fisik, supranatural, spiritual, dsb sampai didapat sebuah gambaran tentang ‘sejatining pribadi’, dengan demikian akan disadari tentang tataran dan kapasitas diri.

    Dengan mengetahui ‘sejatining pribadi’ maka akan didapat rasa percaya diri yang tepat bukan ‘over convidency’ namun juga bukan minder, ibarat memiliki sebuah komputer kita tahu berapa kapasitasnya sehingga akan jelas bagaimana meng-up grade untuk meningkatkan kemampuannya serta tahu tujuan dan penggunaanya.

    A. Ruwat

    Ruwatan adalah suatu ritual di jawa yang bertujuan untuk menghilangkan sukerta atau sengkala yang bermakna membuang segala pengaruh buruk pada diri manusia, karena dipercaya ada orang dengan kriteria tertentu yang membawa sukerta tersebut alami sejak lahir. Pada perkembanganya ruwatan juga dilakukan untuk membersihkan pengaruh-pengaruh buruk untuk suatu tempat atau orang-orang yang sedang terkena kesulitan hidup, seperti misalnya jika suatu daerah sering terkena bencana alam, wabah penyakit, atau jika seseorang sering mengalami musibah dan kesulitan ekonomi.

    Jika tradisi ritual ruwatan ini masih eksis sampai sekarang tentulah karena memang ritual tersebut telah terbukti merubah kehidupan banyak orang menjadi lebih baik atau setidaknya sudah terbukti menghilangkan atau setidaknya meminimalkan pengaruh-pengaruh buruk yang sering dialami.

    Tentu saja banyak pula yang tidak mendapatkan pengaruh apa-apa setelah dilakukan ritual ruwatan namun mungkin jika dibandingkan dengan yang berhasil prosentase nya lebih sedikit.
    Apa sebenarnya ritual ruwatan tersebut jika dikaji dalam hubunganya dengan alam semesta, dan mengapa ada yang berhasil dan gagal ?

    Hakekat ruwatan sebenarnya adalah mindseting ulang fikiran manusia, dari fikiran bahwa dirinya selalu akan mendapat kemalangan, penyakit, musibah dan sebagainya, untuk itulah maka istilah yang dipakaiadalah ‘dibersihkan’ artinya adalah membuang semua fikiran-fikiran negatif tentang kehidupan pribadi dan memulai dengan mindset baru. Jika kemudian ada yang berhasil karena mereka bisa meninggalkan mindset yang lama sehingga respon alam berupa situasi dan kondisi yang buruk tidak lagi berlaku karena telah diganti dengan ‘kehendak’ baru yang akan membuat alam semesta merespon dengan situasi dan kondisi sesuai mindset yang baru, sementar kebanyakan yang gagal adalah karena masih meyakini mindset lama dan tidak mampu meyakini perubahan yang diinginkan.

    Jika anda ingin kehidupan yang lebih baik maka anda perlu diruwat, perbaharui mindset anda agar mendukung keinginan anda. Maka anda pun akan terkondisi dengan prilaku dan situasi yang membawa anda menuju keberhasilan tujuan anda. Bebaskan diri dari rasa ketakutan & kekhawatiran yakinlah dalam mencapai tujuan seperti sebuah anak panah yg lepas dari busurnya yg tdk akan berhenti sebelum mencapai titik sasaran

    Laku

    Laku dan tirakat adalah cara orang jawa dalam berusaha mencapai suatu keinginan mulai dari keinginan akan suatu ilmu, kekayaan, kesaktian, pangkat, rejeki dan sebagainya yang merupakan keinginan orang dalam hidup. Namun laku ini bukan lah suatu usaha yang berhubungan dengan keinginan tersebut tetapi lebih cenderung ke arah spiritual atau keyakinan.
    Banyak macam orang dalam menjalani laku mulai dari puasa, tidak tidur, berendam di sungai, sampai kepada ritual yang aneh dan tidak masuk logika orang modern yg lain, yang kesemuanya bertujuan agar apa yang menjadi harapan mereka bisa tercapai.

    Jika di aplikasikan pada jaman sekarang pastilah akan terasa berat untuk tidak tidur atau berpuasa selama 7 atau 40 hari penuh tanpa makan, sementara kewajiban atas pekerjaan dan aktifitas sehari hari menuntut orang untuk tetap fit dan dalam kondisi yang prima.
    Jika demikian apakah konsep tentang laku ini sudah tidak relevan lagi dengan kondisi jaman sekarang ataukah masih perlu untuk dijalankan?

    Jawabanya adalah Ya, anda masih perlu menjalankan laku, karena konsep tentang laku ini masih harus dijalankan dengan menyesuaikan perubahan jaman.

    Hakekat laku adalah upaya dalam menjaga agar tetap fokus pada mindset dan tujuan, dengan demikian akan mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang agar selalu tetap dalam arah yang membangun tercapainya tujuan. Sebagai contoh misalnya ada orang yang menginginkan kekayaan maka dengan menjalankan laku dia akan menjauh dari tindakan pemborosan atau berfoya-foya dan kemudian akan cenderung hidup berhemat serta bekerja lebih keras. Jika anda ingin sukses dalam karir maka jadikanlah pekerjaan adalah laku anda sehingga mendorong anda bekerja lebih profesional, jujur dan disiplin dengan demikian anda akan terhindar dari kebiasaan dan etos kerja buruk yang dapat menghancurkan karir anda.

    Jadi bisa disimpulkan bahwa yang membuat orang berhasil mencapai tujuannya dengan menjalankan laku adalah bukan karena bentuk ritualnya melainkan karena mereka akan cenderung tetap fokus kepada apa yang menjadi tujuan sehingga segala sesuatu yang dikerjakan akan terkondisi pada arah untuk mencapai tujuan. Jika kita ambil hubunganya dengan pemahaman tentang alam semesta maka laku akan memperjelas visualisasi tujuan yang terekam dalam memori otak kita sehingga respon alam semesta akan lebih cepat diterima.

    Jika anda ingin sukses dalam mencapai tujuan maka jalankan laku dengan cara tetaplah fokus pada keinginan untuk mencapai tujuan tersebut.

    Mekanisme kehendak

    Tindakan manusia dikendalikan oleh 3 unsur yang terdapat dalam fikiran yaitu cipta, rasa dan karsa, agar tercapai semua tujuan atau cita-cita maka ketiganya haruslah selaras.

    Cipta.
    Adalah akal fikiran manusia atau semua yang bisa ditangkap oleh panca indera sehingga bentuk dan visualisasinya jelas.

    Rasa.
    Adalah hati nurani yang mengendalikan semua perasaan manusia seperti marah, sedih, gembira, semangat, lesu dan sebagainya.

    Karsa
    Adalah keinginan atau bagian yang menggerakkan manusia untuk mencapai keinginannya.

    Sebagai gambaran bagaimana ketiga unsur ini berjalan adalah sebagai berikut :

    – Keinginan untuk minum misalnya, berawal ketika panca indera kita merespon suhu panas atau gerah yang ditangkap cipta kita sehingga membuat rasa merespon suasana haus dan menggerakkan karsa untuk keinginan minum.

    – Namun untuk aktifitas atau tujuan yang besar dan tidak bisa spontan sering kali ketiga unsur tersebut tidak selaras sehingga tujuan menjadi tidak tercapai. Sebagai contoh misalnya seseorang berkeinginan untuk meraih sukses, cipta atau visualisasi keinginan yang ditangkap pertama kali mungkin jelas, dan rasa maupun karsa pada saat tersebut mungkin juga merespon positif namun dalam perjalanan waktu karena benturan kesulitan dan persoalan yang ditangkap oleh cipta pada berikutnya akan menggoyahkan keyakinan dalam rasa sehingga berpengaruh pada karsa atau keinginan yang memudar sehingga akhirnya tujuan tidak tercapai.

    Jadi jelas bahwa untuk mencapai tujuan maka ketiga unsur tersebut haruslah selaras yang pada akhirnya arah dan tujuan akan tetap fokus dan jelas sehingga akan menciptakan respon dari alam semesta yang mendukungnya.

    Dari ketiga unsur tersebut rasa berperan sangat penting karena rasa adalah jembatan antara cipta dan karsa, rasa adalah keyakinan yang menjembatani antara kenyataan dan harapan. Selain daripada tersebut karena cipta atau fikiran yang ditangkap sangatlah banyak sehingga akan susah mengontrolnya satu persatu, sedangkan rasa berhubungan dengan suasana hati sehingga akan lebih mudah dalam mengontrol namun demikian keyakinan yang ada pada rasa akan sangat berpengaruh pada semuanya, itulah sebabnya banyak sekali metoda atau cara dalam mengolah rasa.

    Narimo ing pandum lilahing Gusti

    artinya ‘menerima/ikhlas atas apa yg diberikan Tuhan’, narimo ing pandum bukan berarti cuma pasrah akan apa yg terjadi, tetapi suatu sikap batin dimana kita ikhlas menerima apapun yg terjadi setelah kita melakukan upaya dan ikhtiar.

    Sikap narimo ini akan membuat kita merasa ‘selalu berkecukupan’ dan tidak akan lelah untuk mencapai yang lebih, karena usaha dan perjuangan yg dilakukan untuk mendapatkan peningkatan (materi maupun spiritual) bukan berdasarkan nafsu dan ambisi tetapi sebagai sebuah laku atau kewajiban manusia dalam hidup.

    kalau kata ahli agama kita harus selalu bersyukur atas anugerah Tuhan, kalau kata ahli mind power jika kita selalu berfikir bahwa kita ‘berkecukupan’ maka alam akan merespon dan menciptakan kondisi kita menjadi ‘berkecukupan’. orang jawa bilang : narimo ing pandum.

    Sapa weruh ing panuju, sasat sugih pager wesi

    Setelah diruwat, dibersihkan dari anasir-anasir yg negatif, kekuatiran, ketakutan dan ketidak yakinan menjadi sirna lalu apa berikutnya ?

    Tetapkan tujuan !

    Tanpa tujuan, perjalanan hanya akan berputar mengikuti waktu.

    Tanpa tujuan, hidup tidak akan memiliki arah yang pasti.

    Sapa weruh ing panuju (siapa yg tau akan tujuan hidupnya) sasat sugih pager wesi (seolah-olah punya (banyaK) pagar besi yg melindungi).

    Siapapun yg konsisten dalam meraih tujuan pasti tidak akan tergoda oleh segala hal yang akan menggagalkan atau memperlambat tercapainya tujuan tsb.

    Karena tujuan itulah yg akan ‘memagari’ dari pengaruh-pengaruh yg mengagalkannya.

    Jangan hanya menggantungkan cita-cita setinggi langit tapi yakinkan dan berusahalah untuk mencapainya..perjalanan panjang bukan lah satu kali lompatan besar, namun terdiri dari ribuan langkah-langkah kecil.

    By Alang Alang Kumitir

  77. handi said

    untuk direnungi, benarkah kita manusia menghormati pemberian TUHAN, alam semesta ini ibarat rumah yang ALLAH berikan kepada kami yang akan kita wariskan kepada cucu cucu kami wajiblah kita menjaganya bila kita merasa dekat denganNYA.

  78. Tampirik said

    Mantab banget..

  79. ridho said

    Assalamualaikum ,saudara sekalian saya mau cerita pengalman saya ,berawal dari belajar tenaga dalam asmaul husnah dan di sertai jurus2 om saya sendiri yg menjadi guru , pada saat itu saya berumur 15 tahun ,kian hari saya makin menguasai jurus2 tersebut, walaupun di usia yg masih muda saya sudah puasa mutih 7 hari dan pati geni sehari semlam ,kalo di total 21 hari(total Puasa mutih danpuasa Biasa) saya berpuasa ,,dan pada akhirnya saya sudah full puasa sampai penguasaan jurus dan wirid,

    dan pada suatu hari saya merasakan betapa percaya diri yang tinggi pada diri saya ,begitu mudah saya mendapatkan hati wanita pada saat itu , dan yang paling mengejutkan kalo saya bermain bola ,banyak lawan terpental kaku kalo bertabrakan,kebal pukul .Dan setelah saya menginjak SMU , banyak pula saya bertemu dengan siswa2 yg mempelajari ilmu semacam nya ,walaupun masih muda semakin dalam pada masa inilah timbul fase fase kegaiban , karna saya melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu meditasi , walaupun di iringin dzikir sehabis shalat,disinilah terawang dan meraga sukma timbul dengan sendirinya dan munculah yg mengaku sunan bermunculan dengan mengajarkan wirid tambahn walaupun dzikiran tsb nama ALLOH dengan Tujuan yg dinginkan ,dan
    dan suatu saat begitu saya duduk di kelas 3 sma , ada hal besar yg menghancurkan saya berpisahnya orang tua , maka terputus lah kelanjutan saya untuk berkuliah ,disinilah mulai kehancuran saya saya tidak bisa kuliah seperti teman lainya ,pikiran kacau , mulai perlahan badan pun habis kurus , terlupakn lah saya pada hal yg saya pelajari , bertahun tahun saya menjadi penganguran, dan akhirnya sosok premanisme yg terlahir , pada saat itu saya berpikir kenapa sulit sekali mencari rezeki timbul pertanyaan dalam hati walaupun pada saat itu saya mempunyai banyak pacar , tak satupun menjadi pendamping dalam hidup saya , memang pembawaan nya gampang mendapat hati wanita , dan hingga suatu saat guru yg mengajarkan ilmu tsb menyuruh untuk tdk mengamalkan lagi ilmu yg diajarkan,
    dan pada suatu hari saya bertaubat dan memohon ampun dan meminta mendapatkan pekerjaan alhasil saya mendapatkan yg saya doakan ,dan hingga suatu saat umur saya berusia 25 tahun saya pun berniat mempunyai istri dalam tahajud saya berdoa “Alloh berilah saya Istri yg bisa Menuntun ke jalan Mu ” dan di sinilah awal dari hal yg tersingkap yg selama ini di badan saya “‘

    akhirnya saya berkenalan dengan seorang gadis ,,pada suatu saat pacar saya ini tiba tiba kesurupan , disinah yg membuka mata hati saya : tidak satupun orang bisa mengobati pacar saya , selama 14 hari dia kesurupan ‘ ustad dan pemburu hantu,kyai yg di tv ,ruqyah tak satupun orang bisa menagani , karna pacar saya ,tuMbal pesugihan dari bapaknya sendiri tanpa di sadari , fitnah sana sini ,menuruti kata2 setan yg merasuki ,pada akhirnya Alloh mengirim hambanya yg bersalawat kepada nabi muhammad SAW datang , bukan ustad bukan kyai ,dan akhirnya hamba Alloh tsb membimbing untuk shalat tahajjud ,dan bershalawat ,dan berserah diri, alhamdulillah Alloh Memberikan kesembuhan ,hingga kini kami sudah menikah dan sudah di anugrahi anak,

    Dan pada saat itu juga saya di bimbing untuk beshalawat dan mengerjakan shalat tahajjud ,begitu saya menjalankan betapa
    besar perlawanan dari dalam badan saya , dan tampak lah mereka yg selama ini bersembunyi , untuk menghentikan shalawat saya begitu menyeramkan mereka , saya baru menyadari kemusrikan di diri saya , mereka selama ini yg berdiri di sujud sholat saya , kian hari mereka Mengancam untuk berhenti beshalawat , walaupun berat dan penuh ketakutan yg sangat tetap saya jalani ,alhamdullah terputuslah ikatan , kita yg harus memutuskan ikatan tersebut dengan taubat ,dgn permohonan Ampunan Dari Alloh , bershalawat dan infak/Zakat ,saudaraku sesungguh nya Islam sudah sempurna ” tdk perlu di tambah tambahkan dan di kurang kurangi ajaranya ….untuk keselamatan dunia akhirat ..apapun bentuk wirid untuk kesaktian keghoiban keduniaan , sudah keluar jalur ,setan punya andil .

  80. Ray alazhar said

    Aslamu’alakum wr.wb.
    Mhnn bantuan Doa dr mas
    R. Bambang sukmaraga
    { kiranya berkenan }

    Hati sy dah bulat akn mengamalkn 4 surah akhir Surah Alkahfi mlm jumat ini. smoga Allah meridhoi.Amiin .Wassalam.

    Rohmadi. kisaran.SUMUT.

  81. merdeka said

    trims share merogo sukmonya…utk ‘tmn2′ yg hidup tanpa “bid’ah” jagalah mulut2mu yg “kotor” YG suka menfitnah itu..yaa ALLOH LAKNATlLAH DAN HANCURKAN CORONG2 IBLIS SPT IBNU TAYMIYAH , SALAFY PALSU WAHABISME DAN BALA TENTARA TERORISNYA..KERASNYA HATI MEREKA SEKERAS IBLIS YG MEMBANGKANG KEPADA-MU DAN SOMBONG DI HADAPAN-MU..MULUT MEREKA MEMBUAT WAS-2 PADA HATI SEBAGIAN UMMAT MUHHAMAD SAW YG LEMAH….AMIIN..

  82. budiman said

    betul sekali mas ridho,,allah sdh meridhoi islam telah sempurna tdk perlu lagi macam2,,,mari laksanakan rukun islam maka selamat dunia akhirat.

  83. sahabat sekalian izinkan saya mengingatkan kembali beberapa hal dari apa yang sudah kita ketahui bersama :

    Allah swt telah menggariskan dengan takdirNya bahwa manusia dan jin diciptakan semata hanya untuk ibadah kepadaNya, ini artinya segala apa yang dilakukan manusia dan jin di luar kontek ibadah kepada Allah swt adalah sia-sia belaka. Dalam hal ini rasulullah saw memperjelas dengan hadisnya bahwa “Dunia dan segala isinya semua sia-sia, kecuali zikrullah (ibadah kepada Allah swt)”. Adapun yang dimaksud ibadah kepada Allah swt dalam arti luas selain yang wajib seperti shalat, zakat, puasa di bulan ramadhan, melaksanakan haji bagi yang mampu, menuntut ilmu agama, juga ibadah sunah yang mencakup seluruh aktifitas hidup yang positif yang dilakukan atas nama Allah SWT (bismillah) semata untuk mendapatkan ridlo dan pahala dariNya, termasuk di dalamnya pekerjaan-pekerjaan ringan seperti halnya makan, minum, menyingkirkan duri dari jalanan, sampai kepada menyambungkan tali silaturahmi, menolong sesama, belajar ilmu sampai ke negeri cina hingga berjihad mengorbankan harta benda serta jiwa di jalan Allah. Ringkas kata itulah tujuan pokok hidup kita selaku manusia muslim yaitu ibadah..ibadah.. ibadah dan ibadah hanya kepada Allah SWT, dalam bentuk apapun, dan tidak untuk yang selainnya, karena hanya dengan itulah Allah SWT akan ridlo kepada kita untuk memasuki surgaNya…tempat yang belum pernah terbayangkan segala kenikmatannya…hunian terakhir bagi makhluk yang berakal-budi lagi diridloi.

    Kembali ke topik yang sedang dibicarakan yaitu mempelajari ilmu ghaib, ilmu spiritual, ilmu metafisika, khususnya yang bersumber dari khasanah ayat-ayat alqurqnulkarim, saya selaku orang awam ingin mengajukan satu pertanyaan saja : Apakah ilmu-ilmu ghaib yang sobat-sobat pelajari serta amalkan itu sudah berada dalam kontek beribadah kepada Allah SWT ? Mari kita jawab dengan jujur, dengan hati yang bersih, atau kalau masih ragu bertanya dan mohon petunjuk kepada orang-orang yang mencintai Allah dan dicintaiNya (bukan kepada orang-orang pecinta dunia dan segala isinya, termasuk kemashuran, kesaktian, kekuasaan dsb.).

  84. netral said

    Mau raga sukma,kebal,sakti..dll, biarin deh…ntar jg mati sendiri.

  85. AL-FAQIR said

    ilmu akhlak wal adab adalah ilmu yang lebih pantas kita pelajari sangat jauh kita berangan-angan untuk menguasai ilmu-ilmu yg di luar akal sehat kita menimbang dengan hati dan akal kita masih tertumpuk dosa-dosa.
    al-fakir yang sangat hina ini mengajak saudara-saudara ku . agar ikutilah suri tauladan RASULULLAH SAW, yang menggunakan akhlak dan adabnya.
    orang yang beradab dan berakhlak iya akan terlihat sekali ilmunya
    akan tetapi orang yang berilmu tapi tidak berakhlak dan beradab iya sama sekali tidak terlihat ilmunya.

    wassala>>>>

  86. Hamba Allah said

    Supaya Jangan Sembarangan Mengklaim Ahli Bid’ah Kepada Orang Lain (Hakekat Bid’ah Lengkap)
    Pengertian Bid’ah
    Bid’ah dalam pengertian bahasa adalah:
    مَا أُحْدِثَ عَلَى غَيْرِ مِثَالٍ سَابِقٍ
    “Sesuatu yang diadakan tanpa ada contoh sebelumnya”.
    Seorang ahli bahasa terkemuka, Ar-Raghib al-Ashfahani dalam kitab Mu’jam Mufradat Alfazh al-Qur’an, menuliskan sebagai berikut:
    اَلإِبْدَاعُ إِنْشَاءُ صَنْعَةٍ بِلاَ احْتِذَاءٍ وَاقْتِدَاءٍ. وَإِذَا اسْتُعْمِلَ فِيْ اللهِ تَعَالَى فَهُوَ إِيْجَادُ الشَّىْءِ بِغَيْرِ ءَالَةٍ وَلاَ مآدَّةٍ وَلاَ زَمَانٍ وَلاَ مَكَانٍ، وَلَيْسَ ذلِكَ إِلاَّ للهِ. وَالْبَدِيْعُ يُقَالُ لِلْمُبْدِعِ نَحْوُ قَوْلِهِ: (بَدِيْعُ السّمَاوَاتِ وَالأرْض) البقرة:117، وَيُقَالُ لِلْمُبْدَعِ –بِفَتْحِ الدَّالِ- نَحْوُ رَكْوَةٍ بَدِيْعٍ. وَكَذلِكَ الْبِدْعُ يُقَالُ لَهُمَا جَمِيْعًا، بِمَعْنَى الْفَاعِلِ وَالْمَفْعُوْلِ. وَقَوْلُهُ تَعَالَى: (قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُل) الأحقاف: 9، قِيْلَ مَعْنَاهُ: مُبْدَعًا لَمْ يَتَقَدَّمْنِيْ رَسُوْلٌ، وَقِيْلَ: مُبْدِعًا فِيْمَا أَقُوْلُهُ.اهـ
    “Kata Ibda’ artinya merintis sebuah kreasi baru tanpa mengikuti dan mencontoh sesuatu sebelumnya. Kata Ibda’ jika digunakan pada hak Allah, maka maknanya adalah penciptaan terhadap sesuatu tanpa alat, tanpa bahan, tanpa masa dan tanpa tempat. Kata Ibda’ dalam makna ini hanya berlaku bagi Allah saja. Kata al-Badi’ digunakan untuk al-Mubdi’ (artinya yang merintis sesuatu yang baru). Seperti dalam firman (Badi’ as-Samawat Wa al-Ardl), artinya: “Allah Pencipta langit dan bumi…”. Kata al-Badi’ juga digunakan untuk al-Mubda’ (artinya sesuatu yang dirintis). Seperti kata Rakwah Badi’, artinya: “Bejana air yang unik (dengan model baru)”. Demikian juga kata al-Bid’u digunakan untuk pengertian al-Mubdi’ dan al-Mubda’, artinya berlaku untuk makna Fa’il (pelaku) dan berlaku untuk makna Maf’ul (obyek). Firman Allah dalam QS. al-Ahqaf: 9 (Qul Ma Kuntu Bid’an Min ar-Rusul), menurut satu pendapat maknanya adalah: “Katakan Wahai Muhammad, Aku bukan Rasul pertama yang belum pernah didahului oleh rasul sebelumku” (artinya penggunaan dalam makna Maf’ul)”, menurut pendapat lain makna ayat tersebut adalah: “Katakan wahai Muhammad, Aku bukanlah orang yang pertama kali menyampaikan apa yang aku katakan” (artinya penggunaan dalam makna Fa’il)” (Mu’jam Mufradat Alfazh al-Qur’an, h. 36).
    Dalam pengertian syari’at, bid’ah adalah:
    اَلْمُحْدَثُ الَّذِيْ لَمْ يَنُصَّ عَلَيْهِ الْقُرْءَانُ وَلاَ جَاءَ فِيْ السُّـنَّةِ.
    “Sesuatu yang baru yang tidak terdapat penyebutannya secara tertulis, baik di dalam al-Qur’an maupun dalam hadits”. (Sharih al-Bayan, j. 1, h. 278)
    Seorang ulama bahasa terkemuka, Abu Bakar Ibn al-‘Arabi menuliskan sebagai berikut:
    لَيْسَتْ البِدْعَةُ وَالْمُحْدَثُ مَذْمُوْمَيْنِ لِلَفْظِ بِدْعَةٍ وَمُحْدَثٍ وَلاَ مَعْنَيَيْهِمَا، وَإِنَّمَا يُذَمُّ مِنَ البِدْعَةِ مَا يُخَالِفُ السُّـنَّةَ، وَيُذَمُّ مِنَ الْمُحْدَثَاتِ مَا دَعَا إِلَى الضَّلاَلَةِ.
    “Perkara yang baru (Bid’ah atau Muhdats) tidak pasti tercela hanya karena secara bahasa disebut Bid’ah atau Muhdats, atau dalam pengertian keduanya. Melainkan Bid’ah yang tercela itu adalah perkara baru yang menyalahi sunnah, dan Muhdats yang tercela itu adalah perkara baru yang mengajak kepada kesesatan”.
    Macam-Macam Bid’ah
    Bid’ah terbagi menjadi dua bagian:
    Pertama: Bid’ah Dlalalah. Disebut pula dengan Bid’ah Sayyi-ah atau Sunnah Sayyi-ah. Yaitu perkara baru yang menyalahi al-Qur’an dan Sunnah.
    Kedua: Bid’ah Huda atau disebut juga dengan Bid’ah Hasanah atau Sunnah Hasanah. Yaitu perkara baru yang sesuai dan sejalan dengan al-Qur’an dan Sunnah.
    Al-Imam asy-Syafi’i berkata :
    الْمُحْدَثَاتُ مِنَ اْلأُمُوْرِ ضَرْبَانِ : أَحَدُهُمَا : مَا أُحْدِثَ ِممَّا يُخَالـِفُ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ أَثرًا أَوْ إِجْمَاعًا ، فهَذِهِ اْلبِدْعَةُ الضَّلاَلـَةُ، وَالثَّانِيَةُ : مَا أُحْدِثَ مِنَ الْخَيْرِ لاَ خِلاَفَ فِيْهِ لِوَاحِدٍ مِنْ هذا ، وَهَذِهِ مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُوْمَةٍ (رواه الحافظ البيهقيّ في كتاب ” مناقب الشافعيّ)
    “Perkara-perkara baru itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama: Perkara baru yang menyalahi al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ atau menyalahi Atsar (sesuatu yang dilakukan atau dikatakan sahabat tanpa ada di antara mereka yang mengingkarinya), perkara baru semacam ini adalah bid’ah yang sesat. Kedua: Perkara baru yang baru yang baik dan tidak menyalahi al-Qur’an, Sunnah, maupun Ijma’, maka sesuatu yang baru seperti ini tidak tercela”. (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanad yang Shahih dalam kitab Manaqib asy-Syafi’i) (Manaqib asy-Syafi’i, j. 1, h. 469).
    Dalam riwayat lain al-Imam asy-Syafi’i berkata:
    اَلْبِدْعَةُ بِدْعَتَانِ: بِدْعَةٌ مَحْمُوْدَةٌ وَبِدْعَةٌ مَذْمُوْمَةٌ، فَمَا وَافَقَ السُّـنَّةَ فَهُوَ مَحْمُوْدٌ وَمَا خَالَفَهَا فَهُوَ مَذْمُوْمٌ.
    “Bid’ah ada dua macam: Bid’ah yang terpuji dan bid’ah yang tercela. Bid’ah yang sesuai dengan Sunnah adalah bid’ah terpuji, dan bid’ah yang menyalahi Sunnah adalah bid’ah tercela”. (Dituturkan oleh al-Hafizh Ibn Hajar dalam Fath al-Bari)
    Pembagian bid’ah menjadi dua oleh Imam Syafi’i ini disepakati oleh para ulama setelahnya dari seluruh kalangan ahli fikih empat madzhab, para ahli hadits, dan para ulama dari berbagai disiplin ilmu. Di antara mereka adalah para ulama terkemuka, seperti al-‘Izz ibn Abd as-Salam, an-Nawawi, Ibn ‘Arafah, al-Haththab al-Maliki, Ibn ‘Abidin dan lain-lain. Dari kalangan ahli hadits di antaranya Ibn al-’Arabi al-Maliki, Ibn al-Atsir, al-Hafizh Ibn Hajar, al-Hafzih as-Sakhawi, al-Hafzih as-Suyuthi dan lain-lain. Termasuk dari kalangan ahli bahasa sendiri, seperti al-Fayyumi, al-Fairuzabadi, az-Zabidi dan lainnya.
    Dengan demikian bid’ah dalam istilah syara’ terbagi menjadi dua: Bid’ah Mahmudah (bid’ah terpuji) dan Bid’ah Madzmumah (bid’ah tercela).
    Pembagian bid’ah menjadi dua bagian ini dapat dipahami dari hadits ‘Aisyah, bahwa ia berkata: Rasulullah bersabda:
    مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ (رواه البخاريّ ومسلم)
    “Barang siapa yang berbuat sesuatu yang baharu dalam syari’at ini yang tidak sesuai dengannya, maka ia tertolak”. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
    Dapat dipahami dari sabda Rasulullah: “Ma Laisa Minhu”, artinya “Yang tidak sesuai dengannya”, bahwa perkara baru yang tertolak adalah yang bertentangan dan menyalahi syari’at. Adapun perkara baru yang tidak bertentangan dan tidak menyalahi syari’at maka ia tidak tertolak.
    Bid’ah dilihat dari segi wilayahnya terbagi menjadi dua bagian; Bid’ah dalam pokok-pokok agama (Ushuluddin) dan bid’ah dalam cabang-cabang agama, yaitu bid’ah dalam Furu’, atau dapat kita sebut Bid’ah ‘Amaliyyah. Bid’ah dalam pokok-pokok agama (Ushuluddin) adalah perkara-perkara baru dalam masalah akidah yang menyalahi akidah Rasulullah dan para sahabatnya.
    Dalil-Dalil Bid’ah Hasanah
    Al-Muhaddits al-‘Allamah as-Sayyid ‘Abdullah ibn ash-Shiddiq al-Ghumari al-Hasani dalam kitab Itqan ash-Shun’ah Fi Tahqiq Ma’na al-Bid’ah, menuliskan bahwa di antara dalil-dalil yang menunjukkan adanya bid’ah hasanah adalah sebagai berikut (Lihat Itqan ash-Shun’ah, h. 17-28):
    1. Firman Allah dalam QS. al-Hadid: 27:
    وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ (الحديد: 27)
    “Dan Kami (Allah) jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya (Nabi ‘Isa) rasa santun dan kasih sayang, dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah, padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka, tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah” (Q.S. al-Hadid: 27)
    Ayat ini adalah dalil tentang adanya bid’ah hasanah. Dalam ayat ini Allah memuji ummat Nabi Isa terdahulu, mereka adalah orang-orang muslim dan orang-orang mukmin berkeyakinan akan kerasulan Nabi Isa dan bahwa berkeyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Allah memuji mereka karena mereka kaum yang santun dan penuh kasih sayang, juga karena mereka merintis rahbaniyyah. Praktek Rahbaniyyah adalah perbuatan menjauhi syahwat duniawi, hingga mereka meninggalkan nikah, karena ingin berkonsentrasi dalam beribadah kepada Allah.
    Dalam ayat di atas Allah mengatakan “Ma Katabnaha ‘Alaihim”, artinya: “Kami (Allah) tidak mewajibkan Rahbaniyyah tersebut atas mereka, melainkan mereka sendiri yang membuat dan merintis Rahbaniyyah itu untuk tujuan mendekatkan diri kepada Allah”. dalam ayat ini Allah memuji mereka, karena mereka merintis perkara baru yang tidak ada nash-nya dalam Injil, juga tidak diwajibkan bahkan tidak sama sekali tidak pernah dinyatakan oleh Nabi ‘Isa al-Masih kepada mereka. Melainkan mereka yang ingin berupaya semaksimal mungkin untuk taat kepada Allah, dan berkonsentrasi penuh untuk beribadah kepada-Nya dengan tidak menyibukkan diri dengan menikah, menafkahi isteri dan keluarga. Mereka membangun rumah-rumah kecil dan sederhana dari tanah atau semacamnya di tempat-tempat sepi dan jauh dari orang untuk beribadah sepenuhnya kepada Allah.
    2. Hadits sahabat Jarir ibn Abdillah al-Bajali, bahwa ia berkata: Rasulullah bersabda:
    مَنْ سَنَّ فِيْ الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَىْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِيْ الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ (رواه مسلم)
    “Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam sunnah (perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatannya tersebut, dan pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatannya tersebut, dan dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dari dosa-dosa mereka sedikitpun”. (HR. Muslim)
    Dalam hadits ini dengan sangat jelas Rasulullah mengatakan: “Barangsiapa merintis sunnah hasanah…”. Pernyataan Rasulullah ini harus dibedakan dengan pengertian anjuran beliau untuk berpegangteguh dengan sunnah (at-Tamassuk Bis-Sunnah) atau pengertian menghidupkan sunnah yang ditinggalkan orang (Ihya’ as-Sunnah). Karena tentang perintah untuk berpegangteguh dengan sunnah atau menghidupkan sunnah ada hadits-hadits tersendiri yang menjelaskan tentang itu. Sedangkan hadits riwayat Imam Muslim ini berbicara tentang merintis sesuatu yang baru yang baik yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Karena secara bahasa makna “sanna” tidak lain adalah merintis perkara baru, bukan menghidupkan perkara yang sudah ada atau berpegang teguh dengannya.
    3. Hadits ‘Aisyah, bahwa ia berkata: Rasulullah bersabda:
    مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ (رواه البخاريّ ومسلم)
    “Barang siapa yang berbuat sesuatu yang baharu dalam syari’at ini yang tidak sesuai dengannya, maka ia tertolak”. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
    Hadits ini dengan sangat jelas menunjukkan tentang adanya bid’ah hasanah. Karena seandainya semua bid’ah pasti sesat tanpa terkecuali, niscaya Rasulullah akan mengatakan “Barangsiapa merintis hal baru dalam agama kita ini apapun itu, maka pasti tertolak”. Namun Rasulullah mengatakan, sebagaimana hadits di atas: “Barangsiapa merintis hal baru dalam agama kita ini yang tidak sesuai dengannya, artinya yang bertentangan dengannya, maka perkara tersebut pasti tertolak”.
    Dengan demikian dapat dipahami bahwa perkara yang baru itu ada dua bagian: Pertama, yang tidak termasuk dalam ajaran agama, karena menyalahi kaedah-kaedah dan dalil-dalil syara’, perkara baru semacam ini digolongkan sebagai bid’ah yang sesat. Kedua, perkara baru yang sesuai dengan kaedah dan dalil-dalil syara’, perkara baru semacam ini digolongkan sebagai perkara baru yang dibenarkan dan diterima, ialah yang disebut dengan bid’ah hasanah.
    4. Dalam sebuah hadits shahih riwayat al-Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya disebutkan bahwa sahabat ‘Umar ibn al-Khaththab secara tegas mengatakan tentang adanya bid’ah hasanah. Ialah bahwa beliau menamakan shalat berjama’ah dalam shalat tarawih di bulan Ramadlan sebagai bid’ah hasanah. Beliau memuji praktek shalat tarawih berjama’ah ini, dan mengatakan: “Ni’mal Bid’atu Hadzihi”. Artinya, sebaik-baiknya bid’ah adalah shalat tarawih dengan berjama’ah.
    Kemudian dalam hadits Shahih lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwa sahabat ‘Umar ibn al-Khaththab ini menambah kalimat-kalimat dalam bacaan talbiyah terhadap apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Bacaan talbiyah beliau adalah:
    لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ فِيْ يَدَيْكَ، وَالرَّغْبَاءُ إِلَيْكَ وَالْعَمَلُ
    5. Dalam hadits riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa ‘Abdullah ibn ‘Umar ibn al-Khaththab menambahkan kalimat Tasyahhud terhadap kalimat-kalimat Tasyahhud yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Dalam Tasayahhud-nya ‘Abdullah ibn ‘Umar mengatakan:
    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ.
    Tentang kaliamat tambahan dalam Tasyahhud-nya ini, ‘Abdullah ibn ‘Umar berkata: “Wa Ana Zidtuha…”, artinya: “Saya sendiri yang menambahkan kalimat “Wahdahu La Syarika Lah”.
    6. ‘Abdullah ibn ‘Umar menganggap bahwa shalat Dluha sebagai bid’ah, karena Rasulullah tidak pernah melakukannya. Tentang shalat Dluha ini beliau berkata:
    إِنَّهَا مُحْدَثَةٌ وَإِنَّهَا لَمِنْ أَحْسَنِ مَا أَحْدَثُوْا (رواه سعيد بن منصور بإسناد صحيح)
    “Sesungguhnya shalat Dluha itu perkara baru, dan hal itu merupakan salah satu perkara terbaik dari apa yang mereka rintis”. (HR. Sa’id ibn Manshur dengan sanad yang Shahih)
    Dalam riwayat lain, tentang shalat Dluha ini sahabat ‘Abdullah ibn ‘Umar mengatakan:
    بِدْعَةٌ وَنِعْمَتْ البِدْعَةُ (رواه ابن أبي شيبة)
    “Shalat Dluha adalah bid’ah, dan ia adalah sebaik-baiknya bid’ah”. (HR. Ibn Abi Syaibah)
    Riwayat-riwayat ini dituturkan oleh al-Hafizh Ibn Hajar dalam Fath al-Bari dengan sanad yang shahih.
    7. Dalam sebuah hadits shahih, al-Imam al-Bukhari meriwayatkan dari sahabat Rifa’ah ibn Rafi’, bahwa ia (Rifa’ah ibn Rafi’) berkata: “Suatu hari kami shalat berjama’ah di belakang Rasulullah. Ketika beliau mengangkat kepala setelah ruku’, beliau membaca: “Sami’allahu Lima Hamidah”. Tiba-tiba salah seorang makmum berkata:
    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ
    Setelah selesai shalat, Rasulullah bertanya: “Siapakah tadi yang mengatakan kalimat-kalimat itu?”. Orang yang yang dimaksud menjawab: “Saya Wahai Rasulullah…”. Lalu Rasulullah berkata:
    رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِيْنَ مَلَكًا يَبْتَدِرُوْنَهَا أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلَ
    “Aku melihat lebih dari tiga puluh Malaikat berlomba untuk menjadi yang pertama mencatatnya”.
    Al-Hafizh Ibn Hajar dalam Fath al-Bari, mengatakan: “Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan akan kebolehan menyusun bacaan dzikir di dalam shalat yang tidak ma’tsur, selama dzikir tersebut tidak menyalahi yang ma’tsur” (Fath al-Bari, j. 2, h. 287).
    7. al-Imam an-Nawawi, dalam kitab Raudlah ath-Thalibin, tentang doa Qunut, beliau menuliskan sebagai berikut:
    هذَا هُوَ الْمَرْوِيُّ عَنِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَليهِ وَسَلّمَ وَزَادَ الْعُلَمَاءُ فِيْهِ: “وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ” قَبْلَ “تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ” وَبَعْدَهُ: “فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ”. قُلْتُ: قَالَ أَصْحَابُنَا: لاَ بَأْسَ بِهذِهِ الزِّيَادَةِ. وَقَالَ أَبُوْ حَامِدٍ وَالْبَنْدَنِيْجِيُّ وَءَاخَرُوْنَ: مُسْتَحَبَّةٌ.
    “Inilah lafazh Qunut yang diriwayatkan dari Rasulullah. Lalu para ulama menambahkan kalimat: “Wa La Ya’izzu Man ‘Adaita” sebelum “Tabarakta Wa Ta’alaita”. Mereka juga menambahkan setelahnya, kalimat “Fa Laka al-Hamdu ‘Ala Ma Qadlaita, Astaghfiruka Wa Atubu Ilaika”. Saya (an-Nawawi) katakan: Ashab asy-Syafi’i mengatakan: “Tidak masalah (boleh) dengan adanya tambahan ini”. Bahkan Abu Hamid, dan al-Bandanijiyy serta beberapa Ashhab yang lain mengatakan bahwa bacaan tersebut adalah sunnah” (Raudlah ath-Thalibin, j. 1, h. 253-254).
    Beberapa Contoh Bid’ah Hasanah Dan Bid’ah Sayyi-ah
    Berikut ini beberapa contoh Bid’ah Hasanah. Di antaranya:
    1. Shalat Sunnah dua raka’at sebelum dibunuh. Orang yang pertama kali melakukannya adalah Khubaib ibn ‘Adiyy al-Anshari; salah seorang sahabat Rasulullah. Tentang ini Abu Hurairah berkata:
    فَكَانَ خُبَيْبٌ أَوَّلَ مَنْ سَنَّ الصَّلاَةَ عِنْدَ الْقَتْلِ (رواه البخاريّ)
    “Khubaib adalah orang yang pertama kali merintis shalat ketika akan dibunuh”. (HR. al-Bukhari dalam kitab al-Maghazi, Ibn Abi Syaibah dalam kitab al-Mushannaf)
    Lihatlah, bagaimana sahabat Abu Hurairah menggunakan kata “Sanna” untuk menunjukkan makna “merintis”, membuat sesuatu yang baru yang belaum ada sebelumnya. Jelas, makna “sanna” di sini bukan dalam pengertian berpegang teguh dengan sunnah, juga bukan dalam pengertian menghidupkan sunnah yang telah ditinggalkan orang.
    Salah seorang dari kalangan tabi’in ternama, yaitu al-Imam Ibn Sirin, pernah ditanya tentang shalat dua raka’at ketika seorang akan dibunuh, beliau menjawab:
    صَلاَّهُمَا خُبَيْبٌ وَحُجْرٌ وَهُمَا فَاضِلاَنِ.
    “Dua raka’at shalat sunnah tersebut pernah dilakukan oleh Khubaib dan Hujr bin Adiyy, dan kedua orang ini adalah orang-orang (sahabat Nabi) yang mulia”. (Diriwayatkan oleh Ibn Abd al-Barr dalam kitab al-Isti’ab) (al-Isti’ab Fi Ma’rifah al-Ash-hab, j. 1, h. 358)
    2. Penambahan Adzan Pertama sebelum shalat Jum’at oleh sahabat Utsman bin ‘Affan. (HR. al-Bukhari dalam Kitab Shahih al-Bukhari pada bagian Kitab al-Jum’ah).
    3. Pembuatan titik-titik dalam beberapa huruf al-Qur’an oleh Yahya ibn Ya’mur. Beliau adalah salah seorang tabi’in yang mulia dan agung. Beliau seorang yang alim dan bertaqwa. Perbuatan beliau ini disepakati oleh para ulama dari kalangan ahli hadits dan lainnya. Mereka semua menganggap baik pembuatan titik-titik dalam beberapa huruf al-Qur’an tersebut. Padahal ketika Rasulullah mendiktekan bacaan-bacaan al-Qur’an tersebut kepada para penulis wahyu, mereka semua menuliskannya dengan tanpa titik-titik sedikitpun pada huruf-hurufnya.
    Demikian pula di masa Khalifah ‘Utsman ibn ‘Affan, beliau menyalin dan menggandakan mush-haf menjadi lima atau enam naskah, pada setiap salinan mush-haf-mush-haf tersebut tidak ada satu-pun yang dibuatkan titik-titik pada sebagian huruf-hurufnya. Namun demikian, sejak setelah pemberian titik-titik oleh Yahya bin Ya’mur tersebut kemudian semua umat Islam hingga kini selalu memakai titik dalam penulisan huruf-huruf al-Qur’an. Apakah mungkin hal ini dikatakan sebagai bid’ah sesat dengan alasan Rasulullah tidak pernah melakukannya?! Jika demikian halnya maka hendaklah mereka meninggalkan mush-haf-mush-haf tersebut dan menghilangkan titik-titiknya seperti pada masa ‘Utsman.
    Abu Bakar ibn Abu Dawud, putra dari Imam Abu Dawud penulis kitab Sunan, dalam kitabnya al-Mashahif berkata: “Orang yang pertama kali membuat titik-titik dalam Mush-haf adalah Yahya bin Ya’mur”. Yahya bin Ya’mur adalah salah seorang ulama tabi’in yang meriwayatkan (hadits) dari sahabat ‘Abdullah ibn ‘Umar dan lainnya.
    Demikian pula penulisan nama-nama surat di permulaan setiap surat al-Qur’an, pemberian lingkaran di akhir setiap ayat, penulisan juz di setiap permulaan juz, juga penulisan hizb, Nishf (pertengahan Juz), Rubu’ (setiap seperempat juz) dalam setiap juz dan semacamnya, semua itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Apakah dengan alasan semacam ini kemudian semua itu adalah bid’ah yang diharamkan?!
    4. Pembuatan Mihrab dalam majid sebagai tempat shalat Imam, orang yang pertama kali membuat Mihrab semacam ini adalah al-Khalifah ar-Rasyid ‘Umar ibn Abd al-’Aziz di Masjid Nabawi. Perbuatan al-Khalifah ar-Rasyid ini kemudian diikuti oleh kebanyakan ummat Islam di seluruh dunia ketika mereka membangun masjid. Siapa berani mengatakan bahwa itu adalah bid’ah sesat, sementara hampir seluruh masjid di zaman sekarang memiliki mihrab?! Siapa yang tidak mengenal Khalifah ‘Umar ibn ‘Abd al-‘Aziz sebagai al-Khalifah ar-Rasyid?!
    5. Peringatan Maulid Nabi adalah bid’ah hasanah sebagaimana ditegaskan oleh al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H), al-Hafizh al-’Iraqi (W 806 H), al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani (W 852 H), al-Hafizh as-Suyuthi (W 911 H), al-Hafizh as-Sakhawi (W 902 H), Syekh Ibn Hajar al-Haitami (W 974 H), al-Imam Nawawi (W 676 H), al-Imam al-‘Izz ibn ‘Abd as-Salam (W 660 H), Mantan Mufti Mesir; Syekh Muhammad Bakhit al-Muthi’i (W 1354 H), mantan Mufti Bairut Lebanon Syekh Mushthafa Naja (W 1351 H) dan masih banyak lagi para ulama terkemuka lainnya.
    6. Membaca shalawat atas Rasulullah setelah adzan adalah bid’ah hasanah sebagaimana dijelaskan oleh al-Hafizh as-Suyuthi dalam kitab Musamarah al-Awa-il, al-Hafizh as-Sakhawi dalam kitab al-Qaul al-Badi’, al-Haththab al-Maliki dalam kitab Mawahib al-Jalil, dan para ulama besar lainnya.
    7. Menulis kalimat “Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam” setelah menulis nama Rasulullah termasuk bid’ah hasanah. Karena Rasulullah dalam surat-surat yang beliau kirimkan kepada para raja dan para penguasa di masa beliau hidup tidak pernah menulis kalimat shalawat semacam itu. Dalam surat-suratnya, Rasulullah hanya menuliskan: “Min Muhammad Rasulillah Ila Fulan…”, artinya: “Dari Muhammad Rasulullah kepada Si Fulan…”.
    8. Beberapa Tarekat yang dirintis oleh para wali Allah dan orang-orang saleh. Seperti tarekat ar-Rifa’iyyah, al-Qadiriyyah, an-Naqsyabandiyyah dan lainnya yang kesemuanya berjumlah sekitar 40 tarekat. Pada asalnya, tarekat-tarekat ini adalah bid’ah hasanah, namun kemudian sebagian pengikut beberapa tarekat ada yang menyimpang dari ajaran dasarnya. Namun demikian hal ini tidak lantas menodai tarekat pada peletakan atau tujuan awalnya.
    Berikut ini beberapa contoh Bid’ah Sayyi-ah. di antaranya sebagai berikut:
    1. Bid’ah-bid’ah dalam masalah pokok-pokok agama (Ushuluddin), di antaranya seperti:
    A. Bid’ah Pengingkaran terhadap ketentuan (Qadar) Allah. Yaitu keyakinan sesat yang mengatakan bahwa Allah tidak mentaqdirkan dan tidak menciptakan suatu apapun dari segala perbuatan ikhtiar hamba. Seluruh perbuatan manusia, -menurut keyakinan ini-, terjadi dengan penciptaan manusia itu sendiri. Sebagian dari mereka meyakini bahwa Allah tidak menciptakan keburukan. Menurut mereka, Allah hanya menciptakan kebaikan saja, sedangkan keburukan yang menciptakannya adalah hamba sendiri. Mereka juga berkeyakinan bahwa pelaku dosa besar bukan seorang mukmin, dan juga bukan seorang kafir, melainkan berada pada posisi di antara dua posisi tersebut, tidak mukmin dan tidak kafir. Mereka juga mengingkari syafa’at Nabi. Golongan yang berkeyakinan seperti ini dinamakan dengan kaum Qadariyyah. Orang yang pertama kali mengingkari Qadar Allah adalah Ma’bad al-Juhani di Bashrah, sebagaimana hal ini telah diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Yahya ibn Ya’mur.
    B. Bid’ah Jahmiyyah. Kaum Jahmiyyah juga dikenal dengan sebutan Jabriyyah, mereka adalah pengikut Jahm ibn Shafwan. Mereka berkeyakinan bahwa seorang hamba itu majbur (dipaksa); artinya setiap hamba tidak memiliki kehendak sama sekali ketika melakukan segala perbuatannya. Menurut mereka, manusia bagaikan sehelai bulu atau kapas yang terbang di udara sesuai arah angin, ke arah kanan dan ke arah kiri, ke arah manapun, ia sama sekali tidak memiliki ikhtiar dan kehendak.
    C. Bid’ah kaum Khawarij. Mereka mengkafirkan orang-orang mukmin yang melakukan dosa besar.
    D. Bid’ah sesat yang mengharamkan dan mengkafirkan orang yang bertawassul dengan para nabi atau dengan orang-orang saleh setelah para nabi atau orang-orang saleh tersebut meninggal. Atau pengkafiran terhadap orang yang tawassul dengan para nabi atau orang-orang saleh di masa hidup mereka namun orang yang bertawassul ini tidak berada di hadapan mereka. Orang yang pertama kali memunculkan bid’ah sesat ini adalah Ahmad ibn ‘Abd al-Halim ibn Taimiyah al-Harrani (W 728 H), yang kemudian diambil oleh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab dan para pengikutnya yang dikenal dengan kelompok Wahhabiyyah.
    2. Bid’ah-bid’ah ‘Amaliyyah yang buruk. Contohnya menulis huruf (ص) atau (صلعم) sebagai singkatan dari “Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam” setelah menuliskan nama Rasulullah. Termasuk dalam bahasa Indonesia menjadi “SAW”. Para ahli hadits telah menegaskan dalam kitab-kitab Mushthalah al-Hadits bahwa menuliskan huruf “shad” saja setelah penulisan nama Rasulullah adalah makruh. Artinya meskipun ini bid’ah sayyi-ah, namun demikian mereka tidak sampai mengharamkannya. Kemudian termasuk juga bid’ah sayyi-ah adalah merubah-rubah nama Allah dengan membuang alif madd (bacaan panjang) dari kata Allah atau membuang Ha’ dari kata Allah.
    Kerancuan Pendapat Yang Mengingkari Bid’ah Hasanah
    1. Kalangan yang mengingkari adanya bid’ah hasanah biasa berkata: “Bukankah Rasulullah dalam hadits riwayat Abu Dawud dari sahabat al-‘Irbadl ibn Sariyah telah bersabda:
    وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ (رواه أبو داود)
    Ini artinya bahwa setiap perkara yang secara nyata (eksplisit) tidak disebutkan dalam al-Qur’an dan hadits atau tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah dan atau al-Khulafa’ ar-Rasyidun maka perkara tersebut dianggap sebagai bid’ah sesat .
    Jawab:
    Hadits ini lafazhnya umum tetapi maknanya khusus. Artinya yang dimaksud oleh Rasulullah dengan bid’ah tersebut adalah bid’ah sayyi-ah, yaitu setiap perkara baru yang menyalahi al-Qur’an, sunnah, ijma’ atau atsar. Al-Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menuliskan: “Sabda Rasulullah “Kullu Bid’ah dlalalah” ini adalah ‘Amm Makhshush; artinya, lafazh umum yang telah dikhususkan kepada sebagian maknanya. Jadi yang dimaksud adalah bahwa sebagian besar bid’ah itu sesat (bukan mutlak semua bid’ah itu sesat)” (al-Minhaj Bi Syarah Shahih Muslim ibn al-Hajjaj, j. 6, hlm. 154).
    Kemudian al-Imam an-Nawawi membagi bid’ah menjadi lima macam. Beliau berkata: “Jika telah dipahami apa yang telah aku tuturkan, maka dapat diketahui bahwa hadits ini termasuk hadits umum yang telah dikhususkan. Demikian juga pemahamannya dengan beberapa hadits serupa dengan ini. Apa yang saya katakan ini didukung oleh perkataan ‘Umar ibn al-Khaththab tentang shalat Tarawih, beliau berkata: “Ia (Shalat Tarawih dengan berjama’ah) adalah sebaik-baiknya bid’ah”.
    Dalam penegasan al-Imam an-Nawawi, meski hadits riwayat Abu Dawud tersebut di atas memakai kata “Kullu” sebagai ta’kid, namun bukan berarti sudah tidak mungkin lagi di-takhshish. Melainkan ia tetap dapat di-takhshish. Contoh semacam ini, dalam QS. al-Ahqaf: 25, Allah berfirman:
    تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ (الأحقاف: 25)
    Makna ayat ini ialah bahwa angin yang merupakan adzab atas kaum ‘Ad telah menghancurkan kaum tersebut dan segala harta benda yang mereka miliki. Bukan artinya bahwa angin tersebut menghancurkan segala sesuatu secara keseluruhan, karena terbukti hingga sekarang langit dan bumi masih utuh. Padahal dalam ayat ini menggunakan kata “Kull”.
    Adapun dalil-dalil yang men-takhshish hadits “Wa Kullu Bid’ah Dlalalah” riwayat Abu Dawud ini adalah hadits-hadits dan atsar-atsar yang telah disebutkan dalam dalil-dalil adanya bid’ah hasanah.
    2. Kalangan yang mengingkari bid’ah hasanah biasanya berkata: “Hadits “Man Sanna Fi al-Islam Sunnatan Hasanatan…” yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim adalah khusus berlaku ketika Rasulullah masih hidup. Adapun setelah Rasulullah meninggal maka hal tersebut menjadi tidak berlaku lagi”.
    Jawab:
    Di dalam kaedah Ushuliyyah disebutkan:
    لاَ تَثْبُتُ الْخُصُوْصِيَّةُ إِلاَّ بِدَلِيْلٍ
    “Pengkhususan -terhadap suatu nash- itu tidak boleh ditetapkan kecuali harus berdasarkan adanya dalil”.
    Kita katakan kepada mereka: “Mana dalil yang menunjukan kekhususan tersebut?! Justru sebaliknya, lafazh hadits riwayat Imam Muslim di atas menunjukkan keumuman, karena Rasulullah tidak mengatakan “Man Sanna Fi Hayati Sunnatan Hasanatan…” (Barangsiapa merintis perkara baru yang baik di masa hidupku…), atau juga tidak mengatakan: “Man ‘Amila ‘Amalan Ana ‘Amiltuh Fa Ahyahu…” (Barangsiapa mengamalkan amal yang telah aku lakukan, lalu ia menghidupkannya…). Sebaliknya Rasulullah mengatakan secara umum: “Man Sanna Fi al-Islam Sunnatan Hasanatan…”, dan tentunya kita tahu bahwa Islam itu tidak hanya yang ada pada masa Rasulullah saja”.
    Kita katakan pula kepada mereka: Berani sekali kalian mengatakan hadits ini tidak berlaku lagi setelah Rasulullah meninggal?! Berani sekali kalian menghapus salah satu hadits Rasulullah?! Apakah setiap ada hadits yang bertentangan dengan faham kalian maka berarti hadits tersebut harus di-takhshish, atau harus d-nasakh (dihapus) dan tidak berlaku lagi?! Ini adalah bukti bahwa kalian memahami ajaran agama hanya dengan didasarkan kepada “hawa nafsu” belaka.
    3. Kalangan yang mengingkari bid’ah hasanah terkadang berkata: “Hadits riwayat Imam Muslim: “Man Sanna Fi al-Islam Sunnatan Hasanatan…” sebab munculnya adalah bahwa beberapa orang yang sangat fakir memakai pakaian dari kulit hewan yang dilubangi tengahnya lalu dipakaikan dengan cara memasukkan kepala melalui lubang tersebut. Melihat keadaan tersebut wajah Rasulullah berubah dan bersedih. Lalu para sahabat bersedekah dengan harta masing-masing dan mengumpulkannya hingga menjadi cukup banyak, kemudian harta-harta itu diberikan kepada orang-orang fakir tersebut. Ketika Rasulullah melihat kejadian ini, beliau sangat senang dan lalu mengucapkan hadits di atas. Artinya, Rasulullah memuji sedekah para sahabatnya tersebut, dan urusan sedekah ini sudah maklum keutamaannya dalam agama”.
    Jawab:
    Dalam kaedah Ushuliyyah disebutkan:
    اَلْعِبْرَةُ بِعُمُوْمِ اللَّفْظِ لاَ بِخُصُوْصِ السَّبَبِ
    “Yang dijdikan sandaran itu -dalam penetapan dalil itu- adalah keumuman lafazh suatu nash, bukan dari kekhususan sebabnya”.
    Dengan demikian meskipun hadits tersebut sebabnya khusus, namun lafazhnya berlaku umum. Artinya yang harus dilihat di sini adalah keumuman kandungan makna hadits tersebut, bukan kekhususan sebabnya. Karena seandainya Rasulullah bermaksud khusus dengan haditsnya tersebut, maka beliau tidak akan menyampaikannya dengan lafazh yang umum. Pendapat orang-orang anti bid’ah hasanah yang mengambil alasan semacam ini terlihat sangat dibuat-buat dan sungguh sangat aneh. Apakah mereka lebih mengetahui agama ini dari pada Rasulullah sendiri?!
    4. Sebagian kalangan yang mengingkari bid’ah hasanah mengatakan: “Bukan hadits “Wa Kullu Bid’ah Dlalalah” yang di-takhshish oleh hadits “Man Sanna Fi al-Isalam Sunnatan Hasanah…”. Tetapi sebaliknya, hadits yang kedua ini yang di-takhshish oleh hadits hadits yang pertama”.
    Jawab:
    Ini adalah penafsiran “ngawur” dan “seenak perut” belaka. Pendapat semacam itu jelas tidak sesuai dengan cara para ulama dalam memahami hadits-hadits Rasulullah. Orang semacam ini sama sekali tidak faham kalimat “’Am” dan kalimat “Khas”. Al-Imam an-Nawawi ketika menjelaskan hadits “Man Sanna Fi al-Islam…”, menuliskan sebagai berikut:
    فِيْهِ الْحَثُّ عَلَى الابْتِدَاءِ بِالْخَيْرَاتِ وَسَنِّ السُّنَنِ الْحَسَنَاتِ وَالتَّحْذِيْرِ مِنَ الأَبَاطِيْلِ وَالْمُسْتَقْبَحَاتِ. وَفِيْ هذَا الْحَدِيْثِ تَخْصِيْصُ قَوْلِهِ صَلّى اللهُ عَليْه وَسَلّمَ “فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ” وَأَنَّ الْمُرَادَ بِهِ الْمُحْدَثَاتُ الْبَاطِلَةُ وَالْبِدَعُ الْمَذْمُوْمَةُ.
    “Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk memulai kebaikan, dan merintis perkara-perkara baru yang baik, serta memperingatkan masyarakat dari perkara-perkara yang batil dan buruk. Dalam hadits ini juga terdapat pengkhususan terhadap hadits Nabi yang lain, yaitu terhadap hadits: “Wa Kullu Bid’ah Dlalalah”. Dan bahwa sesungguhnya bid’ah yang sesat itu adalah perkara-perkara baru yang batil dan perkara-perkara baru yang dicela”.
    As-Sindi mengatakan dalam kitab Hasyiyah Ibn Majah:

    قَوْلُهُ “سُنَّةً حَسَنَةً” أَيْ طَرِيْقَةً مَرْضِيَّةً يُقْتَدَى بِهَا، وَالتَّمْيِيْزُ بَيْنَ الْحَسَنَةِ وَالسَّـيِّئَةِ بِمُوَافَقَةِ أُصُوْلِ الشَّرْعِ وَعَدَمِهَا.
    “Sabda Rasulullah: “Sunnatan Hasanatan…” maksudnya adalah jalan yang diridlai dan diikuti. Cara membedakan antara bid’ah hasanah dan sayyi-ah adalah dengan melihat apakah sesuai dengan dalil-dalil syara’ atau tidak”.
    Al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani dalam kitab Fath al-Bari menuliskan sebagai berikut:

    وَالتَّحْقِيْقُ أَنَّهَا إِنْ كَانَتْ مِمَّا تَنْدَرِجُ تَحْتَ مُسْتَحْسَنٍ فِيْ الشَّرْعِ فَهِيَ حَسَنَةٌ، وَإِنْ كَانَتْ مِمَّا تَنْدَرِجُ تَحْتَ مُسْتَقْبَحٍ فِيْ الشَّرْعِ فَهِيَ مُسْتَقْبَحَةٌ.
    “Cara mengetahui bid’ah yang hasanah dan sayyi-ah menurut tahqiq para ulama adalah bahwa jika perkara baru tersebut masuk dan tergolong kepada hal yang baik dalam syara’ berarti termasuk bid’ah hasanah, dan jika tergolong hal yang buruk dalam syara’ berarti termasuk bid’ah yang buruk” (Fath al-Bari, j. 4, hlm. 253).
    Dengan demikian para ulama sendiri yang telah mengatakan mana hadits yang umum dan mana hadits yang khusus. Jika sebuah hadits bermakna khusus, maka mereka memahami betul hadits-hadits mana yang mengkhususkannya. Benar, para ulama juga yang mengetahui mana hadits yang mengkhususkan dan mana yang dikhususkan. Bukan semacam mereka yang membuat pemahaman sendiri yang sama sekali tidak di dasarkan kepada ilmu.
    Dari penjelasan ini juga dapat diketahui bahwa penilaian terhadap sebuah perkara yang baru, apakah ia termasuk bid’ah hasanah atau termasuk sayyi-ah, adalah urusan para ulama. Mereka yang memiliki keahlian untuk menilai sebuah perkara, apakah masuk kategori bid’ah hasanah atau sayyi-ah. Bukan orang-orang awam atau orang yang menganggap dirinya alim padahal kenyataannya ia tidak paham sama sekali.
    5. Kalangan yang mengingkari bid’ah hasanah mengatakan: “Bid’ah yang diperbolehkan adalah bid’ah dalam urusan dunia. Dan definisi bid’ah dalam urusan dunia ini sebenarnya bid’ah dalam tinjauan bahasa saja. Sedangkan dalam urusan ibadah, bid’ah dalam bentuk apapun adalah sesuatu yang haram, sesat bahkan mendekati syirik”.
    Jawab:
    Subhanallah al-’Azhim. Apakah berjama’ah di belakang satu imam dalam shalat Tarawih, membaca kalimat talbiyah dengan menambahkan atas apa yang telah diajarkan Rasulullah seperti yang dilakukan oleh sahabat ‘Umar ibn al-Khaththab, membaca tahmid ketika i’tidal dengan kalimat “Rabbana Wa Laka al-Hamd Handan Katsiran Thayyiban Mubarakan Fih”, membaca doa Qunut, melakukan shalat Dluha yang dianggap oleh sahabat ‘Abdullah ibn ‘Umar sebagai bid’ah hasanah, apakah ini semua bukan dalam masalah ibadah?! Apakah ketika seseorang menuliskan shalawat: “Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam” atas Rasulullah tidak sedang beribadah?! Apakah orang yang membaca al-Qur’an yang ada titik dan harakat i’rab-nya tidak sedang beribadah kepada Allah?! Apakah orang yang membaca al-Qur’an tersebut hanya “bercanda” dan “iseng” saja, bahwa ia tidak akan memperoleh pahala karena membaca al-Qur’an yang ada titik dan harakat i’rab-nya?! Sahabat ‘Abdullah ibn ‘Umar yang nyata-nyata dalam shalat, di dalam tasyahhud-nya menambahkan “Wahdahu La Syarika Lahu”, apakah ia tidak sedang melakukan ibadah?! Hasbunallah.
    Kemudian dari mana ada pemilahan bid’ah secara bahasa (Bid’ah Lughawiyyah) dan bid’ah secara syara’?! Bukankah ketika sebuah lafazh diucapkan oleh para ulama, yang notebene sebagai pembawa ajaran syari’at, maka harus dipahami dengan makna syar’i dan dianggap sebagai haqiqah syar’iyyah?! Bukankah ‘Umar ibn al-Khatththab dan ‘Abdullah ibn Umar mengetahui makna bid’ah dalam syara’, lalu kenapa kemudian mereka memuji sebagian bid’ah dan mengatakannya sebagai bid’ah hasanah, bukankah itu berarti bahwa kedua orang sahabat Rasulullah yang mulia dan alim ini memahami adanya bid’ah hasanah dalam agama?! Siapa berani mengatakan bahwa kedua sahabat agung ini tidak pernah mendengar hadits Nabi “Kullu Bid’ah Dlalalah”?! Ataukah siapa yang berani mengatakan bahwa dua sahabat agung tidak memahami makna “Kullu” dalam hadits “Kullu Bid’ah Dlalalh” ini?!
    Kita katakan kepada mereka yang anti terhadap bid’ah hasanah: “Sesungguhnya sahabat ‘Umar ibn al-Khaththab dan sahabat ‘Abdullah ibn ‘Umar, juga para ulama, telah benar-benar mengetahui adanya kata “Kull” di dalam hadits tersebut. Hanya saja orang-orang yang mulia ini memahami hadits tersebut tidak seperti pemahaman orang-orang Wahhabiyyah yang sempit pemahamannya ini. Para ulama kita tahu bahwa ada beberapa hadits shahih yang jika tidak dikompromikan maka satu dengan lainnya akan saling bertentangan. Oleh karenanya, mereka mengkompromikan hadits “Wa Kullu Bid’ah Dlalalah” dengan hadits “Man Sanna Fi al-Islam Sunnatan Hasanatan…”, bahwa hadits yang pertama ini di-takhshish dengan hadits yang kedua. Sehingga maknanya menjadi: “Setiap bid’ah Sayyi-ah adalah sesat”, bukan “Setiap bid’ah itu sesat”.
    Pemahaman ini sesuai dengan hadits lainnya, yaitu sabda Rasulullah:
    مَنْ ابْتَدَعَ بِدْعَةً ضَلاَلَةً لاَ تُرْضِي اللهَ وَرَسُوْلَهُ كَانَ عَلَيْهِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ (رواه الترمذيّ وابن ماجه)
    “Barangsiapa merintis suatu perkara baru yang sesat yang tidak diridlai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka ia terkena dosa orang-orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun”. (HR. at-Tirmidzi dan Ibn Majah)
    Inilah pemahaman yang telah dijelaskan oleh para ulama kita sebagai Waratsah al-Anbiya’.
    6. Kalangan yang mengingkari adanya bid’ah hasanah mengatakan: “Perkara-perkara baru tersebut tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah, dan para sahabat tidak pernah melakukannya pula. Seandainya perkara-perkara baru tersebut sebagai sesuatu yang baik niscaya mereka telah mendahului kita dalam melakukannya”.
    Jawab:
    Baik, Rasulullah tidak melakukannya, apakah beliau melarangnya? Jika mereka berkata: Rasulullah melarang secara umum dengan sabdanya: “Kullu Bid’ah Dlalalah”. Kita jawab: Rasulullah juga telah bersabda: “Man Sanna Fi al-Islam Sunnatan Hasanatan Fa Lahu Ajruha Wa Ajru Man ‘Amila Biha…”.
    Bila mereka berkata: Adakah kaedah syara’ yang mengatakan bahwa apa yang tidak dilakukan oleh Rasulullah adalah bid’ah yang diharamkan? Kita jawab: Sama sekail tidak ada.
    Lalu kita katakan kepada mereka: Apakah suatu perkara itu hanya baru dianggap mubah (boleh) atau sunnah setelah Rasulullah sendiri yang langsung melakukannya?! Apakah kalian mengira bahwa Rasulullah telah melakukan semua perkara mubah?! Jika demikian halnya, kenapa kalian memakai Mushaf (al-Qur’an) yang ada titik dan harakat i’rab-nya?! Padahal jelas hal itu tidak pernah dibuat oleh Rasulullah, atau para sahabatnya! Apakah kalian tidak tahu kaedah Ushuliyyah mengatakan:
    التَّرْكُ لاَ يَقْتَضِي التَّحْرِيْم
    “Meninggalkan suatu perkara tidak tidak menunjukkan bahwa perkara tersebut sesuatu yang haram”.
    Artinya, ketika Rasulullah atau para sahabatnya tidak melakukan suatu perkara tidak berarti kemudian perkara tersebut sebagai sesuatu yang haram.
    Sudah maklum, bahwa Rasulullah berasal dari bangsa manusia, tidak mungkin beliau harus melakukan semua hal yang Mubah. Jangankan melakukannya semua perkara mubah, menghitung semua hal-hal yang mubah saja tidak bisa dilakukan oleh seorangpun. Hal ini karena Rasulullah disibukan dalam menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berdakwah, mendebat orang-orang musyrik dan ahli kitab, memerangi orang-orang kafir, melakukan perjanjian damai dan kesepakatan gencatan senjata, menerapkan hudud, mempersiapkan dan mengirim pasukan-pasukan perang, mengirim para penarik zakat, menjelaskan hukum-hukum dan lainnya.
    Bahkan dengan sengaja Rasulullah kadang meninggalkan beberapa perkara sunnah karena takut dianggap wajib oleh ummatnya. Atau sengaja beliau kadang meninggalkan beberapa perkara sunnah hanya karena khawatir akan memberatkan ummatnya jika beliau terus melakukan perkara sunnah tersebut. Dengan demikian orang yang mengharamkan satu perkara hanya dengan alasan karena perkara tersebut tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah adalah pendapat orang yang tidak mengerti ahwal Rasulullah dan tidak memahami kaedah-kaedah agama.
    Kesimpulan
    Dari penjelasan yang cukup panjang ini kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa para sahabat Rasulullah, para tabi’in, para ulama Salaf dan para ulama Khalaf, mereka semuanya memahami pembagian bid’ah kepada dua bagian; bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi-ah. Yang kita sebutkan dalam tulisan ini bukan hanya pendapat dari satu atau dua orang ulama saja, melainkan sekian banyak ulama dari kalangan Salaf dan Khalaf di atas keyakinan ini. Lembaran buku ini tidak akan cukup bila harus semua nama mereka kita kutip di sini.
    Dengan demikian bila ada orang yang menyesatkan pembagian bid’ah kepada dua bagian ini, maka berarti ia telah menyesatkan seluruh ulama dari masa para sahabat Nabi hingga sekarang ini. Dari sini kita bertanya, apakah kemudian hanya dia sendiri yang benar, sementara semua ulama tersebut adalah orang-orang sesat?! Tentu terbalik, dia sendiri yang sesat, dan para ulama tersebut di atas kebenaran. Orang atau kelompok yang “keras kepala” seperti ini hendaklah menyadari bahwa mereka telah menyempal dari para ulama dan mayoritas ummat Islam. Adakah mereka merasa lebih memahami al-Qur’an dan Sunnah dari pada para Sahabat, para Tabi’in, para ulama Salaf, para ulama Hadits, Fikih dan lainnya?! Hasbunallah.
    Sumber: Abou Fateh

  87. harizky85 said

    meraga sukma,asik juga seperti nya,bagaimana cara mengamalkan nya,e-mail ke aku dong,harizkydevalma@gmail.com

  88. han bi kwang said

    mushaf Al Qur’an adalah bid’ah
    sholat tarawih berjamaah adalah bid’ah
    perayaan maulid nabi adalah bid’ah
    pembacaan shalwat barzanji, dkk. bid’ah
    memakai biji tasbih bid’ah
    tahlil dengan hitungan bid’ah
    menulis buku panduan sholat bid’ah
    dakwah dengan internet bid’ah

    • yahwwe said

      makan babi gak bidah mas, Masnusia itu hidup dari Perhitungan “eksak” demikian kami menciptakan alam semesta ini dengan penuh perhitungan dan planet-planet kami edarkan pada garis edarnya “masing-masing” supaya tidak bertabrakan satu dengan yang lain. jadi Allah sedang mengadakan sayembara, di akhir dunia ini akhir zaman ini yaitu mencari manusia/insan yang mempunyai ilmu duunia dan akhirat, yaitu mempunyai “Akal dan matahati” atau berilmu dan beraklhaq mulia, berilmu yang dicarinya ilmu “eksak”, Matematika Kimia, Fisika Elektronika, wes semua ilmu eksak,.kedua ilmu akhirat mengunakan matahati mencari tahu dimana tempat duduk Allah atau istana surga yang dicetuskan bahwa Aku Duduk Pada “Rahasia Hambaku” jadi intinya ilmu akhirat agama sekalipun mencari “Rahasia Allah”. jadi bicara ini kalau kita dalam hatinya masih ada “JIN”/Ghorin maka tak mungkin malam mendapatkan siang tak mungkin baik “mendapatkan jelak” jangan bermimpi melihat Istana surga dengan Ainul Yaqin jkarena melihat neraka aja kita gak tahu padahal sudah dijelaskan dialquran apabila kamu jika melihat dengan ainul yaqin maka kamu akan meliha neraka yang menyala-nyala. sekarang apa yang tidak mengunkan perhitungan dalam kehuidupan sehari-hari? duit ya perhitungan dengan nilai, makan ya perhitungan cukup 2 piring bagi yang sangup. hati-hati mengkaji alquran karena dubalik alquran banyak jin yang “siap menyesatkan”.demikian kami ciptakan sesuatu itu tidak sia-sai berarti perhitungan,

    • YHWH said

      makan babi gak bidah mas, Masnusia itu hidup dari Perhitungan “eksak” demikian kami menciptakan alam semesta ini dengan penuh perhitungan dan planet-planet kami edarkan pada garis edarnya “masing-masing” supaya tidak bertabrakan satu dengan yang lain. jadi Allah sedang mengadakan sayembara, di akhir dunia ini akhir zaman ini yaitu mencari manusia/insan yang mempunyai ilmu duunia dan akhirat, yaitu mempunyai “Akal dan matahati” atau berilmu dan beraklhaq mulia, berilmu yang dicarinya ilmu “eksak”, Matematika Kimia, Fisika Elektronika, wes semua ilmu eksak,.kedua ilmu akhirat mengunakan matahati mencari tahu dimana tempat duduk Allah atau istana surga yang dicetuskan bahwa Aku Duduk Pada “Rahasia Hambaku” jadi intinya ilmu akhirat agama sekalipun mencari “Rahasia Allah”. jadi bicara ini kalau kita dalam hatinya masih ada “JIN”/Ghorin maka tak mungkin malam mendapatkan siang tak mungkin baik “mendapatkan jelak” jangan bermimpi melihat Istana surga dengan Ainul Yaqin jkarena melihat neraka aja kita gak tahu padahal sudah dijelaskan dialquran apabila kamu jika melihat dengan ainul yaqin maka kamu akan meliha neraka yang menyala-nyala. sekarang apa yang tidak mengunkan perhitungan dalam kehuidupan sehari-hari? duit ya perhitungan dengan nilai, makan ya perhitungan cukup 2 piring bagi yang sangup. hati-hati mengkaji alquran karena dubalik alquran banyak jin yang “siap menyesatkan”.demikian kami ciptakan sesuatu itu tidak sia-sai berarti perhitungan,

  89. Mari kembali ke jln yg lurus said

    Semua Ilmu boleh dipelajari, kecuali satu yaitu ” SIHIR ” seperti yg penulis lakukan. Ayat ayat Al quran bs saja digunakan Jin utk menipu manusia. Bahkan ada Ayat ayat Al quran yg dislhgnkan untuk mendatangkan jin pesugihan. Ingat!!! tdk ada satupun sahabat nabi yg melakukan hal ini, tdk ada satupun sahabat nabi yg melakukan hal ini, tdk ada satupun sahabat nabi yg melakukan hal ini, apakah menurut anda mereka msh kotor?

    • YHWH said

      selama dalam “satu ketetapan” ketetapan Allah dari jaman ummat Maialikat, ummat jin dan ummat manusia itu hanya satu sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu jadi kalau dia terlahir dari jin fasik maka itulah Tuhannya jika ddi diciptrakan dari sihirnya ilmu “Babi” maka babilah tuhannya, jika ia diciptkan dari jin Lembui atawa sapi maka sapilah tuhannya tapi seperti saya katana bahwa Tidak kuciptakan Golongan Malaikat, Golongan Jin dan Golongan Manusia hanya untuk taat dan berbakti kepadaku Who I AM?

  90. daski said

    sangat menarik..itu la islam….dan ayat2 sucinya…
    saya pernah..mengalami seperti cerita diatas..tapi berbeda…
    kejadian saya waktu di jogya..tahun 97.. amalan saya hanya surat yasin….
    sewaktu sakit ada yang jaga saya badan besar dan tinggi pakain serba putih dan sorban putih. dan apa bila telat sholat subuh..saya selalu dikejutin oleh diri saya sendiri..(roh saya sendiri).thanks

  91. Sippp…pengalaman’a….tp yg buat pagaran badan apa surat/ayat’a….

  92. brur72 said

    punten sadulur numpang nyimak ni..

  93. brur72 said

    ass… Punten ana ikut nyimak dan sekalian ngpi.. Makasih

  94. insyaf said

    h

  95. insan biasa said

    salam….

    apa yang penulis alami itu adalah rahsia di dalam rahsia antara penulis dengan penciptanya. ia disebut rahsia kerana hanya rahsia yang mengenal rahsia. orang lain yang tidak pernah mengalaminya kalau diceritakan akan mengatakan ianya satu omong kosong. tapi hanya orang yang mengalaminya sahaja yang akan faham apakah nikmat yang dia rasai saat itu. itulah kunci rahsia hikmah yang sedang anda tujui. maka benarlah selepas itu penulis akan peroleh ilmu laduni iaitu ilmu ilham dari Nya. kerana penulis sendiri telah berjaya menghapuskan gangguan yang datang semasa meraga diri dan hanya rohani yang kuat sahaja yang akan mengenal rahsia diri sendiri. setiap orang rahsianya adalah berbeza. setelah memiliki ilmu itu haruslah pemiliknya tidak menjadi riak.orang yang tahu akan rahsia dalam rahsia tidak akan menceritakan rahsia itu kerana akan timbul fitnah bagi yang tidak faham. “hanya jauhari mengenal manikam”.

    • menungso said

      itu juga rahasia…
      karena itulah ngelmu diperlukan guru agar tidak kesasar ketika ada ujian/cobaan/godaan.. ^_^

  96. Yo kulo numpang baca loh..kuluputanku dingapura..kulo sengko tanah melayu..malaysia.amin..Saya mintak izin copy mana yg patut dibaca..amin.

  97. tee said

    mohon pencerahan

  98. rian said

    pengetahuan saya masih nol,tolong di kasih tau tata cara ritualnya,,
    secara spesifik… agar saya bisa meraga sukma…

  99. saya sudah lama belajar tentang raga sukma tapi selalu gagal dan gagal lagi.kalo boleh saya minta caranya agar bisa meraga sukma dengan baik dan benar..

  100. Hasan said

    Asalamualaikum. .sebenarnya bpak sama kaka saya juga ahli hikmah tp saya tidak berani minta amalan.bisakah bapak memberi saya amalan untuk menjaga diri saat akan melakukan seperti yg bpak lakukan.saya t’trik dg crta bpak..terimakasih. .assalamualaikum

  101. Hasan said

    Saya tertarik dg ceritanya .apa saya boleh mengamalkannya.

  102. cecep budi setiadi said

    Klau saya mimpi slalu di datangi harimau putih dan bertemu semar apa maknanya

  103. YHWH said

    Hai Muhammad Jika ada sorang hamba dari golongan Jin, Malaikat, dan Manusia sekalipun dari golonganmu Ummat-Mu yang bertanya tentang “Roh/Ruh/Weruh” katakan itu dari sisi tuhanMU namun ingat sampai akhir zaman (Al-Qiyamah) tetap masih ada hamba yang SAYA beri pengetahuan tentang itu ROH/RUH/Kaweruh/TAHU, untuk apa untuk menjaga Agama Allah dan menegakkan Agama Allah (inadinaindalah hiI ISLAM) karena musuh yang ummatmu hadapi itu dari golongan Jin, dan malaikat, jin yaitu Jin yang fasik dan Malaikat fasik yaitu Peri yang selalu merong-rong dan mngajak sebagian Ummatmu (Muhammad Kembali kejaman Jahili-iahan) karena mereka tidak taat kepada Tuhannya (ALLAH), jadi engkau jangan iri kalau ummat akhir jaman itu lebih dari para nabi karena memang inti mereka itu juga (ummatmu) adalah roasul (utusan) QS. Yasin yang harus dan wajib menegakan agama Allah seperti apa yang telah saya titahkan kepada nabi-nabi terdahulu termasuk Kamu Hai Muhammad, karena meeka pada akhir zaman itu sudah tidak saya beri lagi NABI dan mereka harus mengkaji sendiri 4 kitab yang telah saya titipkan kepada ibrahim,musa,isan dan Kamu Hai muhammad Alquran untuk dapat diambil hikmah dan dijadikan pelajaran dengan satu ketetapan seperti ketetapan para Nabi-nabiku yaitu “LA ILA HA ILALLAH” dan kasian tu ummat akhir zaman itu hasrus mencari jalan pulang sendiri kepada tuhannya ternmasuk ummat muhammad tidak seperti jaman Ummat nabi ISA masih adas nabi bersamanya, Ummat nabi musa juga sama masih ada nabi bersamanya namun umat akhir zaman itu terlunta-lunta bagaikan anak kehilangan induknya, dan apalagi banyak yang mebahasa dan bercerita kitab namun bukan dari sis kami, namun dari mulutnya sendir bersekongkol dengan JIN fasik, dan mengatakan hal ini datang dari TuhanKU dan TuhanMU padahal itu bukan dari sisi kami mengapa karena mereka mendustai ayat-ayat kami “Al-Quran”, demikianlah ummat akhir jaman ini bisa melebihi Jin, Malaikat dan Duduk bersama Nabi Allah Muhammad karena telah berhasil mengunakan AKAL DAN MATAHATINYA, dalam mengkaji / memakanai Kitab termulia “Alquran” maka dialah pantas mendapatkan & lapis langit duduk bersama para Nabi dan Allah,kemudian surga itu kami ciptakan 7 saf bertingkat-tingkat,jadi kalau otakatik tentang “AKU” cuman : Sd ya saf =1, SMP=saf 2 SMA=saf 3, Sarjana-saf 4, s2=saf 5 s3=saf 6 Doctor/Kyai, Profeso/Wali dan Sederajat?Ayatollah= ya saf 7 karena berhasil menegakan AGAMA ALLAH dan menjadi “RATU ADIL” di alam dunia ini. Demikianlah kami ciptakan kitab-kitab itu untuk menjadikan pelajaran(Maknai) bagi hamba yang punya Akal dan mata Hati

  104. YHWH said

    Intinya ayo kita berlomba dan bersaing dihadapan Allah rapatkan barisan golongan manusia(Insan) untuk menjadikan Rahman dan Rahiem, yang terkandung dalan Bissmilahirahmanirahiem sekalian alam, dengan satu ketetapan, “La Ila Ha Ilallah” tidak ada tuhan yang pantas disembah melainkan DIA (ALLAH), dan para nabipun taahu tentang ini, meraga sukma itu mengibaratkan “Mati sbelum Mati yang Sebenarnya”, apakah ini Haq tergantung dari Sareat, Tarekat hakikat dan marifatnya, meripatnya, kalau sareat benar, pasti tarekahnya, benar, terekah benar, Haqiqatnya benar, haqiqat benar maka “ANA AL HQ” SAYA (ALLAH) KEBENARAN ITU , kalau saretanya salah, tarekatnya salah, Haqiqatnya salah maka ayatnya akan jadi SAYALAH KESALAHAN ITU(GOLONGAN JIN DAN MANUSIA YANG TERELIMINASI DARI KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT (MasyaA llah )Kata Allah Saya sesunguhnya tidak tega, tidak sampai hati, bahkan tidan teposelera mengazab hambaku (Manusia) yang dengan susah dan payah aku menciptakan dengan tanganku sendiri (awal Penempatn ROH) tapi hambaku (Al-Insan dengan menganiaya dirinya sendiri dengan tidak jujur terhadap dirinya sendiri) alis senang mengaiaya dirinya sendiri makanya Dunia semakin KACAU BALAU SEPERTI SEKARANG INI DAN SESUNGUHNYA KITA TELAH MASUK PADA RANAH”KEJAHILIAHAN KEMBALI(KACAU BALAU KEMBALI) DAN INI tanda-tanda “KIAMAT”,

  105. YHWH said

    kalau jin bisa terbang Apakah Allah gak bisa? Kalau dengan ilmu jin “manusia Ngawur” bisa kebal (Debus) apakah Allah gak bisa siapa yang punya ilmu itu sesunguhnya, maka jangan mengagungkan/Katro/Ndeso/Picik ilmu tapi Rangkul-lah yang yang PUNYA (ALLAH) ilmu dengan cara apa Mentaati DAN MENGAFALKAN PERINTAHNYA DAN MENJAUHI LARANGNYA” SHOLAT SEBENARNYA SHOLAH YAITU KELAKUAN /LAKU PERILAKU/LAKON/TINGKAH POLAH/ SEPERTI yang digambarkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. dengan “AFAL MUHAMMAD” = “AFAL ALLAH” Silahkan mengkaji Al-Quran itu dan saling ingat-mengingatatkan-lah kita dalam Kebaikan bila perlu yang punya ilmu seperti tim-pemburu hantu ajaklah kawan-kawan yang ing menjadi penegak Agama Allah karena Allah akan senag kalau hambanya yang telah diciptakanNYA kembali kepadanya semuanya gak pandang bulu dengan satu ketetapan “INALILAHIWA INA ILAIHI ROJIUN” dari padanya maka harus kembali kepadanya. jangan nongkrong kayak “Putri DARMA AYU” -Indramayu yang duduk dikolong jembatan Cimanuk karena kesalahan dirinya sendiri yaitu menganiaya dirinya senidir dengan “BUNUH DIRI”, karena bunuh diri hal yang salah bukan benar karena Allah hanya memeberikan Perintah =1 nuilainya dan larangan=0 nilainya jika niat dengan sunguh-sunguh dan iklas lahir dan bathin seperti ayat Musa AS “Kasisihilah Sesama Manusia seperti mengaishi dirimua sendiri” maka kami akan menabahkan bonus Bilangan tertingi dialam semesta ini yaitu 9 dan jadilah 1 pahala kebaikan akan mai balas dengan 10 (desimal) pahala kebaikan, 1:10 namun ternyata tidak bisa membawa kita kepada kholiqnya pada 1 : 10, kita pernah ada disini walaupun jauh namun alangkah baiknya kembalinya kita juga sama sama alias Lakum dinukum waliadian Jika tuhan kita SATU (AHAD) maka KITA semua akan berkmpul pad sisi yang sama. Jika tuhan kita 2,3,4,5,6, bahkan seribu maka kita tidak akan berada pada sisi yang sama karena Sama itu tidak beda dan beda itu so pasti tidak sama maka barang siapa yang mengatakan bahwa semua agama itu sama maka sesunguhnya dia telah keluar dari “Syahadatnya” Syah-Adat-NYA”yang telah dibanguny sejak Lahir oleh orangtuanya, dan menjadi “syrik”. Maka Jangan sekali-kalai meninglkan La Ila Ha Ilalah, itulah yang bida dan mampu menapaki Jalan yang lurus Ihdinasirathal mustaqiem.

  106. Mas anto said

    Pengalaman batin ini akan memperkuat iman.insyaALLAH

  107. ipank said

    askum.
    Mohon ajarkan cara wirid dan puasa pagar badan. . .

  108. riza said

    as. qobiltu mhon ijazahnya ki,

  109. arrivai said

    alqur’an itu mncakup seluruh ilmu…

  110. ghofar said

    thanks atas penjelaSannya moga brmanfaat.

  111. yogo said

    salam kenal..blajar yg lebih instan da nda? Mohon penjelasanny..

  112. pleptick said

    ass..saya ga tau ap ap tntang yg tertulis di atas..tapi dgn niat
    saya mo belajar….

  113. bambang said

    menarik sekaligus menakutkan

  114. Adie said

    Aduh.. Ko malah pd btengkar.. Apa ini salah 1 tipu muslihat syaiton mperdaya kita shingga kt ssama hamba2 sang pencipta btengkar cm krn mraga sukma n smacamx.. Mraga sukma.. Apa g mending blajar mbaca,mgerti akan makna2 yg tkandung ddalamx,mlafdazkan dgan indah, n mgamalkan Al-Qur’an it dlm khdupan kita..
    Maaf y para hamba Tuhan,Bkan menggurui, tp cm memberi sdikit saran agar kirax kt tdk tjerumus dr godaan2 syaiton yg mperdayai kt smua. amin

  115. mukhsin said

    assalamu’alaikum, maaf kpda saudara penulis. Bolehkah saya tau sjelas2 x cra2 x..
    Trim’s.

  116. Rusman said

    ASS. SAYA INGIN BERKENALAN DENGAN BAPAK R. BAMBANG SUKMARAGA YANG MENULIS TENTANG MERAGA SUKMA DENGAN AMALAN SURAH AL-KAHFI; JIKA BISA ALAMAT DAN EMAILNYA, TERIMA KASIH

  117. Mempelajari sesuatu memang sebaiknya berguru, karena kita punya pegangan atas pemahaman dan penerapan sebuah ajaran.
    Akan tetapi kita juga harus menggunakan akal sehat dalam berguru, sebab guru yang kurang tepat juga bisa menggelincirkan kita

  118. Miftahulhuda said

    Ass; seblmny salam kenal
    ohya mz ingin sekli kami mngmalkan cr yg ms tulis diblogger ini yg kami tanykan giman klau gk mkai hio kembng tio pd dsarny kmi tinggl ddesa yg slit mndptkan itu mhon penjlsany
    nb;klw berknan kmi mnta no hp mas untuk bmbingan selnjutny trmaksih

  119. Ndoro said

    Apakah Kanjeng Nabi Muhammad saw pernah mengajarkan umatnya utuk bisa spt itu? (raga sukma semaunya)
    bisa bolak balik meninggalkan jasadnya,lalu ruhnya pergi sesuka hati kemana mau,hebat sekali.
    (tolong penjelasannya)

  120. Dholy Joe said

    Mas, emg yg cara lengkap y utk mraga cuma ituh ya mas??? Dan cara membuat pagar diri yg lbih singkat gmna cara y???
    Mhon bimbingn y,
    Klo gak bsa share jwbn y, kirimin ke email sy aja ya mas…
    Pesilatt02@gmail.com
    assalamualaikum

  121. thobron said

    assalamua alaikum mugo mugo seng nulis blok niki di ampuni dosa nya dan di angkat drajat nya para aulia amin

  122. Benda mustika kebal said

    Sebuah perjalanan yang sangat panjang mas,salam takzim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: